Anda di halaman 1dari 136

LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN

PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA DAN PKn


MELALUI PENELITIAN TINDAKAN KELAS
DI KELAS VI SEKOLAH DASAR NEGERI 4 LUMBIR
KECAMATAN LUMBIR KABUPATEN BANYUMAS

Disusun dan Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Tugas Akhir


dalam Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Professional (PDGK 4501 )
Program S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka

Oleh :
TUGINO
NIM. 816964818

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PURWOKERTO
2010

PENERAPAN METHODE DISKUSI UNTUK MENINGKATKAN


PRESTASI BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA
POKOK BAHASAN PENGERJAAN HITUNG BILANGAN BULAT
SUB POKOK BAHASAN MELAKUKAN OPERASI HITUNG BILANGAN
YANG MELIBATKAN BILANGAN BERPANGKAT TIGA
DI KELAS VI SD NEGERI 4 LUMBIR

Disusun dan Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Tugas Akhir


dalam Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Professional (PDGK 4501)
Program S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka

Oleh :
TUGINO
NIM. 816964818

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PURWOKERTO
2010

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Laporan ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat tugas akhir program S1
PGSD Universitas Terbuka.
Nama

: TUGINO

NIM

: 816964818

Program Studi

: S1 PGSD

Tempat Mengajar

: Sekolah Dasar Negeri 4 Lumbir

Jumlah Pembelajaran : 3 (tiga) siklus tindakan pembelajaran IPA


Tempat dan Tanggal Pelaksanaan

: Kelas VI SD Negeri 4 Lumbir

Waktu Pelaksanaan

a. Siklus kesatu

: 02 dan 04 September 2010

b. Siklus kedua

: 09 dan 11 September 2010

c. Siklus ketiga

: 14 dan 15 September 2010

Masalah yang merupakan focus perbaikan :


1. Rendahnya pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran
2. Rendahnya prestasi belajar siswa.
Lumbir, 14 September 2010
Menyetujui
Dosen Pembimbing

Mahasiswa

Dra. M. SRI SUKARTI

TUGINO

NIP.131288161

NIM. 816964818

ABSTRAK

Tujuan penelitian secara umum adalah meningkatkan prestasi belajar siswa melalui
methode diskusi, sedangkan tujuan secara khusus adalah mengetahui upaya peningkatan
pembelajaran Matematika melalui methode diskusi bagi siswa kelas VI SD Negeri 4
Lumbir.
Penelitian dilaksanakan di kelas VI SD Negeri 4 Lumbir Kecamatan Lumbir
Kabupaten Banyumas. Subyek penelitian adalah sesmua siswa kelasVI SD Negeri 4
Lumbir pada semester I tahun pelajaran 2010/2011 dengan jumlah siswa laki laki 7
siswa dan siswa perempuan 7 siswa.
Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) dengan
pelaksanaan tindakan tiga siklus. Hasil penelitian membuktikan kondisi awal sebelum
menggunakan methode diskusi

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan hidayah-Nya Sehingga
peneliti dapat menyelesikan tugas membuat Karya Tulis dengan baik.
Karya Tulis ini disusun untuk memenuhi persyaratan mengikuti mata kuliah
Pemantapan Kemampuan Profesional (PGSD 4412) yang wajib diikuti mahasiswa S1
PGSD. Melalui Karya Tulis ini diharapkan mahasiswa diberi kesempatan untuk berlatih
meningkatkan kemampuan mengajar melalui kegiatan menemukan dan mengatasi
masalah pembelajaran. Oleh karena itu, setelah menempuh mata kuliah ini diharapkan
dapat meningkatkan kemampuan professional guru serta mampu menemukan dan
memecahkan masalah pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK).
Karya tulis ini dapat tersusun berkat bantuan dari berbagai pihak. Untuk itu pada
kesempatan ini, peneliti menyampaikan banyak terima kasih kepada :
1. Rektor Universitas Terbuka
2. Dekan FKIP Unifersitas Terbuka
3. Kepala UPBJJ UT Purwokerto
4. Para Dosen Pembimbing
5. Kepala SD Negeri 4 Lumbir

6. Segenap rekan guru SD Negeri 4 Lumbir Kecamatan Lumbir


7. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya karya tulis ini, yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu.

Peneliti menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna, oleh karena itu peneliti
sangat mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan karya
tulis ini.
Semoga laporan karya tulis ini bermanfaat bagi kita semua demi kemajuan
pendidikan di tanah air Indonesia. Amin.

Lumbir,.
Peneliti

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI ..
DAFTAR TABEL ..
DAFTAR GAMBAR .
DAFTAR LAMPIRAN ..

Halaman
i
ii
iii
v
vi
vii
viii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..
B. Tujuan dan Manfaat Penelitian
C. Proses Penulisan Laporan
D. Gambaran Umum Isi Laporan .

1
1
2
3
3

BAB II

PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Identifikasi Masalah .
B. Analisis dan Perumusan Masalah .
C. Variabel yang Diteliti
D. Rencana Perbaikan Pembelajaran .....

4
4
5
5
6

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ..
B. Prosedur Pelaksanaan ...
C. Hal-hal Unik Yang Terjadi ...

15
15
16
26

BAB IV

TEMUAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH . ..


A. Hasil Pengolahan Data ..
B. Deskripsi Temuan dan Refleksi .
C. Pembahasan

27
27
30
31

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT .


A. Kesimpulan
B. Saran dan Tindak Lanjut

33
33
33

DAFTAR PUSTAKA ..
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..

35
36

DAFTAR TABEL

Tabel
4.1 Hasil Tes Formatif Mata Pelajaran Sains

Halaman
27

4.2 Hasil Persentase Tes Formatif Mata Pelajaran Sains


Siklus I, II, III ..

29

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

3.1 Proses Pengkajian Penelitian Tindakan Kelas ..

16

3.2 Diagram Siklus Penelitian Tindakan Kelas ..

17

4.1 Grafik Persentase Ketuntasan Belajar ..

30

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 .

36

2. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 .

40

3. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 3 .

43

4. Lembar Kerja Siswa

46

5. Surat Pernyataan Observer .

47

6. Lembar Observasi Siswa

48

7. Lembar Observasi Guru .

49

Logo ut

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Kegiatan belajar mengajar merupakan sebuah system. Dikatakan demikian
karena antara komponen satu dengan komponen lainnya dalam kegiatan tersebut
merupakan satu kesatuan dan saling mempengaruhi.
Komponen belajar mengajar yang merupakan suatu system tersebut terdiri dari
beberapa hal. Tentang komponen belajar mengajar, Djamarah dan Aswan Zain
(1997:48) menjelaskan sebagai berikut : Sebagai suatu system tentu saja belajar
mengajar mengandung sejumlah komponen yang meliputi tujuan, bahan pelajaran,
kegiatan belajar mengajar, alat dan sumber, sertaevaluasi.
Bertolak dari pendapat tersebut diatas, guru harus mampu melaksanakan KBM
dengan memperhatikan seluruh komponen belajar mengajar tersebut agar tujuan
pembelajaran dapat tercapai. Dalam prakteknya, tidak semudah membalikkan tangan.
Guru sering kali menghadapi berbagai masalah, antara lain daya tangkap dan daya
ingat anak yang rendah, minat belajar rendah yang berakibat malas belajar. Luas dan
padatnya mataeri serta kurangnya sarana dan prasarana sekolah juga menjadi
permasalahan tersendiri bagi guru.
Hal sepeti itu juga dialami peneliti yang bertugas di SD Negeri 4 Lumbir
Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas. Temuan di lapangan, di tempat peneliti
bertugas menunjukan kesenjangan antara harapan dan kenyataan. Pada studi
pendahulu bidang studi sains tentang gerhana bulan dan matahari, hasil
Dari tes formatif menunjukan rendahnya tingkat penguasaan materi yang
diajarkan. Dari a 22 siswa, hanya 10 siswa yang mencapai tingkat penguasaan mataeri
70 % ke atas. Jika hal ini dibiarkan tentu akan berdampak buruk bagi proses dan hasil
belajar siswa selanjutnya. Mencermati keadaan taersebut, penulis mencoba melakukan
upaya perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah :


1. Untuk meningkatkan minat dan pemahaman siswa

terhadap gerhana bulan dan

matahari melalui alat peraga yang tepat.


2. Untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga
hasil belajar siswa dan minat belajar siswa meningkat.

Diharapkan dari penelitian ini dapat memberi manfaat antara lain :


1. Dapat membantu guru memperbaiki kinerjanya, berkembang secara professional,
dan dapat meningkatakan rasa percaya diri.
2. Dapat meningkatkan motivasi, proses, dan hasil belajar siswa serta menumbuhkan
sikap kritis terhadap hasil belajarnya.
3. Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan kemampuan
pada diri guru dan pendidikan di sekolah.

C. Proses Penulisan Laporan dan Jumlah Siklus Perbaikan

Laporan penelitian ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat peneliti ketika
merancang kegiatan perbaikan, serta selama pelaksanaan, observasi, refleksi, studi
literature (libtari research) dan diskusi bersama supervisor, kepala sekolah dan teman
sejawat.
Pelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran sains dilakukan dalam tiga siklus
pembelajaran.

Masing-masing

siklus

terdiri

dari

tahapperencanaan,

tahap

pelaksanaan, tahap pengamatan (observasi), dan tahap refleksi.

D. Gambaran Umum Isi Laporan


Laporan ini disusun dengan sistematika yang berisi pendahuluan
Perencanaan perbaikan pembelajaran, pelaksanaan perbaikan pembelajaran, temuan
hasil yang diperoleh, kesimpulan dan saran tindak lanjut, daftar pustaka, dan
lampiran-lampiran.

logo ut
BAB II
PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Identifikasi Masalah
Dalam pembelajaran mata pelajaran sains di kelas VI SD Negeri 4 Lumbir,
dengan sub pokok bahasan gerhana bulan dan matahari, peneliti menjalankan tugas
sebagaimana mestinya guru mengajar. Akan tetapi, pada studi pendahuluan dari tes
formatif hanya ada 10 orang dari 22 siswa yang mencapai ketuntasan belajar
(mencapai tingkat penguasaan materi di atas 70%).
Selama proses belajar mengajar berjalan jarang siswa yang mengajukan
pertanyaan atau memberi tanggapan terhadap penjelasan maupun pertanyaan yang
diajukan guru. Siswa terlihat diam seolah sudah mengetahui dan memahami
penjelasan guru.
Bertitik tolak dari hal tersebut penulis mencoba mengkaji permasalahan dan
mendiskusikannya dengan Kepala Sekolah dan Supervisor untuk mengidentifikasi
kekurangan dari pembelajaran yang dilakukan. Dari hasil diskusi terungkap beberapa
permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran, diantaranya :
1. Rendahnya motivasi belajar siswa.
2. Rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran sains.

B. Analisis dan Perumusan Masalah


Melalui refleksi diri, kaji literature, dan diskusi dengan supervisor dapat
diketahui bahwa kemungkinan faktor penyebab motivasi belajar siswa dan tingkat
penguasaan siswa terhadap materi pembelajaran adalah sebagai berikut :
1. Metode pembelajaran yang tidak tepat.
2. Penjelasan terlalu abstrak tidak menggunakan alat peraga.
3. Guru tidak mampu mengembangkan model dialog yang efektif, aktif, dan kreatif.
4. Kurangnya perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung.
5. Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.

Berdasar hal tersebut maka dapat dirumuskan masalahnya menjadi fokus


perbaikan pembelajaran yaitu Bagaimana upaya meningkatkan minat dan
pemahaman siswa terhadap gerhana bulan dan matahari melalui penggunaan
alat peraga yang tepat ?

C. Variabel Yang Diteliti


Dalam memecahkan permasalahan pembelajaran tersebut,penulis meneliti 3
(tiga) buah variable, yaitu :
1. Faktor input
a. Tingkat kemampuan siswa kelas VI SDN 4 Lumbir dalam menyerap dan
menerima pelajaran
b. Rencana pembelajaran yang dibuat guru

c. Kesesuaian bahan ajar dengan pokok bahasan


d. Kesesuaian alat peraga yang digunakan
2. Faktor proses
Meliputi proses pembelajaran, metode, dan kegiatan kelompok
3. Faktor autput
Meliputi nilai hasil ulangan, tingkat kedisiplinan siswa, dan motivasi belajar
siswa.

