Anda di halaman 1dari 20

MAKALAH

ALAT DAN MESIN PEMUPUKAN

Oleh :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Mustika Ervina
Rizki Hardi
Rizma Annisa
Ardian Tyar H
Anita Faikh
Nayla Rahmi
Destri Setiyanto
Raenita Ade W

A1H011010
A1H011021
A1H011033
A1H011044
A1H011055
A1H011067
A1H011077

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN KEBUDAYAAN


UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS PERTANIAN
PURWOKERTO
2012
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas limpahan
berkat dan ramhat-Nya kami dapat menyelesaikan tugas menyusun makalah
dengan lancar dan tepat waktu.
Makalah ini merupakan salah satu tugas untuk memenuhi nilai mata kuliah
Mesin dan Peralatan Pertanian. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini
masih banyak kekurangan, baik dalam penyajian bahan, susunan maupun
sistematiknya. Oleh karena itu, kami mengharap nasihat dan kritik yang bersifat
membangun.
Dengan terselesainya makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih
yang kepada:
1. Yang terhormat Bapak Susanto Budi Sulistyo, S.TP, M.Si., selaku Dosen
Pengampu Mata Kuliah Mesin dan Peralatan Pertanian.
2. Semua pihak baik yang secara langsung maupun tidak langsung telah memberi
sumbangan baik moril maupun materiil sehingga tersusun makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kami pada
khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

Purwokerto, 16 Oktober 2012

Penyusun

DAFTAR ISI

Halaman
HALAMAN
JUDUL
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
i
KATA
PENGANTAR
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
ii
DAFTAR
ISI
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
iii
BAB

PENDAHULUAN
1

A. Latar

Belakang
1

B. Rumusan

Masalah

1
C. Tujuan

Penulisan
2

D. Metode

Penulisan

2
E. Landasan

Teori

2
BAB II

PEMBAHASAN

MASALAH

A.

Pengertian

Kegiatan

Pemupukan

4
B.

Macam-macam Alat dan Mesin Pemupukan


.............................................................................................
.............................................................................................
4

BAB III

PENUTUP
16
A.

Kesimpulan
16

B.

Saran
16

DAFTAR
PUSTAKA
.........................................................................................................................
.........................................................................................................................
17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Pupuk dibutuhkan dimana tanah kekurangan unsur-unsur hara untuk


tanaman. Bilamana lahan ditangani dalam kurun waktu bertahun tahun , unsurunsur hara untuk tanaman berkurang dan hasil tanaman lebih rendah.
Pupuk dapat diberikan kepada tanah dalam beberapa bentuk, seperti
misalnya pupuk kandang, bentuk butiran, peluru atau pellet, dan pupuk dalam
bentuk cairan serta gas. Untuk menangani tipe-tipe pupuk ini, diperlukan
peralatan khusus, yang diberikan kepada tanah dan tanaman budidaya dengan
berbagai cara pada tahap-tahap pembudidayaan yang berlainan. Sebagai contoh,
pupuk kandag dari kebun biasanya disebarkan diatas lahan dengan penyebar
pupuk sebelum penyiapan lahan tanam.
B. Rumusan Masalah
Penulis merumuskan masalah sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.

Pengertian dari kegiatan pemupukan


Macam-macam alat dan mesin pemupukan
Bagian serta fungsi dari masing-masing alat dan mesin pemupukan
Kelebihan dan kekurangan dari penggunaan alat dan mesin pemupukan
C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk mempelajari berbagai macam alat dan mesin pemupukan.
2. Sebagai awal pengenalan alat dan mesin pertanian, salah satunya yakni jenis
alat dan mesin pemupukan.

D. Metode penulisan

Adapun penulisan makalah ini adalah melalui pendekatan-pendekatan


obyektif praktis, yaitu bahwa penulisan ini didasarkan pada sumber-sumber bahan
resmi dan segala yang dijadikan acuan atau referensi tersebut.
Sedangkan pendekatan praktis disini berarti adalah dapat berguna dan
penting dalam praktek yang sederhana, kemudian teknis yang kami gunakan
adalah kutipan, yaitu mengutip apa adanya dari buku-buku dan ditambahkan
sedikit dari kata-kata.

