Anda di halaman 1dari 7

Proyek Biologi Sel dan Molekuler

Program Studi Biologi


ITB 2016

PENGARUH PROPOXUR TERHADAP APOPTOSIS


SEL PADA EMBRIO ZEBRAFISH
Meirifa Rizanti (10614038) , Carolin, Nurul Hidayah, Eka Dirga, & Gunadi
Kelompok 10
Jalan Ganesha No. 10 Bandung 40132
Email: m.rizanti@gmail.com
Abstract. Apoptosis adalah mekanisme kematian sel yang terprogram atau
terencana. Mekanisme tersebut ditandai dengan perubahan morfologi dan
susunan biokimia tanpa adanya peradangan terlebih dahulu. Apoptosis sel terjadi
saat sel mengalami kerusakan, sehingga sel tersebut harus mati agar tidak
menjadi sel abnormal yang terus membelah. Peristiwa Apoptosis dapat
disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya yaitu senyawa genotoksik. Senyawa
genotoksik tersebut diantaranya adalah propoxur. Propoxur merupakan senyawa
yang terdapat pada obat nyamuk. Senyawa ini bersifat racun dan dapat
menyebabkan kerusakan DNA serta mutasi yang berujung pada kanker. Karena
pada kehidupan sehari-hari banyak sekali masyarakat menggunakan obat
nyamuk yang tanpa disadari mengandung senyawa propoxur, maka pada kali ini
dilakukan percobaan yang bertujuan untuk menentukan pengaruh propoxur
terhadap apoptosis sel, yang dilakukan pada embrio zebrafish. Adapun metode
yang digunakan untuk pengukuran apoptosis tersebut yaitu pewarnaan DNA
dengan Acridine Orange karena sifat acridine orange sebagai agen interkalat.
Embrio zebafish yang telah diberi pewarnaan akan diamati dibawah mikroskop
fluorescence. Pengamatan dilakukan dengan membandingkan jumlah sel yang
berapoptosis pada embrio kontrol dan embrio perlakuan. Hasil yang didapatkan
pada percobaan ini menunjukan bahwa embrio yang diberi perlakuan dengan
propoxur memiliki sel yang berapoptosis lebih banyak dibandingkan dengan
embrio kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa senyawa propoxur dapat
meningkatkan aktivitas apoptosis sel.
Keywords: Apoptosis,propoxur, genotoksik, acridine orange

1. PENDAHULUAN
Apoptosis adalah suatu mekanisme kematian sel yang terjadi pada
sel tunggal secara terencana. Proses apoptosis ditandai dengan morfologi
dan susunan biokima yang khas akibat inisiasi oleh syimuli fisiologis
ataupun patologis tanpa menimbulkan reaksi radang [1]. Apoptosis dapat

Meirifa Rizanti, Carolin, Nurul Hidayah, Eka Dirga, Gunadi

terjadi karena adanya faktor intrinsik ataupun faktor ekstrinsik. Faktor


ekstrinsik yang dapat menyebab sel melakukan apoptosis salah satunya
adalah senyawa genotoksik. Senyawa genotoksik adalah senyawa yang
dapat menyebabkan kerusakan pada gen atau DNA. Senyawa genotoksik
yang terpapar didalam sel organisme akan berperan sebagai ROS
(Radical Oxygen Species). ROS akan berikatan dengan membrane lipid
dan membentuk ikatan kovalen lipid peroksida. Lipid peroksida dapat
merusak sel, sehingga memberikan signal pada sel untuk melakukan
apoptosis akibat kerusakan yang terjadi tersebut [6].
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering menjumpai senyawasenyawa yang bersifat genotoksik. Propoxur, adalah senyawa yang
terdapat pada obat nyamuk, yang bersifat racun. Propoxur dapat
memberikan efek genotoksik terhadap DNA, dengan menyerang gen
P53.

Propoxur

dapat

menghambat

kerja

dan

sintesis

enzim

asetilkolonesterase, yang merupakan enzim esensial pada sistem saraf,


sehingga mengalami kerusakan pada sistem saraf. Selain itu propoxur
juga bersifat karsinogenik [5].
Dalam pengukuran apoptosis sel dapat digunakan beberapa metode.
Metode

tersebut

diantaranya

yaitu

metode

TUNEL

(Terminal

deoxyribonucleotidyl transferase dUTP Nick End Labeling), metode


fluoresensi dengan pengecatan dual staining Acridine Orange dan
Propridium Iodine, metode Annexin V-FITC dan pengukuran cytokrom C
[4]. Sedangkan pada percobaan kali ini metode yang digunakan adalah
metode fluoresensi dengan pengecatan dual staining Acridine Orange.