D. Rencana Perbaikan
1. Kerangka Teoritik dan Hipotesis Tindakan
Belajar adalah kegiatan yang berproses dan merupakan unsur yang sangat
mendasar dalam penyelenggaraan pendidikan. Berhasil tidaknya pendidikan sangant
tergantung pada proses belajar yang dilakukan siswa. Herman (1985 : 2)
menyatakan bahwa belajar merupakan proses untuk mendapatkan pengetahuan /
pengalaman, sehingga mampu mengubah tingkah laku yang mencakup aspek
pengetahuan, kecakapan, ketrampilan, tingkah laku, kebiasaan, dan aspek aspek
yang lain.
Menurut Jean Piaget (dalam Abim Syamsudin 2003 : 50), perkembangan
kognitif anak SD berada pada tahap perkembangan operasional kongkret. Pada anak
usia ini akan lebih mudah dipahami jika objek objek kongket dan anak - anak
terlibat langsung di dalamnya. Bertolak dari pengertian itu maka guru harus mampu
merancang, membuat, dan atau menggunakan alat bantu (alat peraga) dalam
pembelajaran serta melibatkan secara aktif anak dalam kegiatan pembelajaran.

Alat Bantu (alat peraga) memiliki peran penting dalam pembelajaran.


Menurut Encyclopedia of education resources (Rusna Ristata, 1998 : 15), nilai atau
manfaat alat Bantu pendidika adalah sebagai berikut :
a. melaksanakan dasar dasar berpikir kongkretdan mengurangi verbalisme
b. memperbesar minat dan perhatian siswa
c.

meletakan dasar dasar berpikir penting untuk perkembangan belajar sehingga


membuatpembelajaran lebih mantap

d. memberi pengalaman yang nyata dan dapat menimbulkan kegiatan berusaha


sendiri di kalangan siswa
e. menumbuhkan pikiran yang teratur dan kontinu
f. memberi pengalaman yang tidak mudah diperoleh dengan cara lain, serta
membantu berkembangnya efisiensi yang lebih mantap dan mendalam serta
keragaman yang lebih banyak dalam belajar.
Dengan mempertimbangkan dan merujuk kepada beberapa pendapat pakar
di atas, maka penulis menyusun hipotesis tindakan sebagai berikut :
a. Penggunaan alat peraga model gerhana dalam pembelajaran SAINS tentang
gerhana bulan dan matahari dapat meningkatkan minat belajar siswa.
b. Peningkatan minat belajar siswa akan berkolerasi positif dengan peningkatan
hasil belajar siswa.

2. Analisis Kelayakan Hipotesis

Untuk mengetahui apakah mungkin rencana tindakan tersebut dapat


dilaksanakan, peneliti mencoba melakukan analisis kelayakan hipotesis terhadap hal
hal sebagai berikut :
a.

kemanpuan dan komitmen peneliti sebagai peneliti

b. kemanpuan dan kondisi fisik siswa


c.

ketersediaan sarana / fasilitas yang dipergunakan

d. alokasi dan estimasi waktu


e.

iklim belajar dan bekerja di sekolah


Setelah melalui pertimbang dan konsultasi dengan kepala sekolah, peneliti

mengambil keputusan, hipotesis yang diajukan layak diteliti.

3. Indikator dan Kriteria Keberhasilan


Indikator yang dipakai untuk mengukur peningkatan pemahaman belajar siswa
adalan ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Sedangkan indikator untuk
mengukur peningkatan minat belajar siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif
dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi.
Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran
adalah sebagai berikut :
a.

Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan hasil belajar siswa) dinyatakan


berhasil jika 75% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar.

b. Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan minat belajar siswa) dinyatakan


barhasil jika 75% dari jumlah siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran
dan penemuan informasi berlangsung.

4. Data Teknis Pengumpulan dan Analisis Data


a.

Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data data
tersebut berkaitan dengan data proses belajar mengajar dan hasil belajar.

b. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah


1) Tes, untuk mengumpulkan data hasil belajar
2) Lembar Observasi
c.

Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran peneliti dibantu oleh salah


seorang rekan guru untuk mengumpulkan data data observasi.

d. Analisis Data
1) Data tentang refleksi serta perubahan perubahan yang terjadi di dalam
kelas
2) Data tentang keterkaitan antara rencana dengan pelaksanaan didapat dari
rencana pembelajaran dan lembar observasi

5. Rancangan Perbaikan Pembelajaran


Rancangan perbaikan pembelajaran, peneliti susun dalam Rencana Perbaikan
Pembelajaran (RPP dan alat pengumpul data/lembar observasi terlampir).
Rancangan perbaikan untuk tiap tiap siklusnya dapat dirinci sebagai berikut ;
a. Siklus Pertama
Pada siklus ini, peneliti berusaha untuk melakukan perbaikan pembelajaran
dengan alat peraga model gerhana. Dengan alat peraga tersebut peneliti

mendemonstrasikan proses terjadinya gerhana bulan dan matahari di depan


kelas.
1) Perencanaan
a) Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran tentang gerhana bulan dan matahari

b) Mempersiapkan model alat peraga model gerhana


c) Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus pertama
2) Pelaksanaan
a) Melakukan Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi
b) Menyampaikan tujuan pembelajaran
c) Guru memdemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari dengan
alat peraga gerhana
d) Guru mengadakan Tanya jawab tentang materi dan jalannya demonstrasi
e) Siswa bersama guru membyat rangkuman materi tentang gerhana bulan
dan matahari.
f) Siswa mengerjakan soal tes formatif
g) Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema
gerhana bulan.

3) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melakukan
kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.
4) Refleksi
Perbaikan

pembelajaran

pada

siklus

pertama

kemungkinan

belum

mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, maka proses


perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya perlu diperbaiki lagi dalam
penggunaan alat peraga dan tempat duduk anak.

b. Siklus Kedua
Pada siklus kedua ini, peneliti mengadakan pengaturan tempat duduk anak,
yaitu dibuat model u. hal ini dilakukan agar seluruh anak dapat dengan mudah
mengamati jalannya demonstrasi gerhana bulan dan matahari. Disamping itu
anak dibentuk kelompok untuk melaksanakan kerja kelompok.
1) Perencanaan
a) Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran tentang gerhana bulan dan matahari dengan menggunakan
alat peraga.
b) Mempersiapkan lembar kerja siswa dan alat peraga model gerhana.
c) Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus kedua.

2) Pelaksanaan
a) Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model u
b) Guru melakukan apersepsi (Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi)
c) Menyanpaikan tujuan pembelajaran
d) Guru mendemontrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak disertai Tanya jawab
e) Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara berkelompok
f) Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara klasikal

g) Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang gerhana


bulan dan matahari.
h) Siswa mengerjakan soal tes formatif.
i) Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema
gerhana matahari.
3) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melaksanakan
kegiatan belajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.
4) Refleksi
Kemungkinan pada siklus kedua ini pun belum mencapai kriteria yang telah
ditentukan, proses pembelajaran masuk ke dalam siklus ketiga.
c. Siklus Ketiga
Pada siklus ketiga ini, selain adanya pengaturan tempat duduk anak dan
demonstrasi yang dilakukan guru, anak juga dilibatkan dalam pelaksanaan
demonstrasi. Jadi anak diberi kesmpatan untuk melakukan sendiri demonstrasi
tentang terjadinya gerhana bulan dan matahari. Selain itu anak juga mendapat
bimbingan dlam melaksanakan kerja kelompok.
1) Perencanaan
a) Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran tentang gerhana bulan dan matahari dengan menggunakan
alat peraga.
b) Mempersiapkan alat peraga

c) Mempersiapkan lembar kerja siswa.


d) Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus ketiga
2) Pelaksanaan
a) Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model u
b) Guru melakukan apersepsi (Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi)
c) Menyanpaikan tujuan pembelajaran
d) Guru mendemontrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak disertai Tanya jawab
e) Secara bergantian masing masing kelompok mendemonstrasikan
terjadinya gerhana bulan dan matahari di tengah tengah.
f) Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara berkelompok
g) Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara klasikal
h) Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang gerhana
bulan dan matahari.
i) Siswa mengerjakan soal tes formatif.
j) Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat model gerhana dari
tanah liat.
3) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melaksanakan
kegiatan belajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.

4) Refleksi
Setelah melalui tiga siklus perbaikan pembelajaran, diharapkan pada siklus
ketiga ini keberhasilan perbaikan pembelajaran sudah tercapai dan hasil
belajar siswa sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
1. Tempat Pelaksanaan Penelitian
Nama Sekolah

: SD Negeri 4 Lumbir

Alamat

: Rt 03, RW 08 Desa Lumbir

Kecamatan

: Lumbir

Kabupaten

: Banyumas

Propinsi

: Jawa Tengah

Kelas yang dijadikan obyek penelitian :


Kelas

: VI (Enam)

Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara bumi


dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil Belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


matahari

2. Waktu Pelaksanaan
Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2007
Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2007
Siklus

ketiga

dilaksanakan

pada

tanggal

29

Maret

2007

B. Prosedur Pelaksanaan
1. Prosedur PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui beberapa tahapan,
yaitu : Meencanakan (Planning), Melakukan Tindakan (Acting), Mengamati
(Observing), Melakukan Refeksi (Reflecting).
Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali
untuk merevisi jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasl memecahkan
masalah, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

IDE
AWAL

Studi Pendahuluan
1. Wawancara dengan semua
2. Tes diagnostic
3. Analisis dokumen

Simpulan

Berhasil

Belum

Tindakan Siklus I
1. Perencanaan Perbaikan
2. Pelaksanaan Perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan Pengamat
5. Refleksi Siklus I

Revisi

Persiapan Penelitian
1. Penyamaan Konsep,
metode,. Contoh, dan
latihan antara peneliti dan
pengamat
2. Penyusunan lembar
observasi
3. Penyusunan format
wawancara
4. Penyusunan Tes

Simpulan
Berhasil

Tindakan Siklus I
1. Perencanaan Perbaikan
2. Pelaksanaan Perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan Pengamat
5. Refleksi Siklus I

Belum

Revisi

Tindakan Siklus ke-n


1. Perencanaan Perbaikan
2. Pelaksanaan Perbaikan
3. Observasi
4. Diskusi dengan Pengamat
5. Refleksi Siklus ke-n

Gambar 3.2 Diagram Siklus Penelitian Tindakan Kelas

2. Informasi Tentang Observer


Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan. Dalam
pelaksanaannya peneliti dibantu oleh :
Nama

Pekerjaan

: Guru Kelas

Tugas

: Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran

3. Prosedur Umum Pembelajaran


a. Prosedur Umum Pembelajaran sebelum Perbaikan Pembelajaran
Gagne dan Briggs (dalam Situmorang dkk. 2004:6.3) menyebutkan
prosedur umum pembelajaran ada sembilan urutan kegiatan pembelajaran
yaitu :
1) Memberikan motivasi atau menarik perhatian
2) Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
3) Mengingatkan kompetensi prasarat
4) Memberikan stimulus (masalah, topic, konsep)
5) Memberi petunjuk belajar
6) Menimbulkan penampilan peserta didik
7) Memberi umpan balik
8) Menilai penampilan
9) Menyimpulkan

Sesuai dengan pendapat pakar tersebut maka prosedur umum


pembelajaran dapat diuraikan dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

1) Pra Kegiatan
a) Menciptakan kondisi mendidik
b) Menciptakan kesiapan belajar
c) Menciptakan suasana belajar demokratis
d) Mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya
2) Kegiatan Awal
a) Memberikan komentar atas jawaban yang diberikan siswa dalam
kegiatan pembelajaran
b) Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam kegiatan
pembelajaran
3) Kegiatan Inti
a) Menyampaikan tujuan pembelajaran khusus kepada siswa
b) Menyampaikan alternative kegiatan yang akan ditempuh
c) Membahas materi pelajaran atau menyampaikan materi pembelajaran
d) Melaksanakan penilaian proses di sela sela penyampaian pelajaran
4) Pasca Kegiatan
a) Melaksanakan umpan balik
b) Menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan
c) Melaksanakan panilaian hasil
d) Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran
e) Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan
dating
f) Menutup kegiatan pembelajaran

b. Prosedur Umum Pembelajaran dalam Perbaikan Pembelajaran


Prosedur umum perbaikan pembelajaran menggunakan langkah
langkah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, dan
merumuskan hipotesis.
2) Merumuskan cara pemecahan tindakan perbaikan
3) Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana
Perbaikan Pembelajaran (RPP)
4) Mendiskusikan aspek aspek yang diamati dengan teman sejawat yang
ditugasi sebagai pengamat (observer)
5) Melakukan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan
diamati oleh teman sejawat (observer)
6) Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer)
7) Melakukan

refleksi

terhadap

kegiatan

pembelajaran

yang

telah

dilaksanakan.
8) Konsultasi dengan supervisor
9) Merancang tindak lanjut
4. Prosedur Khusus Perbaikan Pembelajaran
a. Siklus Pertama
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara


