Anda di halaman 1dari 11

RESUME

BAB 7 OPTIK PADA MATA DAN BAB 8 PERSAMAAN GELOMBANG


Oleh: Zulaikha Ummul Arafah / 14302241011
PENDAHULUAN
Mata, dalam hubungannya dengan otak, merupakan sistem bio-optik yang benar-benar
luar biasa mengingat karakteristik khas dari sistem ini. Mata membentuk gambar dari benda
secara kontinyu, pada jarak satu kaki hingga jarak yang tak terbatas. Mata dapat melihat pada
benda seluas langit atau berfokus pada detil sekecil kepala pin.

Mata juga dapat

menyesuaikan diri dengan luar biasa pada kasus intensitas, mulai dari cahaya nyaris tak
terlihat dari lilin yang bermil jauhnya di malam yang gelap hingga sinar matahari yang begitu
terang yang bahkan dapat melukai retina karena terbakar oleh sinar tersebut. Selain itu, mata
juga dapat membedakan warna dengan sangat baik, dari ungu tua ke merah tua.
STRUKTUR BIOLOGI DARI MATA
Secara anatomis, bentuk bola mata mirip dengan bumi, hampir berbentuk bola dengan
diameter kira-kira 22 mm. Mata tertanam dalam jaringan lemak di dalam suatu lingkaran,
atau ruang, di tengkorak dan dikelilingi oleh dinding tulang. Secara optik, bola mata dapat
digambarkan sebagai sistem lensa positif yang membiaskan cahaya ke permukaan belakang
untuk membentuk bayangan nyata, seperti halnya kamera biasa.

Gambar 1
Bagian dari Mata
Bagian-bagian dasar dari mata ditunjukkan pada Gambar 1. Cahaya pertama
memasuki mata melalui kornea yang merupakan jaringan transparan tanpa pembuluh darah

tetapi banyak terdapat sel-sel saraf. Tepat di belakang kornea terdapat ruang anterior yang
penuh dengan suatu cairan yang menyediakan nutrisi bagi kornea yang disebut aqueous
humor. Di aqueous humor terdapat iris, yaitu sebuah sekat atau diafragma yang memberikan
karakteristik warna pada mata dan mengontrol jumlah cahaya yang masuk. Sebuah lubang
yang dapat membesar dan mengecil atau yang membuka di iris di mana cahaya dapat
melaluinya disebut pupil. Iris mengandung dua set otot halus yang dapat mengubah ukuran
pupil dalam menanggapi rangsangan cahaya, diameternya dapat menyesuaikan dari minimal
sekitar 2 mm ketika cerah dan maksimum sekitar 8 mm ketika dalam keadaan yang sangat
gelap. Ketika memeriksa bagian dalam mata dengan cahaya terang, dokter sering
menggunakan obat-obatan, seperti atropin, untuk menjaga kondisi pupil agar tetap membesar
atau melebar.
Setelah melewati pupil, cahaya jatuh pada crystalline lens, sebuah benda transparan
dengan ukuran dan bentuk seperti kacang lima kecil. Bentuk dari lensa ini dikendalikan oleh
otot siliaris, yang dihubungkan dengan serat (zonules) ke pinggiran lensa. Lensa ini
merupakan benda yang kompleks, seperti bawang yang dilapisi banyak jaringan dan ditopang
oleh membran elastis. Karena jaringan fibrosa yang melapisinya ruwet, indeks bias lensa
menjadi tidak homogen. Setelah mengalami pembiasan terakhir pada crystalline lens, cahaya
masuk ke posterior chamber atau vitreous humor, zat seperti selai transparan yang indeks
biasnya 1.336, mirip dengan air. Vitreous humor pada dasarnya tidak memiliki struktur, hanya
mengandung partikel-partikel kecil yang disebut sebagai floaters. Mereka dinamai dari cara
di mana mereka terlihat mengapung di satu bidang. Sebagai contoh, ketika seseorang melihat
atau mengintip di langit-langit yang berwarna putih.
Setelah melintasi vitreous humor, sinar cahaya mencapai lapisan belakang di mata,
yaitu retina. Retina adalah bagian dari mata yang berfungsi seperti layar yang menerima
energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi elektrokimia. Retina merupakan struktur
hubungan saraf yang kompleks yang pada dasarnya merupakan perkembangan dari otak.
Mata ditutupi dengan lapisan putih tangguh, yaitu sclera, yang membentuk pendukung
kerangka mata. Di pusat makula, terletak agak di atas saraf optik, adalah centralis fovea,
wilayah dari ketajaman visual terbaik. Ketika membutuhkan penglihatan yang tajam dan detil
saat menghapus serpihan kecil dengan jarum, misalnya mata bergerak terus sehingga cahaya
yang datang dari area yang menguntungkan jatuh tepat di fovea yang merupakan sebuah
daerah batang bebas dengan diameter sekitar 200 mikro meter. Sebaliknya, daerah kecil lain

