Anda di halaman 1dari 13

BAB I

PENDAHULUAN
1.1.
ratu

Latar Belakang
Matematika merupakan ilmu yang sangat penting. Matematika disebut juga sebagai
dan

pelayanan

ilmu

pengetahuan.

Matematika

dikatakan

demikian

karena

perkembangannya tidak tergantung pada ilmu lain serta banyak ilmu-ilmu yang penemuannya
bersumber dari matematika. Seperti penemuan dan pengembangan teori Mendel dalam biologi
melalui konsep peluang. Sebagai pelayanan ilmu pengetahuan, matematika juga berkembang
untuk dirinya sendiri serta melayani kebutuhan ilmu pengetahuan lainnya. Matematika juga
dapat melatih untuk berfikir logis dan kritis dalam pemecahan permasalahan.
Menyadari pentingnya matematika dalam kehidupan, pemerintah terus berupaya
menyesuaikan kurikulum matematika di sekolah. Seperti memperbaiki kurikulum,
menyediakan sarana dan prasarana dan menambah porsi jam pelajaran matematika menjadi
lebih banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lainnya. Meskipun pemerintah telah
berupaya untuk memperbaikinya, namun hasil belajar siswa masih sangat rendah, sebagian
besar siswa masih beranggapan bahwa matematika merupakan pelajaran yang sangat sulit,
menakutkan dan membosankan. Hal ini dapat dilihat dari hasil temuan Programme For
International Student Assessment (PISA) 2012 bahwa kualitas pembelajaran Indonesia berada
pada peringkat 64 dari 65 negara untuk bidang studi matematika
Kesulitan belajar matematika harus diatasi sedini mungkin, kalau tidak siswa akan
menghadapi banyak masalah kerena hampir semua bidang studi memerlukan matematika
yang sesuai. Salah satu penyebab siswa tidak menyukai matematika dikarenakan siswa kurang
mengetahui kegunaan matematika dalam kehidupan sehari-hari serta ketidakmampuan siswa
dalam memahami konsep matematika, sehingga sulit untuk siswa mencerna permasalahan
yang masih abstrak. Kemudian proses belajar mengajar di sekolah cenderung bersifat
konvensional sehingga siswa bersifat pasif dalam menerima pembelajran.
Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat merupakan salah
satu

alternatif mengatasi masalah rendahnya hasil belajar siswa dalam

pembelajaran matematika. Penerapan suatu strategi pembelajaran dapat


ditinjau dari segi keefektifan dan kecocokannya dengan karakteristik
materi pelajaran dan keadaan siswa yang meliputi kemampuan dan minat
siswa. Jadi guru diharapkan dapat menggunakan strategi pembelajaran
yang tepat agar siswanya dengan mudah mempelajari matematika dan
dapat meningkatkan hasil belajarnya.
1

Berdasarkan kenyataan yang terlihat diatas, maka diperlukan suatu


solusi yang tepat agar pembelajaran menjadi efektif. Penulis meyakini bahwa
strategi pembelajaran yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa adalah Strategi WankatOreovocz. Strategi Wankat-Oreovocz merupakan suatu strategi pembelajaran pemecahan
masalah yang dikemukakan oleh wankat dan oreovocz. Dimana pada strategi pembelajaran ini
memiliki

tujuh

tahap

pelaksanaannya

yaitu

saya

mampu/bisa,

Mendefinisikan,

Mengekplorasikan, Merencanakan, Mengerjakan, Mengoreksi kembali (check), dan


Generalisasi (generalize). Strategi pembelajaran wankat-oreovoz ini sangat penting diterapkan
pada pembelajaran matematika, karena dapat meningkatkan hasil belajar, keyakinan diri dan
melatih cara berfikir logis siswa untuk menganalisis suatu permasalahan yang dihadapi.
Strategi Wankat-Oreovocz ini memiliki keunggulan dapat membantu siswa untuk lebih aktif
dalam memecahkan masalah yang ditemui dan siswa dapat meningkatkan motivasi dalam
proses pembelajaran.
1.2. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah pada penelitian ini adalah bagaimana penggunaan strategi
wankat-oreovocz pada pelajaran trigonometri.
1.3.

Tujuan Penelitian
Adapun tujuan penelitian ini adalah bagaimana penggunaan strategi wankat-oreovocz

pada pelajaran trigonometri.


