Anda di halaman 1dari 7

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

KOMPONEN-KOMPONEN PENYUSUN PLTS DENGAN 2 BEBAN (LAMPU


AC DAN LAMPU DC)
M. Awal Romadhon1), Ririn Aris Lupitasari2), Indah Lufita3), Andriya Suryanti4), Arifatul
Kamila5), Wildan Arif Sukmono6)
*Program Studi Teknik Energi Terbarukan, Jurusan Teknik Politeknik Negeri Jember

ABSTRAK
Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan sistem pembangkit yang berasal
dari energi surya yang dapat dirubah menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung menggunakan pothovoltalic dan secara
tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Komponen-komponen pada sistem
PLTS yaitu panel surya, baterai, BCR, Inverter dan kabel instalasi. Pada dasarnya
prinsip kerja PLTS sederhana yakni mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik.
Sistem sel surya terdiri dari panel sel surya, rangkaian kontroler pengisian (charge
controller), dan aki (batere) 12 volt yang maintenance free.
Kata Kunci : Panel, Komponen, PLTS.

1. PENDAHULUAN
Indonesia adalah negara tropis yang hanya mengalami dua musim, panas
danhujan. Matahari akan bersinar sepanjang tahun, meskipun pada musim
hujanintensitasnya berkurang. Kondisi iklim ini menyebabkan matahari dapat
menjadialternatif sumber energi masa depan di Indonesia. Selain matahari, Indonesia
juga mempunyai cadangan minyak dan gas bumi yang relatif banyak. Sebagian telah
dieksploitasi,

masalahnya minyak dan gas bumi adalah sumber energi yang tidak

terbaharui. Tanpa pemakaian yang bijaksana suatu saat sumber tersebut akan
habis.Selain itu, pembakaran minyak dan gas bumi menimbulkan polusi udara. kondisi
bumi kita kian lama kian mengenaskan karena tercemarnya lingkungan dariefek rumah
kaca (green house effect) yang menyebabkan global warming, hujan asam, rusaknya
lapisan ozon hingga hilangnya hutan tropis.
Dengan kondisi yang sudah sedemikian memprihatinkan, gerakan hemat
energisudah merupakan keharusan di seluruh dunia. Salah satunya dengan hemat bahan

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

bakar dan menggunakan bahan bakar dari non-fosil yang dapat diperbaharui
sepertitenaga angin, tenaga air, energi panas bumi, tenaga matahari, dan lainnya. dari
bahan bakar fosil beralih ke bahan bakar non-fosil, terutama tenaga surya yang tidak
terbatas. Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) akan lebih diminati karena
dapat digunakan untuk keperluan apa saja dan di mana saja : bangunan besar, pabrik,
perumahan, dan lainnya. Selain persediaannya tanpa batas, tenaga surya nyaris
tanpadampak buruk terhadap lingkungan dibandingkan bahan bakar lainnya.
Pembangkit Listrik Tenaga Surya merupakan sistem pembangkit yang berasal
dari energi surya yang dapat dirubah menjadi energi listrik. Pembangkitan listrik dapat
dilakukan dengan dua cara yaitu secara langsung menggunakan pothovoltalic dan secara
tidak langsung dengan pemusatan energi surya. Pothovoltalic mengubah secara
langsung energi cahaya menjadi energi listrik menggunakan efek fotoelektrik.
Sementara tidak langsung dengan pemusatan energi surya yaitu pemusatan energi surya
mengguanakn sistem lensa atau cermin dikombinasikan dengan sistem pelacak untuk
memfokuskan energi matahari kesatu titik untuk menggerakkan mesin kalor. Dan tujuan
dari praktikum ini adalh untuk mengetahui komponen-komponen sistem PLTS dan
merangkai komponen-komponen pada sistem PLTS.
2. TINJAUAN PUSTAKA
KOMPONEN-KOMPONEN PLTS
1. Panel surya
Panel surya tersusun dari beberapa gabungan sel surya. Sebuah sel surya
tunggal umumnya dapat menbangkitkan daya 1 watt dengan tegangan 0.5
volt. Untuk menghasilkan daya dan tegangan yang lebih besar maka sel
surya disusun menjadi sebuah modul atau kumpulan beberapa sel surya.
Kemudian modul-modul ini disusun menjadi larik modul yang disebut panel
surya.
2. Baterai
Baterai adalah alat yang mmenyimpan daya yang dihasilkan oleh panel
surya yang tidak segera digunakan oleh beban. Daya yang disimpan dapat
digunakan saat periode matahari rendah atau pada malam hari. Baterai
memnuhi dua tujuan penting dalam sistem fotovoltalik yaitu untuk
memberikan daya listrik kepada sistem ketika daya tidak disediakan oleh

