Anda di halaman 1dari 5

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel

Ikin Sodikin ( 156090500111001)


CONTOH KASUS NON-PROBABILITY SAMPLING
DAN PENGEMBANGANNYA

Non-Probability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang
yang sama bagi mewakili populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian, atau pengambilan sampel
yang dipilih dengan non random, biasanya disebut dengan sampel tetap (fixed).
Non-probability sampling (penarikan sampel secara tidak acak) dikembangkan untuk menjawab
kesulitan yang ditimbulkan dalam menerapkan metode acak, terutama dalam kaitannya dengan
pengurangan biaya dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pembuatan kerangka sampel. Hal
ini dapat dimungkinkan karena kerangka sampel tidak diperlukan dalam pengambilan sampel secara
non-probability. Sayangnya, ketepatan dari informasi yang dapat diperoleh juga akan terpengaruh.
Hasil dari non-probability sampling ini seringkali mengandung bias dan ketidak-tentuan yang bias
berakibat lebih buruk. Permasalahan yang muncul ini tidak dapat dihilangkan dengan hanya
menambah ukuran sampelnya. Alasan inilah yang mengakibatkan keengganan para statistisi untuk
menggunakan metode ini.
Adapun non-probability sampling yang sering digunakan adalah sebagai berikut :
a)

Teknik Penarikan Sampel Aksidental (Accidental Sampling)


Teknik penarikan sampel aksidental ini didasarkan pada kemudahan (Convenience). Sampel

dapat terpilih karena berada pada waktu, situasi, dan tempat yang tepat.
Contoh Kasus :
1) Sebuah penelitian dengan judul Pengaruh Elemen Ekuitas Merek Terhadap Rasa Percaya Diri
Pelanggan Di Surabaya Atas Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda yang bertujuan
untuk mengetahui pengaruh ekuitas merek yang terdiri dari kesadaran merek, kesan kualitas,
asosiasi merek, dan loyalitas merek mempengaruhi rasa percaya diri pelanggan di Surabaya
atas keputusan pembelian sepeda motor Honda. Populasinya adalah para pelanggan yang
mengambil keputusan pembelian sepeda motor Honda, sekaligus pemilik sepeda motor,

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel


Ikin Sodikin ( 156090500111001)
bertempat tinggal di Surabaya. Teknik sampling yang digunakan adalah dengan Accidental
Sampling, penentuan sampel dilakukan secara kebetulan, yaitu pelanggan yang kebetulan
berada di tempat perbaikan (bengkel resmi) sepeda motor Honda, dealer sepeda motor Honda,
dan tempat-tempat umum yang memungkinkan peneliti melakukan penyebaran kuisioner.
Sampel terpilih yang kemudian menjadi responden diminta mengisi (merespon) kuisioner yang
disampaikan kepadanya
2) Jika ingin meneliti tentang bagaimana pendapat penonton mengenai film Ada Apa Dengan
Cinta 2 (AADC 2) maka peneliti tidak boleh memiliki asumsi bahwa semua orang sudah
menonton film tersebut, akan tetapi yang dapat memberikan pendapat adalah mereka yang telah
menonton film tersebut, sehingga cara yang paling mudah adalah dengan menemui para
penonton film AADC 2 di pintu keluar bioskop yang memutar film tersebut.
3) Penelitian tentang pendapat umum mengenai pemilu dengan mempergunakan setiap warga
negara yang telah dewasa sebagai unit sampling. Peneliti mengumpulkan data langsung dari
setiap orang dewasa yang dijumpainya, sampai jumlah yang diharapkan terpenuhi.
b)

Teknik penarikan sampel Purposive


Teknik penarikan sampel purposive ini disebut juga judgmental sampling yang digunakan

dengan menentukan criteria khusus terhadap sampel, terutama orang-orang yang dianggap ahli.
Contoh kasus :
1) Sebuah penelitian berjudul Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kecenderungan
Penerimaan Opini Audit Going Concern bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas
audit,kondisi keuangan perusahaan, opini audit tahun sebelumnya, pertumbuhan perusahaan,
dan ukuran perusahaan terhadap penerimaan opini audit going concern. Teknik sampling yang
tepat digunakan untuk memperoleh informasi detail sesuai dengan tujuan adalah Purposive
Sampling, dengan populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang tercatat di
BEJ. Dengan teknik ini dianggap sudah tepat karena populasi berisi sampel yang sudah pasti
memahami permasalahan-permasalahan seperti proses audit, pertumbuhan perusahaan, serta
ukuran perusahaan terhadap penerimaan opini audit going concern.
2) Jika peneliti ingin mengetahui bagaimana caranya sebaiknya membuat iklan yang baik, maka
peneliti harus memilih mereka yang memahami atau berasal dari orang-orang periklanan atau
mereka yang bergerak dibidang pemasaran.

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel


Ikin Sodikin ( 156090500111001)
3) Peneliti ingin mengetahui model pembelajaran aktif, maka sampel yang dipilih yaitu responden
yang ahli dalam bidang pembelajaran aktif, misalnya : guru, wakil kepala sekolah urusan
kurikulum dan lain-lain
c)

Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)