1.4.

Manfaat Penelitian
Adapun manfaat penelitiannya

adalah

untuk

memberikan

masukan

untuk

meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan strategi pembelajaran wankatoreovocz dan untuk dapat meningkatkan prestasi belajarnya. Khususnya pada pelajaran
matematika.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Strategi Wankat-Oreovocz

Strategi berasal dari bahasa Yunani strategos yang berarti jenderal atau penglima,
sehingga strategi diartikan sebagai ilmu kejenderalan atau ilmi kepanglimaan. Seiring dengan
perkembangan zaman, strategi tidak hanya digunakan didalam peperangan saja, melainkan
pada dunia kependidikan. Dimana strategi belajar mengajar adalah rencana dan cara-cara
membawakan pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan
pengajaran dapat dicapai secara efektif.
Sedangkan menurut Suherman strategi dalam kaitannya dengan pembelajaran
matematika adalah siasat atau kiat yang sengaja direncanakan oleh guru, berkenaan dengan
segala persiapan pembelajaran agar pelaksanaan pembelajaran berjalan dengan lancar dan
tujuan berupa hasil belajar bisa tercapai dengan optimal.
Strategi pembelajaran merupakan suatu langkah awal yang harus dirancang oleh guru
sebelum melakukan proses belajar mengajar. Langkah-langkah guru dalam merancang dan
menggunakan strategi pembelajaran merupakan bagian yang sangat penting dalam
menentukan keberhasilan siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan.
Maka dari itu pemilihan strategi pembelajaran sangatlah penting didalam proses belajar
mengajar.
Strategi Wankat-Oreovocz merupakan suatu strategi pembelajaran pemecahan masalah
yang memiliki tujuh langkah pemecahan masalahnya, tahap tersebut dimulai dari saya
mampu/ bisa, mendefinisikan, mengeksplorasikan, merencanakan, mengerjakan, mengoreksi
kembali, dan generalisasi. Strategi pembelajaran Wankat-Oreovocz merupakan suatu strategi
pembelajaran pemecahan masalah yang dikemukakan oleh Wankat dan Oreovocz. Dimana
strategi Wankat-Oreovocz ini dapat meningkatkan motivasi, keyakinan diri dan melatih cara
berfikir logis siswa untuk menganalisis suatu permasalahan yang dihadapi.
2.2. Kelebihan dan Kelemahan Strategi Wankat-Oreovocz
Strategi Wankat-Oreovocz memiliki kelebihan yang sangat besar dalam memberikan
kesempatan kepada siswa untuk lebih mengembangkan kemampuannya dalam kegiatan
pembelajaran. Hal ini dikarenakan dalam strategi Wankat-Oreovocz, siswa dituntut untuk
aktif dalam proses pembelajaran.

Nego Linuhung mengemukakan kelebihan strategi Wankat-Oreovocz, yaitu:

a. Memberikan kesempatan yang luas kepada siswa untuk memperoleh pemahaman baru
tentang matematika.
b. Membantu siswa untuk lebih aktif dalam memecahkan masalah yang ditemui.
c. Guru dapat memperhatikan kegiatan siswanya secara langsung dalam menyelesaikan
masalah.
d. Dapat meningkatkan motivasi dalam proses pembelajaran.
Selain kelebihannya, Strategi Wankat-Oreovocz juga memiliki kelemahannya yaitu :
a. Membutuhkan persiapan matang dari guru untuk menggunakan
strategi ini
b. Menuntut siswa untuk terus berpikir kritis.
c. Memerlukan banyak waktu dalam menggunakan strategi pembelajaran
ini.
Berikut ini, tahap tahap strategi pembelajaran pemecahan masalah Wankat dan Oreovocz
yaitu:
a. Saya mampu, yaitu tahap membangkitkan motivasi dan membangun keyakinan siswa.
b. Mendefenisikan, yaitu membuat daftar hal yang diketahui dan yang tidak diketahui,
menggunakan gambar untuk memperjelas masalah.
c. Mengeksplorasi, yaitu merangsang siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan
dan membimbing menganalisis dimensi-dimensi permasalaahn yang dihadapi.
d. Merencanakan, yaitu mengembangkan cara berfikir logis siswa untuk menganalisis
masalah dan menggunakan flowchart untuk menggambarkan permasalahan yang akan
diselesaikan.
e. Mengerjakan, yaitu membimbing siswa secara sistenmatis untuk memperkirakan
jawaban yang mungkin untuk memecahkan masalah.
f. Mengkoreksi kembali, yaitu membimbing siswa untuk mengecek kembali jawaban
yang dibuat, mingkin ada beberapa kesalahan yang dilakukan.
g. Generalisasi, yaitu membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan, dalam hal ini
siswa didorong untuk mlakukan umpan balik/refleksi dan mengoreksi kembali
kesalahan yang mungkin ada.
Berdasarkan seluruh uraian diatas, adapun tahap-tahap startegi pembelajaran WankatOreovocz dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Tahap 1: Saya mampu/ bisa
Pada tahap ini, guru memeberikan motivasi kepada siswa bahwa mereka mampu
menyelesaikan suatu permasalahan.
Tahap 2: Mendefinisikan
Guru memberikan suatu masalah dan meminta siswa untuk memahami masalah tersebut
dengan menuliskan hal-hal yang diketahui dan yang tidak diketahui.
4

