Anda di halaman 1dari 10

Sabtu, 07 Desember 2013

LPJ BUMDes HARAPAN BAROKAH TAHUN 2012

DAFTAR ISI

BAB. I

PENDAHULUAN

A.

Gambaran Umum

B.

Tujuan BUMDes Harapan Barokah Pekantua

BAB. II

PERKEMBANGAN BUMDes HARAPAN BAROKAH PEKANTUA

A.

Organisasi dan Manajemen

B.

Sistem Administrasi BUMDes Harapan Barokah Pekantua

C.

Permodalan

D.

Kegiatan / Produk

E.

Akseptasi / Pengakaran

BAB. III
PEKANTUA
A.

LAPORAN KEUANGAN BUMDes HARAPAN BAROKAH


Tampilan Neraca dan Laba Rugi BUMDes Desember 2007,

Desember 2008, Desember 2009, Desember 2010, Desember 2011 dan


Desember 2012

BAB. IV

PEMBAGIAN LABA AKHIR TAHUN


( Sesuai dengan AD / ART BUMDes )

BAB. V

RENCANA KERJA BUMDes HARAPAN BAROKAH TAHUN 2012

A.

Rencana Pendapatan

B.

Rencana Biaya

C.

Rencana lainnya

BAB. VI

PENUTUP
Lampiran-lampiran

BAB. I
PENDAHULUAN

Salah satu misi pemerintah adalah membangun daerah pedesaan yang dapat
dicapai melalui pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan produktivitas
dan keanekaragaman usaha pedesaan, ketersediaan sarana dan fasilitas untuk
mendukung ekonomi pedesaan, membangun dan memperkuat institusi yang
mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber daya
alam sebagai dasar pertumbuhan ekonomi pedesaan. Sebagai akibat dari misi
diatas, pemerintah juga merubah fungsinya dari penyedia menjadi fasilitator,
regulator dan koordinator untuk pemberdayaan masyarakat. Tujuannya, adalah
untuk memberi peluang bagi kemampuan daerah dan pedesaan sebagai tulang
punggung ekonomi regional dan nasional. Ini akan menjamin penyelenggaraan
pemerintahan yang baik untuk diterapkan di semua tingkat pembangunan dan
keputusan berdasarkan kebutuhan nyata dari masyarakat.

Pembangunan pada hakekatnya bertujuan membangun kemandirian, termasuk


pembangunan pedesaan, sehingga dapat keluar dari kemiskinan dan
keterisoliran atas kekuatan sendiri. Untuk itu, membangun desa mandiri
membutuhkan perekonomian yang mapan sehingga mampu memenuhi sendiri
kebutuhan yang paling pokok. Desa mandiri juga dicirikan oleh adanya
kerjasama yang baik, tidak tergantung dengan bantuan pemerintah, sistem
administrasi baik, dan pendapatan masyarakat cukup.

Pemberdayaan ekonomi dalam pembangunan pedesaan diharapkan dapat


menciptakan diversifikasi usaha produktif sehingga dapat meningkatkan
perluasan kesempatan kerja di perdesaan, terutama lapangan kerja baru di
bidang kegiatan agribisnis off-farm dan industri serta jasa berskala kecil dan
menengah (non-farm) sesuai dengan potensi desa. Dengan demikian akan
berdampak pada berkurangnya angka pengangguran dan kemiskinan serta
meningkatnya produktivitas dan pendapatan masyarakat pedesaan. Pemantapan
kelembagaan masyarakat dan pemerintahan desa dalam pengelolaan
pembangunan juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan keberdayaan
masyarakat serta kelembagaan sosial-ekonomi pedesaan dalam mendorong
kemajuan pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.

Oleh sebab itu, pola pengelolaan lembaga ini berbentuk korporasi yang dapat
menangani seluruh kepentingan masyarakat, mulai dari penyediaan modal,
penyediaan sarana produksi, pengelolaan alat dan mesin pertanian, pengolahan
hasil, dan pemasaran produksi, serta mengembangkan usaha lainnya (off farm

dan non farm) sesuai dengan potensi dan perkembangan desa. BUMDes
merupakan lembaga ekonomi desa harus berperan mulai dari sektor hulu (upstream) sampai ke sector hilir (down-stream) dari aktivitas pengembangan usaha
perkebunan dan aktivitas ekonomi produktif lain yang dilakukan oleh masyarakat
sesuai dengan potensi lokal desa. Dengan demikian, BUMDes yang professional,
mandiri, dan memiliki jejaring kerja yang baik dengan berbagai pihak diharapkan
sebagai upaya konsolidasi kekuatan ekonomi pedesaan menuju desa mandiri dan
otonom.

