Anda di halaman 1dari 6

ANALISA

BATUBARA DARI SEGI PETROLOGI DAN GEOKIMIA

Disusun Oleh :
Dina AL Muthiah 03071181419036
Yuniar Novianti

03071181419025

PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SRIWIJAYA
2016

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas
berkah, rahmat, dan hidayah karunia-Nya yang telah diberikan kepada penulis
sehingga dapat menyelesaikan Makalah Petrologi dan Geokimia.
Dalam penulisan Makalah Petrologi dan Geokimia ini, penulis banyak
mendapat bantuan dan dukungan. Oleh karena itu penulis mengucapkan
terima kasih kepada Dr. Ir. Endang Wiwik Dyah Hastuti, M.Sc., dan Idarwati
S.T., M.T. sebagai dosen pembimbing pada mata kuliah Petrologi Batubara
dan Geokimi Batubara. Terimakasih juga kepada kedua orangtua yang selalu
memberikan dukungan semangat, doa dan kasih sayang. Rekan rekan satu
perjuangan yang kami sayangi.
Penulis menyadari bahwa Makalah Petrologi dan Geokimia ini masih
banyak terdapat kekurangan dan kesalahan. Penulis mengharapkan kritik dan
saran yang bersifat membangun dari berbagai pihak.
Akhirnya penulis berharap semoga Makalah Petrologi dan Geokimia ini dapat
bermanfaat bagi kita semua.

Indralaya, 4 November 2016


Penyusun

Penulis

DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL---------------------------------------------------------------1
KATA PENGANTAR--------------------------------------------------------------2
DAFTAR ISI------------------------------------------------------------------------3
BAB 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang----------------------------------------------------------4


1.2. Maksud dan Tujuan-----------------------------------------------------6
BAB 2

ANALISA MASERAL BATUBARA

2.1. Sejarah Analisa Batubara----------------------------------------------7


2.2. Analisa Batubara Dari Maseral---------------------------------------8
2.3. Manfaat Analisa Petrologi Batubara---------------------------------10
BAB 3

ANALISA GEOKIMIA BATUBARA

3.1. Analisa Proksimat Batubara-------------------------------------------11


3.2. Analisa Ultimat Batubara----------------------------------------------14
3.3. Manfaat Analisa Geokimia Batubara--------------------------------17
BAB 4

KESIMPULAN --------------------------------------------------------18

DAFTAR PUSTAKA --------------------------------------------------------------19

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Batubara merupakan endapan sedimen yang terdiri dari komponen organik
dan anorganik, bagian organik disebut maseral sedangkan bagian anorganik
disebut mineral. Karakteristik komposisi maseral dan mineral pada batubara akan
mempengaruhi kualitas batubara terutama parameter abu, sulfur dan nilai kalori.
Di

samping

itu

karakteristik

batubara

juga

dapat

membatasi

dalam

pemanfaatannya (Anggayana, 1999). Batubara secara geokimia terbentuk karena


proses pembatubaraan yang terjadi akibat kenaikan temperatur, tekanan dan waktu
sehingga persentase unsur karbon dalam bahan asal pembentuk batubara
cenderung meningkat. Namun sebaliknya kandungan unsur hidrogen dan oksigen
dalam batubara menjadi berkurang. Proses pembatubaraan ini akan menghasilkan
batubara dengan berbagai peringkat yang sesuai dengan tingkat kematangan bahan
organiknya (Taylor et al., 1998).
Pengembangan batubara di Indonesia pada dasarnya merupakan bagian
yang tidak bisa dipisahkan dari kebijakan energi nasional, yaitu menjamin antara
penyediaan dan kebutuhan energi yang dapat mendorong pembangunan bagi
peningkatan kesejahteraan rakyat. Dalam perkembangannya batubara diharapkan
dapat menjadi energi alternatif yang relatif bersih dan terbarukan (Jauhary, 2007).
Perkembangan industri batubara Indonesia selama beberapa tahun terakhir
mengalami peningkatan yang cukup pesat sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Di masa mendatang penggunaan batubara sebagai sumber energi akan meningkat
pula terutama sebagai bahan bakar langsung misalnya untuk pembangkit listrik,
pabrik semen, industri kecil dan rumah tangga maupun sebagai bahan bakar tak
langsung yaitu, batubara dikonversi menjadi bentuk lain sebelum digunakan
sebagai bahan bakar. Bahan bakar tak langsung tersebut misalnya adalah batubara
2 yang diubah menjadi minyak atau batubara dicairkan. Salah satu jenis batubara
yang potensial untuk dicairkan adalah batubara peringkat rendah. Batubara
peringkat rendah memiliki kalori yang rendah sehingga nilai panasnya menjadi
kecil. Tetapi jika dilihat dari sisi lain, beberapa dari batubara tersebut memiliki

keuntungan, yaitu mempunyai sifat yang baik sebagai bahan bakar, seperti kadar
sulfur rendah, kadar abu rendah, dan tingginya kandungan zat
terbang. Batubara dengan spesifikasi tersebut jika pengolahannya dilakukan
secara lebih efektif, maka akan sangat berguna baik untuk keperluan domestic
maupun diekspor (Sule et al., 1997). Pada tahap selanjutnya batubara diharapkan
dapat digunakan sebagai bahan bakar sintesis berupa bahan bakar cair dan gas
sintesis hasil proses konversi batubara. Penggunaan batubara yang telah
dikonversi menjadi bahan bakar cair dan gas sintesis tersebut akan menjadi lebih
efisien dan relatif bersih (Artanto et al., 2000).
Potensi batubara di Indonesia sangat melimpah, terutama di Pulau
Kalimantan dan Pulau Sumatera, sedangkan di daerah lainnya dapat dijumpai
batubara walaupun dalam jumlah kecil, seperti di Jawa Barat, Jawa Tengah,
Papua, dan Sulawesi (Tekmira 2011).

1.2. Maksud dan Tujuan


1. Untuk mengetahui analisa batubara dari sisi petrologi dan geokimia.
2. Untuk mengetahui kandungan maseral dan kandungan kimia pada batubara.
3. Untuk mengetahui tingkat kematangan batubara.