Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PRAKTIKUM LABORATORIUM LINGKUNGAN 2

Jurusan Teknik Lingkungan FALTL Universitas Trisakti


Gasal 2016/2017

KELOMPOK 4
1. Fildza Khumeira (082001400025)
2. I Gede Aditya Juliarnita(082001400031)

Asisten Mahasiswa: Rian Prasetyo

NO2 (NITROGEN DIOKSIDA)


I.

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Nitrogen dioksida adalah kelompok gas nitrogen yang terdapat di atmosfir. Nitrogen

doksida dapat diketahui keberadaannya karena memiliki warna coklat kemerahan dan berbau
tajam. Udara terdiri dari 80% volume nitrogen dan 20% volume oksigen. Pada suhu kamar
hanya sedikit kecenderungan nitrogen dan oksigen berekasi satu sama lainnya. Pada suhu
yang lebih tinggi (di atas 1210oC) keduanya dapat bereaksi membentuk NO dalam jumlah
banyak sehingga mengakibatkan pencemaran udara. Dalam proses pembakaran, suhu yang
digunakan biasanya mencapai 1210-1765oC, oleh karena itu reaksi ini merupakan sumber gas
Nitrogen dioksida. Jadi pemebentukan nitrogen dioksida merupakan hasil samping dari proses
pembakaran. Secara umum, NOx dialam berasal dari bakteri dan aktivitas vulkanik, proses
pembentukan petir, dan emisi akibat aktivitas manusia (antropogenik). Emisi antropogenik
Nox terutama berasal dari pembakaran bahan bakar fosil seperti pembangkit tenaga listrik dan
kendaraan bermotor. Sumber lain di atmosfer berupa proses tanpa pembakaran, contohnya
dari hasil produksi asam nitrat, pengelasan, dan penggunaan bahan peledak. Nitrogen oksida
seperti NO dan NO2 berbahaya bagi manusia. Penelitian menunjukkan bahwa NO2 empat kali
lebih beracun daripada NO. NO2 bersifat racun terutama terhadap paru-paru. Kadar NO2 yang
lebih tinggi dari 100ppm dapat mematikan sebagian besar binatang percobaan dan 90% dari
kematian tersebut disebakan oleh gejala pembengkakan paru-paru (edema pulmonari).
Pajanan NO2 dengan kadar 5 ppm selama 10 menit terhadap manusia mengakibatkan kesulitan

dalam bernafas, batuk kronis, dan dapat menimbulkan asma. Oleh karena itu dilakukannya
penelitian iniuntuk mengetahui konsentrasi NO2 yang tersuspensi pada udara di Kampus A,
Universitas Trisakti tepatnya di depan Fakultas Hukum gedung H. penelitian ini dilakukan
dengan cara menghisap udara yang ada di sekitar dengan bantuan pompa vakum kemudian
masuk ke dalam larutan penjerat yang ditempatkan pada midget impinger. NO2 yang di
tangkap menggunakan larutan penjerap Griess Saltzman sehingga membentuk suatu senyawa
azo dye berwarna merah muda yang stabil setelah 15 menit, kemudian diukur menggunakan
alat spektrofotometer dengan panjang gelombang 550 nm. Laju alir di pantau saat periode
pengujian. Hasilnya ditampilkan dalam bentuk satuan massa partikulat yang terkumpul per
satuan volum.
1.2 Tujuan Percobaan
Ada pun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Untuk menentukan kadar NO2 yang tersuspensi di udara Kampus A, Universtas
Trisakti, Fakultas Hukum gedung H.
2. Untuk mebandingkan kadar NO2 yang telah diukur di setiap tempat di Kampus A,
Universitas Trisakti.
3. Untuk mengetahui kualitas udara di Kampus A, Universitas Trisakti dengan
dibandingkan dengan baku mutu yang ada.

II.

TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Sifat-sifat Nitrogen Dioksida
Nitrogen oksida (NOx) adalah senyawa gas yang terdapat di udara bebas (atmosfir)

yang sebagian besar terdiri atas nitrit oksida (NO) dan nitrogen dioksida(NO2) serta berbagai
jenis oksida dalam jumlah yang lebih sedikit. Kedua macam gas tersebut mempunyai sifat
yang sangat berbeda dan keduanya sangat berbahaya bagi kesehatan.
Gas NO yang mencemari udara secara visual sulit diamati karena gas tersebut tidak
bewarna dan tidak berbau. Sedangkan gas NO2 bila mencemari udara mudah diamati dari
baunya yang sangat menyengat dan warnanya merah kecoklatan. Sifat Racun (toksisitas)gas
NO2 empat kali lebih kuat dari pada toksisitas gas NO.
(sumber:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20755/3/Chapter%2520II.pdf)

2.2 Sumber Nitrogen Dioksida


Dari seluruh nitrogen dioksida (NOx) yang dibebaskan ke udara, jumlahyang
terbanyak adalah dalam bentuk NO yang diproduksi oleh aktifitas bakteri. Akantetapi
pencemaran NO dari sumber alami ini tidak merupakan masalah karena tersebarsecara merata
sehingga jumlahnya menjadi kecil. Yang menjadi masalah adalah pencemaran NO yang
diproduksi oleh kegiatan manusia karena jumlahnya akan meningkat pada tempat-tempat
tertentu.
Emisi NOx dipengaruhi kepadatan penduduk karena sumber utama Nox yang
diproduksi manusia adalah dari pembakaran arang, bensin, minyak dan gas. Berbagai jenis
NOx dapat dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar minyak (BBM) dan bahan bakar
(BB) fosil lainnya pada temperatur tinggi, baik sumber static maupun sumber bergerak seperti
pembakaran pada kendaraan bermotor, peleburan besi, pembangkit tenaga listrik dan proses
industri yang dibuang kelingkungan melalui cerobong pabrik-pabrik di daerah kawasan
industri.
(sumber:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20755/3/Chapter%2520II.pdf)

2.3 Dampak dari Pencemaran Nitrogen Dioksida


Dampak yang paling terlihat adalah pada kesehatan manusia yaitu organ tubuh. Organ
tubuh yang paling peka terhadap pencemaran gas NO2 adalah paru-paru. Paru-paru yang
terkontaminasi oleh gas NO2 akan membengkak sehingga penderita sulit bernafas yang dapat
mengakibatkan kematian. NO yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada sisitem saraf
yang menyebabkan kejang-kejang. Bila keracunan ini terus berlanjut akan dapat menyebabkan
kelumpuhan.
Udara yang tercemar oleh gas nitrogen dioksida tidak hanya berbahaya bagi manusia
dan hewan saja, tetapi juga berbahaya bagi kehidupan tanaman. Pengaruh gas NO2 pada
tanaman antara lain timbulnya bintik-bintik pada permukaan daun. Pada konsentrasi lebih
tinggi, gas tersebut dapat menyebabkan nekrosis atau kerusakan pada jaringan daun, dalam
keadaan seperti ini daun tidak dapat berfungsi sempurna. Pencemaran udara oleh gas
NO2 juga dapat menyebabkan timbulnya Peroxy Acetil Nitrates yang disingkat dengan PAN.
PAN ini menyebabkan iritasi pada mata sehingga mata terasa pedih dan berair.

2.4 Baku Mutu NO


Baku mutu udara ambien adalah ukuran batas atau kadar zat, energi dan/atau
komponen yang ada atau yang seharusnya ada dan/atau unsur pencemar yang ditenggang
keberadaannya dalam udara ambien. Menurut PP No 41 Tahun 1999 kadar Nitrogen
dioksida(NO) pada udara adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 150 g/Nm untuk 24 jam, dan
100 g/Nm untuk 1 tahun.
Untuk baku mutu sesuai dengan KepGub no 551 tahun 2001 kadar NO pada udara
adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 92,5 g/Nm untuk 24 jam, dan 60 g/Nm untuk 1 tahun.

2.5 Pengendalian NO
Pencegahan pencemaran udara pada(Husein,1993).
1. Sumber Bergerak
a. Merawat mesin kendaraan bermotor agar tetap berfungsi baik.
b. Melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala
c. Memasang filter pada knalpot
2. Sumber Tidak Bergerak
a. Memasang scruber pada cerobong asap.
b. Merawat mesin industri agar tetap baik dan lakukan pengujian secara berkala.
c. Menggunakan bahan bakar minyak atau batu bara dengan kadar Sulfur, CO rendah.
d. Memodifikasi pada proses pembakaran.
e. Pembersihan ruangan dengan sistem basah.
3. Manusia
Apabila kadar NO2, kadar oksidan, khlorin, dan timah dalam udara ambien telah
melebihi baku mutu dengan rata-rata waktu pengukuran 24 jam maka untuk mencegah
dampak kesehatan, dilakukan upaya-upaya:
a. Menggunakan alat pelindung diri (APD), seperti masker gas.
b. Mengurangi aktifitas diluar rumah.
c. Menutup / menghindari tempat-tempat yang diduga mengandung CO seperti sumur
tua, gua, dll.

