Anda di halaman 1dari 3

Direktorat jenderal kelautan, pesisir dn pulau-pulau kecil (KP3K) kementerian kelautan dan

perikanan (KKP) menyeleggarakan upacara HUT RI ke -68 di pulau Alor, Nusa Tenggara
Timur(NTT). Upacara kemerdekaan di pulau yang berbatasan langsung dengan negara Timor
Leste ini diikuti 17 kementerian/ lembaga (K/L).

ujuan upacara bendera ini untuk menumbuhkan semangat cinta Tanah Air dan memperkuat
rasa memiliki terhadap pulau-pulau terluar di wilayah terdepan Negara Kesatuan Republik
Indonesia (NKRI). Tahun sebelumnya, pemerintah juga menggelar upacara HUT
kemerdekaan RI di pulau pulau kecil terluar lainnya, yaitu di pulau Marore,
KabupatenSangihe, Sulawesi Selatan (2009); pulau Kisar, Maluku (2010); pulau Lingayan,
Kabupaten Toli-Toli, Sulawesi Tengah (2011); dan pulau Morotai, Maluku Utara (2012).
Dirjen KP3K-KKP, Sudirman Saad mengemukakan pulau-pulau kecil terluar (PPKT) ini memiliki
keanekaragaman sumber daya alam sebagai potensi ekonomi bangsa yang dapat menompang
pembangunan nasional. Namun, sebagian masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil perbatasan
umumnya relatif tertinggal.
kegiatan peringatan HUT kemerdekaan di PPKT ini menjadi satu sarana yang bermanfaat untuk
menumbuhkan jiwa nasionallisme yang dapat memicu percepatan pembangunan di daerah tersebut,
ujarnya. Kegiatan tahunan ini, lanjut sudirman , merupakan bentuk perhatian pemerintah dalam
menjaga kedaulatan wilayah NKRI dengan menumbuhkan jiwa nasionalisme rakyat yang inggal di
PPKT. Karena itu, dalam pengolaan PPKT, pemerintah melakuakan dua pendekatan utama, yaitu
pendekatan kedaulatan(sovereignty approach) dan pendekatan kesejahteraan (prosperity appoach).
Dalam pelaksanaan kegiatan fokus pada keberadaan secara terus

menerus penguasaan secara efektif trmasuk aspek administrasi, serta perlindungan dan pelestarian
okologis. Program strategis tersebut di kemas dan telah dilakkukan Tim Kerja Perpres 78/2005, di
antranya sinkronisasi dan kegiatan pengelolaan PPKT lintas kementerian atau lembaga. Seperti,
pembangunan saran jalan, air bersih, pendidikan, kesehatan, tempat ibadah, tugu perbatasan,
penerangan, saran transportasi antar pulau, dan telekomunikasi. dengan program yang
dilaksanaknan ini kini warga di pulau-pulau kecil terluae merasa terperhatikan dan disejahterakan.
Mereka merasa bangga menjadi bangsa Indonesia, ucapnya.
Usai melakukan upacara bendera, rombongan kementerian Kelautan Perikanan menginjungu lokasi
kawasan konservasi laut yang berada di Alor Besar. Kawasan konservasi seluas 400 ribu hektar ini
berada di dua pulau yaitu pulau Ternate dan Buaya.
Menurut Sudirman, kawasan konservasi laut daerah yang dibantu KP3K akan mendorong partisipasi
NGO untik menbantu wilyah tersebut. Seperti di Alor sudah ada NGO dari WWF yang bekerjasama
dengan UPT di Kupang. pada saat Sail Komodo nanti, kawasan konservasi lai=ut ini akan diserahkan
kepada Bupati Alor oleh Menteri Kelautan dan perikanan, kata Sudirman

Selain itu, panitia HUT kemerdekaan RI di pulau Alor menyelenggaraka pengobatan massal
bekerjasama dengan perusahaan BUMN Kalbe Fharma. Pengonbatan

tersebut disambut antusias warga setempat, bahkan warga eks Timor Leste yang berada di Alor.
Direktur pendayagunaan Pulau-pulau Kecil Ditjen KP3K-KKP, Rido Miduk Segandi Batubara
mengatakan, dipilihnya upacara HUT kemerdekaan di Pulau Alor untuk mendukung penyelenggara
Sail Komodo 2013 di NTT. Dipilihnya Pulau Alor untuk upacara HUT kemerdekaan RI, karena
merupakan salah satu pulau terluar yang berbatasan langsung Timor Leste, serta mendukung Sail
Komodo 2013 di NTT, JELAS Rido.
Penulis : Nurul Cahaya Hakim
Editor : RD. Mohamad