Bumi dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan

Matahari.
Hari/tanggal

: Kamis, 15 Maret 2008

Tujuan perbaikan pembelajaran :


a. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan keseluruh
kelas.
b. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
1). Perencanaan
Peneliti berkolaborasi dengan observer (teman sejawat) untuk :
a). Membuat rencana perbaikan pembelajaran sub pokok bahasan gerhana
matahari dan bulan;
b). Mempersiapkan alat peraga replika gerhana;
c). Mempersiapkan lembar kerja siswa;
d). Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus pertama.
2). Pelaksanaan
a). Melakukan tanya jawab tentang rotasi dan evolusi bumi;
b). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
c). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari
dengan alat peraga model gerhana;
d). Guru mengadakan tanya jawab tentang materi dan jalanya demonstrasi;
e). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari;
f). Siswa mengerjakan soal test formatif;

g). Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema


gerhana bulan.
3). Observasi
Observer menyarankan peneliti agar dalam siklus berikutnya melakukan
demonstrasi di tengah tempat duduk siswa sehingga semua siswa dapat
melihat demonstrasi tersebut dengan baik.
4). Refleksi
berdasar hasil test formatif ternyata dari 25 siswa, 13 anak diantaranya
belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran siklus pertama belum berhasil.
Setelah peneliti melakukan diskusi dengan observer tentang hasil observasi
dan wawancara maka pada siklus berikutnya perlu diperbaiki lagi dalam
penggunaan alat peraga dan pengaturan tempat duduk.
b. Siklus Kedua
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara


Bumi dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


Matahari.

Hari/tanggal

: Kamis, 22 Maret 2008

Tujuan perbaikan pembelajaran :


a). Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan keseluruh
kelas.

b). Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.

1) Perencanaan
Peneliti

dengan observer berkolaborasi

membuat rencana perbaikan

pembelajaran tentang gerhana bulan dan matahari dengan menggunakan alat


peraga;
a). Mempersiapkan lembar kerja siswa dan alat perga model gerhana;
b). Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus kedua.
2) Pelaksanaan
a). Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U;
b). Guru melakukan apersepsi ( tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi );
c). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
d). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak diserta tanya jawab;
e). Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara
berkelompok ( LKS terlampir );
f). Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara
klasikal;
g). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari;
h). Siswa mengerjakan soal tes formatif;
i). Guru memberikan pekerjaan rumah membuat skema gerhana matahari

3) Observasi
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer, peneliti disarankan
oleh observer untuk melibatkan siswa dalam melakukan demonstrasi alat
peraga model gerhana pada siklus perbaikan pembelajaran berikutnya.
4) Refleksi
Sesuai saran dari observer maka penaliti pada siklus berikutnya akan
melibatkan siswa untuk ikut serta dalam melakukan demonstrasi serta
bimbingan terhadap kelompok atau individu anak yang mengalami
kesulitan.
c. Siklus Ketiga
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripskan beberapa interaksi antara


bumi dengan benda langit (matahari dan
bulan)

Hasil Belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


matahari

Hari/Tanggal

: Kamis, 29 Maret 2007

Tujuan Perbaikan Pembelajaran :


a. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas
b. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat

1) Perencanaan
a). Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran

tentang

gerhana

bulan

dan

matahari

dengan

menggunakan alat peraga.


b). Mempersiapkan alat peraga.
c). Mempersiapkan lembar kerja siswa.
d). Mempersiapkan lembar evaluasi

2) Pelaksanaan
a). Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U;
b). Guru melakukan apersepsi ( tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi );
c). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
d). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak diserta tanya jawab;
e). Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara
berkelompok
f). Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara
klasikal
g). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari
h). Siswa mengerjakan soal tes formatif

3) Observasi
Pada siklus ketiga observer mempunyai kesimpulan bahwa hasil perbaikan
pembelajaran sudah maksimal, sehingga penggunaan metode dan alat
peraga sudah tepat dan baik.
4) Refleksi
Berdasarkan hasil tes formatif ternyata dari 25 siswa, 24 sudah dapat
mencapai ketuntasan belajar. Dilihat dari criteria bahwa proses perbaikan
pembelajaran dinyatakan berhasil jika 75 % dari jumlah siswa sudah tuntas
belajar.

Dengan

demikian

dapat

disimpulkan

bahwa

perbaikan

pembelajaran pada siklus ketiga sudah berhasil dan baik, sebab tingkat
pencapaian target ketuntasan telah mencapai 96 %.

C. Hal hal Unik


Hal hal unik yang muncul pada saat pelaksanaan pembelajaran diantaranya,
teriakan salah seorang murid yang membuat kaget dan gaduh seisi kelas. Awas,
akan terjadi gerhana matahari ! Lihat suasananya semakin gelap ! teriak Doni
ketakutan. Kemudian peneliti menjelaskan bahwa keadaan di ruang kelas menjadi
semakin gelap dikarenakan memang saat itu cuaca mendadak mendung sehingga sinar
matahari tiba tiba tertutup oleh awan bukan oleh bayangan bulan yang
menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Selain itu kejadian gerhana tidak perlu
ditakuti karena merupakan peristiwa/fenomena alam yang biasa terjadi. Akhirnya
keadaan kelas tenang kembali dan Doni tidak merasa ketakutan lagi.

BAB IV
TEMUAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH
A. Hasil Pengolahan Data
Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas
ternyata hasil yang diharapkan dapat tercapai. Mata Pelajaran Sains dengan sub pokok
bahasan gerhana bulan dan matahari dapat dikuasai minimal 75 % dari jumlah siswa.
Sisw mengalami peningkatan dalam hasil belajarnya serta selalu aktif dalam kegiatan
pembelajaran dari siklus pertam sampai ketiga :

Table 4.1 Hasil Formatif Mata Pelajaran Sains

Nilai
No.

Nama Siswa

Anita

Tika Wijayanti

Vidiyanto

Sulistiyono

Santi Kusumaningrum

Lia Agustin

Laela Fitriani

Fani Mantonisari

Agung Prasetyo

10

Ervina

11

Aisyah Munawaroh

12

Junianto

Studi Awal

Siklus I

Siklus II

Siklus III

13

Sulastri

14

Saefulloh

15

Sefiyahsari

16

Rianto

Lanjutan Table 4.1 Hasil Tes Formatif Mata Pelajaran Sains Siklus I, II, III
17

Doni

18

Riki Heri M

19

Eliyah

20

Farifi Duha Nuranita

21

Nurhaeni

22

Siti Maesaroh

23

Siti Nurani

24

Sodikin

25

Jaenudin

Dari data di atas dapat dilihat adanya hasil perubahan nilai yang diperoleh
siswa tiap tiap siklus. Perubahan prestasi siswa dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Siswa yang belum tuntas belajar
Pada studi pendahuluan, siswa belum tuntas belajar sebanyak 17 anak dari 25
siswa (68 %)
Pada siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 12 anak dari 25 siswa
(48 %)
Pada siklus II siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 anak dari 25 siswa
(32 %)

Pada siklus III siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 1 anak dari 25 siswa (4
%)
2. Siswa yang sudah tuntas belajar
Pada studi awal siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 anak dari 25 anak (32 %)
Pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 anak dari 25 siswa (52 %)
Pada siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 anak dari 25 siswa (68 %)
Pada siklus III siswa yang tuntas belajar sebanyak 24 anak dari 25 siswa
(96 %)
Tabel 4.2 Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Tiap tiap Siklus

No.

Uraian

Siswa Tuntas Belajar

Siswa Belum Tuntas Belajar

Frekuensi

Frekuensi

Studi Awal

32

17

68

Siklus I

13

52

12

48

Siklus II

18

72

28

Siklus III

24

96

Berikut ini penulis tampilkan grafik persentase ketuntasan belajar siswa dari
studi awal sampai dengan perbaikan pembelajaran siklus ketiga.

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Tuntas
Blm Tuntas

Studi
Awal

Siklus I Siklus II Siklus III

Gambar 4.1 Grafik Prosentase Ketuntasan Belajar

B. Deskripsi Temuan dan Refleksi


1. Deskripsi Temuan
Dari data hasil tes formatif siswa pada studi awal sampai siklus III, dapat
terlihat dengan jelas adanya peningkatan penguasaan materi pembelajaran oleh
siswa. Peningkatan penguasaan materi oleh siswa berkorelasi positif terhadap
peningkatan hasil belajar dan ketuntasanya. Berdasarkan temuan data yang
disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik, peningkatan ketuntasan belajar siswa
adalah sebagai berikut :
Dari studi awal sampai siklus I mengalami kenaikan 20%;
Dari siklus I sampai siklus II mengalami kenaikan 20%;
Dari siklus II ke siklus III mengalami kenaikan 24%.

Dengan demikian perbaikan pembelajaran melalui PTK dari studi awal


sampai dengan perbaikan pembelajaran siklus ketiga, siswa mengalami
peningkatan ketuntasan sebesar 64%.
2. Refleksi
Tidak semua masalah pendidikan terselesaikan melalui PTK. Beberapa
kekurangan dan keberhasilan perbaikan pembelajaran antara lain :
Subyek Penelitian
Setelah diadakan perbaikan pembelajaran sampai siklus III, ternyata ada 1
siswa yang belum tuntas belajar. Hal ini dikarenakan tingkat kecerdasan siswa
yang rendah.
Alat Pengumpul Data Observer
Alat pengumpul data yang diperlukan sangat terbatas sehingga observer tidak
dapat mencatat semua temuan, kekurangan kekurangan peneliti dan siswa
dalam proses perbaikan pembelajaran. Partisipasi observer perlu ditingkatkan.
C. Pembahasan
Dalam tiga siklus perbaikan pembelajaran menggunakan alat peraga model
gerhana, ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat
dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari studi awal 32%. Setelah diadakan perbaikan
pembelajaran melalui PTK dapat meningkat 52% pada siklus I, ketuntasan belajar
siswa meningkat 72% pada siklus II, karena siswa lebih dioptimalkan perannya lewat
kerja kelompok, sedangkan pada siklus III dengan adanya keterlibatan siswa dalam
pemanfaatan alat peraga dan bimbingan individu yang belum tuntas sangat
berpengaruh sekali sehingga peningkatan ketuntasan belajar mencapai 96%.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
A. Kesimpulan
Berdasar hasil analisi data dan hasil temuan dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
Penggunaan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik
dan perkembangan kognitif siswa SD dalam pembelajaran sains tentang gerhana
bulan dan matahari dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar terbukti partisipasi
siswa dalam pembelajaran meningkat. Siswa lebih bergairah dan senang dalam
belajar.
Dengan penggunaan alat peraga model gerhana siswa akan lebih memahami
proses terjadinya gerhana bulan dan matahari dengan jelas sehingga pada akhirnya
dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa
B. Saran Dan Tindak Lanjut
1. Saran
Melihat begitu besar manfaat dari penggunaan alat peraga dalam proses
pembelajaran sudah seyogyanya guru untuk selalu menggunakannya dalam setiap
melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaanya serta tepat dan jelas
dalam memperagakannya terlebih dahulu guru harus mempelajari cara pemakaian
alat peraga yang akan digunakan.
2. Tindak Lanjut

Penelitian tindakan kelas merupakan upaya untuk memperbaiki kinerja


guru sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Perbaikan pembelajaran
dilaksanakan karena adanya masalah dalam proses kegiatan pembelajaran. Untuk
mengatasi masalah tersebut guru dituntut kreatif dan inovatif dalam menyusun
strategi pembelajaran serta proses pembelajaran sehingga siswa akan lebih mudah
menyerap materi pembelajaran.
Hasil dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh seorang guru
dapat dikomunikasikan kepada guru lain dalam lingkup sekolah sendiri maupun
ke sekolah lain melalui forum KKG. Dalam forum tersebut dapat disampaikan
kepada guru mengenai keberhasilan PTK untuk mengatasi masalah pembelajaran
sehingga dapat menjadi acuan bagu guru dalam melaksankan pembelajaran di
kelasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Uzer Usman, M. 2002. Fasilitator, Wahana Informasi dan Komunikasi Pendidikan TK


dan SD, Jakarta
Suciati, dkk. Belajar dan Pembelajaran 2, Jakarta: Universitas Terbuka
Wardani, IGAK, Wihardit, K. & Nasution, N. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :
Universitas Terbuka
Ristatsa, R. & Prayitno. 2006. Panduan Penulisan Laporan Perbaikan Pembelajaran
(Penelitian Tindakan Kelas ) Purwokerto : UPBJJ
Haryanto, 2004. Sains untuk Sekolah Dasar, Jakarta : Penerbit Erlangga

Lampiran 1
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KESATU
Mata Pelajaran

: Sains ( IPA )

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan beberapa interaksi antara bumi dengan benda langit ( matahari dan
bulan )
B. Hasil Belajar
Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan matahari
C. Indikator
Menggambarkan terjadinya gerhana bulan dan matahari
Mengenali beberapa bentuk gerhana matahari dan bulan menggunakan model atau
charta.
D. Tujuan Perbaikan
1. siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
E. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a. Melakukan tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi
1) Gerakan apa saja yang dilakukan oleh bumi ?