E. Landasan Teori

Pemupukan merupakan usaha memasukkan usaha zat hara kedalam tanah


dengan maksud memberikan/menambahkan zat tersebut untuk pertumbuhan
tanaman agar didapatkan hasil (produksi) yang diharapkan. Disamping itu pupuk
dapat diberikan melalui batang atau daun sebagai larutan. Pupuk diperlukan
apabila tanah sudah miskin akan zat hara, karena telah lama diusahakan.
Cara penempatan pupuk dan pemberian pupuk dalam tanah yang tepat
merupakan hal sangat penting. Agar pupuk dapat dimanfaatkan tanaman secara
baik, pupuk harus

berada dalam daerah perakaran. Pupuk tanaman dapat

berbentuk padat, cair atau gas. Pupuk tersebut dapat diberikan melalui beberapa
cara. Pemberian dapat dilakukan dengan menggunakan alat penyebar pupuk.
Alat/mesin penyebar pupuk mempunyai bentuk bermacam-macam.
Konstruksi dari alat tersebut tergantung dari macam pupuk yang akan
diberikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi jenis dan jumlah pupuk yang
diberikan antara lain tanaman yang diusahakan, sifat fisik dan kimia tanah.
Pada prinsipnya, antara jenis alat penanam dan alat pemupuk terdapat
beberapa persamaan dalam prinsip kerja. Persamaannya antara lain adanya
pembuka alur, mekanisme penjatuhan pupuk atau benih, penutup alur dan
tempat pupuk atau benih. Dengan demikian, untuk beberapa jenis alat

pemupuk yang didorong tenaga manusia atau ditarik hewan atau traktor
prinsip kerjanya sama dengan alat penanaman.
Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,
alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia
2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan
3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor
BAB II
PEMBAHASAN MASALAH
A. Pengertian Kegiatan Pemupukan
Pemupukan adalah tindakan memberikan tambahan unsur unsur
hara pada komplek tanah, baik langsung maupun tak langsung dapat
menyumbangkan bahan makanan pada tanaman. (Hardjowigeno, 2003)
Pemupukan adalah pemberian bahan yang dimaksudkan untuk
menyediakanj hara bagi tanaman. (Suryantini, 2005)
Pemupukan adalah pemberian pupuk kepada tanah dan substratnya.
(Endrizal, dkk, 2004)
Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara kedalam tanah
dengan

makud

memberiakan/menambahkan

zat-zat

tersebut

untuk

pertumbuhan tanaman agar didapatkan hasil produksi sesuai yang diharapkan.


B. Macam-macam Alat dan Mesin Pemupuk
Pemupukan dilakukan untuk mencukupi atau menambah zat-zat
makanan yang berguna bagi tanaman dari dalam tanah, atau dengan kata lain
supaya zat-zat makanan untuk tanaman terung belanda bertambah. Dalam
rangka memperoleh hasil dan mutu yang tinggi pada usaha-usaha penanaman,
perlu dilakukan berbagai usaha, sehingga zat-zat hara yang tidak dapat diserap

menjadi siap untuk diserap. Usaha-usaha tersebut dilakukan dengan jalan


pemupukan. Pemupukan tanaman ini dilakukan dilakukan beberapa kali. Hal
ini disebabkan karena tanaman terung belanda memiliki umur yang panjang
dan masa produktif yang cukup lama, yaitu sekitar 3 4 tahun. Pemupukan
tanaman ini dilakukan dengan cara membuat lubang melingkar atau parit
melingkar di sekeliling pohon pada batas paling luar kanopi tanaman.
Kedalaman lubang atau parit ini sekitar 15 20 cm. Selanjutnya lubang ini
diisi dengan pupuk kandang dan pupuk buatan (NPK).
Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,
alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu :
1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga manusia dibedakan menjadi 2
yaitu:
a. Tradisional
Cara tradisional ini masih banyak dipergunakan petani di
Indonesia. Pupuk sampai ke permukaan tanah dengan cara
disebar dengan menggunakan tangan.
b. Semi Mekanis
Alat penyebar semi mekanis biasanya dipergunakan untuk
menyebarkan pupuk butiran. Sebagai sumber tenaganya adalah
manusia, dengan mendorong alat melalui tangkai pengendali.
Pergerakan peralatan pengeluaran pupuk diatur oleh perputaran
roda melalui rantai transmisi dan gigi atau belt. Dalam
operasinya alat ini dikaitkan dengan alat tanam. Pergerakan alat
dari alat penyebar pupuk tersebut berasal dari perputaran roda.
Dalam operasinya, biasanya alat dikaitkan dengan alat
penanam benih. Untuk menyebarkan pupuk, alat dapat
dikendalikan oleh 2 atau 1 orang. Pada alat yang memerlukan 2
orang, masing-masing orang mengawasi pengeluaran jalannya
pupuk dan jalannya ternak atau alat.
2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga traktor