III.

ALAT DAN BAHAN


3.1 Alat

No Alat

Ukuran

Jumlah

Gambar

Impinger

250 ml

Pompa vakum

Spektrofotometer

Labu erlenmeyer

250 ml

Pipet volume

50 ml, 10 ml

Barometer

Hygrometer

Thermometer

3.2 Bahan
No
1
2
3
4
5

Bahan
Larutan Griess Saltzman
Aseton
Air Suling
CH3COOH
NO2
IV.

Konsentrasi
-

Jumlah
50 ml
16.40g/Nm3

CARA KERJA
4.1 Diagram Sampling

Masukkan 50 ml
larutan Griess Saltzman
ke dalam midget
impinger kemudian
bungkus dengan
aluminium foil

Rangkaian pengambilan
sample di mulai dari corong,
kemudian tabung penyerap
uap yang diapit dengan
midget impinger dengan
larutan Griess Saltzman,dan
pompa vakum. ambil sampel
selama 1 jam

Sembari menunggu ukur


faktor-faktor
meteorologi. Setelah satu
jam, diamkan contoh uji
selama 15 menit agar gas
NO2 yang terserap
menjadi stabil.

4.2 Diagram Analisis

Setelah 15 menit, ambil


contoh uji kemudian
masukkan ke dalam labu
erlenmeyer 250 ml.

Ukur spektrofotometer
dengan panjang
gelombang 550 nm.

V.
HASIL PENGAMATAN
Setelah dilakukannya praktikum terhadapkonsentrasi NO2 yang tersuspensi di udara di
depan Gedung H, Kampus A, Universitas Trisakti. Didapatkan data-data sebagai berikut:
1. Hasil Meteorologi
Titik koordinat sampling

: 6o106 lintang selatan 106o4729 bujur timur

Suhu

: 32oC

Kecepatan Angin

: 0.57 m/s

Arah angin

: dari timur laut

Waktu

: 10.00 WIB

Tinggi

: 6,05 mdpl

Barometer

: 756 mmHg

Higrometer

: 38 % rel

2. Data Pengamatan
Flow meter 1 : 1 liter/menit
Flow meter 2 : 1.25 liter/menit

VI.

RUMUS DAN PERHITUNGAN


6.1 Rumus
6.1.1

Nilai rata-rata laju alir


=

+ + +

Dengan pengertian:

6.1.2

= Laju alir (liter/menit)

Fo1

= Pengukuran laju alir ke-1 (liter/menit)

Fo2

= Pengukuran laju alir ke-2 (liter/menit)

Fon

= Pengukuran laju alir ke-n (liter/menit)

= Banyaknya dilakukan pengukuran.

Volume contoh uji udara yang diambil


=
Dengan pengertian:

6.1.3

= volume contoh uji (L)

= laju alir (L/menit)

= durasi pengambilan contoh uji (menit)

Pa

= tekanan barometer rata-rata (mmHg)

Ta

= temperatur selama pengambilan contoh uji (K)

298

= temperatur kondisi normal 25oC (K)

760

= tekanan pada kondisi normal 1 atm (mmHg)

Konsentrasi sulfur dioksida di udara ambien


=

Dengan pengertian:
C = konsentrasi SO2 di udara (g/Nm3)
a

= jumlah SO2 dari contoh uji melihat kurva kalibrasi (g)

V = volume udara pada kondisi normal (L)


Fp = faktor pengenceran (ml)


= ( )

Dengan pengertian:
C2 : konversi konsentrasi massa partikel tersuspensi dalam waktu 24 jam
(g/Nm3)
t1 : waktu yan digunakan (jam)
t2 : 24 jam
n

: 0,185

C1 : konsentrasi massa partikel tersuspensi (g/Nm3)


6.2 Perhitungan
6.2.1

Nilai rata-rata laju alir

Diketahui :
Flow meter 1 =1 L/menit
Flow meter 2 =1.25 L/menit
Ditanya : F rata-rata..?
Jawab:
1 + 2

