Anda di halaman 1dari 2

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel

Ikin Sodikin ( 156090500111001)


CONTOH KASUS NON-PROBABILITY SAMPLING
DAN PENGEMBANGANNYA
Non-Probability Sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang tidak memberi
peluang yang sama bagi mewakili populasi untuk dipilih menjadi sampel penelitian, atau
pengambilan sampel yang dipilih dengan non random, biasanya disebut dengan sampel tetap
(fixed).
Pemilihan sampel dengan cara ini tidak menghiraukan prinsip-prinsip probability. Tidak
semua unsur atau elemen populasi mempunyai kesempatan sama untuk bisa dipilih menjadi
sampel. Unsur populasi yang terpilih menjadi sampel bisa disebabkan karena kebetulan atau
karena faktor lain yang sebelumnya sudah direncanakan oleh peneliti. Hasil yang diharapkan
hanya merupakan gambaran kasar tentang suatu keadaan.
Non-probability sampling (penarikan sampel secara tidak acak) dikembangkan untuk
menjawab kesulitan yang ditimbulkan dalam menerapkan metode acak, terutama dalam
kaitannya dengan pengurangan biaya dan permasalahan yang mungkin timbul dalam pembuatan
kerangka sampel. Hal ini dapat dimungkinkan karena kerangka sampel tidak diperlukan dalam
pengambilan sampel secara non-probability. Sayangnya, ketepatan dari informasi yang dapat
diperoleh juga akan terpengaruh. Hasil dari non-probability sampling ini seringkali mengandung
bias dan ketidak-tentuan yang bias berakibat lebih buruk. Permasalahan yang muncul ini tidak
dapat dihilangkan dengan hanya menambah ukuran sampelnya. Alasan inilah yang
mengakibatkan keengganan para statistisi untuk menggunakan metode ini.
Adapun non-probability sampling yang sering digunakan adalah sebagai berikut :
a)

Teknik Penarikan Sampel Aksidental (Accidental Sampling)


Teknik penarikan sampel aksidental ini didasarkan pada kemudahan (Convenience).

Sampel dapat terpilih karena berada pada waktu, situasi, dan tempat yang tepat. Contoh Kasus :
Jika ingin meneliti tentang bagaimana pendapat penonton mengenai film Ada Apa Dengan Cinta
2 (AADC 2) maka peneliti tidak boleh memiliki asumsi bahwa semua orang sudah menonton
film tersebut, akan tetapi yang dapat memberikan pendapat adalah mereka yang telah menonton
film tersebut, sehingga cara yang paling mudah adalah dengan menemui para penonton film
AADC 2 di pintu keluar bioskop yang memutar film tersebut.

Tugas 3 Teknik Penarikan Sampel


Ikin Sodikin ( 156090500111001)
a)

Teknik penarikan sampel Purposive

Teknik penarikan sampel purposive ini disebut juga judgmental sampling yang digunakan
dengan menentukan criteria khusus terhadap sampel, terutama orang-orang yang dianggap ahli.
Misalnya, jika peneliti ingin mengetahui bagaimana caranya sebaiknya membuat iklan yang
baik, maka peneliti harus memilih mereka yang memahami atau berasal dari orang-orang
periklanan atau mereka yang bergerak dibidang pemasaran.
b)

Teknik Sampling Kuota (Quota Sampling)

Teknik penarikan sampel kuota (quota sampling) merupakan teknik penarikan sampel yang
sejenis dengan menggunakan teknik penarikan sampel stratifikasi. Perbedaanya adalah ketika
menarik anggota sampel dari masing-massing lapisan, peneliti tidak menggunakan secara acak
tetapi menggunakan cara kemudahan (accidental)
Misalnya untuk mendapatkan 20 orang yang tinggal di wilayah Depok, peneliti tidak harus
mencari-cari responden dengan sulit, cukup peneliti kenal seorang mahasiswa yang tinggal di
Depok dan kemudian memintanya mewawancarai tetangganya (yang tinggal di Depok)
c)

Teknik Bola Salju (Snowball Sampling)

Teknik sampel bola salju (Snowball Sampling) digunakan jika peneliti tidak memiliki
informasi tentang anggota populasi. Peneliti hanya memiliki satu nama populasi. Dari nama ini
peneliti akan memperoleh nama-nama lainnya. Teknik ini biasanya digunakan jika peneliti
meneliti kasus yang sensitive atau rahasia. Misalnya tentang jaringan peredaran narkoba.