di retina yang terletak di titik luar dari saraf optik, benar-benar sensitif terhadap cahaya.
Tempat ini tanpa reseptor apapun dan disebut sebagai blind spot atau bintik buta.
FOTOMETRI
Merupakan ilmu pengetahuan kuantitas yang mengukur intensitas iluminasi cahaya
berdasarkan pendekatan sensitifitas mata manusia. Fotometri hanya berlaku untuk bagian
yang terlihat oleh mata dari spektrum elektromagnetik. Fotometri memperhitungkan respon
dari mata manusia untuk memancarkan energi pada berbagai panjang gelombang dan
melibatkan pengukuran psiko-fisik. Mata manusia, sebagai detektor, tidak memiliki respon
spektral datar, yaitu tidak merespon dengan sama di semua panjang gelombang.

Gambar 2
PENGGAMBARAN OPTIK DARI MATA
Secara keseluruhan, mata dapat diwakili oleh lensa positif dengan titik fokus 17 mm
pada saat keadaan santai (visi jauh) atau 14 mm pada keadaan tegang (penglihatan dekat).
Dalam upaya mencoba menggambarkan kekuatan optik mata yang akurat, skema mata telah
dirancang. Meskipun masih perkiraan, skema mata ini menyajikan representasi yang cukup
mirip (tapi kompleks) dengan mata biologis. Skema mata (H. V. Helmholtz dan L. Laurance)
yang mewakili mata biologis dengan akurasi yang lumayan baik ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3
FUNGSI MATA
Untuk beroperasi sebagai sistem optik yang efektif, mata harus membentuk bayangan
pada retina dari obyek atau adegan eksternal, baik jauh atau dekat, dan saat cerah ataupun
redup. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan fungsi visual sebagai berikut.
1.

Akomodasi

Adalah Penyesuaian mata untuk menerima bayangan yang jelas pada objek yang berbeda
jaraknya. Hal ini tergantung pada jarak dari objek atau adegan dari mata, lensa mampu
berakomodasi atau rileks agar fokus yang jelas terbentuk pada bayangan di retina. Untuk
sebuah objek yang jauh, otot siliaris yang melekat pada lensa relaksasi dan lensa berbentuk
lebih datar sehingga meningkatkan jari-jari kelengkungannya. Akibatnya, jarak fokusnya juga
menjauh. Ketika objek bergerak lebih dekat ke mata, otot siliaris akan menegang dan
menggembungkan lensa dan mengakibatkan jari-jari kelengkungannya mengecil dan jarak
fokusnya menjadi lebih pendek.
2.

Adaptasi

Adalah kemampuan mata untuk merespon sinyal cahaya dari yang sangat redup hingga
sangat cerah.Jumlah cahaya yang masuk ke mata pertama-tama diatur oleh iris dengan
menentukan besar kecilnya pupil. Selain adaptasi oleh iris dan pupil, ada adaptasi dari sel
batang dan sel kerucut. Adaptasi sel batang dan sel kerucut memberikan pengaruh yang luar
biasa pada penglihatan. Sel batang peka terhadap cahaya dengan intensitas rendah, sedangkan
sel kerucut peka terhadap intensitas cahaya tinggi.
3.

Penglihatan stereoskopik

Adalah kemampuan untuk menilai kedalaman atau posisi objek secara akurat dalam tiga
dimensi bidang. Pada manusia, saraf optik dari kedua mata terhubung ke optic chiasma yang
berada di dekat otak, kemudian diteruskan ke otak. Meskipun otak menerima gambar dari
masing-masing mata, otak hanya membentuk satu gambar saja. Fusi dari dua gambar yang
berbeda menjadi satu gambar saja disebut dengan binocular vision. Adanya sedikit perbedaan
antara kedua gambar dari mata kiri dan kanan memberikan peran cukup penting bagi
penglihatan stereoskopik di manusia.
Namun perlu dicatat bahwa meskipun hanya menggunakan satu mata saja, manusia tetap
mampu menilai kedalaman dan posisi objek. Hal ini disebabkan adanya petunjuk visual
seperti parallax, bayangan, dan perspektif dari benda.
4.