2) Apakah nama satelit bumu itu?


3) Dapatkah cahaya matahari yang ke bumi terhalang oleh bulan ?
4) Peristiwa apakah tersebut ?
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari ( 15 menit )
b. Guru mengadakan Tanya jawab tentang jalanya demonstrasi ( 35 menit )
1) Kapan gerhana bulan terjadi ?
2) Bagaimana proses terjadinya gerhana bulan ?
3) Ada beberapa macam gerhana bulan ?
4) Apa yang dimaksud dengan bayangan umbra dan penumbra ?
5) Kapan gerhana matahari terjadi ?
6) Bagaimana proses terjadinya ?
7) Sebutkan macam gerhana matahari ?
3. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang gerhana
bulan dan matahari.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
c. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema gerhana
bulan.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Model gerhana
2. Buku Sains Kelas VI Penerbit Anela Ilmu hal. 107-108.

G. Evaluasi
1. Prosedur
a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
b. Soal tes formatif.

Lembar pengamatan
Keaktifan
No.

Nama Anak

Bertanya

Menjawab

Memberi
Tanggapan

Soal tes formatif


Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Bilamana terjadi gerhana bulan ?
2. Jelaskan pengertian gerhana bulan total !
3. Apakah arti gerhana matahari ?
4. Tulislah perbedaan gerhana bulan dan matahari !
5. Gambarkan skema gerhana matahari !

Lumbir, 15 Maret 2008


Mengetahui :

Peneliti,

Supervisor

Teguh Yuwono
NIM

Lampiran 2
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KEDUA
Mata Pelajaran

: Sains ( IPA )

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan beberapa interaksi antara bumi dengan benda langit ( matahari dan
bulan )
B. Hasil Belajar
Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan matahari
C. Indikator
Menggambarkan terjadinya gerhana bulan dan matahari
Mengenali beberapa bentuk gerhana matahari dan bulan menggunakan model atau
charta.
D. Tujuan Perbaikan
1. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
E. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a. Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U.
b.

Melakukan Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi

1) Gerakan apa saja yang dilakukan oleh bumi ?


2) Apakah nama satelit bumu itu?
3) Dapatkah cahaya matahari yang ke bumi terhalang oleh bulan ?
4) Peristiwa apakah tersebut ?
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
2. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di tengah
tengah anak disertai Tanya jawab ( 15 menit )
b. Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara berkelompok ( 20
menit ).
c. Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara klasikal ( 15
menit )
3. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang gerhana
bulan dan matahari.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
c. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema gerhana
bulan.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Model gerhana
2. Buku Sains Kelas VI Penerbit Anela Ilmu hal. 107-108.
G. Evaluasi
1. Prosedur

a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
d. Soal tes formatif.

Soal tes formatif


Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari ?
2. Sebut dan jelaskan macam gerhana bulan !
3. Apakah arti gerhana bulan ?
4. Tulislah perbedaan gerhana bulan dan matahari !
5. Gambarkan skema gerhana bulan !

Lumbir, 15 Maret 2008


Mengetahui :

Peneliti,

Supervisor

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 3
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KETIGA
Mata Pelajaran

: Sains ( IPA )

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar
Mendeskripsikan beberapa interaksi antara bumi dengan benda langit ( matahari dan
bulan )
B. Hasil Belajar
Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan matahari
C. Indikator
Menggambarkan terjadinya gerhana bulan dan matahari
Mengenali beberapa bentuk gerhana matahari dan bulan menggunakan model atau
charta.
D. Tujuan Perbaikan
1. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
E. Langkah Pembelajaran
2. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a. Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U.
b.

Melakukan Tanya jawab tentang rotasi dan revolusi bumi

1) Gerakan apa saja yang dilakukan oleh bumi ?


2) Apakah nama satelit bumu itu?
3) Dapatkah cahaya matahari yang ke bumi terhalang oleh bulan ?
4) Peristiwa apakah tersebut ?
c. Menyampaikan tujuan pembelajaran
3. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di tengah
tengah anak disertai Tanya jawab ( 15 menit )
b. Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara berkelompok ( 20
menit ).
c. Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara klasikal ( 15
menit )
4. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang gerhana
bulan dan matahari.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
c. Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema gerhana
bulan.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Model gerhana
2. Buku Sains Kelas VI Penerbit Anela Ilmu hal. 107-108.
G. Evaluasi
1. Prosedur

a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
d. Soal tes formatif.

Soal tes formatif


Jawablah pertanyaan pertanyaan di bawah ini dengan benar !
1. Bilamana terjadi gerhana matahari ?
2. Jelaskan pengertian gerhana bulan total !
3. Apakah arti gerhana matahari ?
4. Tulislah perbedaan gerhana bulan dan matahari !
5. Gambarkan skema gerhana matahari !

Lumbir, 15 Maret 2008


Mengetahui :

Peneliti,

Supervisor

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 4
LEMBAR KERJA SISWA

Gerhana Bulan dan Matahari


Bumi selalu mengellingi matahari. Disamping itu bumi juga selalu dikelilingi
bulan. Pada bulan purnama , bumi berada diantara bulan dan matahari. Gerhana bulan
terjadi apabila matahri, bumi , dan bulan terletak segaris. Keadaan ini menunjukan bahwa
gerhana bulan hanya mungkin pada saat bulan purnama. Pda saat gerhana, permukaan
bulan yang terang sedikit demi sedikit memasuki bayangan bumi sehingga tertutup.
Karena matahari lebih besar dari bumi, maka ada dua macam bayangan bumi,
yaitu bayangan inti ( umbra ) dan bayangan baur ( penumbra ).
Gerhana matahari terjadi karena sinar matahari pada siang hari terhalang oleh
bulan sehingga beberapa saat sinar matahari tertutup dan tidak tampak dari bumi.
Gerhana matahari terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi terletak satu garis lurus.
Amati gambar model gerhana di bawah ini dan lakukan percobaan tersebut
dengan menggunakan model gerhana yang ada di sekolahmu !

Jawablah !
1. Kapan gerhana bulai itu terjadi ?
2. Apa yang menyebabkan gerhana bulan dapat terjadi ?
3. Gambarkan skema gerhana bulan !
4. Bagaimana proses terjadinya gerhana matahari ?

5. Gambarkan skemanya !
Lampiran 4
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: TEGUH YUWONO

NIM

: 814267192

UPBJJ UT

: PURWOKERTO

Menyatakan bahwa :
Nama

: HARTONO, S. Pd.

Tempat Mengajar

: SD Negeri 4 Lumbir

Guru Kelas

: III ( tiga )

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran
yang menjadi tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional ( PGSD 4412 )
pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPBJJ UT.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Lumbir, 15 Maret 2008


Teman Sejawat

Yang menyatakan
Mahasiswa

Hartono, S. Pd.

Teguh Yuwono

NIP. 131323678

NIM 8142267192

Lampiran 5

LEMBAR OBSERVASI TERHSDSP SISWA

Mata Pelajaran

: Sains (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas

: VI (Enam)

Hari/Tanggal

: Kamis,

Fokus Observasi:

: Keaktifan siswa dalam pembelajaran

Kemunculan Tiap Siklus


No

Aspek Yang Diamati

Siklus I
Ada

Siswa membawa buku sumber

Siswa membawa alat pelajaran

Siswa aktif bertanya

Siswa aktif merespon pertanyaan guru

Siswa aktif menanggapi jawaban teman

Siswa aktif mencatat penjelasan guru

7
8

Siswa konsentrasi dalam mengikuti


pelajaran
Siswa aktif mengerjakan tugas

Catatan :
Siklus I keaktifan siswa hanya 50%
Siklus II keaktifan siswa mencapai 75%
Siklus III keaktifan siswa mencapai 100%

Tdk
ada

Siklus II
Ada

Tdk
ada

Siklus III
Ada

Tdk
ada

Lampiran 6

LEMBAR OBSERVASI TERHADAP GURU

Mata Pelajaran

: Sains (Ilmu Pengetahuan Alam)

Kelas

: VI (Enam)

Hari/Tanggal

: Kamis,

Fokus Observasi

: -

Persiapan Mengajar

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Evaluasi

Kegiatan Akhir

Kemunculan Tiap Siklus


No

Aspek Yang Diamati

Siklus I
Ada

Persiapan Mengajar

Menyiapkan tujuan perbaikan

Menyediakan alat Bantu dan sumber belajar

Menyediakan lembar kerja siswa

Menyiapkan lembar evaluasi siswa

Kegiatan Pembelajaran

Menyampaikan tujuan pembelajaran

Memberikan apersepsi

Memberikan motivasi

Menggunakan metode yang tepat

Menggunakan alat peraga yang sesuai

Melaksanakan keg. pembelajaran klasikal

Melaksanakan keg. pembelajaran kelompok

Tdk
ada

Siklus II
Ada

Tdk
ada

Siklus III
Ada

Tdk
ada

Melaksanakan keg. pembelajaran individual

Memberikan petunjuk atau penjelasan yang


berkaitan dengan isi pembelajaran

10

Memberikan contoh yang bervariasi

11

Memberikan motivasi siswa untuk bertanya atau


menyampaikan pendapat

12

Membantu siswa menyadari kelemahan

13

Memicu siswa untuk aktif belajar

14

Menunjukan sifat ramah, luwes, tebuka

15

Membantu menyimpulkan atau meluruskan


penyerapan konsep baru yang dipelajari

Kegiatan Evaluasi

Memberikan tes awal

Melakukan evaluasi proses

Melakukan evaluasi akhir

Menganalisis hasil evaluasi

Memberikan bimbingan/penjelasan kepada siswa


dalam mengerjakan soal

Kegiatan Akhir

Memberikan tindak lanjut dalam bentuk PR atau


tugas rumah

Menyampaikan persiapan yang harus dilakukan


siswa untuk pembelajaran berikutnya

PENINGKATAN MINAT DAN PEMAHAMAN SISWA


TERHADAP BENUA AUSTRALIA
MELALUI ALAT PERAGA PETA TEMATIK
DI KELAS VI SD NEGERI 4 LUMBIR

Disusun dan Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat Tugas Akhir


dalam Mata Kuliah Pemantapan Kemampuan Professional (PGSD)
Program S1 PGSD FKIP Universitas Terbuka

Oleh :
TEGUH YUWONO
NIM

UNIVERSITAS TERBUKA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIT PROGRAM BELAJAR JARAK JAUH PURWOKERTO
2008

HALAMAN PENGESAHAN
LAPORAN HASIL PERBAIKAN PEMBELAJARAN

Laporan ini disusun dan diajukan sebagai salah satu syarat tugas akhir program S1
PGSD Universitas Terbuka.
Nama

: TEGUH YUWONO

NIM

Program Studi

: S1 PGSD

Tempat Mengajar

: Sekolah Dasar Negeri 4 Lumbir

Jumlah Pembelajaran : 3 (tiga) siklus tindakan pembelajaran IPA


Tempat dan Tanggal Pelaksanaan

: Kelas VI, tanggal2008

Masalah yang merupakan focus perbaikan :


1. Rendahnya minat belajar siswa
2. Rendahnya Kemampuan siswa membaca peta
3. Rendahnya penguasaan materi oleh siswa.

Lumbir, 14 Juni 2008


Menyetujui
Supervisor

Mahasiswa

Dra. M. SRI SUKARTI

TEGUH YUWONO

NIP.131288161

NIM

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ..
HALAMAN PENGESAHAN
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI ..
DAFTAR TABEL ..
DAFTAR GAMBAR .
DAFTAR LAMPIRAN ..