Alat pemupukan yang digerakkan traktor mempunyaibentuk bermcammacam, dan tergolong peratan mekanis. Atas dasar pupuk yang
dipergunakan, maka mesin dapat digolongkan menjadi 3, yaitu :
a) Alat penyebar pabuk (pupuk kandang)
Cara penempatan dan pemberian pupuk sangat erat hubungannya
dengan tanaman yang diusahakan. Pupuk kandang merupakan
salah satu hasil sampingan pertanian yang banyak bermanfaat.
Penyebaran yang seragam dan halus dapat dilakukan dengan alat
penyebar pupuk. Fungsi alat ini membawa pupuk kandang ke
lapang, menghancurkan dan menyebarkannya diatas tanah secara
seragam. Penyebaran biasanya dilakukan sebelum pengolahan
tanah pertama. Dengan pengolahan tanah pupuk diharapkan
bercampur dengan tanah.
Dalam operasinya alat berada dibelakang traktor. Biasanya
alat beroda dua, tetapi ada juga yang beroda empat sehingga dapat
ditarik oleh traktor dan hewan. Tenaga untuk operasi peralatan
penyebaran pupuk berasal dari perputaran roda bagian belakang
melalui transmisi rantai atau Power Take Off (PTO) traktor.
Kapasitas alat penyebar pupuk antara 40 sampai 150 busel, dan
ukuran yang banyak digunakan antara 60 sampai 80 busel.
Dibandingkan dengan menggunakan tangan maka alat ini lebih
cepat dan lebih seragam hasil sebarannya, serta menghemat tenaga
kerja. Bagian-bagian penting dari alat ini adalah
1. Kerangka (frame)
2. Konveyor (conveyor)
3. Penghancur (beater)
4. Widespread device
5. Kotak (box)
Kegunaan dari masing-masing bagian adalah :
1. Kerangka : berguna untuk menahan beban, pada umumnya rabuk
sangat berat sehingga diperlukan suatu kerangka yang kuat, tetapi

bahannya sangat ringan sehingga tidak memberikan tambahan


beban.
2. Konveyor : berguna untuk mengangkut rabuk ke bagian kotak.
Gerakan
konveyor antara 2.54 sampai 7.62 cm untuk setiap menit. Kecepatan
konveyor dapat diatur melalui pengungkit.
3. Beater : berfungsi menghancurkan bongkahan-bongkahan rabuk
menjadi bagian-bagian yang lebih halus, dan selanjutnya
menyalurkannya ke Widespread device.
4. Widespread device : berfungsi menyebarkan rabuk yang sudah
halus
kepermukaan tanah secara seragam. Alat ini terletak dibelakang
bagian
bawah pada kotak.
b) Alat penyebar pupuk butiran
Penggunaan pupuk komersial butiran hampir meningkat
setiap tahunnya. Karena hasil yang tinggi dapat diharapkan dari
tanah yang memperoleh pemupukan yang benar. Hasil penelitian di
Amerika menunjukkan bahwa penempatan pupuk adalah 5.08
sampai 7.62 cm disamping alur dan 7.62 sampai 10.16 cm dibawah
permukaan tanah. Lokasi pupuk akan tergantung pada jumlah
pupuk dan macam serta jarak tanam.
Untuk mengurangi biaya operasi, alat pemupukan dapat
digandengkan dengan alat penanaman dan penyiangan. Banyak alat
penyebar benih dan pupuk menggunakan alat yang sama, dan ini
akan menyebabkan kontak antara benih dan pupuk. Kontak antara
benih dan pupuk sedapat mungkin dihindarkan, terutama yang
berkonsentrasi tinggi, karena dapat terjadi kerusakan akibat garam.
Agar didapatkan pemupukan yang baik, karakteristik yang dipunyai
pupuk butiran kering adalah :
1. Mudah dibersihkan

