Anda di halaman 1dari 6

PERAKITAN KOMPUTER

UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH


Perawatan dan Perbaikan Komputer
Yang dibina oleh Achmad Mursyidin Nidhom S.Pd, M.Pd

Nama :
Wenda Aditama

150533604429

PRODI S1 PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA


JURUSAN TEKNIK ELEKTRO
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MALANG
NOVEMBER 2016

BAB I
PERAKITAN KOMPUTER
1.1. Persiapan
Bab ini mungkin menjadi bab yang menarik bagi mereka yang ingin menjadi teknisi
komputer. Untuk dapat merakit komputer, pertama-tama kita harus mengerti keterangan
berbahasa Inggris yang tertulis di manual peralatan komputer maupun program-program.
Dalam merakit komputer, tangan tidak boleh basah (berkeringat). Kita juga tidak boleh
memegang langsung bagian tengah chip IC, termasuk prosesor dan memori. Keringat dapat
menyebabkan short pada rangkaian elektronik motherboard saat kita menyalakannya.
Gunakan juga alas kaki yang terbuat dari karet agar kita tidak terkena kejutan listrik pada saat
perakitan.
1.2. Komponen yang diperlukan
Komponen utama yang diperlukan dalam merakit sebuah PC sebagai berikut.
1. Monitor
2. Motherboard
3. Memori/RAM
4. Prosesor
5. VGA card jika tidak ada fasilitas VGA on board pada motherboard
6. Floppy drive
7. Hard disk
8. Keyboard
9. Mouse
10. CD/DVD-ROM
1.3. Program atau Software yang diperlukan
Siapkan juga disket/CD yang berisi software sistem operasi dan software aplikasi.
Software sistem operasi yang umum digunakan adalah DOS, Windows 98, Windows 7.
Sementara itu, software aplikasi yang umum dipakai adalah MS Office. Siapkan juga
software aplikasi lain yang kira-kira diperlukan. Saat ini telah muncul beragam software
aplikasi yang cukup menarik. Namun, kita harus menyesuaikan software aplikasi tersebut
dengan sistem operasi yang dipakai, bisa dipastikan aplikasi tersebut tidak akan berjalan.

Kita bisa bertanya kepada penjual software atau biasanya keterangan tersebut tercantum
di label pembungkus CD-nya. Di samping itu, software aplikasi yang akan kita juga
harus sesuai dengan spesifikasi hardware komputer kita.

1.4. Langkah-langkah Perakitan


Siapkan motherboard dan aturlah posisi konektor jumper sesuai dengan yang tertulis
pada manualnya. Caranya, cabutlah konektor plastik jumper penghubung pin yang ada
pada motherboard. Pindahkan pada posisi lain yang menghubungkan sebuah kaki pin
dengan kaki pin lainnya sesuai dengan petunjuk yang tertulis pada buku manual
motherboard.
Biasanya, produsen motherboard menyebutkan posisi jumper tertentu sesuai dengan
jenis prosesor yang akan digunakan. Penyetelan posisi jumper ini memungkinkan
motherboard memberikan listrik yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan listrik prosesor
yang dipasang. Pengaturan jumper tidak perlu dilakukan jika kita menggunakan
motherboard terbaru akan mengatur kecepatan clock prosesor yang akan kita gunakan
secara otomatis, kecuali jika kita akan meng-over clocknya.
Langkah awal yang harus dilakukan untuk merakit komputer sebagai berikut.
1. Pasanglah prosesor pada soketnya. Sesuaikan tanda yang ada pada prosesor dan
soketnya. Perhatikan kode titik atau sisi prosesor yang miring. Tanda tersebut
merupakan petunjuk agar bagian prosesor itu dipasang pada bagian soket yang
memiliki tanda sama (tidak boleh terbalik). Setelah terpasang, kuncilah tangkai yang
terdapat di sisi soket prosesor. Bacalah dengan baik manual prosesor yang biasanya
disertakan ketika kita membelinya. Jika kita salah memasang prosesor akan
berakibat fatal. Selanjutnya, pasanglah kipas pendingin diatas prosesor yang telah
terpasang. Pada prosesor Pentium II, soket prosesor ada yang dibuat bersatu dengan
papan sirkuit khusus. Untuk memasang prosesor ini, cukup dengan memasang papan
sirkuit tersebut ke motherboard dan menguncinya dengan baik. Setelah prosesor
terpasang, jangan lupa untuk menambahkan sedikit pasta khusus agar posisi
permukaan prosesor benar-benar menyatu dengan permukaan heatsink kipas
sehingga panas prosesor akan menyebar dengan sempurna. Terakhir, hubungkan
konektor prosesor ke soket yang ada di motherboard.
2. Pasanglah RAM pada tempatnya dengan baik. Sudut memori yang biasanya
berlekuk dan celah yang berada pada bagian bawah memori harus ditempatkan pada
tempatnya secara hati-hati. Jika pemasangannya terbalik, memori akan sulit
dimasukkan. Pada jenis memori SDRAM/DDRAM, dudukan memori di

