Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
Pembesaran kelenjar (nodul) tiroid dapat merupakan suatu kelainan
radang, hiperplasia atau neoplasma, dimana secara klinis kadang sulit dibedakan.
Pada umumnya nodul tiroid lebih sering dijumpai pada pasien lanjut usia, wanita
maupun pada orang orang dengan defisiensi Yodium. Lebih dari 90% nodul
tiroid adalah jinak dan tidak membutuhkan terapi khusus, namun ada sekitar 5
% dari nodul tiroid ini bersifat maligna dan membutuhkan deteksi dini serta
penanganan yang komprehensif. Angka kejadian kanker tiroid meliputi 1,5 %
dari seluruh keganasan yang ada di tubuh, tetapi merupakan 90% keganasan yang
timbul pada system endokrin.1,2,3
Penegakan diagnosis nodul tiroid melalui pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan untuk
penegakan diagnosis nodul tiroid ini adalah pemeriksaan laboratorium dan
pemeriksaan pencitraan.2,3,4 Pemeriksaan pencitraan yang dilakukan adalah
ultrasonografi (USG) , CT Scan maupun MRI. Pemeriksaan CT Scan dan MRI
pada umumnya dipakai untuk menentukan ada tidaknya perluasan tumor ke
jaringan sekitarnya serta untuk menilai ada tidaknya kompresi trakhea dari tumor
di tiroid. Modalitas terpilih yang dipakai untuk penegakan diagnosis nodul
tiroid ini adalah pemeriksaan USG. 5,6
USG dianggap sebagai modalitas terpilih karena tidak bersifat invasif,
tanpa radiasi, murah dan tersedia di hampir semua pelayanan kesehatan. Pada
pemeriksaan ini yang dinilai adalah bentuk lesi, ukuran, batas lesi, ekogenitas
serta adanya gambaran-gambaran lain seperti adanya kalsifikasi, gambaran halo,
peningkatan aliran darah pada lesi pada pemeriksaan dengan color Doppler.
USG merupakan modalitas yang cukup sensitif dan akurat dalam mendeteksi
adanya nodul tiroid.5,6

Dalam penilaian USG terhadap kelenjar tiroid, sangat penting untuk dapat
memprediksi apakah sebuah nodul bersifat maligna atau benigna. Hal ini
bertujuan untuk menentukan penatalaksanaan yang akan ditempuh selanjutnya.
Berdasarkan hal tersebut, referat ini diharapkan memberikan pengetahuan
bagi sejawat terhadap pemeriksaan USG kelenjar tiroid, sehingga mampu
memberikan interpretasi yang tepat serta menyingkirkan lesi lesi penyulit yang
akan menganggu dalam penegakan diagnosis dengan USG.