Halaman
i
ii
iii
v
vi
vii
viii

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..
B. Tujuan dan Manfaat Penelitian
C. Proses Penulisan Laporan
D. Gambaran Umum Isi Laporan .

1
1
2
3
3

BAB II

PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Identifikasi Masalah .
B. Analisis dan Perumusan Masalah .
C. Variabel yang Diteliti
D. Rencana Perbaikan Pembelajaran .....

4
4
5
5
6

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Tempat dan Waktu Pelaksanaan ..

14
14

B. Prosedur Pelaksanaan ...


C. Hal-hal Unik Yang Terjadi ...

14
25

BAB IV

TEMUAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH . ..


A. Hasil Pengolahan Data ..
B. Deskripsi Temuan dan Refleksi .
C. Pembahasan

26
26
29
30

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT .


A. Kesimpulan
B. Saran dan Tindak Lanjut

32
32
32

DAFTAR PUSTAKA ..
LAMPIRAN-LAMPIRAN ..

34
35

DAFTAR TABEL

Tabel

Halaman

4.1 Hasil Tes Formatif Mata Pelajaran IPS

27

4.2 Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Tiap-tiap Siklus...

29

Vi

DAFTAR GAMBAR

Gambar

Halaman

3.1 Proses Pengkajian Penelitian Tindakan Kelas ..

15

3.2 Diagram Siklus Penelitian Tindakan Kelas ..

16

4.1 Persentase Ketuntasan Belajar ..

35

Vii
DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran

Halaman

1. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 1 .

35

2. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 2 .

39

3. Rencana Perbaikan Pembelajaran Siklus 3 .

43

4. Surat Pernyataan Observer .

46

5. Lembar Observasi Siswa

47

6. Lembar Observasi Guru .

48

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Berdasarkan pengalaman dan pendapat dari kalangan guru, mata pelajaran Ilmu
Pengetahuan Sosial Sekolah Dasar merupakan mata pelajaran yang dianggap sulit
oleh siswa. Kenyataannya memang demikian, jika dilihat dari evaluai 5 (lima) mata
pelajaran yang diujikan (PPKn, Bahasa Indonesia, IPA, IPS, dan Matematika) IPS
menempati urutan keempat. Mengapa demikian?
Bila ditelaah lebih lanjut, IPS SD khususnya kelas VI merupakan mata pelajaran
yang mempunyai cakupan materi yang luas, yakni meliputi : Geografi, Ekonomi,
Kependudukan dan Sejarah. Materi geografi mencakup dalam negeri dan dunia
termasuk didalamnya pengetahuan tentang peta, sedangkan materi sejarah dimulai
dari jaman kerajaan, penjajahan, kemerdekaan sampai jaman pembangunan sekarang
ini.
Melihat hal demikian, dikarenakan alokasi waktu alokasiwaktu yang dirasa
kurang mencukupi akhirnya penulis sebagai guru kelas VI didalam kegiatan
pembelajaran IPS menggunakan metode pembelajaran yang lazim digunakan untuk
mengatasi masalah tersebutyaitu metode ceramah dan Tanya jawab.
Di sisi lain hal tersebut mengakibatkan siswa merasa cepat bosan, kurang
bergairah, dan tidak menyenangkan. Guru hanya memusatkan ranah kognitif saja,
sedangkan ranah afektif dan psikomotor terabaikan. Hal ini penulis sadari setelah
melihat hasil evaluasi pembelajaran IPS kelas VI tentang Benua Australia. Dari 25
siswa hanya ada 5 siswa yang berhasil mencapai tingkat penguasaan materi diatas
70%.

Berdasar temuan diatas, peneliti mencoba untuk merenung, merefleksi diri, dan
mencoba mengidentifikasi masalah apa yang menjadi penyebab ketidak berhasilan
pembelajaran IPS, khususnya topic Benua Australia. Kemudian mencoba mencari
jalan keluar untuk mengatasi permasalahan tersebut. Bila didiamkan saja, bukan tidak
mungkin akan terjadi penurunan kualitas pembelajaran IPS pada khususnya dan dapat
bearimbas pada turunnya mutu pendidikan. Mencermati keadaan tersebut, peneliti
melakukan upaya perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas.

B. Tujuan dan Manfaat Penelitian


Adapun tujuan penelitian ini adalah :
1. Untuk meningkatkan pemahaman siswa (prestasi belajar) terhadap materi Benua
Australia dengam alat peraga yang tepat.
2. Untuk memperbaiki pembelajaran yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga
hasil belajar siswa dan minat belajar siswa meningkat.

Diharapkan dari penelitian ini dapat memberi manfaat antara lain :


1. Dapat membantu guru memperbaiki kinerjanya, berkembang secara professional,
dan dapat meningkatakan rasa percaya diri.
2. Dapat meningkatkan motivasi, proses, dan hasil belajar siswa serta menumbuhkan
sikap kritis terhadap hasil belajarnya.
3. Membantu sekolah untuk berkembang karena adanya peningkatan kemampuan
pada diri guru dan pendidikan di sekolah.

C. Proses Penulisan Laporan dan Jumlah Siklus Perbaikan


Laporan penelitian ini disusun berdasarkan catatan yang dibuat peneliti ketika
merancang kegiatan perbaikan, serta selama pelaksanaan, observasi, refleksi, studi
literature (libtari research) dan diskusi bersama supervisor, kepala sekolah dan teman
sejawat.
Pelaksanaan perbaikan dalam pembelajaran IPS tentang Benua Australia
dilakukan dalam tiga siklus pembelajaran. Masing-masing siklus terdiri dari tahap
perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan (observasi), dan tahap refleksi.

D. Gambaran Umum Isi Laporan


Laporan ini disusun dengan sistematika sebagai berikut :
Bab I

: Pendahuluan

Bab II

: Perencanaan Perbaikan Pembelajaran

Bab III

: Pelaksanaan Perbaikan Prembelajaran

Bab IV

: Temuan Hasil Tindakan Perbaikan

Bab V

: Kesimpulan dan Saran Tindak Lanjut


Daftar Pustaka
Lampiran-lampiran

BAB II
PERENCANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

A. Identifikasi Masalah
Dalam pembelajaran mata pelajaran IPS di kelas VI SD Negeri 4 Lumbir,
dengan sub pokok bahasan Benua Australia, peneliti menjalankan tugas sebagaimana
mestinya guru mengajar. Akan tetapi, pada studi pendahuluan dari tes formatif hanya
ada 10 orang dari 22 siswa yang mencapai ketuntasan belajar (mencapai tingkat
penguasaan materi di atas 70%).
Dalam proses pembelajaran siswa kurang memperhatikan penjelasan-penjelasan
guru. Hal ini dapat dilihat dari sikap siswa pada saat KBM berlangsung. Ada beberapa
siswa yang bersendagurau dengan beberapa temannya, dibeberapa anak lain ada yang
asik menulis tapi tidak ada hubungannya dengan materi pembelajaran. Beberapa
pertanyaan guru dan perintah kepada anak untuk maju tidak direspon baik oleh anak.
Berdasaar hal tersebut diatas, peneliti meminta bantuan kepada sekolah dan
supervisor untuk mengidentifikasi permasalahan yang timbul dalam kegiatan
pembelajaran. Dari hasil diskusi ditemukan beberapa masalah sebagai berikut :
1. Motivasi belajar siswa terhadap pelajaran IPS sangat rendah
2. Siswa kurang dapat membaca/memahami peta Benua Australia.
3. Siswa tidak dapat menguasai dengan baik materi pembelajaran yang diajarkan.

B. Analisis dan Perumusan Masalah


Setelah peneliti

merefleksi diri, mengkaji literature, dan mendiskusikannya

dengan supervisor maka dapat diketahui tentang kemungkinan faktor penyebab


motivasi belajar siswa yang rendah dan tidak dapat menguasai materi pelajaran
dengan baik antara lain sebagai berikut : Metode pembelajaran yang tidak tepat.
1. Penjelasan terlalu abstrak tidak menggunakan alat peraga.
2. Guru tidak mampu mengembangkan model dialog yang efektif, aktif, dan kreatif.
3. Kurangnya perhatian siswa saat pembelajaran berlangsung.
4. Guru tidak melibatkan siswa secara aktif dalam proses pembelajaran.
5. Guru belum menguasai betul terhadap materi sehingga dalam mengajar selalu
melihat buku.
Berdasar hal tersebut maka dapat dirumuskan masalahnya menjadi fokus
perbaikan pembelajaran yaitu Bagaimana upaya meningkatkan minat dan
pemahaman siswa terhadap Benua Australia melalui penggunaan alat peraga
yang tepat ?

C. Variabel Yang Diteliti


Dalam memecahkan permasalahan pembelajaran tersebut,penulis meneliti 3
(tiga) buah variable, yaitu :
1. Faktor input
a. Tingkat kemampuan siswa kelas VI SDN 4 Lumbir dalam menyerap dan
menerima pelajaran
b. Rencana pembelajaran yang dibuat guru

c. Kesesuaian bahan ajar dengan pokok bahasan


d. Kesesuaian alat peraga yang digunakan
2. Faktor proses
Meliputi proses pembelajaran, metode, dan kegiatan kelompok
3. Faktor autput
Meliputi nilai hasil ulangan, tingkat kedisiplinan siswa, dan motivasi belajar
siswa.

D. Rencana Perbaikan
1.Kerangka Teoritik dan Hipotesis Tindakan
Alat peraga pembelajaran adalah alat alat yang digunakan guru dalam
pembelajaran yang bertujuan untuk memperjelas materi pelajaran dan mencegah
terjadinya verbalisme pada siswa. Pembelajaran tanpa alat menggunakan alat peraga
akan membuat siswa cepat bosan dan tidak bergairah dalam mengikuti pelajaran.
Sebalknya pembelajaran yang menggunakan alat peraga akan membuat siswa
gembira dalam belajar karena mereka merasa tertarik dan lebih mengerti apa yang
sedang dipelajarinya (Moh. Uzer Usman,2002:31).
Ditinjau dari fungsinya,alat peraga memiliki beberapa fungsi diantaranya :
a. Memberikan motivasi belajar
b. Memberikan variasi dalam pembelajaran
c. Mempengaruhi daya abstraksi
d. Memperkenalkan, memperbaiki, meningkatkan pengertian konsep dan fakta.

Hasil belajara akan lebih bermakna bila prosesnya menyenangkan peserta


didik dan terjadi penguatan atau reinforcement (William C Crain, 1980:29). Anak
usia SD memiliki karakter senang bermain, senang bergerak, senang belajar/bekerja
dalam kelompok dan senang melakukan atau memperagakan secara langsung.
Dengan mempertimbangan dan merujuk kepada beberapa pendapat pakar di
atas, maka penulis menyusun hipotesis tindakan sebagai berikut :
a. Pembelajaran dengan menggunakan alat peraga yang menarik akan dapat
meningkatkan minat belajar siswa
b. Peningkatan minat belajar siswa akan berkolerasi positif dengan
peningkatan hasil belajar

2..Analisis Kelayakan Hipotesis


Untuk mengetahui apakah mungkin rencana tindakan tersebut dapat
dilaksanakan, peneliti mencoba melakukan analisis kelayakan hipotesis terhadap hal
hal sebagai berikut :
a. kemanpuan dan komitmen peneliti sebagai peneliti
b. kemanpuan dan kondisi fisik siswa
c. ketersediaan sarana / fasilitas yang dipergunakan
d. alokasi dan estimasi waktu
e. iklim belajar dan bekerja di sekolah
Setelah melalui pertimbang dan konsultasi dengan kepala sekolah, peneliti
mengambil keputusan, hipotesis yang diajukan layak diteliti.

3.Indikator dan Kriteria Keberhasilan


Indikator yang dipakai untuk mengukur peningkatan pemahaman belajar siswa
adalan ketuntasan siswa dalam mempelajari materi. Sedangkan indikator untuk
mengukur peningkatan minat belajar siswa adalah keterlibatan siswa secara aktif
dalam proses pembelajaran dan penemuan informasi.
Kriteria untuk mengukur tingkat keberhasilan upaya perbaikan pembelajaran
adalah sebagai berikut :
a. Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan hasil belajar siswa) dinyatakan
berhasil jika 75% dari jumlah siswa tuntas dalam belajar.
b. Proses perbaikan pembelajaran (peningkatan minat belajar siswa) dinyatakan
barhasil jika 75% dari jumlah siswa terlibat aktif selama proses pembelajaran
dan penemuan informasi berlangsung.