Pendirian dan pengembangan BUMDes sebagai upaya konsolidasi perekonomiam


pedesaan berorientasi pada kebutuhan dan potensi desa, dan memprioritaskan
usaha dalam rangka pemenuhan kebutuhan masyarkat seperti pemenuhan
pasokan barang pokok masyarakat, fasilitas pemenuhan hajat hidup seperti
sarana air bersih, sarana komunikasi, dan mobilitas agar masyarakat memiliki
aksesbilitas yang baik untuk interaksi dengan luar desa. Potensi desa yang layak
dikembangkan dan dikelola memalui BUMDes adalah sumberdaya pedesaan
yang banyak dilakukan oleh masyarakat pedesaan, usaha-usaha masyarakat
pedesaan yang secara parsial belum terakomodasi dan terkendala oleh banyak
hal seperti permodalan, pengolahan hasil (industri pedesaan), pemasaran, dan
lain- ain, serta usaha-usaha yang belum optimal dieskplorasi.

Pendirian dan pengembangan BUMDes di pedesaan dimaksudkan untuk


memfasilitasi desa menjadi desa otonom dan mandiri. Pembentukan BUMDes
akan menjadi instumen pembentukan dan peningkatan Pendapatan Asli Desa
(PADesa). Pembentukan dan peningkatan PADesa akan menjadi modal
pembentukan kegiatan-kegatan pembangunan melalui prakarsa lokal (desa),
sehingga secara bertahap akan mengurangi ketergantungan terhadap
pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah. Hal inilah yang
dimaksud dengan pemberdayaan yang berorientasi pada self sufficient dan
kemandirian dengan tersedianya dana pengelolaan dan pembiayaan
pembangunan untuk desa tersebut. Apabila pembangunan pedesaan dapat
berjalan dengan baik, maka diharapkan berdampak pada peningkatan kualitas
hidup masyarakat pedesaan. Dengan tersedianay PADesa maka
pemerintah desa akan memiliki kemampuan untuk merencanakan dan
melaksanakan pembangunan pedesaan untuk keluar dari kemiskinan karena
telah memiliki kemampuan untuk penyediaan infrastruktur dan fasilitas-fasilitas
penting lainnya dengan tidak hanya menunggu pembangunan dari pemerintah,
pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah.
A.

GAMBARAN UMUM

Program Pemberdayaan Desa atau yang disingkat dengan PPD adalah program
yang bertujuan untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan berdasarkan
pengembangan ekonomi masyarakat melaui pemberian Dana Usaha Desa (DUD),
memperkuat kelembagaan masyarakat desa/ kelurahan dan peran aktif dinas
sektoral untuk memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana bagi masyarakat
desa/ kelurahan, serta mendorong kelembagaan sistem pembagi partisipatif.

Untuk mewujudkan tujuan dari PPD ini maka dibentuklah Lembaga Keuangan
Mikro (LKM) di desa melalui musyawarah dalam mengelola dana usaha desa
yang berasal dari kegiatan simpan pinjam masyarakat yang diberi nama UED-SP
Harapan Barokah.

Salah satu Desa yang mendapat PPD adalah Desa Pekantua. Desa Pekantua
merupakan salah satu Desa di Kecamatan Kempas Kabupaten Indragiri Hilir yang
luasnya yaitu 127 Km2 dengan jumlah penduduk 5.000 jiwa, yang tersebar di 7
Dusun dengan 14 RW dan 29 RT dengan jumlah 1.143 KK. PPD di Desa ini dimulai
pada Bulan Juli 2007. Dimana Dana Usaha Desanya berasal dari APBD Provinsi
sebesar Rp. 500.000.000. Dana ini disalurkan kepada masyarakat melalui
berbagai tahapan-tahapan atau proses. Tahap pertama yang dilakukan yaitu
pada tanggal 29 Juni 2007 bertempat di Kantor Desa Pekantua dilakukan
sosialisasi ( Musyawarah Desa I ). Pada waktu Musyawarah Desa I ini dibentuklah
UED-SP Desa Pekantua yang diberi nama HARAPAN BAROKAH dengan no SK
Bupati / Wali Kota Nomor : 024/BPMD/-UED/VI/2007.

