Anda di halaman 1dari 3

KONFIRMASI PIUTANG USAHA

Konfirmasi piutang usaha adalah konsep yang harus berulang dalam pembahasan
mengenai perancangan pungujian atas rincian saldo piutang usaha. Tujuannya adalah
memenuhi tujuan eksistensi, keakuratan, serta pisah batas. Sedangkan konfirmasi sendiri
artinya adala respons tertulis langsung dari pihak ketiga dalam wujud kertas atau secara
elektronik, dan dianggap sebagai bukti yang sangat terpercaya atau andal kaena diterima
langsung dari pihak ketiga.
Persyaratan StandarAuditing
Standar auditing A.S menunjukkan bahwa auditor harus menggunakan konfirmasi
eksternal untuk piutang usaha yang material. Meskipun standar auditing A.S
mengharuskan penggunaan konfirmasi bagi piutang usaha pada sebagian besar situasi,
standar auditing internasional juga menyarankan tetapi tidak mengharuskan. PCAOB
juga mempertimbangkan perubahan pada standar auditingnya yang dapat memperluas
penggunaan konfirmasi dengan mengeliminasi pengecualian potensial yang
dinyatakan sebelumya dan dengan memperluas jenis-jenis piutang yang harus di
konfirmasi.
Jenis konfirmasi
Dalam melakukan prosedur konfirmasi, auditor harus memutuskan jenis konfirmasi
yang akan digunakan.
1. Konfirmasi Positif (Positive Confirmation)
Konfirmasi positif adalah komunikasi dengan debitor yang meminta pihak
penerimauntuk

mengkonfirmasi

secara

langsung

apakah

saldo

yang

dinyatakan pada permintaan konfirmasi itu benar atau salah.


a. Formulir konfirmasi yang kosong (blank confirmation farm) adalah
jenis konfirmasi positif yang tidak menyatakan jumlah pada
konfirmasi tetapi memitnta penerimaan untuk mengisi saldo atau
melengkapi informasi lainnya.
b. Konfirmasi Faktur (invoice confirmation) adalah jenis konfirmasi
positif lainnya dimana setiap faktor akan dikonfirmasi dan bukan
saldo piutang usaha pelanggan secara keseluruhan.
2. Konfirmasi Negatif (Negative Confirmation)
Konfirmasi negatif juga ditujukan kepada debitor tetapi hanya akan meminta
respon jika debitor tidak setuju dengan jumlah yang dinyatakan. Konfirmasi

negatif sering digunakan untuk mengaudit rumah sakit, toko, ritel, bank, dan
industri lainnya dimana piutang berasal dari masyarakat umum.
Kombinasi antara konfirmasi positif dan negatif juga sudah umum digunakan,
yaitu dengan mengirimkan konfirmasi positif ke akun dengan saldo yang
kecil.
Penetapan Waktu
Bukti yang paling dapat diandalkan dari konfirmasiakan diperoleh jika
konfirmasi itu dikirim sedekat mungkin dengan tanggal neraca. Hal ini akan
memungkinkan auditor untuk menguji secara langsung saldo piutang usaha
pada laporan keuangan tanpa harus membuat kesimpulan ataupun mengenai
transaksi yang terjadi antara tanggal konfirmasi dan tanggal neraca.
Keputusan Sampling
1. Ukuran sampel
Faktor utama yang mempengaruhi ukuran sampel untuk mengkonfirmasi
piutangusaha berada dalam beberapa kategori dan mencangkup hal-hal berikut:
Materialitas kinerja
Risiko Inheren
Risiko Pengendalian
Risiko deteksi yang dicapai dari pengujian substantif lainnya
Jenis konfirmasi
2. Pemilihan item untuk pengujian
Dalam sebagian besar audit, penekanan harus lebih diberikan pada
mengkonfirmasi saldo yang lebih besar dan lebih lama karna saldo tersebut
kemungkinan besar mengandung salah saji yang signifikan. Namun juga penting
untuk mengambil beberapa item sampel dari setiap segmen populasi yang
material.
Verifikasi Alamat dan Penyelenggaraan Pengendalian
Auditor harus melaksanakan prosedur demi memverifikasi alamat surat atau
alamat email yang dipakai dalam konfirmasi. Untuk konfirmasi yang dikirim melalui
surat, auditor harus menyelenggarakan pengendalian konfirmasi hingga balasannya
dikembalikan oleh pelanggan.
Menindaklanjuti Respon
Konfirmasi yang dikirim

tetapi tidak dikembalikan oleh pelanggan tidak

boleh dianggap sebagai bukti audit yang signifikan. Jika konfirmasi positif digunakan,
standar auditing mensyaratkan prosedur tindak lanjut untuk konfirmasi yang tidak
dikembalikan oleh pelanggan. Jadi sudah umummengirimkan permintaan konfirmasi
yang kedua dan kadang yang ketiga. Untuk setiap konfirmasi positif yang tidak
dikembalikan, auditor dapat memeriksa dokumentasi berikut untuk memverifikasi

eksistensi dan keakuratan setiap transaksi penjualan yang membentuk saldo akhir
piutang usaha:
1.
2.
3.
4.

Penerimaan Kas Selanjutnya


Salinan Faktor Penjualan
Dokumen Pengirim
Korespundensi dengan Klien