1 + 1.25
=
2

= 1.125 /
6.2.2

Volume contoh uji udara yang diambil

Diketahui:
Flow meter

= 1.125 L/menit

= 60 menit

Pa

= 756 mmHg

Ta

= 273+32 = 305 K

Ditanya: V..???
Jawab :
=

298

760

= 1.125 60

756 298

305 760

= 65.60
6.2.3

Kurva Kalibrasi
No

g NO2

ABS

-0.001

0.036

0.021

0.072

0.057

0.108

0.148

0.252

0.521

Tabel 6.1 Tabel Kalibrasi

NO2
0.6
y = 2.175x - 0.0544
R = 0.9639

0.5
0.4
0.3

NO2

0.2

Linear (NO2)

0.1
0
0

0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

-0.1

Gambar 6.1 Kurva Kalibrasi


Diketahui :
b

= - 0.0544

= 2.175

yNO

= - 0.016

yNO2 = - 0.015
Ditanya : xNO dan xNO2?

0.3

Jawab :
A. NO
= +
0.016 = 2.175 0.0544
= 0.0176
B. NO2
= +
0.015 = 2.175 0.0544
6.2.4

= 0.018
Konsentrasi sulfur dioksida di udara ambien

Diketahui :
aNO

= 0.0176

aNO2 =0.018
V

= 65.60 L

t1

= 1 jam

t2

=24 jam

= 0.185

Ditanya : C1 dan C2..?


Jawab :
A. NO

1000

0.0176
=
1000
65.60

1 =

= 0.268 g/Nm3
1
2 = 1 ( )
2
1
= 0.268 ( )0.185
24
= 0.149 g/Nm3

B. NO2

1000

0.018
=
1000
65.60

1 =

= 0.274 g/Nm3
1
2 = 1 ( )
2
1
= 0.274 ( )0.185
24
= 0.152 g/Nm3

6.2.5
Kel.

ABS

NO2

1 0.620
2 0.034
3 0.030
4 0.015
5 0.007
6 0.020
7 0.014
8 0.031
9 0.018
10 0.006
11 0.008
12 0.023
13 0.014
14 0.033

Perbandingan Kadar NO2


T

NO
0.458
0.028
0.013
0.016
0.010
0.013
0.025
0.014
0.010
0.031
0.013
0.025
0.016
0.032

(K)

(atm)

C 1jam (g/Nm3)

(m )

NO2

NO

NOx

C 24 jam (g/Nm3)

NO2

NO

NOx

302

4.990

3.790 8.78 2.770 2.110 4.880

302

1 0.0590

0.125

0.169 0.29 0.069 0.094 0.163

302

1 0.0590

0.189

0.321 0.51 0.105 0.178 0.283

305

0.99 0.0656

0.274

0.274 0.55 0.152 0.152 0.304

306
313

1 0.0058
0.99 0.0280

0.370
1.196

0.346 0.72 0.206 0.192 0.398


1.091 2.29 0.664 0.606 1.270

305.0

0.99 0.0058

0.330

0.240 0.57 0.180 0.130 0.310

304.5

0.99 0.0730

0.146

0.254 0.40 0.081 0.141 0.222

304.7

0.99 0.0584

0.286

0.349 0.64 0.159 0.194 0.353

304.5

0.99 0.0580

0.476

0.185 0.66 0.264 0.103 0.367

305

0.99 0.0580

3.610

3.090 6.70 2.000 1.710 3.710

307.5

0.99 0.0580

0.247

0.232 0.48 0.129 0.129 0.258

307

0.99 0.0570

0.322

0.306 0.63 0.179 0.170 0.349

305

0.99 0.0530

0.187

0.191 0.38 0.104 0.106 0.210

Tabel 6.2 perbandingan kadar NO2

VII.