Setelah UED-SP Harapan Barokah berjalan selama 2 tahun, maka Kepala Desa,
Perangkat Desa dan seluruh masyarakat Desa Pekantua berinisiatif ingin
menjadikan UED-SP Harapan Barokah sebagai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
melalui Musyawarah Desa, yang dilaksanakan pada tanggal 18 Februai 2009
bertempat di Aula Kantor Desa Pekantua dan diberi Nama BUMDes Harapan
Barokah Desa Pekantua.

BUMDes Harapan Barokah diresmikanlah pada tanggal 22 Februari 2009


bertempat di halaman depan Kantor Desa Pekantua, yang dihadiri oleh Bpk.
Wardan, SE.MKP selaku Kepala Bidang Program PPD, Bpk. Edi Syawanur, SE. MKP
selaku Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat, Bpk. Sudinoto, SP.MM selaku
Camat Kempas, Kepala Desa Sekecamatan Kempas, Pendamping Desa serta
Tokoh masyarakat dan masyarakat Desa Pekantua.
B.

TUJUAN BUMDes HARAPAN BAROKAH

Tujuan BUMDes Harapan Barokah adalah :


a.

Memantapkan kelembagaan perekonomian desa;

b.

Menciptakan kesempatan berusaha;

c.

Mendorong peran pemerintahan desa dalam menanggulangi kemiskinan;

d.

Meningkatkan pendapatan asli desa;

e.

Mendorong pertumbuhan perekonomian masyarakat desa;

f.

Memberikan kesempatan usaha; dan

g.

Memberikan kesempatan usaha dan membuka lapangan kerja

BAB. II
PERKEMBANGAN

A.

ORGANISASI DAN MANAJEMEN

Organisasi BUMDes didirikan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 09 Tahun


2009 dan Musyawarah Desa yang dilaksanakan tanggal 22 Februari 2009, maka
terbentuklah organisasi yang bernama Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)
Harapan Barokah.

Pemilihan Pengurus/Pelaku

Dalam mengelola BUMDes ini kepengurusan dipilih melalui Psikotes dan


interview secara lisan dan tertulis oleh Kepala Desa, Pendamping Desa dan Ketua
BPD serta di SK kan oleh Kepala Desa Pekantua.
Kepengurusan BUMDes Harapan Barokah terdiri dari :

a.
Badan Pengawas secara ex officio adalah Ketua Badan Permusyawaratan
Desa yaitu PAISAL, AR.
b.

Komisaris secara ex officio adalah Kepala Desa yaitu IBNU SOFYAN, A.Md;

c.

Advisor BUMDes, yaitu JUNAIDI, S.Pt

d.

Direktur yaitu RUDI SUPRIADI

e.

Kepala Unit SP yaitu HASRIAL, A.Md

f.

Kepala Unit Pasar yaitu KASMAWATI

g.

Kasir SP yaitu FITRIANA

h. Bendahara Pasar yaitu ROMI ERFANDI


i.

Tata Usaha SP yaitu NURHASNI

j.

Sekretaris Pasar yaitu SYAHFITRI

k. SAK (Spesialis Analis Kredit) yaitu SOFIA ARABIA


B.

SISTEM ADMINISTRASI BUMDes HARAPAN BAROKAH

1.
Sistem pelaporan yang sistematik dan terkini serta dapat
dipertanggungjawabkan.
2.
Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di jalankan sesuai dengan
prosedur pedoman umum petunjuk teknis, Peraturan Daerah, Peraturan Desa,

Peraturan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan AD/ART BUMDes Harapan
Barokah.
3.
Dalam pengambilan keputusan untuk memutuskan sesuatu harus
dilakukan dengan musyawarah atau rapat pengurus serta dilengkapi berita acara
dan daftar hadir.
4.
Bukti-bukti pengeluaran, pemasukan, surat-surat dan kwitansi selalu di
buat dan disimpan sesuai dengan unit masing-masing.
5.
Dokumen - dokumen selalu disusun dan ditempatkan sesuai dengan
tempat yang telah disediakan.

C.