Ketajaman visual

Adalah kemampuan untuk melihat hal detil dengan jelas dan merasakan perbedaan nyata
dalam orientasi spasial benda. Kemampuan ini berdasarkan pada sudut minimum yang
dibentuk antara dua benda yang berdekatan. Secara teknik, ketajaman visual berbanding
terbalik dengan sudut minimum yang dapat digunakan untuk membedakan dua objek yang
berdekatan.
PERBAIKAN PENGLIHATAN DENGAN LENSA EKSTERNAL
Dalam keadaan normal, lensa mata memiliki kemampuan akomodasi, yakni
mencembung dan mencekung sesuai kebutuhan. Tujuannya, pantulan objek ditangkap tepat di
retina. Namun, pada banyak orang, muncul keluhan gangguan akomodasi. Ada 4 cacat mata :
1. Miopia (rabun jauh)
Mata miopi secara rutin dikoreksi dengan kacamata (atau lensa kontak) dengan
kekuatan dioptri negatif (lensa divergen). Penderita rabun jauh memiliki ciri titik
jauhnya kurang jauh dan titik dekat penglihatannya terlalu dekat dibandingkan orang
dengan penglihatan normal.
2. Hyperopia (rabun jauh)
Mata hipermetropi memiliki daya lihat lebih pendek dari mata normal . Seorang
dengan hipermetropi memiliki konvergensi yang lebih sedikit dari seorang dengan
mata normal dan membutuhkan lensa konvergen untuk meningkatkan pembiasan
3. Presbiopia
Mata manusia kehilangan kemampuan untuk mengakomodasi karena usia. Akibatnya,
penglihatan akan tampak buram jika melihat benda-benda jauh dan dekat. Koreksinya

dengan lensa kacamata bifokal yang terdiri atas lensa cekung untuk melihat bendabenda jauh dan lensa cembung untuk melihat benda-benda dekat.
4. Astigmatisme
Pada penderita astigmatisme, kelengkungan kornea tidak rata atau jari-jari
kelengkungan dari permukaan kornea di dua garis bujur datar (termasuk sumbu optik)
tidak sama. Koreksi mata astigmatisme yaitu dengan kacamata silinder. Jika terdapat
kasus seseorang mempunyai cacat mata ganda, seperti miopi silinder adata
hipermetropi silinder, maka dokter umumnya mengidentifikasi tiga angka.
PERBAIKAN PENGLIHATAN DENGAN PEMBEDAHAN
1. Radial Keratotomi
Dilakukan dengan cara memotong secara radial pada kornea mata yang terkena rabun
2. Pemahatan Kornea Mata
Pemahatan kornea dengan Laser adalah prosedur medis yang diperkenalkan awal
tahun 1980-an, menggunakan energi sinar laser untuk mebentuk kembali permukaan
kornea. Pembentukan kembali secara hati-hati dirancang untuk mengoreksi miopia,
hyperopia, Silindris, dan kombinasinya. Dua prosedur yang dapat dilakukan untuk
membentuk kembali kornea dikenal sebagai PRK (photorefractive keratectomy) dan
LASIK (Laser in-situ keratomileusis). Setiap prosedur membentuk kembali lapisan
atas kornea, sekaligus menjaga integritas struktural dari lapisan di bawahnya.
Untuk mengoreksi miopia, jaringan di pusat kornea dihapus dengan tujuan agar lebih
efektif dalam memipihkan kornea dan mengurangi kekuatan bias mata- dan
memungkinkan mata mudah untuk membentuk bayangan objek yang jauh pada retina.
Untuk hyperopia, kelengkungan permukaan kornea dibuat lebih curam dengan
menghapus jaringan di sekitar pinggiran kornea, sehingga meningkatkan bias
kekuatan mata. Silindris bisa diperbaiki dengan menghapus jaringan dalam cara
asimetris, sehingga menghasilkan mata dengan kekuatan bias yang sama sepanjang
garis bujur apapun.
3. Keratoplasti Konduktif
Digunakan untuk penderita presbiopi untuk memperbaiki kekuatan bias salah satu
mata untuk penglihatan dekat sedangkan mata lainnya yang tidak diobati digunakan
untuk melihat benda tak begitu jauh sampai benda yang jauh. Prosedur CK ini
menggunakan panas ringan yang dihasilkan dari gelombang radio untuk membuat
titik-titik kecil (lesi) di sepanjang pinggiran pusat kornea

PERSAMAAN GELOMBANG
Persamaan Gelombang 1 Dimensi
Dari pengamatan sistem koordinat stasioner, getaran yang bergerak memiliki
persamaan matematis.
y= y ' f ( x ' )=f ( xvt)

Jika getaran bergerak ke kiri, tanda v harus di balik, sehingga dapat dituliskan
y=f ( x vt )

(1)

Dengan menggabungkan hasil dua turunan kedua, didapatkan persamaan turunan


gelombang 1 dimensi :

y 1 y
=
x v t

(2)