Pengaruh CdCl terhadap Kromosom dan Mitosis


Akar Bawang Merah (Allium cepa)

Percobaan ini bertujuan untuk menentukan pengaruh propoxur terhadap


apoptosis sel pada embrio zebrafish.
2. METODOLOGI
.
2.1 Perlakuan Propoxur
Pertama-tama Embrio zebrafish diletakkan di dalam cawan petri
yang telah berisi 0.48mM propoxur dan 0.2mM phenylthiourea (PTU)
dalam 1x PBS. Setelah itu, embrio zebrafish diinkubasi selama 24 jam
dalam suhu ruang.
2.2 Persiapan Pengamatan
Embrio zebrafish yang telah diinkubasi selama 24 jam dipindahkan
ke dalam cawan petri yang berisi 1x PBS. Setelah itu embrio didekorionasi dengan menggunakan jarum pentul dibawah mikroskop
stereo untuk membantu dekorionasi). Embrio

dipindahkan ke dalam

mikrotube yang berisi 1x PBS dan mengandung 5g/ml acridine orange.


Selanjutnya, embrio diinkubasi selama 30 menit. Setelah diinkubasi,
embrio dipindahkan ke dalam mikrotube yang berisi 1x PBS dan
didiamkan selama 5 menit dan dilakukan selama 3 kali. Kemudian
embrio dipindahkan ke dalam mikrotube yang telah diisi 1x PBS yang
mengandung 0.02% tricaine dan didiamkan selama 3 menit. Setelah itu,
embrio dipindahkan ke atas kaca objek dan diamati dibawah mikroskop
fluorescence dengan panjang gelombang eksitasi 470nm.

Meirifa Rizanti, Carolin, Nurul Hidayah, Eka Dirga, Gunadi

3. HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil dari pengamatan apoptosis yang terjadi pada sel embrio
zebrafish menunjukan bahwa embrio kontrol mengalami lebih sedikit
aktivitas apoptosis, dibandingkan dengan embrio zebrafih yang diberi
perlakuan propoxur 0.48mM. Hal tersebut dapat dilihat pada Gambar 1
yang menunjukan titik-titik mengkilap yang dimiliki oleh embrio
zebrafish perlakuan lebih banyak dibandingkan dengan embrio zebrafish
kontrol. Titik-titik mengkilap tersebut dapat dijadikan parameter
pengukuran apoptosis, dikarenakan saat sel melakukan apoptosis, maka
sel tersebut akan dipotong menjadi fragmen-fragmen kecil oleh makrofag
dan selanjutnya mengecil dan berkondensasi [2]. Karena mengalami
peristiwa kondensasi inilah sel tersebut akan terlihat lebih terang
dibandingkan sel lain yang tidak mengalami apoptosis.

a)Embrio zebrafish kontrol b)Embrio zebrafish perlakuan


Gambar 1. Hasil Pengamatan Embrio Zebrafish Kontrol dan Perlakuan dengan
Mikroskop Fluorecense

Pada percobaan ini digunakan pewarna DNA Acridine Orange.


Acridine orange dapat dijadikan pewarna DNA karena sifatnya yang
serupa dengan Etidium Bromide, yaitu mampu berinterkalasi atau

Pengaruh CdCl terhadap Kromosom dan Mitosis


Akar Bawang Merah (Allium cepa)