2. Memberikan tingkat pemakaian yang luas


3. Peka terhadap daya egitasi mekanis
4. Mempunyai tingkat korosi yang kecil
c) Alat penyebar pupuk cair dan gas
Penggunaan pupuk cair dan gas di Indonesia masih belum banyak
dikenal. Penggunaan pupuk cair sudah mulai dipergunakan
beberapa petani di Amerika pada tahun 1947. Pupuk cair dapat
disebarkan dengan tanpa tekanan, tekanan rendah dan tekanan
tinggi (17,50 kg/cm2). Pupuk cair dengan tekanan tinggi misalnya
andhyrous ammonia, tekanan rendah misalnya aqua ammonia dan
pupuk tanpa tekanan misalnya pupuk larutan urea. Penempatan
pupuk cair dapat dilakukan dengan 3 cara yaitu :
1. Penempatan di bawah permukaan tanah : penempatan pupuk
dibawah

permukaan

tanah

memerlukan

peralatan

khusus.

Anhydrous ammonia biasanya disebarkan antara 12,7 sampai 15,24


cm di bawah permukaan tanah. Anhydrous ammonia mengandung
82% nitrogen. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan pupuk
ini adalah sifat yang tidak menyenangkan dari zat tersebut antara
lain adalah :
a. Bersifat korosi terhadap tembaga, campuran tembaga dan
campuran aluminium .
b. Uap ammina kurang memberi warna, menyebabkan mati lemas,
buta dan pada konsentrasi tinggi mudah terbakar.
c. Tekanan naik dengan cepat karena perubahan suhu, pada suhu 10
C tekanannya 5,22 kg/cm2, 37,78 0C tekanannya 13,50 kg/cm2,
dan pada 51,67 0C tekanannya 20, 51 kg/cm.
2. Penempatan pada permukaan tanah : pada cara ini penyebaran
pupuk dapat dilakukan dengan tanpa tekanan. Alat penyebar
pupuk ini serupa dengan sprayer. Pupuk dapat disemprotkan
bersama-sama

insektisida.

Bagian-bagian penting dari

penyebar anhydrous ammonia adalah :

alat

a. Tangki : berguna untuk membawa pupuk


b. Pipa : berguna untuk menyalurkan pupuk dari tangki ketanah
c. Pisau : berguna untuk membuka tanah
d. Pengatur : berguna untuk mengatur tekanan sesuai dengan
keperluan..
3. Penempatan dalam air irigasi : pupuk cair juga dapat disebarkan
melalui air irigasi. Pemberian bersamaan dengan air irigasi
sehingga dapat menghemat tenaga kerja dan alat. Kekurangan cara
ini antara lain, hanya mungkin dilakukan bila tanaman memerlukan
air dan kemungkinan penguapan pupuk melalui air. Ada 3 macam
cara sistem pengaliran pupuk cair dari tangki ke bagian distribusi.
1. Gravitasi (gaya berat)
2. Pompa
3. Tekanan udara

Spesifikasi Teknis:
Tipe

: Pengumpanan (feeding) dengan screw conveyor

Penggerak

: Traktor roda dua > 8 HP

Dimensi

: P x L x T : 3070 x 1410 x 1020 mm

Berat kosong

: 375 kg

Transmisi

: Sprocket and chain

Kapasitas Hopper

: 1 m3

Jenis pupuk

: Organik kering / Kompos

Dosis pupuk

: 10 12 ton/Ha

Lebar kerja

: 1 meter

Kecepatan kerja

: Maksimum 3 km/jam

Kapasitas kerja

: 0,3 Ha/jam (3,33 jam/Ha)

