Anda di halaman 1dari 7

STUDI UJI MODEL FISIK PEREDAM GELOMBANG

TENGGELAM BENTUK ENAM GIGI GERGAJI


1. Topik :
Peredam Gelombang tenggelam bentuk enam gigi gergaji
2. Konsep :
Penelitian ini berupa model fisik peredam gelombang berbentuk enam gigi gergaji. Untuk
mendapatkan simulai gelombang, gerakan gelombang diciptakan oleh wave making float
and actuator, bergerak turun naik secara vertikal pada flume tank berukuran 20.00 x 2.00
x 1.50 m. Bentuk (konstruksi)model uji pada percobaan ini berbentuk gigi gergaji
sebanyak 6 gigi dengan lebar bentang (L) = 1.00 m, panjang gigi gergaji (l ) = 0.25 m,
panjang zigzag model uji (L) = 3.18 m dan besarnya sudut gigi gergaji 36 drajat.
3. Kesimpulan
Hasil studi simulasi tinggi gelombang (H1) dan kedalaman muka air diatas mercu model
uji (h2) peredam gelombang gigi-6 gergaji (tooth saw submerged breakwater) secara
keseluruhan bahwa konstruksi tipe ini dapat bermanfaat meredam gelombang sebesar
maksimum 55% -75%. Dari model uji yang diteliti ini ternyata selain baik untuk
meredam gelombang dapat menimbulkan refraksi dibelakang model uji sehingga
gelombang yang menuju ke pantai setelah melimpas/ melewati model uji melebar
sehingga garis pantai tidak akan mengalami perubahan bentuk. Efek difraksi dikiri dan
kanan suatu konstruksi pemecah gelombang, umumnya terjadi dan akan mengakibatkan
tembolo yang dapat merubah bentuk garis pantai sedangkan dengan model gigi-6 gergaji
tenggelam ini tidak akan terjadi hal tersebut.
4. Manfaat dari penelitian
Penelitian ini memberi gambaran bahwa dengan bentuk peredam gelombang gigi 6
gergaji secara efektif dapat meredam gelombang tanpa merubah bentuk garis pantai yang
sangat berguna demi menjaga kesetimbangan pantai.

KARAKTERISTIK STABILITAS PEMECAH GELOMBANG


KANTONG PASIR TIPE TENGGELAM
1. Topik :
Stabilitas pemecah gelombang kantong pasir
2. Konsep :

Bagaimana pengaruh kemiringan susunan, bentuk dan susunan kantong pasir dalam
menjaga abrasi dari gelombang laut. Dilakkan model fisik 2-D, Skala model yang
digunakan adalah 1 : 10. Kantong dibuat menjadi dua bentuk, B1 dan B2. Kemiringan
model dibuat menjadi dua tipe, 1 : 1,5 dan 1 : 2,0, lebar puncak ditentukan 60 cm.
Gelombang teratur (reguler) digunakan pada penelitian ini, periode gelombang ditentukan
1,5 detik, sedangkan tinggi gelombang disesuaikan dengan tingkat stabilitas susunan
kantong pasir.
3. Kesimpulan
Hasil pengujian menunjukkan bahwa respon susunan kantong pasir dipengaruhi oleh gaya
gesek antar kantong. Gaya gesek (interlocking) antar kantong pasir relatif kecil, sehingga
susunan kantong pasir sangat peka terhadap perubahan kemiringan dan jenis susunan.
Kemiringan landai menyebabkan gaya gelombang yang menerjang struktur menjadi
berkurang.
4. Manfaat dari penelitian
Penggunaan Pemecah gelombang tipe kantong pasir sangat memudahkan diterapkan di
berbagai tempat karena material yang digunakan sangat mudah untuk didapatkan, tapi
dengan menggunakan pemecah gelombang tipe ini sangat bergantung oleh kemiringan
landai dari pemecah gelombang dan jenis susunannya

ANALISIS BREAK WATER PADA PELABUHAN TELUK BAYUR


DENGAN MENGGUNAKAN BATU ALAM, TETRAPOD, DAN
A-JACK
1. Topik
Analisa Breakwater menggunakan batu alam, tetrapod, dan A-jack
2. Konsep
Kajian ini membahas tentang breakwater di Pelabuhan Teluk Bayur dengan bentuk
breakwater sisi miring (breakwater rubblemound). Dalam Kajian ini, digunakan tiga
macam armor pada lapisan armornya, yaitu batu, tetrapod, dan A-Jack.
3. Kesimpulan
Armor batu memiliki berat yang paling besar daripada armor tetrapod dan A-Jack. Desain
menggunakan armor batu alam menghasilkan tinggi run up gelombang yang besar

sehingga armor batu memiliki elevasi puncak breakwater lebih besar dibanding tetrapod
dan A-jack
4. Manfaat dari penelitian
Memberikan gambara tentang penggunaan material armor layer pada breakwater. Dari 3
jenis armor layer yang dianalisa pengunaan armor layer tipe batu alam menghasilkan run
up yang besar.