4.Data Teknis Pengumpulan dan Analisis Data


a. Jenis data yang dikumpulkan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data data
tersebut berkaitan dengan data proses belajar mengajar dan hasil belajar.
b. Alat yang digunakan untuk mengumpulkan data tersebut adalah
1) Tes, untuk mengumpulkan data hasil belajar
2) Lembar Observasi
c.

Dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran peneliti dibantu oleh salah


seorang rekan guru untuk mengumpulkan data data observasi.

d. Analisis Data

1) Data tentang refleksi serta perubahan perubahan yang terjadi di dalam


kelas
2) Data tentang keterkaitan antara rencana dengan pelaksanaan didapat dari
rencana pembelajaran dan lembar observasi

5.Rancangan Perbaikan Pembelajaran


Rancangan perbaikan pembelajaran, peneliti susun dalam Rencana Perbaikan
Pembelajaran (RPP dan alat pengumpul data/lembar observasi terlampir).
Rancangan perbaikan untuk tiap tiap siklusnya dapat dirinci sebagai berikut ;
a. Siklus Pertama
Pada siklus ini, peneliti berusaha untuk melakukan perbaikan pembelajaran
dengan alat peraga model gerhana. Dengan alat peraga tersebut peneliti berusaha
menjelaskan tentang Benua Australia.
1) Perencanaan
a) Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran tentang Benua Australia
b) Mempersiapkan alat peraga
c) Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus pertama
2) Pelaksanaan
a) Guru dan siswa melakukan Tanya jawab tentang benua dan peta dunia
b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
c) Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk membaca buku
sumber

d) Guru memberi penjelasan tentang Benua Australia


e) Guru menunjukan pada peta pembagian wilayah, kenampakan alam
Benua Australia
f) Guru melakukan tanya jawab tentang materi pelajaran
g) Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang Benua
Australia
h) Siswa mengejakan soal tes formatif
i) Guru memberikan pekerjaan rumah berupa soal latihan

3) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melakukan
kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.
4) Refleksi
Perbaikan

pembelajaran

pada

siklus

pertama

kemungkinan

belum

mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, maka proses


perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya perlu diperbaiki lagi dalam
penggunaan alat peraga dan perlu lembar kerja untuk kegiatan kerja
kelompok.

b. Siklus Kedua
Pada siklus ini, peneliti menggunakan alat peraga peta tematik dala
melakukan perbaikan pembelajaran, peneliti menggunakan lembar kerja untuk
lebih mengaktifkan siswa dalam pembelajaran.
1) Perencanaan
a) Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran tentang Benua Australia.
b) Mempersiapkan alat peraga dan lembar kerja kelompok.
c) Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus kedua.

2) Pelaksanaan
a) Guru dan siswa melakukan tanya jawab tentang benua dan peta dunia

b) Guru menyampaikan tujuan pembelajaran


c) Guru memberi penjelasan tentang Benua Australia
d) Guru menunjukan pada peta penbagian wilayah, kenampakan alam
Benua Australia
e) Siswa bergantian menunjukan kota, batas benua, dan kenampakan alam
lainnya.
f) Guru memberikan lembar kerja untuk dikerjakan secara berkelompok
g) Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang Benua
Australia
h) Siswa mengerjakan tes formatif
i) Guru memberikan pekerjaan rumah berupa soal latihan
3) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melaksanakan
kegiatan belajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.
4) Refleksi
Perbaikan

pembelajaran

pada

siklus

kedua

kemungkinan

belum

mendapatkan hasil yang sesuai dengan yang diharapkan, maka proses


perbaikan pembelajaran pada siklus berikutnya perlu diperbaiki lagi. Peneliti
menambahkan alat peraga selain peta yaitu puzzle peta (peta yang terpotong
potong yang dapat disatukan lagi).
c. Siklus Ketiga

Pada siklus ketiga ini, selain adanya pengaturan tempat duduk anak dan
demonstrasi yang dilakukan guru, anak juga dilibatkan dalam pelaksanaan
demonstrasi. Jadi anak diberi kesmpatan untuk melakukan sendiri demonstrasi
tentang terjadinya gerhana bulan dan matahari. Selain itu anak juga mendapat
bimbingan dlam melaksanakan kerja kelompok.
5) Perencanaan
j) Peneliti

dengan

observer

berkolaborasi membuat rencana


perbaikan pembelajaran tentang
gerhana

bulan

dan

matahari

dengan menggunakan alat peraga.


k) Mempersiapkan alat peraga

l) Mempersiapkan

lembar

kerja

siswa.
m) Mempersiapkan lembar evaluasi
untuk akhir tindakan siklus ketiga
6) Pelaksanaan
n) Guru mengatur tempat duduk
anak menjadi model u
o) Guru

melakukan

apersepsi

(Tanya jawab tentang rotasi dan


revolusi bumi)

p) Menyanpaikan

tujuan

pembelajaran
q) Guru

mendemontrasikan

terjadinya gerhana bulan dan


matahari di tengah tengah anak
disertai Tanya jawab
r) Secara

bergantian

masing

masing

kelompok

mendemonstrasikan

terjadinya

gerhana bulan dan matahari di


tengah tengah.
s) Guru

membagi

lembar

kerja

untuk dikerjakan siswa secara


berkelompok
t) Siswa melaporkan hasil kerja
kelompok

dan

didiskusikan

secara klasikal
u) Siswa bersama sama guru
membuat
tentang

rangkuman
gerhana

materi

bulan

dan

matahari.
v) Siswa

mengerjakan

formatif.

soal

tes

w) Guru

memberikan

pekerjaan

rumah untuk membuat model


gerhana dari tanah liat.
7) Observasi
Observasi dilakukan oleh peneliti dan observer pada saat melaksanakan
kegiatan belajar dengan menggunakan lembar observasi yang telah
dipersiapkan.

8) Refleksi
Setelah melalui tiga siklus perbaikan pembelajaran, diharapkan pada siklus
ketiga ini keberhasilan perbaikan pembelajaran sudah tercapai dan hasil
belajar siswa sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan.

BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN
D. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
3. Tempat Pelaksanaan Penelitian
Nama Sekolah

Alamat

Kecamatan

Kabupaten

Propinsi

Kelas yang dijadikan obyek penelitian :


Kelas

: VI (Enam)

Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara bumi


dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil Belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


matahari

4. Waktu Pelaksanaan
Siklus pertama dilaksanakan pada tanggal 15 Maret 2007
Siklus kedua dilaksanakan pada tanggal 22 Maret 2007
Siklus

ketiga

dilaksanakan

pada

tanggal

29

Maret

2007

E. Prosedur Pelaksanaan
5. Prosedur PTK
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan melalui beberapa tahapan,
yaitu : Meencanakan (Planning), Melakukan Tindakan (Acting), Mengamati
(Observing), Melakukan Refeksi (Reflecting).
Hasil refleksi terhadap tindakan yang dilakukan akan digunakan kembali
untuk merevisi jika ternyata tindakan yang dilakukan belum berhasl memecahkan
masalah, seperti tampak pada gambar di bawah ini :

IDE
AWAL

Studi Pendahuluan
4. Wawancara dengan semua
5. Tes diagnostic
6. Analisis dokumen

Simpulan

Berhasil

Belum

Tindakan Siklus I
6. Perencanaan Perbaikan
7. Pelaksanaan Perbaikan
8. Observasi
9. Diskusi dengan Pengamat
10. Refleksi Siklus I

Revisi

Persiapan Penelitian
5. Penyamaan Konsep,
metode,. Contoh, dan
latihan antara peneliti dan
pengamat
6. Penyusunan lembar
observasi
7. Penyusunan format
wawancara
8. Penyusunan Tes

Simpulan
Berhasil

Tindakan Siklus I
6. Perencanaan Perbaikan
7. Pelaksanaan Perbaikan
8. Observasi
9. Diskusi dengan Pengamat
10. Refleksi Siklus I

Belum

Revisi

Tindakan Siklus ke-n


6. Perencanaan Perbaikan
7. Pelaksanaan Perbaikan
8. Observasi
9. Diskusi dengan Pengamat
10. Refleksi Siklus ke-n

Gambar 3.2 Diagram Siklus Penelitian Tindakan Kelas

6. Informasi Tentang Observer


Prosedur pelaksanaan PTK dilaksanakan dalam tiga siklus perbaikan. Dalam
pelaksanaannya peneliti dibantu oleh :
Nama

Pekerjaan

: Guru Kelas

Tugas

: Mengobservasi kegiatan perbaikan pembelajaran

7. Prosedur Umum Pembelajaran


c. Prosedur Umum Pembelajaran sebelum Perbaikan Pembelajaran
Gagne dan Briggs (dalam Situmorang dkk. 2004:6.3) menyebutkan
prosedur umum pembelajaran ada sembilan urutan kegiatan pembelajaran
yaitu :
1) Memberikan motivasi atau menarik perhatian
2) Menjelaskan tujuan pembelajaran kepada peserta didik
3) Mengingatkan kompetensi prasarat
4) Memberikan stimulus (masalah, topic, konsep)
5) Memberi petunjuk belajar
6) Menimbulkan penampilan peserta didik
7) Memberi umpan balik
8) Menilai penampilan
9) Menyimpulkan

Sesuai dengan pendapat pakar tersebut maka prosedur umum


pembelajaran dapat diuraikan dalam kegiatan pembelajaran sebagai berikut :

5) Pra Kegiatan
e) Menciptakan kondisi mendidik
f) Menciptakan kesiapan belajar
g) Menciptakan suasana belajar demokratis
h) Mengajukan pertanyaan yang berhubungan dengan materi sebelumnya
6) Kegiatan Awal
a) Memberikan komentar atas jawaban yang diberikan siswa dalam
kegiatan pembelajaran
b) Membangkitkan motivasi dan perhatian siswa dalam kegiatan
pembelajaran
7) Kegiatan Inti
a) Menyampaikan tujuan pembelajaran khusus kepada siswa
b) Menyampaikan alternative kegiatan yang akan ditempuh
c) Membahas materi pelajaran atau menyampaikan materi pembelajaran
d) Melaksanakan penilaian proses di sela sela penyampaian pelajaran
8) Pasca Kegiatan
a) Melaksanakan umpan balik
b) Menyimpulkan materi pelajaran yang telah disampaikan
c) Melaksanakan panilaian hasil
d) Melaksanakan kegiatan tindak lanjut pembelajaran
e) Mengemukakan tentang topik yang akan dibahas pada waktu yang akan
dating
f) Menutup kegiatan pembelajaran

d. Prosedur Umum Pembelajaran dalam Perbaikan Pembelajaran


Prosedur umum perbaikan pembelajaran menggunakan langkah
langkah sebagai berikut :
1) Mengidentifikasi masalah, menganalisis dan merumuskan masalah, dan
merumuskan hipotesis.
2) Merumuskan cara pemecahan tindakan perbaikan
3) Merancang skenario tindakan perbaikan yang dikemas dalam Rencana
Perbaikan Pembelajaran (RPP)
4) Mendiskusikan aspek aspek yang diamati dengan teman sejawat yang
ditugasi sebagai pengamat (observer)
5) Melakukan pembelajaran sesuai dengan skenario yang telah dirancang dan
diamati oleh teman sejawat (observer)
6) Mendiskusikan hasil pengamatan dengan teman sejawat (observer)
7) Melakukan

refleksi

terhadap

kegiatan

pembelajaran

yang

telah

dilaksanakan.
8) Konsultasi dengan supervisor
9) Merancang tindak lanjut
8. Prosedur Khusus Perbaikan Pembelajaran
d. Siklus Pertama
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara


Bumi dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan

Matahari.
Hari/tanggal

: Kamis, 15 Maret 2008

Tujuan perbaikan pembelajaran :


a. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan keseluruh
kelas.
b. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
1). Perencanaan
Peneliti berkolaborasi dengan observer (teman sejawat) untuk :
a). Membuat rencana perbaikan pembelajaran sub pokok bahasan gerhana
matahari dan bulan;
b). Mempersiapkan alat peraga replika gerhana;
c). Mempersiapkan lembar kerja siswa;
d). Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus pertama.
2). Pelaksanaan
h). Melakukan tanya jawab tentang rotasi dan evolusi bumi;
i). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
j). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari
dengan alat peraga model gerhana;
k). Guru mengadakan tanya jawab tentang materi dan jalanya demonstrasi;
l). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari;
m). Siswa mengerjakan soal test formatif;

n). Guru memberikan pekerjaan rumah untuk membuat gambar skema


gerhana bulan.
3). Observasi
Observer menyarankan peneliti agar dalam siklus berikutnya melakukan
demonstrasi di tengah tempat duduk siswa sehingga semua siswa dapat
melihat demonstrasi tersebut dengan baik.
4). Refleksi
berdasar hasil test formatif ternyata dari 25 siswa, 13 anak diantaranya
belum mencapai ketuntasan dalam belajar. Dengan demikian dapat
disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran siklus pertama belum berhasil.
Setelah peneliti melakukan diskusi dengan observer tentang hasil observasi
dan wawancara maka pada siklus berikutnya perlu diperbaiki lagi dalam
penggunaan alat peraga dan pengaturan tempat duduk.
e. Siklus Kedua
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripsikan beberapa interaksi antara


Bumi dengan benda langit (matahari dan bulan)

Hasil belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


Matahari.

