Anda di halaman 1dari 10

BAB II

TANGGAPAN TERHADAP RENCANA


KERJA & SYARAT-SYARAT
Berdasarkan penelaahan terhadap ketentuan-ketentuan dan petunjuk
yang diuraikan dalam Rencana Kerja & Syarat-Syarat RKS, konsultan
menyimpulkan bahwa semuanya telah cukup jelas. Berikut akan
dipaparkan apresiasi konsultan terhadap RKS yang telah diterima.
Apresiasi tersebut terdiri atas Apresiasi atas Maksud dan Tujuan dan
Ruang Lingkup.

2.1

APRESIASI TERHADAP MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud dan tujuan pelaksanaan pekerjaan Jasa Kajian Discrepancy


Pipa EJGP adalah;
1.

Mengetahui faktor-faktor penyebab yang menjadikan Discrepancy


Pipa EJGP melebihi ambang batas AA.

2.

Melakukan verifikasi secara mendetail terhadap faktor-faktor


penyebab pada point 1.

3.

Menemukan metode dan cara penerapan untuk mengatasi


permasalahan Discrepancy Pipa EJGP dengan mengatasi faktorfaktor penyebabnya sehingga dapat ditekan pada nilai yang
memenuhi ambang batas AA.

4.

Membuat simulasi secara mendetail untuk menggambarkan


operasional Pipa EJGP meliputi perhitungan Tekanan, Temperatur
dan Linepack (meliputi juga estimasi Tekanan dan Temperatur
pada Titik Titik yang tidak memiliki Indikator / Transmitter)
dengan basis Formula Panhandle B.

5.

Melakukan verifikasi terhadap perhitungan Linepack Pipa EJGP.

6.

Membuat tool untuk mensimulasikan operasional Pipa EJGP dan


tool untuk menghitung Tekanan dan Temperatur pada Titik Titik
di EJGP yang tidak mempunyai Indikator / Transmitter terutama
Tekanan dan Temperatur pada T-Junction TSB, Maleo Santos dan
PPB.

7.

Memberikan rekomendasi terkait Allowable Limit Discrepancy


dalam AA.

2.2.

APRESIASI TERHADAP LINGKUP PEKERJAAN

2.2.1.

Lingkup Kegiatan

Konsultan melihat bahwa ketentuan lingkup pekerjaan telah cukup


jelas yaitu kegiatan kajian, kegiatan inventarisasi data lapangan,
analisa

data,

pembuatan

simulasi

operasional

EJGP,

Verifikasi

Perhitungan Linepack EJGP, serta Pembuatan Tool Simulasi Operasional


EJGP.
a. Analisa

dan

Verifikasi

Faktor

Faktor

Penyebab

Discrepancy
-

Analisa faktor-faktor penyebab diharuskan meliputi semua


kemungkinan faktor-faktor penyebab diantaranya (namun tidak
terbatas)

yang

terkait

dengan

peralatan-peralatan

yang

mendukung operasional EJGP (diantaranya dengan melakukan


verifikasi semua system Meter yang digunakan di EJGP) dan
formula-formula perhitungan yang digunakan.
-

Analisa faktor-faktor penyebab diharuskan yang benar-benar


terkait dengan Pipa EJGP dalam artian jangan menyertakan
faktor-faktor penyebab yang mungkin terjadi pada system lain
namun tidak terjadi pada Pipa EJGP.

Analisa faktor-faktor penyebab diharuskan memiliki dasar yang


kuat serta dijelaskan dengan penjelasan yang mendetail dan
akurat.
Terjadinya

Discrepancy

dalan

jaringan

pipa

EJGP

tentunya

memiliki berbagai faktor penyebab. Berbagai faktor penyebab


inilah yang harus diketahui dan dianalisis terlebih dahulu oleh
Konsultan selaku pelaksana pekerjaan.