menyisip pada DNA. Senyawa ini dapat berikatan kuat dengan DNA
yang biasa disebut dengan agen interkalat karena mengkelat pada
susunan DNA yang kokoh. Karena kemampuannya berinterkalasi
tersebutlah, maka Acridine orange dapat mewarnai struktur DNA.
Setelah itu Acridine orange akan melepas ikatan hidrogen pada molekul
DNA sehingga adanya proton H+ yang tereksitasi menyebabkan acridine
orange juga bersifat fluoresensi [3]. Seperti yang dapat dilihat pada
Gambar 1. Bahwa acridine orange dapat mewarnai DNA dari sel embrio
zebrafish, dan karena kemampuan fluoresensi yang dimilikinya, maka
DNA dari sel embrio zebrafish tersebut dapat diamati dibawah mikroskop
fluorecense. Sehingga sel yang telah berapoptosis akan terlihat lebih
terang, karena DNA yang terwarnai telah berkondensasi.
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa pada Gambar 1.
dapat dilihat bahwa adanya titik mengkilap pada sel embrio zebrafish
merupakan fragmen-fragmen DNA yang telah berkondensasi karena
mengalami peristiwa apoptosis. Apoptosis tersebut dapat disebabkan oleh
faktor eksternal seperti paparan senyawa genotoksik. Pada percobaan kali
ini, senyawa genotoksik yang digunakan adalah propoxur yang
merupakan salah satu senyawa yang terdapat pada obat nyamuk.
Propoxur

dapat

menyebabkan

kerusakan

DNA melalui

sebuah

mekanisme yang pada umumnya menyerang bagian gen P53. Senyawa


propxur akan menghambat produksi dan aktivitas asetil kolinesterase,
yang merupakan enzim esensial pada sistem saraf. Senyawa ini akan
bereaksi dipermukaan sisi aktif enzim, sehingga enzim mengalami
karbamilase yang dapat mengubah strukturnya setelah bereaksi dengan
asetil kolin. Penghambatan produksi enzim asetilkolinesterase tersebut

Meirifa Rizanti, Carolin, Nurul Hidayah, Eka Dirga, Gunadi

mengakibabkan terbentuknya ROS (Radical Oxydativ Species), dan


terjadinya transfer electron dan oksidasi yang berlebihan. ROS yang
tinggi akan berikatan dengan membran lipid dan membentuk lipid
peroksidase yang membuat sel mengalami stress oksidatif dan
mengalami kerusakan [5]
4.

KESIMPULAN DAN SARAN


Karena sifat senyawa propoxur yang merupakan senyawa

genotoksik. Sehingga dapat menyebabkan kerusakan pada sel. Maka


dengan pemaparan senyawa propoxur pada sel embrio zebfrafish,
menyebakan meningkatnya apoptosis sel pada embrio zebrafish.
Pada pengukuran apoptosis, perlu berhati-hati saat melakukan
dekorionasi dan pengambilan embrio. Karena jika tidak berhati-hati maka
embrio akan rusak dan sulit untuk diamati. Selain itu dalam penggunaan
Acridine orange diperlukan kehati-hatian karena sifatnya sebagai
intekalat, dapat menyisip pada DNA dan membuat DNA tersebut
berinterkalasi.

Pengaruh CdCl terhadap Kromosom dan Mitosis


Akar Bawang Merah (Allium cepa)

DAFTAR PUSTAKA
[1]

Alison,M.R.,Sarraf,.C.E. Apoptosis : a Gene Directered Program


of Cell Death. Journal Coll.Physicians. 26 : 25-35. 1992

[2]

Dyas,Syafiuddin. Studi Apoptosis Sel : Pendekatan Khusus


Mekanisme Apoptosis Oleh Signal Intrinsik, Ekstrinsik Dan Faktor
Pemicu Apoptosis. Journal Ilmu Biologi. 28 : 1141-1169. 2008.

[3]

Schiffer,Lewis. Fluorescence Microscopy with Acridine Orange : A


Study of Hemapoietic Cells in Fixed Preparation. Blood Journal.
19:200-209. 1962.

[4]

Merchant.,S.Gonchorrof.,N.Hutchison,R.

Apoptotic

Annexin-V

to

Flow

Cytometry

:Adjunct

Index

by

Morphologic

an

Cytogenetic Diagnosis of Myeloidysplastic Syndrome. Journal


Cytometry. 46:28-32. 2001.
[5]

Ngabekti, S. Penentuan Dosis Efektif Median (ED50) Obat


Nyamuk Bakar dan Pengaruh Kronisnya terhadap Struktur dan
Fungsi Sistem Pernafasan Mencit (Mus musculus L.). Jurnal
Fisologi hewan 5:34-38. 1992.

[6]

Saenz,D.N. Disertation : Biological Response to 8-oxoguanine


Base Released During DNA Base Exision Repair. The University of
Texas Medical Branch Journal. 32: 54-66. 2010.

Anda mungkin juga menyukai