Tahap 3: Mengeksplorasikan
Guru meminta siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan tentang suatu masalah yang
akan mereka selesaikan.
Tahap 4: Merencanakan dan Mengerjakan
Siswa secara individu atau kelompok mulai mengidentifikasi cara menyelesaikan masalah
yang diberikan oleh guru. Sedangkan guru membimbing siswa dalam mencari jawaban
permasalahannya.
Tahap 5: Mengoreksi kembali
Guru menyediakan waktu dan kesempatan kepada siswa untuk mengecek kembali jawaban
yang telah dibuat.
Tahap 6: Generalisasi
Guru mengarahkan siswa untuk menarik kesimpulan tentang masalah yang sudah
diselesaikan. Dengan membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan: apa yang telah saya
pelajari dalam pokok bahasan ini?

Bagaimana saya menyelesaikan suatu masalah yang

diberikan oleh guru?


2.3. Trigonometri
a. Perbandingan Trigonometri dalam Segitiga Siku-Siku
Perhatikan gambar segitiga siku-siku ABC dengan siku-siku di C berikut ini. Dengan
mengacu pada sudut A, maka
a adalah sisi depan (sisi tegak)

b adalah sisi samping (sisi dasar), dan


c

adalah sisi miring

Perbandingan trigonometri pada segitiga siku-siku ABC adalah sebagai berikut


a
c

disebut sinus dari A

b
c

disebut kosinus dari A

tan A=

a
b

disebut tangen dari A

cot A=

b
a

disebut kotangen dari A

sin A=

cos A=

Sisi
miring

Sisi
tegak

C
5

sec A=

c
b

disebut secan dari A

csc A=

c
a

disebut kosekan dari A

Sisi
dasar

Berdasarkan rumus diatas, dapat diturunkan hubungan-hubungan matematika yang disebut


sebagai rumus kebalikan dan rumus perbandingan sebagai berikut:
csc A=

1
sin A

cot A=

1
tan A

sin A=

1
csc A

tan A=

1
cot A

sec A=

1
cos A

tan A=

sin A
cos A

cos A=

1
sec A

cot A=

cos A
sin A

Contoh :
1. Dalam segitiga ABC siku-siku, diketahui AB = 24 cm, BC = 7 cm.
Tentukan:
a. sin A dan cos A.

b. sin C dan cos C

Jawab :
Dengan menggunakan teorema pythagoras, carilah panjang sisi miring AC.
A
6

AB + BC = AC

242 +7 2=AC 2
AC 2=576+ 46=625
AC=25 cm

25
cm

24
cm

Jadi, panjang sisi miring = 25 cm

a. Untuk A , AB = sisi dasar


BC = sisi tegak, dan AC = sisi miring
B
sisi tegak BC 7
sisi dasar AB 24
sin A=
=
=
cos A=
=
=
sisi miring AC 25
sisi miring AC 7 cm
25

b. Untuk C , BC = sisi dasar


AB = sisi tegak, dan AC = sisi miring
sisi tegak BA 24
sisi dasar BC 7
sin C=
=
=
cos C=
=
=
sisi miring AC 25
sisi miring AC 25
sin =