Pemberian

dapat

dilakukan

dengan

menggunakan

alat

penyebar

pupuk.Alat/mesin pemupukan di Indonesia masih belum berkembang.Umumnya


pemupukan masih dilakukan secara tradisional oleh para petani.Atas dasar sumber
tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,alat pemupukan dapat
dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : 1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga
manusia 2. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan 3. Alat pemupukan
dengan sumber tenaga traktor A.1. Alat pemupukan dengan sumber tenaga
manusia. Dari keterangan di atas maka dapat dilihat bermacam-macm alat
untuk pemupukan dan bagaimana cara penggunaannya sebagai berikut.
a. Penyebaran ( Spreading )
Alat penyebar bahan dapat dibagi dalam tiga katagori:
1. sentrifugal
2. grafitasi
3. hembuan udara
Penyebaran

pada

distributor

sentrifugalmenggunakan

spiner

diperlihatkan pada Gambar 13. Spiner dengan sudu-suduyang lurus maupun


lengkung biasa digunakan. Spiner diputar untuk menyebarkan pupuk ke arah
samping dan belakang dengan gaya sentrifugal dari putarannya.Kadangkadang untuk aplikator bahan kimia tepung dengan penyebaran bahan yang
tidak terlalu lebar, digunakan difuser seperti diperlihatkan padaGambar 14.
Difuser menyebarkan pupuk yang keluar dari lubang keluaran penjatah, dalam
bentuk alur di permukaan yang relatif lebar.
Gambar 13. Beberapa jenis spiner untuk distributor sentrifugal (Srivastava et
al.,1993).

Gambar 13. Beberapa jenis spiner untuk distributor sentrifugal (Srivastava et


al.,1993)

Gambar 14. Beberapa jenis difuser untuk aplikator tipe gravitasi (Srivastava
etal., 1993).
b. Penempatan ( Placement )
Alat penempatan bahan dapat dibagi ke dalam penempatan di
atas permukaan dan di bawah permukaan tanah. Aplikasi di atas permukaan
tanah biasanya dicampurkan ke dalam tanah dengan alat pengolahan tanah

10

(lihat video penggaruan) sebelum penanaman. Pada tanaman yang sudah


tumbuh,

bahankimia

diaplikasikan

sebagai

top

dressing

dan

tidak

dicampurkan ke dalam tanah,khususnya pada penanaman rapat/padat. Kadangkadang pupuk ditempatkancukup dalam di bawah permukaan tanah dengan
sebuah penanam ataukultivator. Pupuk juga ditempatkan di kedalaman yang
cukup dalam tanahmenggunakan bajak chisel atau di dasar alur pembajakan
seperti diperlihatkan pada Gambar 15. Penempatan dalam barisan saat
penananaman dalam barisan dilakukandengan aplikator yang independen dari
pembuka alur untuk benih. Pembuka alur yang mirip untuk penananaman
seperti piringan ganda (double disk ), piringantunggal ( single disk ), dan
pemuka alur tipe runner sering digunakan untuk penempatan pupuk dalam
alur. Gambar 16 menunjukkan contoh sebuah mesin pemupuk dan penanam
ditarik traktor tangan, di mana pembuka alur pupuk berada di depan untuk
membuat alur pupuk dengan kedalaman lebih dalam darialur benih.

11

Gambar 15. Alat pemupuk desain IRRI yang menempatkan pupuk padadasar
alur bajak (Koga, 1988)
Gambar 16. Sebuah mesin pemupuk dan penanam yang ditarik traktor
tangan(koga, 1988).
Untuk

mengaplikasikan

bahan

kimia

tepung,

dapat

juga

menggunakansebuah duster atau power duster seperti diperlhatkan pada


Gambar 17. Knapsack power duster (duster tipe gendong) pada Gambar 17
tersebut memiikikemampuan penebaran bahan kimia bentuk tepung ke arah
horizontal 25 m, arahvertical 15 m, dan kapasitas container 11-12 liter, berat
bersih 13.5 kg dengan daya motor 1.18 kW pada 5000 rpm dan konsumsi

12

bahan bakarnya 530ml/kW.jam. Desain utamanya adalah kotak penyimpan


bahan (hopper), blower penghembus, dan saluran penghembus. Blower yang
digerakkan oleh motor bakar ukuran kecil berfungsi memberikan hembusan
pada

dasar

hopper

untuk memperlancar

penjatahan

bahan

dan

menghembuskan bahan ke arah saluran penghembus untuk disebarkan ke


sasarannya. Saat ini, banyak power mist blower yang memiliki fasilitas untuk
penghembus bahan tepung, selainmenyemprotkan bahan cair.

