Anda di halaman 1dari 9

ACARA I

PERSIAPAN INVENTARISASI HUTAN ALAM


A. TUJUAN
1. Menyiapkan data pendukung pelaksanaan lapangan.
2. Membuat jalur Cruising.
B. TEMPAT DAN TANGGAL
1. Tempat : Arboretum Fakultas Kehutanan INSTIPER Yogyakarta
2. Tanggal :13 Januari 2015
C. ALAT DAN SISTEM
1. Alat
a.
b.
c.
d.

Kalkulator
Alat tulis
Penggaris
Busur Derajat

2. Sistem Sampling : Sistematik strip sampling, bentuk petak jalur (persegi


panjang).
D. CARA KERJA
1. Memindahkan peta ke dalam kertas millimeter blok dengan skala peta yang
lebih besar menjadi skala (1 : 10.000).
2. Membuat petak-petak dengan bentuk bujur sangkar dengan luas 1 Ha/petak.
3. Membuat jalur cruising lebar 20 m ke arah utara selatan yang mencakup
seluruh kawasan hutan.
4. Memberi nomor jalur ke kiri dan ke kanan mulai dari nomor urut 1 dan
seterusnya.
5. Mengambil skala satu petak yang berukuran 100 Ha, perbesar skalanya
menjadi skala 1 : 2.000 dan membuat jalur cruising selebar 20 m.

E. DASAR TEORI

Inventarisasi berasal dari bahasa Inggris inventory yang berarti suatu


tindakan untuk mengetahui jumlah kekayaan yang dimiliki oleh suatu
perusahaan, instansi pemerintah atau bahkan oleh perorangan pada waktu
tertentu (Sugeng W, 2000).
Inventarisasi hutan adalah pekerjaan yang dilaksanakan untuk memperoleh
bahan keterangan tentang keadaan hutan, meliputi lahan dan tegakan bahkan
bilamana diperlukan sampai dengan keadaan lapangan, aksesibilitas, vegetasi
penutup lantai hutan maupun beberapa keterangan lain mengenai keadaan
sosial ekonomi yang berhubungan dengan kepentingan kehutanan yang
bersangkutan. Hasil inventarisasi hutan ini akan digunakan sebagai bahan
pertimbangan untuk penentuan kebijakan pemanfaatan, pelestarian dan
pengembangan hutan dan kehutanan.
Secara umum inventarisasi hutan didefenisikan sebagai pengumpulan dan
penyusunan data dan fakta mengenai sumber daya hutan untuk perencanaan
pengelolaan sumber daya tersebut bagi kesejahteraan masyarakat secara lestari
dan serbaguna.
Hutan Indonesia sebagai kekayaan nasional mempunyai peranan yang
sangat penting ditinjau dari aspek sosial dan lingkungan. Namun,
data/informasi fisik dan ekonomis dari sumber daya ini tidak memadai. Suatu
sistem informasi yang mendukung pengambilan keputusan di bidang investasi
juga dirasakan terbatas. Untuk mengembangkan suatu dasar yang mantap bagi
identifikasi sumber daya dan pengambilan kebijaksanaan serta penyiapan
program-program pembangunan kehutanan, perlu dikembangkan suatu sistem
Inventarisasi.
Salah satu sumber daya alam yang sangat besar manfaatnya bagi
kesejahteraan manusia adalah hutan. Hutan juga merupakan modal dasar
pembangunan nasional. Sebagai modal dasar pembangunan nasional, maka
hutan tersebut harus kita jaga kelestariannya agar kelak manfaat hutan ini tidak
hanya kita nikmati sekarang, tetapi juga untuk generasi yang akan datang.
Perencanaan yang tepat dan baik sangat diperlukan agar pelaksanaan
pengelolaan hutan dapat berjalan lancar, sesuai yang kita harapkan, yaitu

berdasarkan prinsip-prinsip kelestarian, dimana hutan selalu ada, produksi


selalu ada, dan kondisinya selalu baik. Diharapkan dengan adanya suatu
perencanaan, maka hutan dapat diurus dan diusahakan dengan baik agar
kelestarian hutan dapat terwujud.
Berdasarkan tujuan penggunaan serta kedalaman dan cakupan data yang
akan digunakan, inventarisasi hutan dibagi menjadi empat tingkatan yaitu:
1. Inventarisasi hutan hasional
2. Inventarisasi hutan untuk rencana pengelolaan
3. Inventarisasi hutan unuk rencana operasional
4. Inventarisasi hasil hutan non kayu.
Metode yang digunakan dalam inventarisasi hutan adalah :
1. Inventarisasi Hutan Nasional dengan systematic sampling 20 km x 20 km,
dan bisa dirapatkan menjadi 10 km x 10 km dan 5 km x 5 km.
2. Inventarisasi Hutan menggunakan metode Systematic Strip Sampling with
Random Start, dengan intensitas sampling.
Inventarisasi hutan untuk rencana pengelolaan adalah kegiatan inventarisasi
pada tingkat unit atau sub-unit pengelolaan hutan, seperti bagian hutan, hak
pengusahaan hutan, dan lainnya. Kegiatan inventarisasi hutan rencana
pengelolaan meliputi kegiatan persiapan dan pelaksanaan, serta persiapan
rencana kerja dan peta kerja.

