Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

PENCEMARAN UDARA AKIBAT TRANSPORTASI


Diajukan sebagai salah satu tugas mata kuliah Teknik Lingkungan
Dosen Pengampu : Gumbolo Hadi Susanto, Ir, M.Sc

Disusun oleh:
Nama : Dine Olisvia
Nim : 14521095

JURUSAN TEKNIK KIMIA


FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA
YOGYAKARTA
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas penyertaan-Nya
sehingga saya dapat menyelesaikan makalah ini.
Dalam penulisan makalah ini saya juga mengucapkan terima kasih kepada dosen
pengajar yang telah memberikan tugas ini sehingga saya dapat lebih memahami tentang
materi Pencemaran Udara Dari Akibat Transportasi. Makalah ini dibuat sebagai tugas dari
mata kuliah Teknik Lingkungan.
Saya menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih terdapat kesalahan dan
kekurangan, untuk itu saya mengharapkan kritik dan saran untuk perbaikan makalah ini.
Semoga berguna bagi pembaca.

Yogyakarta, 14 November 2016

(Dine Olisvia)
2

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................2
DAFTAR ISI..............................................................................................................................3
BAB I.........................................................................................................................................4
PENDAHULUAN......................................................................................................................4
1.

Latar Belakang....................................................................................................................4

2.

Rumusan Masalah...............................................................................................................5

3.

Tujuan.................................................................................................................................5

BAB II........................................................................................................................................6
PEMBAHASAN........................................................................................................................6
1.

Pengertian Pencemaran Udara............................................................................................6

2.

Pencemaran Udara oleh Transportasi Darat (Bermotor).....................................................7

3.

Zat-Zat Pencemaran udara dari Transportasi......................................................................7

4.

Dampak Pencemar Udara...................................................................................................8

5.

Pencegah Pencemar Udara................................................................................................10

BAB III.....................................................................................................................................12
PENUTUP................................................................................................................................12
Kesimpulan..............................................................................................................................12
Saran.........................................................................................................................................12
Daftar Pustaka..........................................................................................................................13

BAB I
PENDAHULUAN
1.

Latar Belakang
Polusi udara di sekitar kita telah sangat memprihatinkan. Beberapa hasil penelitian

tentang polusi udara dengan segala resikonya telah dipublikasikan, termasuk resiko kanker
darah. Namun, jarang disadari entah berapa ribu warga yang meninggal setiap tahunnya
karena infeksi saluran pernapasan, asma, maupun kanker paru-paru akibat polusi
udara seperti asap kendaraan bermotor. Diperkirakan dalam sepuluh tahun mendatang terjadi
peningkatan jumlah penderita penyakit paru-paru dan saluran pernapasan. Bukan hanya
infeksi saluran pernapasan akut yang kini menempati urutan pertama dalam pola penyakit
diberbagai wilayah di Indonesia, tetapi juga meningkatnya jumlah penderita penyakit asma
dan kanker paru-paru.
Di Indonesia, kendaraan bermotor merupakan sumber utama polusi udara di perkotaan.
Menurut World Bank, dalam kurun waktu 6 tahun sejak 1995 hingga 2001 terdapat
pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor di Indonesia sebesar hampir 100%. Sebagian besar
kendaraan bermotor itu menghasilkan emisi gas buang yang buruk, baik akibat perawatan
yang kurang memadai ataupun dari penggunaan bahan bakar dengan kualitas kurang baik
(misal: kadar timbal/Pb yang tinggi) .
World Bank juga menempatkan Jakarta menjadi salah satu kota dengan kadar
polutan/partikulat tertinggi setelah Beijing, New Delhi dan Mexico City. Polusi udara yang
terjadi sangat berpotensi menggangu kesehatan.

WHO memperkirakan bahwa 70%

penduduk kota di dunia pernah menghirup udara kotor akibat emisi kendaraan bermotor,
sedagkan 10% sisanya menghirup udara yang bersifat marginal. Akibatnya fatal bagi bayi dan
anak-anak. Orang dewasa yang beresiko tinggi, misalnya wanita hamil, usia lanjut, serta
orang yang telah memiliki riwayat penyakit paru dan saluran pernapasan menahun.
Celakanya, para penderita maupun keluarganya tidak menyadari bahwa berbagai akibat
negatif tersebut berasal dari polusi udara akibat emisi kendaraan bermotor yang semakin
memprihatinkan.

2.

Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang ada, maka kami merumuskan masalah yang akan di

bahas. Diantaranya :
1. Apakah polusi dari kendaraan berpengaruh terhadap makhluk hidup?
2. Apa sajakah dampak pencemaran dari asap kendaraan bagi makhluk hidup di bumi?
3. Apa solusi untuk mengatasi pencemaran udara yang dihasilkan dari kendaraan?
3. Tujuan
1. Untuk mengetahui pengaruh bagi makhluk hidup dari polusi kendaraan
2. Untuk mengetahui apa saja dampak pencemaran udara dari asap kendaraan bagi
makhluk hidup
3. Untuk mengetahui solusi dari pencemaran udara yang dihasilkan oleh kendaraan
bermotor

BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian Pencemaran Udara
Pencemaran Udara adalah peristiwa masuknya, atau tercampurnya, polutan (unsurunsur berbahaya) ke dalam lapisan udara (atmosfer) yang dapat mengakibatkan menurunnya
kualitas udara (lingkungan).
Menurut Salim yang dikutip oleh Utami (2005) pencemaran udara diartikan sebagai
keadaan atmosfir, dimana satu atau lebih bahan-bahan polusi yang jumlah dan konsentrasinya
dapat membahayakan kesehatan mahluk hidup, merusak properti, mengurangi kenyamanan di
udara. Berdasarkan definisi ini maka segala bahan padat, gas dan cair yang ada di udara yang
dapat menimbulkan rasa tidak nyaman disebut polutan udara.
Pencemaran udara diartikan sebagai adanya bahan-bahan atau zat-zat asing di dalam
udara yang menyebabkan perubahan susunan (komposisi) udara dari keadaan normalnya
(Wisnu, Dampak pencemaran lingkungan : 27). Sedangkan menurut Mukono (2006), yang
dimaksud pencemaran udara adalah bertambahnya bahan atau substrat fisik atau kimia ke
dalam lingkungan udara normal yang mencapai sejumlah tertentu, sehingga dapat dideteksi
oleh manusia (atau yang dapat dihitung dan diukur) serta dapat memberikan efek pada
manusia, binatang, vegetasi dan material karena ulah manusia (man made).
Yang dikatakan sebagai polutan adalah suatu zat atau bahan yang kadarnya melebihi
ambang batas serta berada pada waktu dan tempat yang tidak tepat, sehingga merupakan
bahan pencemar lingkungan, misalnya: bahan kimia, debu, panas dan suara. Polutan tersebut
dapat menyebabkan lingkungan menjadi tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan
akhirnya malah merugikan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Umumnya, polutan yang mencemari udara berupa gas dan asap. Gas dan asap tersebut
berasal dari hasil proses pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna, yang dihasilkan oleh
mesin-mesin pabrik, pembangkit listrik dan kendaraan bermotor. Selain itu, gas dan asap
tersebut merupakan hasil oksidasi dari berbagai unsur penyusun bahan bakar, yaitu: CO2
(karbondioksida), CO (karbonmonoksida), SOx (belerang oksida) dan NOx (nitrogen oksida).
Jadi, Pencemaran udara adalah masuknya, atau tercampurnya unsur-unsur berbahaya ke
dalam atmosfir yang dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan lingkungan, gangguan pada
kesehatan manusia secara umum serta menurunkan kualitas lingkungan.

2. Pencemaran Udara oleh Transportasi Darat (Kendaraan Bermotor)


Udara merupakan faktor yang penting dalam kehidupan, namun dengan meningkatnya
pembangunan fisik kota dan pusat-pusat industri, kualitas udara telah mengalami perubahan.
Udara yang dulunya segar, kini kering dan kotor. Perubahan lingkungan udara pada
umumnya disebabkan pencemaran udara, yaitu masuknya zat pencemar (berbentuk gas-gas
dan partikel kecil/aerosol) ke dalam udara.
Daerah perkotaan merupakan salah satu sumber pencemaran udara utama, yang sangat
besar peranannya dalam masalah pencemaran udara. Kegiatan perkotaan yang meliputi
kegiatan sektor-sektor permukiman, transportasi, komersial, industri, pengelolaan limbah
padat, dan sektor penunjang lainnya merupakan kegiatan yang potensial dalam merubah
kualitas udara perkotaan.
Pembangunan fisik kota dan berdirinya pusat-pusat industri disertai dengan
melonjaknya produksi kendaraan bermotor, mengakibatkan peningkatan kepadatan lalu lintas
dan hasil produksi sampingan, yang merupakan salah satu sumber pencemar udara. Serta
banyaknya jasa yang menawarkan pembelian motor secara kredit meningkatkan penjualan
setiap tahunnya.
Dari berbagai sektor yang potensial dalam mencemari udara, pada umumnya sektor
transportasi memegang peran yang sangat besar dibandingkan dengan sektor lainnya. Di
kota-kota besar, kontribusi gas buang kendaraan bermotor sebagai sumber polusi udara
mencapai 60-70%. Kendaraan bermotor yang menjadi alat transportasi, dalam konteks
pencemaran udara dikelompokkan sebagai sumber yang bergerak. Dengan karakteristik yang
demikian, penyebaran pencemar yang diemisikan dari sumber-sumber kendaraan bermotor
ini akan mempunyai suatu pola penyebaran spasial yang meluas.

