Anda di halaman 1dari 1

Pada formasi yang ditembus mayoritas adalah batulempung yang mana

setelah diteliti clay tersebut mengandung mineral kaolinit dimana mineral ini
walaupun mempunyai sifat tidak hidrasi dengan air namun bersifat brittle
dimana ikatan clay yang lemah sehingga diperkirakan dapat meruntuhkan
dinding lubang bor. Sehingga terjadi pembesaran lubang bor yang disebut
dengan washout. Untuk mengatasi problem ini dilakukan dengan mengurangi
kemungkinan gesekan casing pada dinding lubang bor dan pada saat
cementing dengan aliran linear kecepatan alir nya dibuat se minimal
mungkin dengan reynold number 1500. Sedangkan untuk lithologi sandy clay
atau batulanau tidak terjadi masalah karena selain clay yang tidak rektif
terhadap air juga ketebalan lapisan tersebut masih dalam skala kecil. Lalu
untuk lithologi batupasir setelah di lakukan analisa dapat diketahui bahwa
batupasir ini mempunyai sementasi yang cukup baik dan masih dalam
kategori consolidated sandstone sehingga tidak menimbulkan problem.