Seperti diketahui, Gas alam yang tidak bisa disimpan dalam


waktu lama menyebabkan cara yang efektif untuk mengirimkan
gas ke konsumen adalah melalui pipa transmisi. Jaringan pipa
transmisi ini biasanya sangat panjang yang terdiri dari titik
pengiriman dan titik penerimaan. Pipa yang dipakai untuk
mengalirkan gas juga dapat dipakai sebagai tempat penyimpanan
gas sementara (line pack) dengan cara memampatkan gas
tersebut sampai tekanan tertentu yang tidak melebihi tekanan
internal pipa maksimum yang diijinkan, hal ini dimungkinkan
karena sifat gas yang compressible.
Dalam industri gas, volume line pack ini sangat penting karena
dapat digunakan untuk menentukan real pipe balance. Real pipe
balance ditentukan dengan menghitung volume total gas yang
diterima, volume total gas yang dikirim serta volume serta
volume liquid yang terbentuk dari gas. Dari hasil perhitungan
tersebut akan diketahui apakah pipa telah mengalirkan gas lebih
besar dari yang diterima (gain) atau menerima volume gas lebih
dari volume yang terkirim (loss).
Secara umum umum Discrepancy adalah perbedaan antara total
volume gas yang dikirim dengan volume total gas yang diterima
dalam jangka atau perioda waktu tertentu. Beberapa hal yang
dapat

menyebabkan

keakurasian

Discrepancy

metering,

perubahan

adalah

kebocoran

properties

gas

pipa,
karena

pencampuran dua atau lebih gas yang berbeda properties atau


adanya kondensasi serta kekurasian pengukuran tekanan dan
temperatur.
Untuk

mengetahui

berbagai

faktor

penyebab

terjadinya

Discrepancy dalan jaringan pipa EJGP, perlu dilakukan survey dan


pengumpulan data lapangan serta melakukan studi banding ke
Perusahaan Transportasi Gas yang memiliki sistem mendekati
sistem EJGP.
b. Melakukan

verifikasi

secara

mendetail

faktor-faktor penyebab pada point 1;

terhadap

Setelah dilakukan pengumpulan dan analisis data mengenai


penyebab terjadinya Disprepancy dalam jaringan pipa EJGP,
selanjutnya

Konsultan

perlu

melakukan

verifikasi

secara

mendetail terhadap faktor-faktor penyebab Discrepancy tersebut.


verifikasi tersebut penting dilakukan agar tidak terjadi kesalahan
dalam

menentukan

metoda

apa

yang

diperlukan

untuk

meminimalisasi terjadinya Discrepancy tersebut. Verifikasi yang


dilakukan bergantung pada penyebab discrepancy tersebut.
Sebagai contoh, jika diindikasikan penyebab Discrepancy adalah
akibat

kurang

akurasinya

metering

system,

maka

perlu

diverifikasi jenis metering apa sudah sesuai dengan kondisi aliran


gas dan apakah sudah dilakukan kalibrasi secara rutin dan benar.
c. Menemukan
mengatasi
dengan

metode

dan

permasalahan
mengatasi

cara

penerapan

Discrepancy

faktor-faktor

untuk

Pipa

EJGP

penyebabnya

sehingga dapat ditekan pada nilai yang memenuhi


ambang batas AA.
Dari hasil verifikasi terhadap berbagai penyebab terjadinya
Discrepancy dalam jaringan pipa EJGP, perlu dicari metoda dan
cara penerapan untuk mengatasi permasalahan Discrepancy
tersebut sehingga dapat ditekan pada nilai yang memenuhi
ambang batas AA. Metoda dan penerapannya sudah barang tentu
harus mengacu pada standar dan keteknikan yang berlaku dalam
industri migas.
d.

Membuat

simulasi

menggambarkan

secara

operasional

mendetail
Pipa

EJGP

untuk
meliputi

perhitungan Tekanan, Temperatur dan Linepack (meliputi


juga estimasi Tekanan dan Temperatur pada Titik Titik
yang tidak memiliki Indikator / Transmitter) dengan basis
Formula Panhandle B.
-

Simulasi Operasional EJGP dibuat sehingga menggambarkan


kondisi real Pipa EJGP, termasuk memperhitungkan pengaruh
offshore-onshore, perbedaan elevasi pipeline namun juga

dibuat simulasi dengan asumsi tanpa perbedaan elevasi


pipeline.
-

Simulasi Operasional EJGP dibuat untuk kondisi steady state


(basis Formula Panhandle B) maupun transient (Formula yang
sudah umum digunakan dan dipercaya akurasinya).