PERMODALAN

Modal BUMDes Harapan Barokah berasal dari dana provinsi Riau sebesar Rp.
500.000.000,- yang dulunya disimpan kerekening DUD, tetapi sekarang rekening
DUD tersebut dirubah namanya menjadi Rekening BUMDes Harapan Barokah
dengan kesepakatan bersama. Dana awalnya hanya Rp. 500.000.000,- sampai
dengan saat ini tanggal 31 Desember 2012 telah berkembang menjadi Rp.
700.000.000,-. BUMDes Harapan barokah Pekantua telah berjalan selama 5
tahun yangmana dua tahun terdahulu adalah UED-SP.
BUMDes Harapan Barokah membuka beberapa unit, diantaranya Unit Simpan
Pinjam,Unit Pasar, Unit Jasa dan Unit dagang. Modal dari beberapa unit tersebut
berasal dari pinjaman dana Rp. 700.000.000 tersebut.

D.

KEGIATAN/PRODUK

BUMDes Harapan Barokah menjalankan kegiatannya bergerak dalam penguatan


permodalan usaha ekonomi produktif dengan memberikan pinjaman modal yang
jasa pinjamannya lebih ringan dibandingkan dengan pihak atau bank
konvensional lainnya, sehingga masyarakat yang mempunyai usaha ekonomi
produktif dapat merasa lebih terbantu dalam hal permodalan untuk menjalankan
usahanya tanpa terbebani oleh angsuran yang tinggi. Selain memberikan
pinjaman, BUMDes Harapan Barokah juga membuat usaha yang berpotensi di
desa khususnya desa Pekantua. Dengan membuka usaha, sedikit demi sedikit
BUMDes Harapan Barokah memberi peluang usaha dan pekerjaan kepada
masyarakat demi untuk meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat dan
untuk mengurangi tingkat pengangguran masyarakat di Desa Pekantua.

Adapun bidang ekonomi produktif yang menjadi sasaran dan bisa


memamfaatkan pinjaman adalah mereka yang bergerak dalam bidang
perdagangan, pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan, industri kecil dan
jasa.

E.

AKSEPTASI/PENGAKARAN

1.

Data Kuantitatif

Selama perjalanan Program Pemberdayaan Desa di Desa Pekantua 5 tahun,


BUMDes Harapan Barokah Desa Pekantua sudah berjalan cukup baik.
Dari SHU yang diperoleh digunakan untuk memberi bantuan/santunan
sembako bagi fakir miskin, anak yatim, sumbangan mesjid, doorfrize (hadiah)
bagi pemanfaat, bonus pengurus, inventaris kantor, memberi jasa untuk
simpanan anggota dan PADes.

2.

Data Kualitatif

Dengan adanya program pemberdayaan desa ini, sangat dirasakan oleh


masyarakat, hal ini terlihat dari semakin meningkatnya modal dari anggota
sehingga adanya peningkatan omset usaha.
Dengan meningkatnya minat masyarakat untuk meminjam dan bekerjasama
di BUMDes Harapan Barokah, semakin mengurangi peran ijon dan tengkulak,
karena pinjaman di BUMDes lebih ringan jasa yang ditawarkan dan memberikan
keuntungan.
Meningkatnya komunikasi sehingga terjalin hubungan yang harmonis dengan
anggota dan semakin meningkatanya motipasi anggota untuk menabung di
BUMDes Harapan Barokah.
Tumbuh nya kebiasaan masyarakat untuk menyelesaikan masalah dengan
musyawarah.