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

array panel-panel surya dan untuk menyimpan kelebihan daya yang


ditimbulkan oleh panel-panel setiap kali daya itu melebihi beban.
3. Battery Charge Regulator (BCR)
Battery Charge Regulator (BCR) adalah peralatan elektronik yang
digunakan untuk mengatur arus searah yang diisi ke baterai dan diambil dari
baterai ke beban. Solar charge controrel mengatur over charging (kelebihan
pengisian, karena baterai sudahpenuh) dan kelebihan voltase dari solar
module. Kelebihan voltase dan pengisisan akan mengurangi umur baterai.
BCR menerapkan teknologi Pulse With Modulation (PMW) untuk mengatur
fungsi pengisian baterai dan pembebasan arus dari baterai ke beban.
4. Inverter
Inverter adalah perangkat elektrik yang digunakan untuk mengubah arus
listrik searah (DC) menjadi arus bolak balik (AC). Inverter mengkonversi
DC dari perangkat seperti baterai, panel/soalr cell menjadi AC. Penggunaan
inverter dari dalam Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah untuk
perangkat yang menggunakan AC.
5. Kabel Instalasi
Kabel yang digunakan untuk instalasi PV adalah kabel yang dapat
mengurangi loss (kehilangan) daya, pemanasan pada kabel dan kerusakan
pada perangkat. Kabel instalasi dapat meminimalkan rugi daya dan tegangan
jatuh yaitu dengancara:
Menyesuaikan kapasitas kabel untuk kompensasi temperatur.
Membuat pengkabelan yang pendek-pendek
Menyesuaikan diameter kabel dengan arus yang mengalir
Menyesuaikan panjang kabel untuk meminimalkan tegangan
yang jatuh.
3. METODOLOGI
Alat dan Bahan
Komponen instalasi PLTS yaitu: Baterai, BCR dan kabel instalasi.
Beban berupa lampu AC dan DC (2 lampu)
Alat ukur yaitu: Solarimeter, Avometer.
Prosedur Kerja
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Mendengarkan dan menulis

langkah

kerja

yang

pembimbing
3. Merangkai instalasi PLTS untuk keperluan rumah tangga

disampaikan

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

Apabila instalasi telah terangkai, menghidupkan lampu. Mengukir


tegangan pada panel, tegangan baterai, tegangan lampu dan tegangan
input.

4. ANALISA DATA DAN PEMBAHASAN


Dari percobaan yang telah kami lakukan didapatkan data sebagai berikut :
No.
1.
2.
3.
4.
5.

Parameter Pengukuran
Solar Flux
Tegangan Panel
Tegangan AC
Tegangan Lampu AC
Tegangan Lampu DC

Hasil Pengukuran
994 W/m2
13,52 V
227,8 V
227,8 V
12,64 V

Sehingga jika dianalisa tegangan outputnya tidak mengalami perbedaan yang


cukup jauh dari tegangan inputnya. Pada dasarnya prinsip kerja PLTS sederhana yakni
mengubah cahaya matahari menjadi energi listrik. Sistem sel surya terdiri dari panel sel
surya, rangkaian kontroler pengisian (charge controller), dan aki (batere) 12 volt yang
maintenance free. Panel sel surya merupakan modul yang terdiri beberapa sel surya
yang digabung dalam hubungan seri dan paralel tergantung ukuran dan kapasitas yang
diperlukan. Yang sering digunakan adalah modul sel surya 20 watt atau 30 watt. Modul
sel surya itu menghasilkan energi listrik yang proporsional dengan luas permukaan
panel yang terkena sinar matahari.
Rangkaian kontroler pengisian aki dalam sistem sel surya itu merupakan
rangkaian elektronik yang mengatur proses pengisian akinya. Kontroler ini dapat
mengatur tegangan aki dalam selang tegangan 12 volt plus minus 10 persen. Bila
tegangan turun sampai 10,8 volt, maka kontroler akan mengisi aki dengan panel surya
sebagai sumber dayanya. Tentu saja proses pengisian itu akan terjadi bila berlangsung
pada saat ada cahaya matahari. Jika penurunan tegangan itu terjadi pada malam hari,
maka kontroler akan memutus pemasokan energi listrik. Setelah proses pengisian itu

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

berlangsung selama beberapa jam, tegangan aki itu akan naik. Bila tegangan aki itu
mencapai 13,2 volt, maka kontroler akan menghentikan proses pengisian aki itu.