Teknik penarikan sampel kuota (quota sampling) merupakan teknik penarikan sampel yang

sejenis dengan menggunakan teknik penarikan sampel stratifikasi. Perbedaanya adalah ketika menarik
anggota sampel dari masing-massing lapisan, peneliti tidak menggunakan secara acak tetapi
menggunakan cara kemudahan (accidental)
Contoh Kasus :
1) Penelitian tentang pendapat masyarakat terhadap pelayanan masyarakat dalam urusan Ijin
Mendirikan Bangunan. Jumlah sampel yang ditentukan 500 orang. Kalau pengumpulan data
belum didasarkan pada 500 orang tersebut, maka penelitian dipandang belum selesai, karena
belum memenuhi kuota yang ditentukan.
2) Penelitian terhadap pegawai golongan II, dan penelitian dilakukan secara kelompok. Setelah
jumlah sampel ditentukan 100, dan jumlah anggota peneliti berjumlah 5 orang, maka setiap
anggota peneliti dapat memilih sampel secara bebas sesuai dengan karakteristik yang
ditentukan (golongan II) sebanyak 20 orang
d)

Teknik Bola Salju (Snowball Sampling)


Teknik sampel bola salju (Snowball Sampling) digunakan jika peneliti tidak memiliki informasi

tentang anggota populasi. Peneliti hanya memiliki satu nama populasi. Dari nama ini peneliti akan
memperoleh nama-nama lainnya. Teknik ini biasanya digunakan jika peneliti meneliti kasus yang
sensitive atau rahasia.
Teknik ini merupakan suatu pendekatan untuk menemukan informan-informan kunci yang
memiliki banyak informasi. Dengan menggunakan pendekatan ini, beberapa responden yang potensial
dihubungi dan ditanya apakah mereka mengetahui orang yang lain dengan karakteristik seperti yang
dimaksud untuk keperluan penelitian. Kontak awal akan membantu mendapatkan responden lainnya
melalui rekomendasi. Untuk mencapai tujuan penelitian, maka teknik ini didukung juga dengan teknik
wawancara dan survey lapangan

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel


Ikin Sodikin ( 156090500111001)
Contoh Kasus :
1) Penelitian oleh J. Kerr Tahun 2008 dengan judul Di Belakang Pagar Perumahan:
Kampung-kampung Golongan Menengah di Malang, Jawa Timur menggunakan teknik
sampling snowball dalam penelitiannya di bidang perumahan yang memfokuskan studi
pada golongan menengah yang bermukim di kompleks perumahan Araya dan Sawojajar,
Malang - Jawa Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui mengapa anggota golongan
menengah ingin bermukim di kompleks perumahan yang distudi, interaksi mereka dalam
perumahan, dan gaya hidup anggota golongan menengah yang bermukim di perumahan.
Pada awalnya, peneliti diperkenalkan oleh dua dosen Universitas Muhammadiyah Malang
kepada teman dan keluarganya yang tinggal di kedua perumahan tersebut. Setelah itu, teknik
snowball sampling digunakan untuk mencari responden lain. Dengan kata lain, peneliti
mendapatkan responden lain yang bersedia diwawancarai atas rekomendasi responden
sebelumnya. Responden untuk penelitian ini berjumlah dua puluh orang. Sepuluh responden
tinggal di perumahan Sawojajar, sedangkan sepuluh responden lainnya tinggal di perumahan
Araya.
Teknik pengumpulan data utama yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara.
Teknik wawancara digunakan karena dianggap paling bermanfaat untuk memperoleh informasi
dari responden. Melalui wawancara, responden diberi kesempatan untuk menjelaskan
pendapatnya, serta menceritakan
Wawancara

pengalaman

dan

pengamatan

mereka

sendiri.

setengah-terstruktur digunakan dalam penelitian ini. Daftar pertanyaan

digunakan sebagai pemandu wawancara. Apabila ada pendapat atau cerita menarik yang
diungkapkan oleh responden, maka pertanyaan tambahan dapat langsung diajukan untuk
memperoleh data lebih rinci. Untuk melengkapi informasi, observasi lapangan juga
dilakukan di kedua perumahan tersebut.
Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kompleks perumahan menyediakan taraf hidup
yang tinggi, dan lebih menarik golongan menengah untuk tinggal di sana. Golongan menengah
ke atas menyebutkan faktor keamanan dan keselamatan sebagai alasan utama mereka pindah
ke perumahan, sedangkan golongan menengah ke bawah cenderung memberi alasan karena

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel


Ikin Sodikin ( 156090500111001)
lingkungan yang tenang. Tingkat individualisme golongan menengah ke atas biasanya
lebih tinggi daripada golongan menengah ke bawah. Interaksi golongan menengah ke atas
dengan warga perumahan lain cenderung terbatas. Budaya tetap penting untuk golongan
menengah. Namun, golongan menengah ke bawah lebih aktif dalam mempertahankan
budaya dan upacara tradisional. Pembangunan, kemajuan, pendidikan dan kerja keras
merupakan nilai-nilai yang penting untuk golongan menengah. Golongan menengah
memegang kuat agama dan percaya bahwa agama dapat menjadi pemandu moral dan
penyaring untuk pengaruh buruk.Penelitian tentang korupsi bahwa sumber informan pertama
mengarah kepada informan kedua lalu informan ke tiga dan seterusnya.
2) Penelitian perumahan yang dilakukan oleh Sukmajati (2008), yang
mengungkapkan fenomena pelaku pembangunan perumahan skala kecil
dan pemilik usaha rumah sewa

(kontrakan),

khususnya

pemilik

dan

pembangun hunian sewa dua lantai atau lebih, yang dibangun dan
dikelola secara swadaya oleh masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah
untuk mengungkapkan pembangunan yang dilakukan secara swadaya oleh
masyarakat,
kelayakan

yang

dan

dilihat

kesehatan

sebagai

masalah

bangunan,

serta

yang

terkait

standar

ketidakpedulian

mereka

terhadap regulasi perumahan yang berlaku. Penelitian dilakukan dengan


pendekatan kualitatif menggunakan teknik

sampling

snowball

untuk

mendapatkan informasi dari informan kunci dan responden lainnya.