3. Zat-Zat Pencemaran Udara Dari Transportasi

Ada beberapa polutan yang dapat menyebabkan pencemaran udara, antara lain:
1. Karbon monoksida, Nitrogen dioksida, Sulfur dioksida, Partikulat, Hidrokarbon, CFC,
Timbal dan Karbondioksida.
Karbon monoksida (CO)
7

2. Gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan bersifat racun. Dihasilkan dari
pembakaran tidak sempurna bahan bakar fosil, misalnya gas buangan kendaraan
bermotor.
Nitrogen dioksida (NO2)
3. Gas yang paling beracun. Dihasilkan dari pembakaran batu bara di pabrik,
pembangkit energi listrik dan knalpot kendaraan bermotor.
Sulfur dioksida (SO2)
4. Uap bensin yang tidak terbakar. Dihasilkan dari pembakaran bahan bakar yang tidak
sempurna.
Chlorofluorocarbon (CFC)
5. Logam berat yang digunakan manusia untuk meningkatkan pembakaran pada
kendaraan bermotor. Hasil pembakaran tersebut menghasilkan timbal oksida yang
berbentuk debu atau partikulat yang dapat terhirup oleh manusia.

Karbon Dioksida (CO2)

4. Dampak Pencemar Udara


Berbagai dampak yang ditimbulkan polusi udara akibat asap kendaraan bermotor:
1. Dampak kesehatan
Substansi pencemar yang terdapat di udara dapat masuk ke dalam tubuh melalui sistem
pernapasan. Jauhnya penetrasi zat pencemar ke dalam tubuh bergantung kepada jenis
pencemar. Partikulat berukuran besar dapat tertahan di saluran pernapasan bagian atas,
sedangkan partikulat berukuran kecil dan gas dapat mencapai paru-paru. Dari paru-paru, zat
pencemar diserap oleh sistem peredaran darah dan menyebar ke seluruh tubuh.Dampak
kesehatan yang paling umum dijumpai adalah ISPA (infeksi saluran pernapasan akut),
termasuk di antaranya, asma,bronkitis, dan gangguan pernapasan lainnya. Beberapa zat
pencemar dikategorikan sebagai toksikdan karsinogenik

Studi ADB memperkirakan dampak pencemaran udara di Jakarta yang berkaitan dengan
kematian prematur, perawatan rumah sakit, berkurangnya hari kerja efektif, dan ISPA pada
tahun 1998 senilai dengan 1,8 trilyun rupiah dan akan meningkat menjadi 4,3 trilyun rupiah
di tahun 2015.
2. Dampak terhadap tanaman
Tanaman yang tumbuh di daerah dengan tingkat pencemaran udara tinggi dapat
terganggu pertumbuhannya dan rawan penyakit, antara lain klorosis, nekrosis, dan bintik
hitam.

Partikulat

yang

terdeposisi

di

permukaan

tanaman

dapat

menghambat

proses fotosintesis.
3. Hujan asam
pH normal air hujan adalah 5,6 karena adanya CO2 di atmosfer. Pencemar udara seperti
SO2 dan NO2 bereaksi dengan air hujan membentuk asam dan menurunkan pH air hujan.
Dampak darihujan asam ini antara lain:
a. Mempengaruhi kualitas air permukaan
b. Merusak tanaman
c. Melarutkan logam-logam berat yang terdapat dalam tanah sehingga mempengaruhi
kualitas air tanah dan air permukaan
d. Bersifat korosif sehingga merusak material dan bangunan
4. Efek rumah kaca
Efek rumah kaca disebabkan oleh keberadaan CO2, CFC, metana, ozon, dan N2O di
lapisan troposperyang menyerap radiasi panas matahari yang dipantulkan oleh permukaan
bumi. Akibatnya panas terperangkap dalam lapisan troposfer dan menimbulkan fenomena
pemansan global.
a.
b.
c.
d.
5.

