Anda di halaman 1dari 4

Tugas Mentoring

Agama dan Etika Islam (K-21)


Mengapa Aku Bangga Menjadi Orang Islam?
Dan barangsiapa mencari agama selain Islam, dia tidak akan diterima, dan di akhirat dia termasuk
orang-orang yang merugi. (QS. Ali Imran : 85).
Menjadi seorang muslim merupakan nikmat terbesar dan paling mulia
yang telah Allah SWT berikan kepadaku. Tidak semua umat manusia di muka
bumi ini mendapatkan nikmat hidayah menjadi seorang muslim. Islam adalah
agama yang indah dan sempurna dan satu-satunya agama yang diridhai di sisi
Allah SWT. Islam mengajarkan kepada umatnya untuk beribadah hanya kepada
satu sesembahan yaitu Allah SWT yang telah menciptakan dan memelihara
seluruh isi alam semesta. Islam memberikan pemeluknya identitas dan jati diri
yang jelas karena dengan mengetahui dan menyadari hakikat dirinya, seseorang
dapat menempuh kehidupan dunia ini dengan baik dan selamat.
"Dialah (Allah) yang telah menamakan kamu sekalian muslimin dari dulu dan didalam (Alquran) ini,
supaya rasul itu menjadi saksi atas diri kalian dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap
manusia, maka dirikanlah salat, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dialah
Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS. Al-Hajj : 78).
Islam memiliki beberapa keistimewaan yang membuatnya berbeda dari
agama-agama lainnya, salah satunya adalah kitab suci Al Quran. Al Quran
diturunkan Allah SWT sebagai wahyu dan pedoman bagi kita umat muslim untuk
hidup di dunia serta terjaga keasliannya hingga akhir hayat. Semua hal mulai
dari bersuci hingga tata pemerintahan dan negara semua ada tertulis dalam Al
Quran, sehingga hendaklah kita sebagai umat muslim bangga karenanya. Selain
itu, Allah SWT juga mengirimkan kita seorang Nabi yang teruji keimanannya,
kegigihannya dalam melakukan perintah Allah SWT yaitu mendakwahkan agama
Islam di muka bumi ini. Patutlah kita teladani suri tauladannya sebagai pengikut
beliau yang beriman dan mencontoh perbuatan terpuji beliau.
Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang
yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.
(QS. Al Ahzab : 21).
Islam sebagai rahmatal lil alamin, menghapus seluruh bentuk kezhaliman
yang ada saat masa jahiliyah dan meninggikan derajat manusia. Islam
mengajarkan untuk saling menghargai dan menyayangi kepada sesama umat
muslim. Ukhuwah islamiah menyatukan umat Islam dalam satu ikatan dan satu
tujuan, yaitu amar maruf nahi munkar. Dengan ukhuwah islamiah, umat Islam
terasa rukun dalam kebaikan yang menunjukkan betapa indahnya kebersamaan
tanpa saling menyakiti, dan dengan kerukunan itu semua yang akan
menghindarkan Islam dari perpecahan. Islam juga menghendaki agar setiap
manusia mengembangkan amanah alam semesta dan seisinya untuk
kepentingan seluruh umat manusia, serta menjaganya dari kerusakan. Dan juga,
Islam tidak bertentangan dengan fitrah dan akal manusia.

Subhanallah, masih banyak sekali keistimewaan dan kemuliaan Islam,


agama yang bersumber dari Rabb-Nya. Betapa hanya Islam yang
mengindahkanku dan memuliakanku menjadi manusia yang lebih mulia. Hanya
Islam yang bisa aku jadikan pedoman hidup terbaik dan hanya dengan Islam
pula ketenangan dan kesejukan hidup terasa. Insya Allah, tidak ada alasan untuk
tidak bangga menjadi seorang muslim, melihat agama Islam sudah begitu
sempurna dan seimbang.