BAB. III
LAPORAN KEUANGAN BUMDes HARAPAN BAROKAH

Pada Lampiran 1 sampai dengan 6

BAB. IV
PEMBAGIAN LABA AKHIR TAHUN

Pada Lampiran 7 sampai 11

BAB. V
RENCANA KERJA BUMDes HARAPAN BAROKAH

Selaku pengurus yang telah diberikan mandat untuk menjalankan roda


organisasi BUMDes Harapan Barokah, haruslah melakukan terobosan-terobosan
atau kebijaksanaan (Policy) yang bertujuan untuk meningkatkan kesejateraan
anggota khususnya dan masyarakat Desa Pekantua pada umumnya sesuai
dengan tujuan Program Pemberdayaan Desa (PPD). Adapun rencana kerja
pengelola untuk tahun 2013, adalah :
1.
Setiap satu bulan sekali akan membuka permohonan perguliran, hal ini
bertujuan untuk menambah anggota dan memberikan kesempatan kepada
semua lapisan masyarakat, yang akan berusaha dan meningkatkan usaha.
2.
Akan terus melakukan pembinaan dan meningkatkan komunikasi dengan
anggota agar terjalin hubungan yang harmonis antara pengurus dengan
anggota.
3.
Meningkatkan kinerja pengurus dengan jalan menerima kritikan-kritikan
yang membangun dari anggota dan bimbingan-bimbingan dari pihak-pihak yang
terkait dengan Program Pendamping Desa, korda, pihak pemerintah kecamatan,
kabupaten dan provinsi.
4.
Akan membangun kerjasama dengan instansi luar program untuk dapat
menginvestasikan modalnya ke BUMDes Harapan Barokah.
5.
Memberikan motivasi atau menggali potensi yang ada pada anggota atau
masyarakat agar dapat menyimpan di BUMDes Harapan Barokah dengan
menyamakan tingkat suku bunga tabungan disamakan dengan Bank Pemerintah.
6.
Meningkatkan peluang usaha agar masyarakat desa pekantua merasa
lebih banyak terbantu dengan adanya BUMDes.
7.
Membuka Loket pembayaran serba ada agar masyarakat Desa Pekantua
merasa terbantu dalam segi pembayaran.
A.

RENCANA PENDAPATAN

Sisa Hasil Usaha (SHU) BUMDes Harapan Barokah selama tahun 2012 berjumlah
Rp. 84.427.373,- laba kumulatif atau SHU untuk didistribusikan sebesar Rp.
18.448.975,-. maka untuk anggaran selama tahun 2013 ditargetkan
meningkat. Hal ini dengan asumsi berasal dari penambahan pendapatan :
1.
Setiap bulan akan melakukan pencairan dan untuk fasilitas pinjaman
kepada anggota sepanjang tersedianya dana dan memenuhi persyaratan.
2.
Tingkat tunggakan kredit akan ditekan sekecil mungkin, sehingga dapat
menambah profit bagi BUMDes.

3.
Mobilisasi dana kepada anggota untuk meningkatkan tabungan di BUMDes
Harapan Barokah berupa tabungan Suka Rela.
4.
Unit Usaha yang telah dibuka akan terus ditingkatkan dan berusaha
mencari peluang usaha yang dapat memberikan tambahan pendapatan bagi
BUMDes Harapan Barokah.

B.

RENCANA BIAYA

Untuk tahun 2013 peningkatan biaya akan bertambah 20% dari


realisasi tahun 2012, sejalan dengan kenaikan barang-barang dan biaya
opersional, namun dapat diimbangi dengan pendapatan bunga dari ekspansi
pinjaman yang disalurkan serta pendapatan usaha lainnya.

C.

LAIN-LAIN

Disamping itu pengurus Unit SP juga melakukan kegiatan menghimpun dana dari
anggota yang digunakan untuk Simpan Pinjam kepada anggota, untuk jumlah
yang relatif kecil rata-rata sampai dengan 500.000,-. Sampai dengan posisi bulan
desember tahun 2012 dana yang berhasil dihimpun dari simpanan / tabungan
tercatat sebesar Rp.36.744.000,-. Dari dana tersebut Rp. 8.477.000,- telah
digunakan untuk usaha LPG (Unit Dagang) BUMDes dan pinjaman kepada
anggota/nasabah Unit SP.
Dari kegiatan tersebut diatas (Simpan Pinjam) Unit SP telah berhasil
merangkul dan memberi kepercayaan kepada masyarakat betapa pentingnya
menabung. Dana tabungan tersebut pada periode tahun 2012 tidak ada
pencairan / dipinjamkan kepada anggota/nasabah dikarenakan tunggakan yang
lama masih ada, mungkin untuk periode tahun 2013 akan dibuka dan calon
pemanfaat akan diverifikasi secara teliti agar kejadian yang sudah-sudah tidak
terulang kembali.

BAB. VI
PENUTUP

Segenap pengurus sangat berterima kasih atas kesempatan dan kepercayaan


yang telah diberikan oleh anggota dan masyarakat kepada kami, InsyaAllah
semaksimal mungkin kami akan berusaha untuk berbuat yang terbaik demi
memajukan Program Peberdayaan Desa melalui BUMDes Harapan Barokah.
Semoga kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini dapat
dipertahankan untuk masa yang akan datang.

Demikianlah Musyawarah Desa Pertanggung jawaban Tahunan BUMDes


Harapan Barokah Desa Pekantua Kecamatan Kempas Tahun 2012. Semoga usaha
kita diberikan Ridho dan mendapat hidaya dari Allah SWT, Amin ya robalalamin.

Pekantua, 21 Januari 2013


Hormat kami,
Pengurus BUMDes Harapan Barokah
Desa Pekantua