Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Reaktor adalah suatu proses dimana suatu tempat terjadinya suatu reaksi berlangsung,
baik itu reaksi kimia atau nuklir dan bukan secara fisika (Cordelia, 2015). Reaktor dapat
diklasifikasikan atas dasar cara operasi, geometrinya, dan fase reaksinya. Berdasarkan cara
operasinya dikenal reaktor batch, semi batch, dan kontinyu. Jika ditinjau dari geometrinya
dibedakan menjadi reaktor tangki berpengaduk, reaktor kolom, reaktor fluidisasi. Sedangkan bila
ditinjau berdasarkan fase reaksi yang terjadi didalamnya, reaktor diklasifikasikan menjadi
reaktor homogen dan reaktor heterogen. Pada reaktor kontinyu, proses umpan dan produk
mengalir secara terus-menerus. Reaktor kontinyu dibagi menjadi 2, yaitu mixed flow reaktor
(MFR) dan plug flow reaktor (PFR).
Plug flow reaktor atau reaktor alir pipa merupakan reaktor dimana umpan masuk pada
masukan pipa, terjadi reaksi sepanjang pipa lalu keluar, konversi semakin lama semakin tinggi di
sepanjang pipa, contohnya petrokimia dan pertamina (Maranatha, 2015). Reaktor alir pipa dapat
digunakan baik pada fase cair maupun gas. Keuntungan menggunakan reaktor alir pipa adalah
konversinya cukup tinggi dibanding reaktor tangki berpengaduk dan waktu yang relatif lebih
singkat.
Sebagai seorang sarjana teknik kimia diharapkan mampu melakukan perancangan reaktor
sesuai dengan spesifikasi yang diinginkan. Mengingat bahwa didalam perancangan suatu reaktor
dibutuhkan perhitungan baik neraca massa maupun neraca panas yang rumit, maka digunakan
scilab sebagai software yang dirancang untuk memudahkan perhitungan dalam perancangan
reaktor.
1.2 Rumusan Masalah
Pembuatan Linier Alkyl Benzene menggunakan proses UOP dilakukan dengan
cara mereaksikan benzene dan olefin dalam sebuah reaktor alir pipa pada suhu 10OC pada
tekanan 1.2 atm. Dengan memakai katalis Hidrogen Fluorida
mempercepat reaksi pembentukan produk.

yang berfungsi untuk

Untuk merancang reaktor alir pipa dengan

kondisi operasi 10OC dan tekanan 1.2 atm maka dibutuhkan perhitungan numerik untuk

menghitung neraca massa dan neraca energi yang dapat dilakukan dengan menggunakan
software pemograman Scilab 5.1.1. Perancangan reaktor PFR ini dilakukan untuk
mengetahui hubungan antara volume reaktor dengan konversi yang diperoleh dan suhu
operasi dengan mempertimbangkan kondisi operasi serta reaksi yang terjadi dalam proses
ini.

1.3 Tujuan
1. Mampu merancang Plug Flow Reactor (PFR)

sesuai dengan spesifikasi yang telah

ditentukan dalam produksi Linier Alkyl Benzene.


2. Mampu mencari volume (V) Plug Flow Reactor (PFR) yang dibutuhkan untuk berbagai
3.

konversi dalam produksi Linier Alkyl Benzene.


Mampu mencari volume (V) Plug Flow Reactor (PFR) yang dibutuhkan untuk berbagai

suhu operasi dalam produksi Linier Alkyl Benzene.


4.
Mampu mensimulasi program yang telah disusun untuk merancang reaktor
menggunakan program scilab.
1.4 Manfaat
1. Mahasiswa mampu merancang Plug Flow Reactor (PFR) sesuai dengan spesifikasi yang
telah ditentukan dalam produksi Linier Alkyl Benzene.
2. Mahasiswa mampu mencari volume (V) Plug Flow Reactor (PFR) yang dibutuhkan
3.

untuk berbagai konversi dalam produksi Linier Alkyl Benzene.


Mahasiswa mampu mencari volume (V) Plug Flow Reactor (PFR) yang dibutuhkan

untuk berbagai suhu operasi dalam produksi Linier Alkyl Benzene.


4. Mahasiswa mampu mensimulasi program yang telah disusun untuk merancang reaktor
menggunakan program scilab.