Simulasi Operasional EJGP dapat menggambarkan keadaan


Tekanan dan Temperatur termasuk pada Titik Titik yang tidak
memiliki Indikator / Transmitter.

Simulasi Operasional EJGP dilakukan dengan menggunakan


software license yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi dan
software simulasi tersebut selanjutnya diserahkan ke Pertagas.
Simulasi pipa merupakan salah satu Tools untuk mengetahui
profil aliran gas sepanjang pipa baik profil tekanan, profil
temperatur, maupun profil volumen serta line pack. Melalui
simulasi tersebut operator pipa dapat merubah variabel-variabel
operasi untuk meminimalisasi terjadinya Discrepancy dalam pipa.
Dalam industria migas, terdapat banyak perangkat lunak simulasi
pipa yang beredar di pasaran. Secara umum, simulator pipa
tersebut dapat dikategorikan kedalam dua klasifikasi yaitu Steady
State dan Transient. Beberapa contoh simulator pipa steady state
adalah Pipesim, Pipephase, Pipesys, Pipepine Toolbox, dan lain
sebagainya sedangkan contoh simulator pipa transient adalah
OLGA, Pipephase Tacite, dan Pipeline Studio.
Perhitungan profil tekanan gas dalam pipa dapat mengacu pada
berbagai formula atau persamaan yang ada seperti Weymouth,
Panhandle A, Panhadle B, Beggs and Brill, Moody, OLGA, AGA,
dan sebagainya. Pemilihan formula tersebut bergantung pada
karakterisitik gas, panjang pipa, diameter pipa, serta elevasi.
Persamaan

Weymouth,

Panhandle

A,

and

Panhandle

dikembangkan untuk mensimulasikan gas single phase dalam


jaringan pipa yang panjang sedangkan untuk gas multiphase
dapat digunakan persamaan Beggs and Brill, Moody, OLGA, atau
AGA.

Untuk melakukan simulasi pipa EJGP secara mendetail, diperlukan


inputan seperti data desain pipa, kondisi operasi pipa saat ini,
komposisi dan volume gas yang dialirkan, layout dan topografi
jaringan pipa, temperatur udara, temperatur air laut, dan
sebagainya.
Dari simulasi yang dilakukan akan dihasilkan profil tekanan, profil
temperatur, dan profil volume aliran sepanjang pipa. Selain itu
dapat dihitung line pack berdasarkan kondisi real operasional
pipa di lapangan.
e.

Pelaksanaan Verifikasi Perhitungan Linepack EJGP.


-

Melakukan

Verifikasi

Perhitungan

Linepack

yang

saat

ini

digunakan pada Operasional Pipa EJGP


Hingga saat ini, PT Pertagas selaku pemilik dan operator jaringan
Pipa EJGP telah menggunakan perhitungan Linepack dengan
menggunakan

Tools

yang

menggunakan

persamaan

dikembangkan
Panhandle

B.

sendiri

dengan

Dengan

adanya

Discrepancy yang melebihi ambang batas AA, perlu dilakukan


verifikasi

terhadap

perhitungan

linepack

tersebut.

Selain

melakukan verifikasi terhadap formula yang digunakan, perlu


dilakukan perbandingan hasil perhitungan dengan Tools berupa
perangkat lunak simulasi pipa yang beredar di pasaran.
f.

Pelaksanaan Pembuatan Tool Simulasi Operasional EJGP;


-

Tool Simulasi yang dibuat dapat menggambarkan kondisi real


Pipa EJGP dengan beberapa input parameter yang dapat dicustomize.

Tool Simulasi yang dibuat dapat melakukan perhitungan secara


iterative jika diperlukan terutama untuk menghitung Tekanan
dan Temperatur pada Junction TSB dan Junction Santos.

Tool Simulasi dapat digunakan untuk kondisi steady state (basis


Formula Panhandle B) maupun transient (Formula yang sudah
umum digunakan dan dipercaya akurasinya).

Tool Simulasi menggunakan basis Formula Panhandle B (untuk


steady state).

