Anda di halaman 1dari 8

I.

IDENTIFIKASI
Nama

: An. SBA

Usia

: 13 tahun

Jenis kelamin

: Perempuan

Status

: Belum menikah

Agama

: Islam

Pekerjaan

: Pelajar

Suku

: Palembang

Alamat

: Jl. PDAM Lorong Air Bersih III

No. RM

: 892793

Kunjungan pertama ke poliklinik IKKK RSUPMH Palembang tanggal 19 Juni 2015


pukul 09.00 WIB.
II.

ANAMNESIS (autoanamnesis dan alloanamnesis, tanggal 19 Juni 2015 pukul


10.00 WIB)
Keluhan utama: timbul bercak putih di punggung atas dan pipi kiri yang bertambah
banyak sejak 1 bulan lalu.
Keluhan tambahan: gatal
Riwayat perjalanan penyakit :
Kisaran 2 bulan lalu, pasien mengeluh timbul 3 buah bercak putih ukuran
kepala jarum pentul di punggung atas dan pipi, terasa gatal terutama saat berkeringat.
Pasien tidak berobat.
Kisaran 1 bulan lalu, bercak putih di punggung atas semakin bertambah
banyak dan melebar menjadi seukuran biji jagung. Sebagian bercak putih bergabung.
Bercak putih di pipi tidak ada perubahan. Timbul bercak putih baru ukuran kepala jarum
pentul sebanyak 3-5 buah pada punggung bawah, terasa gatal terutama saat berkeringat.
Tidak ada bercak hilang atau kurang rasa. Kemudian pasien berobat ke Poliklinik IKKK
RSUP Mohammad Hoesin Palembang.
Riwayat penyakit dahulu

Timbul bercak putih ditutupi sisik putih tipis terasa gatal sebelumnya disangkal.

Riwayat kontak dengan penderita sakit kulit berupa bercak putih atau merah yang
kurang/hilang rasa disangkal.

Pasien mengaku mukanya sering memerah setelah terkena sinar matahari.

Pasien mengaku terdapat bintik-bintik kecoklatan pada hidung dan kedua pipinya
sejak kecil. Tidak ada keluhan pada bintik-bintik tersebut.

Riwayat penyakit keluarga

Timbul bercak putih disertai gatal di keluarga disangkal.

Riwayat penyakit kulit berupa bercak putih atau merah yang kurang/hilang rasa
dalam keluarga disangkal.

Riwayat higiene

Pasien rutin mandi satu kali sehari.

Pasien mengganti pakaian satu kali sehari, dan tidak mengganti pakaian saat
berkeringat.

Riwayat sosial ekonomi

Pasien tinggal bersama orang tua yang bekerja sebagai supir dan pembantu rumah
tangga.

Pasien sering terpapar sinar matahari pada siang hari. Pasien berangkat dan pulang
dari dan ke sekolah dengan berjalan kaki kisaran satu jam setiap harinya.
Kesan: sosial ekonomi menengah kebawah.

III.

PEMERIKSAAN FISIK (Tanggal 19 Juni 2015, pukul 11.00 WIB)


Status generalikus
Keadaan umum

: tampak sakit ringan

Kesadaran

: kompos mentis

Tekanan darah

: 110/70 mmHg

Nadi

: 87x/menit

Suhu

: 36,70 C

Pernafasan

: 20x/menit

Tinggi badan

: 140 cm

Berat badan

: 36 kg

IMT

: 18,3 (normoweight)
2

Keadaan spesifik
Kepala

: Rambut kemerahan, lurus, tidak mudah dicabut,

Wajah
Mata

distribusi normal.
: Terdapat freckles pada hidung dan kedua pipi.
: Konjungtiva tidak pucat, sklera tidak ikterik. Iris

Hidung
Telinga

berwarna coklat muda pada kedua mata.


: Sekret tidak ada.
: Meatus akustikus eksternus lapang, infiltrat tidak

Mulut

ada.
: Stomatitis tidak ada, faring tidak hiperemis, tonsil
T1-T1.

Thorak
Jantung

: Bunyi jantung I dan II normal, murmur dan gallop


tidak ada.

Paru-paru
Abdomen

: Suara napas vesikuler, ronkhi dan wheezing tidak


ada.
: Datar, lemas, hepar dan lien tidak teraba, bising
usus normal.

Ekstremitas
Superior

: Akral hangat, edema tidak ada, kuku tidak ada


kelainan, claw hands tidak ada, drop hands tidak
ada.

Inferior
KGB

: Akral hangat, edema tidak ada, kuku tidak ada


kelainan, claw toes tidak ada, drop foot tidak ada.
: Pada inspeksi dan palpasi tidak ditemukan
pembesaran KGB di regio colli, supraklavikula,

Genitalia

aksila, dan inguinalis.


: Tidak ada kelainan.

Status dermatologikus
Regio fasialis: makula hiperpigmentasi, multipel, milier, diskret.
Regio interscapularis: makula-patch hipopigmentasi, multipel, miliar-lentikuler,
diskret sebagian konfluens, ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.
Regio buccal sinistra: makula-patch hipopigmentasi: multipel, miliar-lentikuler,
diskret sebagian konfluens, ditutupi skuama putih, halus, kering, selapis.