PERLINDUNGAN ABRASI PANTAI AKIBAT GELOMBANG DI


TANAH LOT BALI

1. Topik
Perlindungan abrasi pantai akibat gelombang
2. Konsep
Perlindungan perlindungan pantai tipe tenggelam dengan menggunakan break water tipe
tetrapod dengan berat tetrapod 16 ton
3. Kesimpulan
Pemecah gelombang bawah air sangat cocok untuk keperluan penanggulangan abrasi
yang diakibatkan oleh gelombang, terutama untuk kawasan wisata pantai. Karena
konstruksinya tidak terlihat, maka pemecah gelombang bawah air tidak akan mengurangi
keindahan panorama pantai. Pemecah gelombang bawah air dapat menghancurkan energi
gelombang berkisar antara 32 s.d 60 %.
4. Manfaat dari penelitian
Disamping efektif meredam gelombang, penggunaan breakwater bawah air juga dapat
menjaga keindahan pantai karena letaknya berada di bawah laut

ANALISIS EFEKTIVITAS PENGGUNAAN BREAKWATER


DENGAN LAPIS PELINDUNG BAMBU DAN TETRAPOD
UNTUK MEREDUKSI ENERGI GELOMBANG LAUT DI
PELABUHAN KUALA TANJUNG

1. Topik
Analisa penggunaan breakwater menggunakan pelindung bambu dan tetrapod untuk
mereduksi gelombang.
2. Konsep
Merencanakan tata letak, tipe, dan dimensi pemecah gelombang yang terbaik untuk
digunakan di pelabuhan Kuala Tanjung. dengan menggunakan data gelombang, pasang
surut, angin dan arus Tipe pemecah gelombang yang dianalisa yaitu pemecah gelombang
dengan lapis pelindung bambu dan beton serta tetrapod dengan kemiringan struktur yang
berbeda-beda. Ada tiga alternatif design yaitu alternatif I dengan kelandaian cot = 1,5
berat material per 1 meter panjang adalah 192 kg untuk bambu dan beton dan 397 kg
untuk tetrapod. Alternatif II dengan kelandaian cot = 2, berat material per 1 meter panjang
adalah 144 kg untuk bambu dan beton dan 298 kg untuk tetrapod. Alternatif III dengan
kelandaian cot = 3, berat material per 1 meter panjang adalah 96 kg untuk bambu dan 198
kg untuk tetrapod.
3. Kesimpulan
Dari hasil penelitian ini diperoleh Pemecah gelombang yang cocok digunakan adalah
pemecah gelombang alternatif II dari material bambu dan beton dengan kemiringan cot =
2, karena memiliki kelandaian yang lebih besar dari alternatif I. Selain itu karena

memiliki berat material yang tidak terlalu besar dibandingkan alternatif I yaitu sebesar
144 kg untuk bambu dan beton serta 298 kg untuk tetrapod,
4. Manfaat dari penelitian
Dalam penelitian ini memberikan gambaran bahwa kemiringan breakwater sangat
mempengaruhi dalam meredam gelombang laut. Disamping itu faktor lain yang perlu di
perhatikan adalah susunan dari breakwater tersebut.

Hopotesis
Banyak faktor yang perlu diperhatikan dalam mereduksi gelombang, mulai dari jenis
material, kelandaian breakwater, bentuk material, susunan breakwater. Pemilihan faktor
faktor tersebut dipengaruhi oleh kondisi lokasi dan efisiensi pemanfaatannya. Kendala dalam
pembuatan breakwater yang efisien meredam gelombang laut adalah besarnya biaya
pembuatannya. Diharapkan kedepannya ditemukan suatu material yang efisien dari segi
ketersediaan material dan biaya konstruksi yang cocokditerapkan diberbagai kondisi dan
lokasi pantai.

REFERENSI :
1. https://publikasiilmiah.ums.ac.id/bitstream/handle/11617/143/_6_
%20JOHNNY.pdf?sequence=1
2. http://journal.ui.ac.id/technology/index.php/journal/article/download/708/1
64
3. https://ejournal.itp.ac.id/index.php/momentum/article/viewFile/94/91
4. http://jurnal.utm.ac.id/index.php/MID/article/download/7/6
5. http://jurnal.usu.ac.id/index.php/jts/article/viewFile/14544/6379

METODOLOGI PENELITIAN
Review Jurnal

Disusun oleh:
Muh Fajrin Wahab
(25015012)

Program Studi Teknik Sipil

Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan


Institut Teknologi Bandung
2016