motherboard memiliki pengait yang akan bergerak mengunci bersamaan dengan


masuknua memori ke dalamnya. Berikan sedikit tekanan hingga pengait memori
tersebut mengunci sendiri.
3. Masukkan motherboard ke dalam casing. Kaitkanlah pengait plastik yang biasa
disediakan oleh produsen casing ke dalam lubang yang terdapat di motherboard.
Bautlah motherboard tersebut pada casing untuk menghindari terjadinya pergeseran
motherboard. Pemasangan motherboard ini harus dilakukan dengan hati-hati karena
bentuknya tipis dan memiliki rangkaian elektronik yang rumit.
4. Pasang kabel catu daya motherboard yang ada pada power supply (biasanya
dituliskan P8 dan P9). Kabel yang berwarna hitam dari kedua konektornya harus
dipasang berdampingan. Jika menggunakan meotherboard jenis ATX, pasanglah
kabel power khusus tersebut pada slot power khusus ATX yang terdapat pada
motherboard.
5. Pasanglah harddisk, CD-ROM drive, dan floppy drive pada tempat yang telah
tersedia di casing. Kencangkan dudukannya dengan baut secara hati-hati.
6. Sambungkanlah kabel power supply ke slot power yang terdapat di harddisk, floppy
drive, dan CD-ROM drive. Sesuaikan konektor kabel dengan dudukannya.
Perhatikan sudut konektor plastik pada kabel tersebut. Konektor ini sudah dirancang
sesuai dengan dudukan yang terdapat pada harddisk, floppy drive, atau CD-DOM
drive. Jika terbalik, konektor tersebut akan sulit dimasukkan.
7. Sambungkan kabel data (kabel pita) pada dudukan yang tersedia di harddisk, floppy
drive, dan CD-ROM drive. Kabel ini berfungsi untuk menghubungkan peralatan
tersebut ke motherboard. Sisi kabel yang berwarna merah harus ditempatkan pada
kaki nomor satu (lihat keterangan yang dituliskan pada harddisk, floppy drive, CDROM drive) atau sisi kabel data yang berwarna merah. Jika pemasangannya terbalik,
komputer tidak akan bekerja baik dan peralatan-peralatan tersebut bisa rusak. Kabel
yang terpasang ke floppy drive lebih kecil jika dibandingkan dengan kabel harddisk
atau CD-ROM drive yang memiliki ukuran sama.
8. Sambungkan kabel data dari floppy drive ke slot yang ada di motherboard.
Sambungkan juga kabel data dari harddisk ke slot IDE nomor 1 dan kabel data dari
CD-ROM ke slot IDE nomor 2 yang ada di motherboard. Sisi kabel berwana merah
harus menempati kaki nomor 1 pada tiap slot. Kita bisa melihat keterangan yang
tertulis di motherboard atau di manual motherboard.
9. Pasanglah VGA card (jika motherboard tidak dilengkapi fasilitas VGA on board)
pada slot yang sesuai dengan tipenya. Jika VGA card yang digunakan adalah jenis