Hari/tanggal

: Kamis, 22 Maret 2008

Tujuan perbaikan pembelajaran :


c). Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan keseluruh
kelas.

d). Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.

1) Perencanaan
Peneliti

dengan observer berkolaborasi

membuat rencana perbaikan

pembelajaran tentang gerhana bulan dan matahari dengan menggunakan alat


peraga;
a). Mempersiapkan lembar kerja siswa dan alat perga model gerhana;
b). Mempersiapkan lembar evaluasi untuk akhir tindakan siklus kedua.
2) Pelaksanaan
a). Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U;
b). Guru melakukan apersepsi ( tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi );
c). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
d). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak diserta tanya jawab;
e). Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara
berkelompok ( LKS terlampir );
f). Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara
klasikal;
g). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari;
h). Siswa mengerjakan soal tes formatif;
i). Guru memberikan pekerjaan rumah membuat skema gerhana matahari

3) Observasi
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan observer, peneliti disarankan
oleh observer untuk melibatkan siswa dalam melakukan demonstrasi alat
peraga model gerhana pada siklus perbaikan pembelajaran berikutnya.
4) Refleksi
Sesuai saran dari observer maka penaliti pada siklus berikutnya akan
melibatkan siswa untuk ikut serta dalam melakukan demonstrasi serta
bimbingan terhadap kelompok atau individu anak yang mengalami
kesulitan.
f. Siklus Ketiga
Mata Pelajaran

: Sains

Kompetensi Dasar

: Mendeskripskan beberapa interaksi antara


bumi dengan benda langit (matahari dan
bulan)

Hasil Belajar

: Menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan


matahari

Hari/Tanggal

: Kamis, 29 Maret 2007

Tujuan Perbaikan Pembelajaran :


c. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas
d. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat

5) Perencanaan
a). Peneliti dengan observer berkolaborasi membuat rencana perbaikan
pembelajaran

tentang

gerhana

bulan

dan

matahari

dengan

menggunakan alat peraga.


b). Mempersiapkan alat peraga.
c). Mempersiapkan lembar kerja siswa.
d). Mempersiapkan lembar evaluasi

6) Pelaksanaan
a). Guru mengatur tempat duduk anak menjadi model U;
b). Guru melakukan apersepsi ( tanya jawab tentang rotasi dan revolusi
bumi );
c). Menyampaikan tujuan pembelajaran;
d). Guru mendemonstrasikan terjadinya gerhana bulan dan matahari di
tengah tengah anak diserta tanya jawab;
e). Guru membagi lembar kerja untuk dikerjakan siswa secara
berkelompok
f). Siswa melaporkan hasil kerja kelompok dan didiskusikan secara
klasikal
g). Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang
gerhana bulan dan matahari
h). Siswa mengerjakan soal tes formatif

7) Observasi
Pada siklus ketiga observer mempunyai kesimpulan bahwa hasil perbaikan
pembelajaran sudah maksimal, sehingga penggunaan metode dan alat
peraga sudah tepat dan baik.
8) Refleksi
Berdasarkan hasil tes formatif ternyata dari 25 siswa, 24 sudah dapat
mencapai ketuntasan belajar. Dilihat dari criteria bahwa proses perbaikan
pembelajaran dinyatakan berhasil jika 75 % dari jumlah siswa sudah tuntas
belajar.

Dengan

demikian

dapat

disimpulkan

bahwa

perbaikan

pembelajaran pada siklus ketiga sudah berhasil dan baik, sebab tingkat
pencapaian target ketuntasan telah mencapai 96 %.

F. Hal hal Unik


Hal hal unik yang muncul pada saat pelaksanaan pembelajaran diantaranya,
teriakan salah seorang murid yang membuat kaget dan gaduh seisi kelas. Awas,
akan terjadi gerhana matahari ! Lihat suasananya semakin gelap ! teriak Doni
ketakutan. Kemudian peneliti menjelaskan bahwa keadaan di ruang kelas menjadi
semakin gelap dikarenakan memang saat itu cuaca mendadak mendung sehingga sinar
matahari tiba tiba tertutup oleh awan bukan oleh bayangan bulan yang
menyebabkan terjadinya gerhana matahari. Selain itu kejadian gerhana tidak perlu
ditakuti karena merupakan peristiwa/fenomena alam yang biasa terjadi. Akhirnya
keadaan kelas tenang kembali dan Doni tidak merasa ketakutan lagi.

BAB IV
TEMUAN DAN HASIL YANG DIPEROLEH
A. Hasil Pengolahan Data
Setelah dilakukan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas
ternyata hasil yang diharapkan dapat tercapai. Mata Pelajaran Sains dengan sub pokok
bahasan gerhana bulan dan matahari dapat dikuasai minimal 75 % dari jumlah siswa.
Sisw mengalami peningkatan dalam hasil belajarnya serta selalu aktif dalam kegiatan
pembelajaran dari siklus pertam sampai ketiga :

Table 4.1 Hasil Formatif Mata Pelajaran Sains

Nilai
No.

Nama Siswa

Anita

Tika Wijayanti

Vidiyanto

Sulistiyono

Santi Kusumaningrum

Lia Agustin

Laela Fitriani

Fani Mantonisari

Agung Prasetyo

10

Ervina

11

Aisyah Munawaroh

12

Junianto

Studi Awal

Siklus I

Siklus II

Siklus III

13

Sulastri

14

Saefulloh

15

Sefiyahsari

16

Rianto

Lanjutan Table 4.1 Hasil Tes Formatif Mata Pelajaran Sains Siklus I, II, III
17

Doni

18

Riki Heri M

19

Eliyah

20

Farifi Duha Nuranita

21

Nurhaeni

22

Siti Maesaroh

23

Siti Nurani

24

Sodikin

25

Jaenudin

Dari data di atas dapat dilihat adanya hasil perubahan nilai yang diperoleh
siswa tiap tiap siklus. Perubahan prestasi siswa dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Siswa yang belum tuntas belajar
Pada studi pendahuluan, siswa belum tuntas belajar sebanyak 17 anak dari 25
siswa (68 %)
Pada siklus I siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 12 anak dari 25 siswa
(48 %)
Pada siklus II siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 8 anak dari 25 siswa
(32 %)

Pada siklus III siswa yang belum tuntas belajar sebanyak 1 anak dari 25 siswa (4
%)
2. Siswa yang sudah tuntas belajar
Pada studi awal siswa yang tuntas belajar sebanyak 8 anak dari 25 anak (32 %)
Pada siklus I siswa yang tuntas belajar sebanyak 13 anak dari 25 siswa (52 %)
Pada siklus II siswa yang tuntas belajar sebanyak 17 anak dari 25 siswa (68 %)
Pada siklus III siswa yang tuntas belajar sebanyak 24 anak dari 25 siswa
(96 %)
Tabel 4.2 Rekapitulasi Ketuntasan Belajar Tiap tiap Siklus

No.

Uraian

Siswa Tuntas Belajar

Siswa Belum Tuntas Belajar

Frekuensi

Frekuensi

Studi Awal

32

17

68

Siklus I

13

52

12

48

Siklus II

18

72

28

Siklus III

24

96

Berikut ini penulis tampilkan grafik persentase ketuntasan belajar siswa dari
studi awal sampai dengan perbaikan pembelajaran siklus ketiga.

100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0

Tuntas
Blm Tuntas

Studi
Awal

Siklus I Siklus II Siklus III

Gambar 4.1 Grafik Prosentase Ketuntasan Belajar

B. Deskripsi Temuan dan Refleksi


1. Deskripsi Temuan
Dari data hasil tes formatif siswa pada studi awal sampai siklus III, dapat
terlihat dengan jelas adanya peningkatan penguasaan materi pembelajaran oleh
siswa. Peningkatan penguasaan materi oleh siswa berkorelasi positif terhadap
peningkatan hasil belajar dan ketuntasanya. Berdasarkan temuan data yang
disajikan dalam bentuk tabel maupun grafik, peningkatan ketuntasan belajar siswa
adalah sebagai berikut :
Dari studi awal sampai siklus I mengalami kenaikan 20%;
Dari siklus I sampai siklus II mengalami kenaikan 20%;
Dari siklus II ke siklus III mengalami kenaikan 24%.

Dengan demikian perbaikan pembelajaran melalui PTK dari studi awal


sampai dengan perbaikan pembelajaran siklus ketiga, siswa mengalami
peningkatan ketuntasan sebesar 64%.
2. Refleksi
Tidak semua masalah pendidikan terselesaikan melalui PTK. Beberapa
kekurangan dan keberhasilan perbaikan pembelajaran antara lain :
Subyek Penelitian
Setelah diadakan perbaikan pembelajaran sampai siklus III, ternyata ada 1
siswa yang belum tuntas belajar. Hal ini dikarenakan tingkat kecerdasan siswa
yang rendah.
Alat Pengumpul Data Observer
Alat pengumpul data yang diperlukan sangat terbatas sehingga observer tidak
dapat mencatat semua temuan, kekurangan kekurangan peneliti dan siswa
dalam proses perbaikan pembelajaran. Partisipasi observer perlu ditingkatkan.
C. Pembahasan
Dalam tiga siklus perbaikan pembelajaran menggunakan alat peraga model
gerhana, ketuntasan belajar siswa mengalami peningkatan. Peningkatan ini dapat
dilihat dari ketuntasan belajar siswa dari studi awal 32%. Setelah diadakan perbaikan
pembelajaran melalui PTK dapat meningkat 52% pada siklus I, ketuntasan belajar
siswa meningkat 72% pada siklus II, karena siswa lebih dioptimalkan perannya lewat
kerja kelompok, sedangkan pada siklus III dengan adanya keterlibatan siswa dalam
pemanfaatan alat peraga dan bimbingan individu yang belum tuntas sangat
berpengaruh sekali sehingga peningkatan ketuntasan belajar mencapai 96%.

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN TINDAK LANJUT
C. Kesimpulan
Berdasar hasil analisi data dan hasil temuan dapat ditarik kesimpulan sebagai
berikut :
Penggunaan alat peraga yang sesuai dengan materi pelajaran dan karakteristik
dan perkembangan kognitif siswa SD dalam pembelajaran sains tentang gerhana
bulan dan matahari dapat meningkatkan minat siswa dalam belajar terbukti partisipasi
siswa dalam pembelajaran meningkat. Siswa lebih bergairah dan senang dalam
belajar.
Dengan penggunaan alat peraga model gerhana siswa akan lebih memahami
proses terjadinya gerhana bulan dan matahari dengan jelas sehingga pada akhirnya
dapat pula meningkatkan hasil belajar siswa
D. Saran Dan Tindak Lanjut
1. Saran
Melihat begitu besar manfaat dari penggunaan alat peraga dalam proses
pembelajaran sudah seyogyanya guru untuk selalu menggunakannya dalam setiap
melaksanakan kegiatan pembelajaran.
Agar tidak terjadi kekeliruan dalam penggunaanya serta tepat dan jelas
dalam memperagakannya terlebih dahulu guru harus mempelajari cara pemakaian
alat peraga yang akan digunakan.
2. Tindak Lanjut

Penelitian tindakan kelas merupakan upaya untuk memperbaiki kinerja


guru sehingga prestasi belajar siswa meningkat. Perbaikan pembelajaran
dilaksanakan karena adanya masalah dalam proses kegiatan pembelajaran. Untuk
mengatasi masalah tersebut guru dituntut kreatif dan inovatif dalam menyusun
strategi pembelajaran serta proses pembelajaran sehingga siswa akan lebih mudah
menyerap materi pembelajaran.
Hasil dari penelitian tindakan kelas yang dilakukan oleh seorang guru
dapat dikomunikasikan kepada guru lain dalam lingkup sekolah sendiri maupun
ke sekolah lain melalui forum KKG. Dalam forum tersebut dapat disampaikan
kepada guru mengenai keberhasilan PTK untuk mengatasi masalah pembelajaran
sehingga dapat menjadi acuan bagu guru dalam melaksankan pembelajaran di
kelasnya.