Berdasarkan gambar diatas, dapat dijelaskan fungsi masing-masing blok


diagramsebagai berikut: panel Surya adalah komponen PLTS yang fungsinya
merubahcahaya matahari menjadi energi listrik, baterai adalah komponen PLTS yang
fungsinya sebagai penyimpan tenaga listrik arus searah (DC) dari tenaga surya sebelum
dimanfaatkan untuk beban, dan inverter adalah komponen PLTS yang fungsinya
mengkonversikan tegangan searah (DC) menjadi tegangan bolak balik (AC).
Berdasarkan tegangan 11ystem dan perhitungan Pada BCR, maka tegangan masuk
(input) dari inverter 12 VDC. Tegangan keluaran dari inverter yang tersambung ke
beban adalah 220V AC. Arus yang mengalir melewati inverter juga harus sesuai dengan
arus yangmelalui BCR. Perencanaan dari sisi panel surya langkah awalnya adalah
menentukan kapasitas panelsurya yang akan dipasang, selanjutnya adalah menentukan
beban yang akan dipasangsesuai dengan kapasitas panel surya yang terpasang,
kemudian adalah menentukan berapa banyak baterai yang digunakan. Untuk
mengetahui berapa daya yang mampu disimpan.
Prinsip kerja dari PLTS ini adalah energi panas matahari yang diserap oleh panel
surya yang masuk ke dalam solar sel, energi tersebut akan diserap oleh solar sel dan
energi panas tersebut berubah menjadi energi listrik yang menghasilkan sebuah
tegangan DC output positif (+) dan output negatif (-) kemudian hasil keluaran tegangan
arus DC tersebut dikontrol oleh battery charge regulator yang merupakan komponen
yang berfungsi sebagai alat yang digunakan untuk mengisi daya di dalam baterai dan
menjaga pengisian baterai agar tidak sampai overcharging atau kelebihan pengisian

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

baterai yang secara otomatis battery charge regulator akan memutus arus yang masuk
ke dalam baterai supaya umur baterai juga bisa bertahan lama dan tidak cepat rusak.
Setelah daya tersimpan di dalam baterai maka arus tersebut akan mengalir ke inverter
DC to AC, berguna untuk mengubah tegangan DC 12 volt menjadi tegangan AC 220
volt.
5. KESIMPULAN
Dari hasil analisis data dan pembahasan maka dapat diambilkesimpulan sebagai
berikut:
1. Tegangan yang dihasilkan pada tegangan AC lebih besar dari tegangan DC.
2. Tegangan DC yang dihasilkan tidak jauh dari 12V yaitu 12,64V dan tegangan
AC yang dihasilkan tidak jauh dari 220V yaitu 227,8.
3. Dari rangkaian komponen PLTS, cahaya matahari yang mengenai panel surya
disalurkan pada charge controller untuk mengisi daya pada baterai yang
selanjutnya akan menghidupkan beban AC dan beban DC.

DAFTAR PUSTAKA
Buku Kerja Praktek Mahasiswa (BKPM) Teknik Konversi Energi Surya. Teknik Energi
Terbarukan. Politeknik Negeri Jember. (2016)
Danny, S., 2000, Strategi Aplikasi Sel Surya (Photovoltaic Cells) Pada Perumahan Dan
Bangunan Komersial, Dimensi Teknik Arsitektur, vol. 28, No.2, 129-141.
Diono, Chayun. 2001, Tantangan dan Peluang Usaha Pengembangan Sistem Energi
Fotovoltaik di Indonesia, Seminar Nasional Sel Surya I dan Workshop, Surabaya,
19 20 September 2001
http://renewable-solarcell.blogspot.co.id/2014/06/sistem-perhitungan-solar-cell.html

Hasil Praktikum

Laporan Praktikum
Konservasi Energi Surya

Anda mungkin juga menyukai