Dampak dari pemanasan global adalah:


Pencairan es di kutub
Perubahan iklim regional dan global
Perubahan siklus hidup flora dan fauna
Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon yang berada di stratosfer (ketinggian 20-35 km) merupakan pelindung

alami bumi yang berfungsi memfilter radiasi ultraviolet B dari matahari. Pembentukan dan
penguraian molekul-molekul ozon (O3) terjadi secara alami di stratosfer. Emisi CFC yang
9

mencapai stratosfer dan bersifat sangat stabil menyebabkan laju penguraian molekul-molekul
ozon lebih cepat dari pembentukannya, sehingga terbentuk lubang-lubang pada lapisan
ozon.Kerusakan lapisan ozon menyebabkan sinar UV-B matahri tidak terfilter dan dapat
mengakibatkan kanker kulit serta penyakit pada tanaman.

5. Pencegah Pencemaran Udara


5.

Melakukan penghijauan (reboisasi).


Penghijauan sangat diperlukan di tengah kota yaitu dengan pembangunan taman kota

dan penanaman pohon di pinggir-pinggir jalan untuk membantu proses pengubahan gas CO2
menjadi oksigen.
6. Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor.
Masyarakat dianjurkan untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi sendiri-sendiri
terutama mobil, lebih baik satu kendaraan bisa ditumpangi oleh beberapa orang. Lebih baik
jika pemerintah memperbaiki fasilitas kendaraan umum supaya masyarakat bisa beralih
menggunakan itu.
7. Pembatasan transportasi bermasalah
Pemerintah membatasi kendaraan yang mengeluarkan asap berlebih terutama
transportasi umum yang sudah lama diproduksi, karena semakin tua kendaraan maka asap
yang dihasilkan juga lebih banyak dan berbahaya.
8. Menciptakan Biosolar
Saat ini memang telah banyak dikembangkan bahan bakar alternative yang lebih ramah
lingkungan. Biosolar adalah bahan bakar mesin diesel yang terdiri atas dari asam asam lemak
yang dibuat dari minyak nabati, minyak hewani atau dari minyak goring.
9. Melakukan penyuluhan.
Melakukan penyuluhan terhadap masyarakat terhadap dampak dan bahaya asap
kedaraan bermotor. Dengan adanya penyuluhan tentang bahaya asap kendaraan bermotor
diharapkan masyarakat dapat mengetahui cara mencega pencemaran udara akibat dari asap
kendaraan bermotor.
10. Penggunaan sumber energy alternative yang dapt diperbarui.
10

Penggunaan sumber energy alternative yang dapt diperbarui, seperti tenaga angin, air,
biomassa, dan bahan bakar organic. Energy biomasssa adalah jenis bahan bakar yang dibuat
dengan mengkonversi bahan biologis seperti tanaman. Dengan penggunaan energy alternative
tersebut maka pencemaran uadara dapat dikurangi.

11

BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
Dampak Polusi Udara bagi kelangsungan makhluk hidup di bumi yaitu Mengganggu
dan membahayakan kesehatan manusia, hewan, maupun tumbuhan.
Jadi, kita sebagai generasi muda harus bisa mengurangi pencemaran udara dari
transportasi yang ada, banyak hal

yang bisa kita lakukan yaitu dengan cara tidak

membiasakan diri menggunakan kendaraan bermotor untuk melakukan aktivitas, bisa juga
dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda. Juga bisa dengan cara penanaman pohon di
lingkungan sekitar kita supaya pohon tersebut dapat membantu mengurangi pencemaran gas
CO2 yang dihasilkan dari polusi kendaraan bermotor dengan cara berfotosintesis.
Saran
1. Pemerintah
Dapat menghimbau kepada masyarakat tentang dampak negatif dari pencemaran

udara yang dihasilkan dari kendaraan bermotor.


Melakukan reboisasi atau penghijauan kembali
Memperbaiki fasilitas umum yaitu khususnya transportasi umum supaya

masyarakat dapat beralih menggunakan itu.


2. Mahasiswa
Melakukan sosialisasi tentang pentingnya pengetahuan tentang bahaya akan

pencemaran udara khususnya dari kendaraan bermotor


Sebagai mahasiswa yang berpendidikan tinggi harus dapat mengurangi hal-hal
yang dapat menyebabkan pencemaran udara terutama dalam menggunakan
kendaraan bermotor (motor dan mobil).

12

DAFTAR PUSTAKA

http://andinuqta.blogspot.co.id/2015/01/makalah-polusi-udara-akibat-asap.html
(dilihat tanggal 14 November 2016 pukul 20.51 WIB)
http://keslingpunyudara.blogspot.co.id/2016/03/pencemaran-udara-akibat-lalu-lintas.html
(dilihat tanggal 14 November 2016 pukul 20.00)

13