2. Jika diketahui

8
17

, tentukan nilai dari

cos 2 sin2
sec2 tan2

Jawab :
sin =

Diketahui

BC 8
=
AB 17

, maka panjang sisi miring


C

= AC = 17 dan sisi tegak = BC = 8


1
Dengan menggunakan teorema Pythagoras, kita peroleh:
2

BC + AB = AC
2

8 + AB =17

AB 2 =28964=225

AB=15

Sehingga,

cos=

AB 15
=
AC 17

Dengan demikian,

sec=

AC 17
=
AB 15 ,

15 2
8

2
2
17
17
cos sin
=
2
2
2
sec tan
17
8

15
15

tan=

BC 8
=
AB 5

( ) ( )
( ) ( )

225 64
161

289 289 289 161

=
=
289 64
225 289

225 225 225

b. Menentukan nilai perbandingan trigonometri pada sudut khusus.


1. Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 0 diperoleh
sin 0o = 0
cos 0o = 1
sin 0 0
tan 00 = cos 0 = 1 =0
2. Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut 300 diperoleh
1
sin 30 =
2
cos 30 =

1
3
2

1
sin 30
2
1
tan 30 =
=
= 3
cos 30 1
3
3
2
3. Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut
1
sin 45 = 2
2
cos 45=

45

diperoleh

60

diperoleh

90

diperoleh

1
2
2

1
2
sin 45 2
tan 45 =
=
=1
cos 45 1
2
2
4. Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut
1
sin 60 = 3
2
cos 60 =

1
2

1
3
sin 60 2
1
tan 60 =
=
= 3
cos 60
1
3
2
5. Nilai perbandingan trigonometri untuk sudut

sin 90 =1

cos 60 =0
tan 60 =

sin 90 1
= =
cos 90 0

Contoh :
Hitunglah jumlah dari

4 cos 60+ 4 sin 45 sin 30

Jawab :
4 cos2 60 + 4 sin 2 45 sin2 30 =4

2
1 2
1
1
+4 2
2
2
2

()

( ) ()

1
1 1
4 +4
4
2 4
1
1 11
3
1+ 2 =3 = =2
4
4 4
4
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1. Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini akan dilaksanakan di SMAN 4 Medan yang terletak di
Jln. Gelas no 12, ayahanda medan. Penelitian ini akan di kelas X.
Pelaksanaan penelitian ini dilakukan dalam bentuk kegiatan proses
pembelajaran yang disesuaikan dengan berdasarkan kurikulum 2013 pada
materi trigonometri.
3.2. Populasi dan Sampel
Populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Populasi dalam
penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMA Negeri 4 Medan tahun
ajaran 2016/2017 yang terdiri dari 8 kelas.
3.3. Rancangan dan Variabel Penelitian
a. Rancangan Penelitian
Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah metode
penelitian eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian
ini

adalah Pretest-Posttest Control Group Design dikarenakan ingin

mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa antara kelompok


siswa yang menggunakan strategi Wankat-Oreovocz dengan kelompok
siswa tanpa menggunakan strategi Wankat-Oreovocz.
b. Variabel Penelitian
9

Variabel adalah suatu atribut atau sifat atau nilai dari orang, obyek
atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh
peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan. Berdasarkan
masalah dalam penelitian ini terdapat dua variabel yaitu variabel bebas
(Independen) dan variabel terikat (Dependen).
a. Variabel Bebas (Independen)
Variabel bebas adalah variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel terikat. Variabel
bebas dalam penelitian ini adalah strategi Ewankat-Oreovocz.
b. Variabel Terikat (Dependen)
Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas. Variabel terikat dalam penelitian
ini yaitu hasil belajar matematika siswa.
3.4. Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan
menggunakan tes hasil belajar siswa. Tes yang diberikan pada penelitian
ini adalah tes berbentuk soal uraian. Tes yang dilakukan adalah tes awal
dan

tes

akhir.

Tes

awal

diberikan

sebelum

proses

pembelajaran

berlangsung dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa.


sedangkan tes akhir diberikan sesudah proses pembelajaran berlangsung
dengan tujuan untuk mengetahui hasil belajar matematika siswa setelah
mengalami pembelajaran.
3.5. Teknik Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes. Tes
merupakan alat pengukuran yang mempunyai standar yang obyektif
sehingga dapat digunakan untuk mengukur dan membandingkan keadaan
tingkah

laku

individu.