ISA, tempatkan card tersebut pada ISA slot di motherboard. Begitu juga dengan
VGA card jenis AGP dan PCI.
10. Langkah selanjutnya adalah pemasangan kabel-kabel ke PIN group. Hubungkan
konektor kabel penghubung tombol reset ke pin reset yang terdapat pada
motherboard. Hubungkan juga konektor kabel penghubung speaker ke pin yang
bertuliskan speaker (sering ditulis dengan kode LS) yang ada pada motherboard.
Pada beberapa casing telah dilengkapi dengan kabel lampu indikator beserta kabel
penghubung speaker dan tombol reset lengkap dengan konektornya. Dengan
demikian, kita tinggal menghubungi ke motherboard.
11. Pasang kabel data dari monitor ke slot yang terdapat di VGA card. Konektornya
berbentuk trapesium dan memiliki 3 deret kaki yang tersusun rapi.
12. Pasang konektor keyboard ke slot keyboard dan konektor mouse ke slot mouse yang
terdapat di motherboard. Pada jenis PS2, kedua konektor ini memiliki bentuk yang
sama. Perhatikan tanda (gambar) yang ada di samping slot masing-masing.
13. Pasang kabel listrik (power) dari layar monitor ke slot power yang terdapat di bagian
belakang power supply yang telah terpasang pada casing CPU. Jika konektornya
tidak cocok atau tidak ada slot power ke monitor, pasang kabel listrik tersebut ke
jala-jala listrik rumah. Selanjutnya, pasang kabel listrik untuk CPU ke slot yang
terdapat pada power supply.
Setelah selesai dirakit, dikomputer tidak bisa langsung digunakan. Kita harus
mengatur program BIOS dan menginstal program sistem operasinya terlebih dahulu.
Sebelum mengatur program BIOS, sebaiknya cek kembali semua langkah yang telah
kita lakukan tadi. Perhatikan, posisi jumper jangan ada yang salah, demikian juga
prosesor, RAM, dan kabel-kabel penghubung.
1.5. Pengaturan BIOS
Sebagai tempat bernaungnya seluruh komponen, motherboard harus mampu
mengenali berbagai macam komponen yang terpasang. BIOS (Basic Input Output
System) merupakan sekumpulan program yang disimpan pada ROM yang digunakan
untuk melakukan tugas-tugas dasar, seperti mentransfer data, pengendali instruksi
peralatan, serta mengkonfigurasi proses input dan output hardware di dalam sistem
komputer. Selain itu, BIOS juga memiliki fungsi untuk melakukan POST, memanggil
sistem operasi, menjaga kestabilan dan kinerja sistem.
Pada motherboard tipe baru, sebaliknya senantiasa dilakukan update BIOS dengan
versi terbarunya. Seringkali BIOS yang terdapat pada motherboard belum memberikan

kestabilan dan kinerja yang maksimal. BIOS sendiri terdapat pada sebuah chip memori
tipe EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read-Only Memory) atau flash
ROM yang umumnya memiliki kapasitas sebesar 2 MB. AMI, AWARD, dan Phoenix
merupakan produsen IC BIOS yang umum dipakai pada motherboard.
Menu di dalam BIOS berbeda-beda bedasarkan jenis dan merek motherboard. Untuk
mengetahui fungsi menu-menu pada BIOS kita bisa membacanya pada manual
motherboard. Menu penting yang tersedia pada BIOS umumnya sebagai berikut.
Standard CMOS Setup
BIOS Features Setup
Chipset Features Setup
Power Management Setup
PNP/PCI Configuration
Load Setup Default
Integrated Peripherals
Password Setting
IDE Harddisk Detection
Save and Exit Setup
Exit Without Saving

1.6. Evaluasi
Dalam pembahasan di atas, indikator yang ingin dicapai dalam p