Setiap gelombang dengan persamaan (1) harus memenuhi persamaan (2), terlepas dari
sifat fisik gelombang itu sendiri. Dengan demikian, untuk menentukan apakah suatu fungsi x
dan t merupakan sebuah gelombang berjalan adalah cukup dengan melihat apakah tampak
seperti bentuk umum persamaan (1) atau kah sesuai dengan persamaan (2).
Gelombang Harmonik
Gelombang harmonik melibatkan fungsi sin atau cos
y= A sin [ k (x vt )]
cos

Bilangan Kompleks
Bilangan kompleks

~z
menyatakan jumlahan bilangan real dan imajiner

~z=a+ib
Dimana
a= ( ~z ) dan b=(~z)

(11)

Nilai

~z
dinyatakan dengan

|~z| , disebut juga dengan nilai absolut atau modulus, yang

dinyatakan dengan teorema Phitagoras :


|~z|=a +b

(12)

~
~
~
Dari gambar 3, a=|z| cos dan b=|z| sin dapat juga di tuliskan dalam z
~z=|~z|( cos+i sin)

~z=|~z|e i

(14)

Dimana
=tan 1
Konjugat kompleks

~z

dengan i. Maka jika

~z=a+ib

( ba )

(15)
~z

menyederhanakan bilangan kompleks

~z =aib atau ~z =|~z| ei

dengan mengganti i

(16)

Teorema singkat
~z ~z =(|~z|e i )(|~z|ei )=|~z|

(17)

Gelombang Harmonik Sebangai Bilangan Kompleks


Menggunakan rumus Euler, untuk menggambarkan gelombang harmonik menjadi

= ()
Fungsi gelombang harmonik mencakupgelombang sinus dan gelombang cosinus sebagai
bagian real dan imajiner. Perhitungan menggunakan bentuk sederhana yang kompleks
mengahsilkan hasil yang benar untuk kedua gelombang sinus dan gelombang cosinus.
() = cos( )
dan
() = sin ( )
Gelombang Bidang
Gelombang bidang atau gelombang datar (plane wave) adalah gelombang yang apabila
sebuah bidang tegak lurus dengan arah perambatannya, maka titik-titik potong gelombang
tersebut pada bidang yang tegak lurus itu memiliki sudut fase yang sama

Gelombang Bola
Gelombang harmonik yang berasal dari sumber titik ke n homogen menengah pada tingkat
yang sama dalam segala arah. Permukaan fase konstan, yaitu, muka gelombang, adalah
permukaan bola berpusat pada sumbernya
Gelombang Elektromagnetik
Gelombang elektromagnetik dapat menggambarkan penyebaran cahaya, salah satu medan
listrik atau magnet yang bervariasi yang bersama-sama merupakan gelombang. Gambar 8-7
menggambarkan sebuah gelombang bidang elektromagnetik perjalanan di beberapa arah yang
asal. Dari persamaan Maxwell, yang menggambarkan gelombang seperti itu, kita tahu bahwa

variasi harmonik dari medan listrik dan magnetik selalu tegak lurus satu sama lain terhadap
arah propagasi diberikan k, seperti yang dipaparkan oleh bidang ortogonal dari sumbu pada
Gambar 8-7 .

Gambar 8-7 Gelombang bidang elektromagnetik. Medan listrik E,


medan magnet B, dan propagasi vektor k saling tegak lurus
Efek Doppler
Efek Doppler familiar untuk gelombang bunyi yang memiliki keseimbangan di gelombang
cahaya, tetapi dengan sebuah perbedaan penting.Perbedaan antara efek Doppler gelombang
bunyi dan gelombang cahaya melebihi perbedaan kecepatan gelombang. Sedangkan
gelombang bunyi merambat melalui media bahan, gelombang cahaya merambat dalam ruang
hampa. Begitu media perambatan dihilangkan, tidak ada lagi dasar fisika untuk perbedaan
antara perpindahan pengamat dan perpindahan sumber. Terdapat satu gerakan relatif antara
keduanya yang menentukan perubahan frekuensi dalam efek Doppler untuk cahaya.
Efek Doppler sangat penting ketika digunakan untuk menentukan kecepatan sumber
astronomi yang memancarkan radiasi elektromagnetik. Red shift adalah perubahan panjang
gelombang radiasi tersebut terhadap panjang gelombang yang lebih panjang, karena
kecepatan relatif sumber menjauh dari kita. Perluasan garis spektrum Doppler merupakan
aplikasi penting dimana pergerakan atom-atom gas bergerak cepat memancarkan cahaya
dengan kenaikan dan penurunan frekuensi karena atom-atom tersebut bergerak acak menuju
dan menjauhi pengamat membuat pengukuran yang spektroskopik.