F. HASIL PENGAMATAN

Adapun hasil pengamatan yang praktikan peroleh dari pelaksanaan Praktikum


Inventarisasi Hutan Acara I dengan judul Persiapan Inventarisasi Hutan Alam
adalah sebagai berikut :
1. Denah Lokasi persiapan Inventarisasi Hutan Alam
20 m 20m 20m 20m 20m U
Masjid

Student
Center

Arboretum
Fakultas Kehutanan

10m

Gedung Fakultas
Kehutanan

Gedung
2. Bentuk peta yang di pindahkan ke kertas kalkir
Rektorat

3. Bentuk peta yang di pindahkan ke kertas milimeter

4. Pembuatan petak ukur dengan ukuran 20 m x 20 m

G. PEMBAHASAN
Pada pelaksanaan praktikum ini yaitu membahas bagaimana persiapan
inventarisasi hutan alam dalam hal ini hutan alam yang dimaksud
menggunakan arboretum Fakultas Kehutanan Institut Pertanian STIPER
Yogyakarta. Sebelum menuju ke lapangan kita harus mempersiapkan
perencanaan dan bagaimana teknis pelaksanaan inventarisasi tersebut.
Adapun persiapan yang dilakukan sebelum pelaksanaan pengukuran di
lapangan adalah pembuatan denah lokasi atau peta, dimana praktikan harus
memastikan dahulu mana daerah yang ingin di lakukan inventarisasi. Setelah
itu praktikan harus mengetahui luas daerah yang akan di inventarisasi. Dalam
melakukan inventarisasi ini sistem sampling yang digunakan adalah dengan
cara sistematik strip sampling dan menggunakan bentuk petak jalur ( persegi
panjang ).
Yang harus diukur saat berada di lapangan adalah pengukuran diameter
setinggi dada ( dbh ), tinggi pohon, jarak dari titik as ke pohon yang akan
diukur dan berapa porosnya dan berapa meter ke kiri atau ke kanan. Setelah
didapatkan hasil pengukuran di lapangan, maka dilakukan pengolahan data.
Pengolahan data yang dilakukan adalah mencari potensi kelas diameter yang
mana mencari volume suatu pohon.
Selanjutnya mencari potensi pohon per hektar. Hal ini dilakukan agar kita
bisa mengetahui berapa potensi jumlah suatu jenis pohon dalam satu hektar.
sehingga kita bisa mencari volume total, dimana volume total ini digunakan
untuk mencari AAC. AAC ini merupakan suatu perhitungan dalam
inventarisasi yang paling penting agar dapat mengetahui berapa etat tebang
atau jatah tebang yang diperbolehkan atau diijinkan suatu perusahaan untuk
melakukan penebangan agar hutan tersebut tetap lestari.

H. KESIMPULAN
Dari hasil pengamatan dan pembahasan yang telah dilakukan dapat
diambil kesimpulan bahwa :
1. Sebelum pelaksanaan di lapangan kita harus mempersiapkan perencanaan
terkait bagaimana teknis pelaksanaan yang akan dilakukan nantinya
2. Mengetahui luas daerah yang akan di inventarisasi.
3. Mempersiapkan metode inventarisasi apa yang akan digunakan.
4. Metode sistem sampling yang digunakan adalah sistem strip sistematik
sampling.
5. Untuk menentukan jalur cruising perlu menentukan arah utara untuk dapat
dijadikan sebagai dasar atau patokan.
6. AAC (Annual Allowable Cutting) adalah suatu perhitungan yang
diperlukan untuk mengetahui etat tebang suatu tempat atau wilayah.

DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2014. Petunjuk Praktikum Inventarisasi Hutan. Fakultas Kehutanan


Institut Pertanian Stiper. Yogyakarta.
B. Husein. 1999. Perancanaan Inventarisasi Hutan. Universitas Indonesia
Jakarta.
Sugeng Wahyudiono.MP. Ir. 2000. Diktat Inventarisasi Hutan. Fakultas
Kehutanan, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.
Sugeng Wahyudiono.MP. Ir. 2014. Petunjuk Praktikum Inventarisasi Hutan.
Fakultas Kehutanan, Institut Pertanian Stiper Yogyakarta.

Yogyakarta, 17 Februari 2015


Mengetahui,
Co. Ass

Praktikan

(Paulus Kompo)

(Muhammad Faisal Nasution)

LAPORAN RESMI

PRAKTIKUM INVENTARISASI HUTAN

DISUSUN OLEH :
NAMA

: M. FAISAL NASUTION

NIM

: 13/16124/SHTI

JURUSAN

: KEHUTANAN

ACARA I

: PERSIAPAN INVENTARISASI
HUTAN ALAM

KELOMPOK

: 2 (DUA)

CO. ASS

: PAULUS KOMPO

FAKULTAS KEHUTANAN
INSTITUT PERTANIAN STIPER
YOGYAKARTA
2015