Gambar 17. Sebuah knapsack power duster


3. Alat pemupukan dengan sumber tenaga hewan
Pupuk padatan banyak dipergunakan pada peralatan yang ditarik oleh
hewan. Pada alat penyebar pupuk butiran bisanya dilengkapi roda 2 buah,
sedangkan pada alat penyebar pupuk kandang beroda 4. Pergerakan alat dari
alat penyebar pupuk tersebut berasal dari perputaran roda.
Dalam operasinya, biasanya alat dikaitkan dengan alat penanam benih.
Untuk menyebarkan pupuk, alat dapat dikendalikan oleh 2 atau 1 orang. Pada
alat yang memerlukan 2 orang, masing-masing orang mengawasi pengeluaran
jalannya pupuk dan jalannya ternak atau alat.
Lebar dari alat penyebar pupuk ini mencapai 2.50 m, sedangkan
beratnya dapat mencapai 110 kg.

13

Keutuhan dari alat-alat tersusun dari bagian-bagian :


1. Corong pemasukan (hopper)
2. Tangkai kendali
1. Roda
2. Pengatur penjatuhan pupuk
3. Belt/rantai transmisi
4. Pembuka alur
5. Penutup alur
6. Saluran pupuk
Kegunaan dari masing-masing bagian adalah :
1. Corong pemasukan : berguna menyalulurkan pupuk kedalam tanah.
2. Tangkai kendali : berguna untuk mengendalikan jalannya alat.
3. Roda : berguna untuk memperlancar jalannya alat.
4. Pengatur penjatuhan pupuk : berguna menentukan jumlah pupuk yang
diperlukan
Belt/rantai : berguna untuk menyalurkan tenaga yang berhubungan dengan
alat penyaluran pupuk.
5. Pembuka alur : berguna untuk membongkar tanah yang akan diisi pupuk
6. Penutup alur : berguna untuk menutup tanah yang diisi pupuk.
7. Saluran pupuk : berguna untuk memperoleh ketepatan penjatuhan pupuk.
Semua alat penyebar pupuk dapat digolongkan kedalam alat semimekanis.

14

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dalam penulisan makalah ini penulis dapat mengambil kesimpulan
sebagai berikut :
1. Pemupukan merupakan usaha memasukkan zat hara kedalam tanah dengan
makud memberiakan/menambahkan zat-zat tersebut untuk pertumbuhan
tanaman agar didapatkan hasil produksi sesuai yang diharapkan.
2. Atas dasar sumber tenaga yang dipergunakan untuk menggerakkan alat,
alat pemupukan dapat dibedakan menjadi 3 golongan, yaitu : alat
pemupukan dengan tenaga manusia, alat pemupukan dengan tenaga
hewan, dan alat pemupukan dengan traktor.
3. Pupuk padatan banyak dipergunakan pada peralatan yang ditarik oleh
hewan.
4. Peralatan penggunaan pupuk kering dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
Band Aplicator dan Broadcast Aplicator.
5. Ada 3 macam cara sistem pengaliran pupuk cair dari tangki ke bagian
distribusi, yaitu gravitasi (gaya berat), pompa, dan tekanan udara.
B. Saran
Semoga dengan pembuatan makalah tentang Alat dan Mesin Pemupukan
ini, mahasiswa khususnya mahasiswa Teknik Pertanian diharapkan mampu
mengetahui dan memahami tentang alat dan mesin yang digunakan dalam
pemupukan.

15

DAFTAR PUSTAKA

Ciptohadijoyo, S., 1999, Alat dan Mesin Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Gadjah Mada, Jogjakarta
Darun, S. Matondang, Sumono, 1983, Pengantar Alat dan Mesin-Mesin
Perkebunan, Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan
Harris Pearson Smith, A.E., Lambert Henry Wilkes, M. S., 1988. Farm Mechinery
and Equipment, Tata McGraw-Hill Publishing Company Ltd, New Delhi
Irwanto, A.K., 1983, Alat dan Mesin Budidaya Pertanian, Fakultas Teknologi
Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Purwadi, T., 1999, Mesin dan Peralatan, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Gadjah Mada, Jogjakarta
Sukirno. 1999, Mekanisasi Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Gadjah Mada, Jogjakarta

16