Dalam

penelitian

ini

tes

digunakan

untuk

memperoleh data tentang hasil belajar matematika siswa sebelum dan


sesudah disampaikan materi pelajaran. Tes dilakukan dua kali yaitu
sebelum materi diberikan kepada siswa, maka diberikan pretest dan
sesudah semua materi disampaikan diberikan posttest.
3.6. Teknik Analisis Data

10

Dalam analisis data ini, seluruh data yang diperoleh pada kelas
eksperimen dibandingkan dengan kelas kontrol. Adapun teknik analisis
data dalam penelitian ini yaitu menggunakan teknik analisis inferensial.
1. Uji prasyarat analisis
a. Uji normalitas data
Uji normalitas dilakukan untuk menentukan apakah populasi berdistribusi
normal atau tidak. Statistik yang digunakan dalam uji normalitas ini adalah
uji Chi Kuadrat.
b. Uji homogenitas
Uji homogenitas dilakukan untuk menguji apakah nilai data yang diperoleh
termasuk data homogen, yaitu data yang berasal dari populasi yang sama
atau tidak yaitu dengan menggunakan rumus

Fh itung

2. Uji Regresi Sederhana


Regresi adalah suatu proses memperkirakan secara sistematis tentang
apa yang paling mungkin terjadi di masa yang akan datang berdasarkan
informasi masa lalu dan sekarang. Untuk menentukan ada tidaknya
pengaruh penggunaan strategi Wankat-Oreovocz terhadap hasil belajar
matematika siswa digunakan rumus korelasi product moment.
Distribusi

(Tabel

t)

=0,05

untuk

dan

derajat

kebebasaan

( dk =n1 +n22 ) . Hipotesis yang akan diuji adalah :


H a=

Terdapat pengaruh Strategi Wankat-Oreovicz terhadap hasil

belajar matematika siswa di SMAN4 Medan.


H 0= Tidak terdapat pengaruh Strategi Wankat-Oreovicz terhadap hasil
belajar matematika siswa di SMAN 4 Medan.
Kriteria pengujian : Jika
Jika

t hitung t tabel

t hitung <t tabel

maka

maka

HO

H O ditolak dan
diterima dan

Ha
Ha

diterima
ditolak.

11

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. (2005). Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta:
Bumi Aksara.
Darmansyah. (2006). Pembelajaran Matematika. Jakarta: Rineka Cipta.
Golu,W. (2002). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo.
Hamalik, Oemar. (2007). Proses Belajar Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.
Hamdani. (2011). Strategi Belajar Mengajar. Bandung: Pustaka Setia.
Jihad, Asep dan Abdul Haris. (2008). Evaluasi Pembelajaran. Yogyakarta: Multipresindo.
Linuhung,Nego. (2013). Penerapan Strategi pembelajaran Pemecahan Masalah WankatOreovocz dan Teknik Probing Dalam Peningkatan Literasi Matematis Siswa SMP.
Bandung: Program Pasca Sarjana UPI.
Masykur, Moch dan Abdul Halim Fathani. (2007). Mathematical Intelegence Cara Cerdas
Melatih Otak Anak dan Menanggulangi Kesulitan Belajar. Yogyakarta: Algensindo.
Purwanto. (2010). Evaluasi Hasil Belajar. Yogyakarta: Pustaka Belajar.
Sanjaya,Wina. (2008). Strategi Pembelajaran Berorientasi standar proses pendidikan. Jakarta
: kencana.
Riduwan. (2010). Belajar Mudah Penelitian untuk Guru Karyawan dan
Peneliti Muda. Bandung : Alfabeta.

12

Sardiman, AM. (2001). Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Semarang:


UNNES.
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya.
Jakarta: Rineka Cipta.
Soedyarto, Nugroho. (2008). Matematika Jilid 2 Untuk SMA dan MAN Kelas
X. Jakarta: Pusat Perbukuan.
Sudijono, Anas. (2011). Pengantar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Rajawali
Pers.
Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif dan R&D.
Bandung : Alfabeta.
Suherman. (2001). Strategi Pembelajaran Matematika
Bandung: Jurusan Matematika UPI-JICA.

Kontemporer.

Suherman, Erman, dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika


Kontemporer. Bandung : FMIPA Universitas Pendidikan Indonesia.
Wena,Made. (2009). Strategi Pembelajaran Inovatif Kontemporer. Jakarta: Bumi Aksara.

13