DAFTAR PUSTAKA

Uzer Usman, M. 2002. Fasilitator, Wahana Informasi dan Komunikasi Pendidikan TK


dan SD, Jakarta
Suciati, dkk. Belajar dan Pembelajaran 2, Jakarta: Universitas Terbuka
Wardani, IGAK, Wihardit, K. & Nasution, N. 2002. Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta :
Universitas Terbuka
Ristatsa, R. & Prayitno. 2006. Panduan Penulisan Laporan Perbaikan Pembelajaran
(Penelitian Tindakan Kelas ) Purwokerto : UPBJJ
Haryanto, 2004. Sains untuk Sekolah Dasar, Jakarta : Penerbit Erlangga

Lampiran 1
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KESATU
Mata Pelajaran

: IPS

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar
Memahami kenampakan geografis dunia
B. Hasil Belajar
Kenampakan Geografis Benua Australia
C. Indikator
Menunjukan pada peta nama wilayah dan batasnya
Menggunakan garis lintang pada peta untuk mengidentifikasi secara umum zona
vegetasi ( gurun, hutan, padang rumput ) dan fauna.
D. Tujuan Perbaikan
1. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
A. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a.

Melakukan Tanya jawab tentang benua dan peta dunia


2) Ada berapa macam benua di dunia ini ? sebutkan !
3) Coba tunjukan letak benua-benua tersebut?

4) Indonesia terletak di benua apa ?


5) Benua apa yang membatasi wilayah kita ?
b. Menyampaikan tujuan pembelajaran
5. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru memberikan penjelasan tentang benua australia ( 5 menit )
b. Guru menunjukan pada peta bagian wilayah, kenampakan alam benua
Australia ( 15 menit ).
c. Siswa bergantian menunjukan kota, batas benua, dan kenampakan lainnya ( 5
menit )
d. Siswa bermain puzzle peta bersama masing-masing kelompok ( 10 menit )
e. Siswa mengerjakan lembar kerja bersama kelompok ( 15 menit )
6. Kegiatan Akhir ( 20 menit )
a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang Benua
Australia.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Peta dunia dan Peta Benua Australia
2. Buku Pengetahuan Sosial Kelas VI Penerbit Erlangga.
G. Evaluasi
1. Prosedur
a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
c. Soal tes formatif.
Lembar Pengamatan
No

Nama Anak

Keaktifan
Bertanya

Menjawab

Memberi Tanggapan

Soal tes formatif


1. Benua Australia terletak antara .BT sampai.BT
2. Batas sebelah barat Australia adalah
3. Di bagian barat dan tengah Australia terdapat gurun pasir yaitudan
4. Suku asli benua Australia adalah

5. Mata uang Australia disebut


Nomor 6 10 lihat peta

Gambar peta
6. Ibukota Australia Selatan ditunjukan oleh huruf
7. Samudra Hindia ditunjukan oleh huruf
8. Huruf A adalah kota
9. Brisbane ditunjukan oleh huruf
10. Ibukota territorial Australia ditunjukan oleh huruf

Lumbir, 27 Maret 2008


Mengetahui :
Supervisor

Peneliti,

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 2
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KEDUA
Mata Pelajaran

: IPS

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

E. Kompetensi Dasar
Memahami kenampakan geografis dunia
F. Hasil Belajar
Kenampakan Geografis Benua Australia
G. Indikator
Menunjukan pada peta nama wilayah dan batasnya

Menggunakan garis lintang pada peta untuk mengidentifikasi secara umum zona
vegetasi ( gurun, hutan, padang rumput ) dan fauna.
H. Tujuan Perbaikan
1. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
A. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a.

Melakukan Tanya jawab tentang benua dan peta dunia


2) Ada berapa macam benua di dunia ini ? sebutkan !
3) Coba tunjukan letak benua-benua tersebut?
4) Indonesia terletak di benua apa ?
5) Benua apa yang membatasi wilayah kita ?

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran


7. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru memberikan penjelasan tentang benua australia ( 5 menit )
b. Guru menunjukan pada peta bagian wilayah, kenampakan alam benua
Australia ( 15 menit ).
c. Siswa bergantian menunjukan kota, batas benua, dan kenampakan lainnya ( 5
menit )
d. Siswa bermain puzzle peta bersama masing-masing kelompok ( 10 menit )
e. Siswa mengerjakan lembar kerja bersama kelompok ( 15 menit )
8. Kegiatan Akhir ( 20 menit )

a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang Benua


Australia.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Peta dunia dan Peta Benua Australia
2. Buku Pengetahuan Sosial Kelas VI Penerbit Erlangga.
G. Evaluasi
1. Prosedur
a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
c. Soal tes formatif.
Lembar Pengamatan
No

Nama Anak

Keaktifan
Bertanya

Menjawab

Memberi Tanggapan

Soal tes formatif


1. Benua Australia terletak antara .BT sampai.BT
2. Batas sebelah barat Australia adalah
3. Di bagian barat dan tengah Australia terdapat gurun pasir yaitudan
4. Suku asli benua Australia adalah
5. Mata uang Australia disebut

Gambar peta
6. Ibukota Australia Utara ditunjukan oleh huruf
7. Samudra Hindia ditunjukan oleh huruf
8. Huruf B adalah kota
9. Pert ditunjukan oleh huruf
10. Ibukota territorial Australia ditunjukan oleh huruf

Lumbir, 27 Maret 2008


Mengetahui :

Peneliti,

Supervisor

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 3
RENCANA PERBAIKAN PEMBELAJARAN
SIKLUS KETIGA
Mata Pelajaran

: IPS

Kelas/Semester

: VI / 2

Hari, Tanggal

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A. Kompetensi Dasar
Memahami kenampakan geografis dunia
B. Hasil Belajar
Kenampakan geografis benua Australia
C. Indikator
Menunjukan pada peta nama wilayah dan batasnya

Menggunakan garis lintang pada peta untuk mengidentifikasi secara umum zona
vegetasi (gurun, hutan, padang rumput) dan fauna.
D. Tujuan Perbaikan
1. Siswa mau menjawab pertanyaan guru yang diajukan ke seluruh kelas.
2. Siswa dapat menjawab pertanyaan guru dengan tepat.
E. Langkah Pembelajaran
1. Kegiatan Awal ( 10 menit )
a.

Melakukan Tanya jawab tentang benua dan peta dunia


2) Ada berapa macam benua di dunia ini ? sebutkan !
3) Coba tunjukan letak benua-benua tersebut?
4) Indonesia terletak di benua apa ?
5) Benua apa yang membatasi wilayah kita ?

b. Menyampaikan tujuan pembelajaran


9. Kegiatan Inti ( 50 menit )
a. Guru memberikan penjelasan tentang benua australia ( 5 menit )
b. Guru menunjukan pada peta bagian wilayah, kenampakan alam benua
Australia ( 15 menit ).
c. Siswa bergantian menunjukan kota, batas benua, dan kenampakan lainnya ( 5
menit )
d. Siswa bermain puzzle peta bersama masing-masing kelompok ( 10 menit )
e. Siswa mengerjakan lembar kerja bersama kelompok ( 15 menit )
10. Kegiatan Akhir ( 20 menit )

a. Siswa bersama sama guru membuat rangkuman materi tentang Benua


Australia.
b. Siswa mengerjakan soal tes formatif.
F. Sarana dan Sumber Belajar
1. Peta dunia dan Peta Benua Australia
2. Buku Pengetahuan Sosial Kelas VI Penerbit Erlangga.
G. Evaluasi
1. Prosedur
a. Tes Awal

: Tanya jawab

b. Tes proses

: Mengamati keaktifan siswa dalam menjawab pertanyaan


dan memberikan tanggapan.

c. Tes Akhir

: Soal tes formatif

2. Jenis Tes
a. Lisan.
b. Pengamatan.
c. Tertulis.
3. Alat Penilaian
a. Lembar pengamatan.
c. Soal tes formatif.
No

Nama Anak

Keaktifan
Bertanya

Menjawab

Memberi Tanggapan

Lumbir, 27 Maret 2008


Mengetahui :

Peneliti,

Supervisor

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 4
SURAT PERNYATAAN
Yang bertanda tangan di bawah ini :
Nama

: TEGUH YUWONO

NIM

: 814267192

UPBJJ UT

: PURWOKERTO

Menyatakan bahwa :
Nama

: HARTONO, S. Pd.

Tempat Mengajar

: SD Negeri 4 Lumbir

Guru Kelas

: V ( lima)

Adalah teman sejawat yang akan membantu dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran
yang menjadi tugas mata kuliah Pemantapan Kemampuan Profesional ( PGSD 4412 )
pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UPBJJ UT.

Demikian pernyataan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

Lumbir, 15 Maret 2008


Teman Sejawat

Yang menyatakan
Mahasiswa

Hartono, S. Pd.
NIP. 131323678

Teguh Yuwono
NIM 8142267192

Lampiran 5

LEMBAR OBSERVASI TERHSDSP SISWA

Mata Pelajaran

: IPS

Kelas

: VI (Enam)

Hari/Tanggal

: Selasa,

Fokus Observasi:

: Keaktifan siswa dalam pembelajaran

Kemunculan Tiap Siklus


No

Aspek Yang Diamati

Siklus I
Ada

Siswa membawa buku sumber

Siswa membawa alat pelajaran

Siswa aktif bertanya

Siswa aktif merespon pertanyaan guru

Siswa aktif menanggapi jawaban teman

Siswa aktif mencatat penjelasan guru

7
8

Siswa konsentrasi dalam mengikuti


pelajaran
Siswa aktif mengerjakan tugas

Catatan :
Siklus I keaktifan siswa hanya 50%
Siklus II keaktifan siswa mencapai 75%
Siklus III keaktifan siswa mencapai 100%

Tdk
ada

Siklus II
Ada

Tdk
ada

Siklus III
Ada

Tdk
ada

Lampiran 6

LEMBAR OBSERVASI TERHADAP GURU

Mata Pelajaran

: IPS

Kelas

: VI (Enam)

Hari/Tanggal

: Selasa,

Fokus Observasi

: -

Persiapan Mengajar

Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Evaluasi

Kegiatan Akhir

Kemunculan Tiap Siklus


No

Aspek Yang Diamati

Siklus I
Ada

Persiapan Mengajar

Menyiapkan tujuan perbaikan

Menyediakan alat Bantu dan sumber belajar

Menyediakan lembar kerja siswa

Menyiapkan lembar evaluasi siswa

Kegiatan Pembelajaran

Menyampaikan tujuan pembelajaran

Memberikan apersepsi

Memberikan motivasi

Menggunakan metode yang tepat

Menggunakan alat peraga yang sesuai

Melaksanakan keg. pembelajaran klasikal

Melaksanakan keg. pembelajaran kelompok

Tdk
ada

Siklus II
Ada

Tdk
ada

Siklus III
Ada

Tdk
ada

Melaksanakan keg. pembelajaran individual

Memberikan petunjuk atau penjelasan yang


berkaitan dengan isi pembelajaran

10

Memberikan contoh yang bervariasi

11

Memberikan motivasi siswa untuk bertanya atau


menyampaikan pendapat

12

Membantu siswa menyadari kelemahan

13

Memicu siswa untuk aktif belajar

14

Menunjukan sifat ramah, luwes, tebuka

15

Membantu menyimpulkan atau meluruskan


penyerapan konsep baru yang dipelajari

Kegiatan Evaluasi

Memberikan tes awal

Melakukan evaluasi proses

Melakukan evaluasi akhir

Menganalisis hasil evaluasi

Memberikan bimbingan/penjelasan kepada siswa


dalam mengerjakan soal

Kegiatan Akhir

Memberikan tindak lanjut dalam bentuk PR atau


tugas rumah

Menyampaikan persiapan yang harus dilakukan


siswa untuk pembelajaran berikutnya

Observer

Anda mungkin juga menyukai