Anda di halaman 1dari 1

BAB III

KESIMPULAN
Pemeriksaan USG sebagai modalitas utama dalam menghadapi kasus
nodul tiroid. Pada deskripsi pemeriksaan USG haruslah mencakup fitur-fitur
berikut, taitu : komposisi, ekogenitas dimana lesi dinilai sebagai hiperekoik
isoekoik atau hipoekoik, dinilai batasnya apakah regular atau irreguler, ada
tidaknya kalsifikasi baik kalsifikasi minor maupun kalsifikasi kasar atau
kalsifikasi berbentuk cangkang telur, adanya halo serta fitu taller than wide.
Terdapat berbagai macam sistem klasifikasi nodul tiroid, salah satunya
adalah dengan TIRADS. Kriteria TIRADS merupakan sebuah modifikasi dari
kriteria BIRADS yang selama ini dipakai untuk klasifikasi tumor di payudara.
Klasifikasi TIRADS terbagi atas 6 kategori yaitu TIRADS 1, 2, 3, 4 (yang
terbagi menjadi 3 sub bagian yaitu 4A, 4B, 4C), 5, dan 6. Selain klasifikasi
TIRADS, Keputusan untuk FNAB tergantung pada aspek klinis, dan evolusi
nodul. US Classification System mengemukakan 4 klasifikasi yang berkaitan
dengan ndul tiroid yaitu maligna, curiga maligna, kemungkinan jinak dan jinak.
Klasifikasi tersebut berasal dari algoritme dimana terdapat ciri ciri khas lesi
yang dianggap sebagai lesi ganas, lesi borderline ataupun lesi jinak.
Dari kriteria tersebut disusunlah algoritme dengan dimana hasilnya
dapat

memprediksi apakah nodul tersebut

maligna, curiga maligna,

kemungkinan jinak atau jinak. Dengan mengetahui teknik pemeriksaan,


deskripsi nodul serta ciri ciri lesi maligna ataupun benigna diharapkan dokter
radiologi tidak kesulitan untuk memeriksa dan menginterpretasikan nodul pada
tiroid. Dengan penegakan diagnosis yang baik, diharapakan penatalaksaan
pasien dengan nodul tiroid dapat berjalan lebih baik.

13