Wanita dari Pandangan Islam


Wanita merupakan salah satu insan anugerah terindah yang diciptakan
Allah SWT. Wanita sangat dimuliakan dalam ajaran Islam, baik ketika ia sebagai
seorang anak, ibu, istri, saudari, atau bibi. Tidak ada keraguan bahwa Islam
bersikap adil pada wanita dan menempatkannya dalam kedudukan dan tidak
tersesat serta tidak hina. Islam memelihara hak secara penuh dan menjaganya
dari pelecehan dan kehilangan kehormatannya. Dalam Al Quran, banyak
terdapat hukum yang dikhususkan untuk wanita, misalnya surah An-Nisaa yang
umumnya membahas mengenai wanita. Hal ini bukan dikarenakan kaum wanita
itu lemah dan banyak kekurangan, tetapi karena Allah SWT sangat peduli dan
sayang terhadap kaum wanita.
Dahulu saat masa sebelum Islam, kaum wanita umumnya hidup dalam
situasi yang sangat sulit, apalagi di kalangan masyarakat Arab. Sebab mereka
tidak suka memiliki anak perempuan. Ada di antara mereka yang sampai hati
mengubur anak perempuannya hidup-hidup hingga mati di dalam kubur. Ada
pula yang membiarkan anak perempuannya hidup, namun dalam keadaan
sangat dihinakan. Ia tidak mendapat warisan dari harta yang ditinggalkan
saudaranya, sebanyak apapun harta tersebut dan seberapapun besar
kebutuhannya. Orang-orang Arab ketika itu mengkhususkan harta warisan hanya
untuk kaum lelaki. Bahkan perempuan sendiri diperlakukan sebagaimana halnya
harta yang bisa diwarisi. Banyak wanita di masa itu juga menjadi istri untuk
beberapa laki-laki. Tidak ada perhatian masyarakat terhadap kesulitan dan
penganiayaan yang dialami oleh kaum wanita di masa jahiliah. Ketika Islam
datang, kezhaliman-kezhaliman terhadap wanita dihapuskan dan derajatnya
sebagai manusia diangkat. Sesungguhnya, Allah SWT telah berfirman,
Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenalmengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allah ialah orang yang
paling bertaqwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal. (QS.
Al Hujuraat : 13).
Pada ayat di atas, jelas bahwa wanita memiliki kedudukan yang sama
dengan laki-laki sebagai manusia dan juga dalam hal mendapatkan pahala dan
hukuman atas apa yang diperbuatnya. Namun dalam menjalankan kewajiban
tersebut Islam mengakomodasi keistimewaan pria dan wanita. Pria dan wanita
diciptakan oleh Allah dengan kondisi fisik, emosi dan psikologis yang berbeda.
Kombinasi ketegasan pria dan kelembutan serta sifat penyayang wanita menjadi

suatu sifat yang saling melengkapi. Sebuah rumah tangga yang terdiri dari dua
sifat utama tadi akan menjadi rumah tangga yang sempurna dan lengkap.
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan
beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya
akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka
kerjakan. (QS. An Nahl : 97).
Allah SWT mengharamkan perbuatan menjadikan perempuan sebagai
sesuatu yang diwarisi dari orang yang meninggal. Hal ini sesuai dengan firman
Allah SWT,
Hai orang-orang yang beriman, tidak halal bagi kamu mempusakai wanita dengan jalan paksa dan
janganlah kamu menyusahkan mereka karena hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang
telah kamu berikan kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang nyata. Dan
bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian bila kamu tidak menyukai mereka, (maka
bersabarlah) karena mungkin kamu tidak menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya
kebaikan yang banyak. (QS. An Nisaa : 19).
Allah SWT juga menjamin kedudukan wanita sebagai pihak yang berhak
menerima warisan dari saudaranya dan bukan sebagai barang yang bisa
diwarisi. Hal ini tercantum dalam surah An Nisaa ayat 7 yang berbunyi,
Bagi orang laki-laki ada hak bagian dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, dan bagi
orang wanita ada hak bagian (pula) dari harta peninggalan ibu-bapak dan kerabatnya, baik sedikit
atau banyak menurut bahagian yang telah ditetapkan. (QS. An Nisaa : 7).
Selain itu, ada aturan khusus bagi kaum wanita mengenai hal berpakaian
yang tentunya berbeda dari laki-laki. Allah SWT memerintahkan demikian agar
mereka dapat selamat dari mata-mata khianat kaum laki-laki dan tidak menjadi
fitnah bagi mereka.
Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang
mukmin : Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu
supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah
Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Ahzb : 59).
Kaum wanita pun juga diperintahkan oleh Allah SWT untuk menjaga
kehormatan mereka di hadapan laki-laki yang bukan suaminya dengan cara tidak
bercampur baur dengan mereka, lebih banyak tinggal di rumah, menjaga
pandangan, tidak memakai wangi-wangian saat keluar rumah, tidak
merendahkan suara dan lain-lain.
Dan hendaklah kamu tetap di rumahmudan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti
orang-orang Jahiliyah yang dahulu. (QS. Al Ahzb : 33).

Sesungguhnya, semua syariat ini ditetapkan oleh Allah SWT dalam rangka
menjaga dan memuliakan kaum wanita, sekaligus menjamin tatanan kehidupan
yang baik dan bersih dari prilaku menyimpang yang muncul akibat hancurnya
sekat-sekat pergaulan antara kaum laki-laki dan wanita. Mungkin banyak hal
yang dapat belum dipahami mengenai pandangan Islam mengenai wanita.
Namun, hal itu dapat kita pelajari satu persatu. Apapun ketentuan Allah SWT itu
pasti baik dan kita harus memulainya dengan berbaik sangka kepada Allah SWT
dan Nabi Muhammad SAW, bahwa Islam tidak akan mendiskriminasikan wanita.
Wallahu alam