Scratch test: dilakukan penggoresan pada lesi hipopigmentasi di regio


interscapularis

menggunakan

skalpel

tumpul.

Kesan: didapatkan skuama putih, halus, kering, selapis; scratch test positif.

Stretch test: dilakukan peregangan pada lesi hipopigmentasi di regio


interscapularis

menggunakan

jari

telunjuk

dan

ibu

jari.

Kesan: didapatkan skuama putih, halus, kering, selapis; stretch test positif.

Gambar 1. Gambaran klinis pada punggung.

Gambar 2. Gambaran klinis pada buccal kiri.

Gambar 3. Gambaran klinis pada fasialis. Rambut pasien terlihat kemerahan, iris yang
berwarna cokelat muda, dan terdapat freckles pada hidung dan pipi.

Pemeriksaan saraf tepi


Palpasi
Nervus aurikularis magnus dekstra

: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus aurikularis magnus sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus ulnaris dekstra nyeri tekan

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus ulnaris sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembeasran, tidak ada

Nervus ulnaris sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus radialis dekstra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus radialis sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus medianus dekstra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus medianus sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus peroneus dekstra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus peroneus sinistra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada

Nervus tibialis posterior dekstra

nyeri tekan.
: Tidak ada pembesaran, tidak ada
nyeri tekan.
5

Nervus tibialis posterior sinistra

: Tidak ada pembesaran, tidak ada


nyeri tekan.

Tes fungsi saraf


1. Tes sensorik
a. Rasa nyeri

: tidak ada kelainan

b. Rasa raba

: tidak ada kelainan

c. Suhu

: tidak ada kelainan

2. Tes motorik
Nervus ulnaris dekstra et sinistra
Nervus

medianus

dekstra

: Kekuatan otot jari kelingking


baik.
et : Kekuatan otot ibu jari baik.

sinistra
Nervus radialis dekstra et sinistra
Nervus

peroneus

dekstra

otot

pergelangan

tangan baik.
et : Kekuatan otot

pergelangan

sinistra
IV.

: Kekuatan

kaki baik.

PEMERIKSAAN PENUNJANG
Pemeriksaan spesimen kulit dengan KOH 10%
Dilakukan pengerokan kulit pada lesi hipopigmentasi pada regio interscapularis
dengan penambahan larutan KOH 10% diperiksa menggunakan mikroskop
pembesaran okuler 10x dan objektif 40x.
Hasil: ditemukan hifa dan spora dengan bentukan seperti spaghetti and meatballs.

Gambar 3. Hifa dan spora dengan bentukan seperti spaghetti and meatballs.

V.

RESUME
6

An. SBA, perempuan, 13 tahun, datang ke poliklinik IKKK RSUP Muhammad Hoesin
Palembang dengan keluhan timbul bercak putih di punggung atas dan pipi kiri yang
bertambah banyak sejak 1 bulan lalu. Kisaran 2 bulan lalu, timbul makula-patch
hipopigmentasi: multipel, milier, diskret, di regio interscapularis disertai pruritus.
Timbul pula makula hipopigmentasi: multipel, milier, diskret, di regio buccal sinistra.
Kisaran satu bulan lalu, makula hipopigmentasi bertambah banyak, multipel, milier,
diskret sebagian konfluens, di regio interscapularis disertai pruritus. Tidak ada
perubahan makula pada regio buccal sinistra. Pemeriksaan cutaneous sign, scratch dan
stretch test positif. Terdapat makula hiperpigmentasi: multipel, milier, dan diskret,
pada regio fasialis sejak kecil. Tidak ada keluhan pada lesi tersebut. Pemeriksaan
kerokan kulit di regio interscapularis dengan penambahan larutan KOH 10%,
ditemukan gambaran hifa dan spora dengan bentukan seperti spaghetti and meatballs.
Pemeriksaan saraf tepi tidak ditemukan kelainan.
VI.

DIAGNOSIS BANDING
DD/ -Pitiriasis Versikolor

Pitiriasis Alba
Morbus Hansen tipe BL
Oculocutaneous albinism type 2
VII.

DIAGNOSIS KERJA
Pitiriasis versikolor + Oculocutaneous albinism type 2.

VIII. PEMERIKSAAN ANJURAN


Pemeriksaan biakan pada media agar Sabouraud.
IX.

Penatalaksanaan
Umum :
1. Menjelaskan kepada pasien bahwa penyakit ini (bercak putih) tidak menular,
dan disebabkan oleh jamur.
2. Menyarankan pasien untuk segera mengganti pakaian jika lembab karena
keringat dan menggunakan baju yang berbahan menyerap keringat.
3. Menyarankan pasien untuk menjaga kebersihan dan mandi teratur 2x sehari.
7

4. Menyarankan pasien untuk memakai payung atau topi saat berada di bawah
sinar matahari.
Khusus :
Topikal
Shampo Ketokonazol 2% digunakan selama 10 menit sebelum mandi dan dibilas
saat mandi.
Sistemik :
Tablet Cetirizine 1x10 mg/hari/oral.
X.

PROGNOSIS
Quo ad vitam

: bonam

Quo ad fungsionam

: bonam

Quo ad sanationam

: bonam