PEMBAHASAN

Pada percobaan ketiga ini dilakukan pengamatan dan perhitungan kadar NO(nirogen
dioksida) di udara ambien. Pengambilan sampel dilakukan di gedung Fakultas Hukum,
Kampus A, Universitas Trisakti(koordinat 6106;1064729) pada jam 09.00 WIB. Keadaan
saat pengambilan cerah dan sedikit berangi. Percobaan dilakukan dengan metode Griess
Saltzman yang menggunakan spektrofotometer. Hasil meteorologi yang didapat saat
pengambilan sampel adalah suhu dengan thermometer, tekanan udara denganbarometer,
kelembaban dengan hygrometer, kecepatan angin dengan anemometer, dan flowmeter untuk
pengukuran laju aliran. Dengan menggunakan alat-alat ini didapat suhu 32C, tekanan 756
mmHg, kelembaban 38%rel, kecepatan angin 0,57 m/s, dan rata-rata laju aliran 1,125L/m.
Diambil dua sampel berupa NO dan NO yang didiamkan selama 15 menit setelah
pengambilan sampel selama 1 jam dan diukur pada spektrofotometer yang memberikan nilai
absorban(Y). Nilai Y pada NO adalah -0,16 dan nilai Y pada NO adalah -0,15. Nilai ini akan
masuk pada perhitungan kurva kalibrasi untuk menentukan konsentrasi. Dan dari perhitungan
kurva kalibrasi didapat nilai konsentrasi NO adalah 0,0176 atau 0,18 dan nilai NO adalah
0,0181. Volume dari udara NOx yang diambil adalah 65,60 L. Dilakukan perhitungan kadar
NOx menggunakan rumus yang tertera pada SNI-19-7119-6-2005 bagian Dan perhitungan
kadar NO dan NO yang didapat selama 1 jam adalah 0,274 g/Nm dan 0,274 g/Nm.
Sedangkan untuk pengukuran 24 jam kadar NO adalah 0,152 g/Nm dan untuk NO 0,152
g/Nm. Warna pada sampel tidak bewarna. Sedangkan bila terdapat NO pada sampel
warnanya bewarna merah muda(pink). Sehingga dpat disimpulkan bahwa kadar NOx pada
daerah kampus a gedung fakultas hukum kecil.
Bila dibandingkan, baku mutu Peraturan Pemerintah 41 tahun 1999 yang menyatakan
kadar NO adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 150 g/Nm untuk 24 jam dan kepgub 551 tahun
2001 adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 92,5 g/Nm untuk 24 jam dengan hasil perhitungan
kadar NO, kadar NO pada daerah gedung fakultas hukum kampus

universitas trisakti

sangatkah kecil dan masih memasuki standar baku mutu.


Dikarenakn kecilnya kadar NO pada sampel sehingga tidak terlalu mempengaruhi
kepada kesehatan lingkungan dan masyarakat trisakti. Namun kadar NO akan semakin
meningkat karena adanya pembakaran dari gas bermotor yang tidak dirawat sehingga untuk

mencegah terjadinya peningkatan kadar NO pada lingkungan kampus, kendaraan-kendaraan


bermotor yang ada pada kampus trisakti para pengendara merawat mesin kendaraan bermotor
agar tetap berfungsi baik dan melakukan pengujian emisi dan KIR kendaraan secara berkala.

VIII. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum yang diperoleh maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Suhu 32C, tekanan 756 mmHg, kelembaban 38%rel, kecepatan angin 0,57 m/s, dan
rata-rata laju aliran 1,125L/m.
2. Perhitungan kadar NO dan NO yang didapat selama 1 jam adalah 0,274 g/Nm dan
0,274 g/Nm. Sedangkan untuk pengukuran 24 jam kadar NO adalah 0,152 g/Nm
dan untuk NO 0,152 g/Nm.
3. Bila dibandingkan dengan baku mutu Peraturan Pemerintah 41 tahun 1999 yang
menyatakan kadar NO adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 150 g/Nm untuk 24 jam
dan kepgub 551 tahun 2001 adalah 400 g/Nm untuk 1 jam, 92,5 g/Nm untuk 24
jam dengan hasil perhitungan kadar NO, kadar NO pada daerah gedung fakultas
hukum kampus universitas trisakti sangatkah kecil dan masih memasuki standar baku
mutu.
4. Tidak terdapat dampak yang dapat merugikan bagi kesehatan warga sekitar kampus
universitas trisakti gedung fakultas hukum.

DAFTAR PUSTAKA
Gubernur Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta.2001.Keputusan Gubernur
Propinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 551/2001 Tentang
Penetapan Baku Mutu Udara Ambien dan Baku Tingkat Kebisingan di
Propinsi DKI Jakarta.Jakarta
Pemertintah Republik Indonesia.1999.Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1999
Tentang Pengendalian Pencemaran Udara.Jakarta
(sumber:http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/20755/3/Chapter%2520II.pdf)(diaks
es pada tanggal 8 oktober 2016 pukul 11:41 WIB)

LAMPIRAN
1. Peta titik sampling
2. Jurnal hasil pengamatan
3. Baku mutu :
a. KEPUTUSAN GUBERNUR PROPINSI DAERAH KHUSUS IBUKOTA
JAKARTA NOMOR 551/2001
b. PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41
TAHUN 1999

Gedung fakultas Hukum