Salah satu Output dari Tool Simulasi adalah perhitungan


Linepack EJGP.

Tool Simulasi compatible dengan Windows XP atau generasi


terbaru.

Mempresentasikan hasil kajian kepada Manajemen Pertagas


dan para pihak yang terkait dengan EJGP.
Salah satu output dari kajian ini adalah Tool simulasi untuk
operasional

pipa

EJGP.

Tools

simulasi

ini

dikembangkan

berdasarkan kondisi real di lapangan dengan beberapa input


parameter yang bisa di customize. Tool Simulasi yang dibuat
dapat melakukan perhitungan secara iterative jika diperlukan
terutama untuk menghitung Tekanan dan Temperatur pada
Junction TSB dan Junction Santos. Tools dibuat untuk kondisi
Steady State dengan menggunakan persamaan Panhandle B.
Pengembangan Tool simulasi ini didasarkan pada persamaan
aliran fluida dalam pipa dengan menggunakan Hukum Konservasi
Energi dimana energi yang masuk ke titik pertama ditambah
dengan kerja-kerja yang dilakukan oleh dan terhadap fluida
diantara titik pertama dan kedua, dikurangi dengan energi yang
hilang diantara kedua titik tersebut sama dengan energi yang
keluar dari titik yang kedua.

mv2 mgZ1
mv 2 mgZ 2

U1 P1V1 1
q Ws U 2 P2V2 2
2 gc
gc
2 gc
gc
Dimana;


U 1 : Internal Energy
P1 V1 : Expansion or Compressio n Energy
m v12
: Kinetic Energy
2 gc
m g Z1
: Potential Energy
gc
Faktor

gesekan

f,

merupakan

salah

satu

variabel

yang

menentukan besarnya penurunan tekanan pada aliran fluida


dalam pipa. Untuk aliran gas dalam pipa yang sering digunakan
di lapangan adalah persamaan Weymouth untuk diameter pipa
kecil dan persamaan Panhandle B untuk diameter pipa besar.
Persamaan Panhandle B merupakan revisi dari persamaan
Pandhandle A dimana persamaan tersebut dapat mengakomodasi
Reynolds number yg lebih besar. Persamaan pressure drop
dengan menggunakan formula Panhandle B adalah sebagai
berikut;

qsc

= gas rate at standard condition, scf/d

P1

= inlet pressure, psia

P2

= outlet pressure, psia

Psc

= pressure at standard condition, psia

Tsc

= temperature at standard condition, oR

Tm

= mean temperature of line, &degR

= mean gas relative density (air = 1)

Zm

= mean gas compressibility factor

= inside diameter of pipe, inches

= pipe length, miles

= pipeline efficiency

Sedangkan formula untuk faktor gesekan yang digunakan adalah


sebagai berikut;

fm

0.00359
0.03922
N Re

Dimana ;
Fm = faktor gesekan
Nre = Bilangan Reynold
Selain untuk mengetahui tekanan di suatu titik pada jaringan pipa
transmisi gas bumi, Tool ini juga nantinya dapat digunakan untuk
menghitung linepack. Adapun formula yang digunakan untuk
menghitung linepack adalah sebagai berikut;

T
Vb 28.793 b
Pb

Pavg Z avg
Tavg

D2L

Vb = line pack dalam pipa, ft3


D = Diameter pipa, in
L = Panjang pipa, mile
Tb = Temperatur gas pada kondisi standar, oR
Pb = Tekanan gas pada kondisi standar, Psia
Pavg = Tekanan gas rata-rata, Psia
Tavg = Temperatur gas rata-rata, oR
Zavg = Kemampatan gas rata-rata
Selain digunakan untuk perhitungan linepack, Tool ini juga dapat
digunakan untuk initial fill gas dalam pipa. Initial Fill adalah
jumlah total Gas Bumi minimum (dalam mscf) yang dikonversi ke
dalam mmbtu berdasarkan nilai rata-rata GHV tertimbang) yang
terdapat dalam Sistem Pipa, yang dibutuhkan agar Gas Bumi
dapat mengalir pada perbedaan tekanan tertentu antara Titik
Terima dan Titik Serah, yang besarannya ditetapkan oleh
Transporter