Anda di halaman 1dari 4

BAB II

TINJAUN PUSTAKA
2.1 Pengertian aquaponik

Aquaponik adalah perpaduan dua sistem yaitu hidroponik dan aquaculture.


Sistem ini memadukan antara tanaman dan hewan air. Penjelasannya sangat
sederhana, dalam teknik aquaculture dimana ikan menjadi bahan utama terkendala
dalam peningkatan kadar amonia yang dihasilkan oleh kotoran ikan. sedangkan
tanaman membutuhkan nutrisi yang hampir semuanya terpenuhi oleh kotoran ikan.
Maka akan terjalin hubungan simbiosis antara satu sama lain yang dapat
menguntungkan keduanya.
Dalam aquaponik, efluen yang kaya nutrien dari bak ikan digunakan sebagai
pupuk untuk produksi tanaman hidroponik. Hal ini baik bagi ikan, karena akar
tanaman menjadi media permukaan untuk tempat tumbuhnya Rhizobacteria yang akan
merombak limbah nutrien dari sistem akuakultur. Nutrien ini dihasikan dari kotoran
ikan, alge, dan sisa pakan yang dapat terakumulasi hingga level toksik dalam bak ikan,
tetapi sebaliknya dapat berfungsi sebagai pupuk cair untuk pertumbuhan tanaman
dalam hidroponik. Dengan demikian, hidroponik berfungsi sebagai biofilter untuk
menyerap amonia, nitrat, nitrit, dan fosfor, jadi air yang bersih kemudian dapat
dialirkan kembali ke bak ikan. Bakteri nitrifikasi yang hidup dalam media filter dan
berasosiasi dengan akar tanaman memegang peran utama dalam siklus nutrient; tanpa
mikroorganisme ini keseluruhan system akan berhenti berfungsi. (Anonim,2008)
2.2 Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Sistem Aquaponik
Beberapa hal berkaitan dengan pemeliharaan ikan agar baik dalam teknologi
aquaponik (Nugroho dan Sutrisno, 2008) adalah sebagai berikut:
2.2.1 Jenis Ikan : Padat Tebar
A)

Ikan Mas : 10-200 ekor/m2

b)

Ikan Nila : 100-150 ekor/m2

c)

Ikan Gurame : 5-10 ekor/m2

d)

Ikan Lele : 100-150 ekor/m2

e)

Ikan Patin : 10-15 ekor/m2

2.2.3 Wadah Pemeliharaan


Wadah pemeliharaan ikan prinsipnya mempunyai pembuangan air yang dapat
menyedot kotoran ikan ataupun sisa pakan yang digunakan untuk dialirkan kedalam bak filter

misalnya dengan menggunakan ember ember plastik ukuran 10-20 Liter atau papan kayu
yang dibentuk menjadi seperti bak saluran air yang dilapisi plastik. luasan ember sebagai
filter yang digunakan adalah 25% dari permukaan wadah pemeliharaan ikan seperti pada
gambar. Sehingga air yang kotor menjadi bersih kembali. Medianya terdiri dari : batu kerikil
atau batu apung lebih dianjurkan untuk digunakan karena jika memakai tanah maka
seringkali jalannya air lebih terhambat karena tanah-tanah halus juga ikut hanyut dan
menyumbat lubang pengeluaran (Agrina,2012)
2.2.4 Sistem Resirkulasi
Secara ringkasnya dapat digambarkan sebagai berikut, air yang berasal dari wadah
pemeliharaan ikan dialirkan dengan menggunakan pompa air ke filter yang juga berfungsi
sebagai tempat untuk menanam tanaman, kemudian air yang sudah difilter tersebut dialirkan
kembali kedalam kolam ikan dialirkan secara terus menerus, sehingga amoniak yang berada
di kolam akan tersaring sampai 80 % oleh tanaman tersebut..jenis tanaman yang sudah dicoba
dan berhasil cukup baik adalah kangkung, tomat, sawi dan fetchin atau pokchai. Karena
media filter tidak menggunakan tahah maka agar tanaman dapat tumbuh baik perlu
disemaikan dulu sampai bibit berumur 1-1,5 bulan baru siap dipindahkan pada sistem
akuaponik dengan jarak tanam :
2.2.5 Jenis Tanaman dan Jarak Tanam
a) Kangkung - 10 cm
b)

Cabai - 40 cm

c)

Tomat - 40 cm

d)

Terong sayur - 40 cm (samudera,2012).

2.3 Keunggulan Sistem Aquaponik


Sistem aquaponik memiliki keunggulan, yaitu;
1. Petani melihat kotoran ikan sebagai sumber pupuk organik yang baik bagi pertumbuhan
tanaman.
2. Pembudidaya ikan melihat hidroponik sebagai salah satu metode biofltrasi untuk
memfasilitasi akuakultur resirkulasi intensif.
3. Petani melihat aquaponik sebagai cara untuk memperkenalkan produk organik ke pasar
karena hanya menggunakan pupuk dari kotoran ikan yang telah melalui proses biologis.
4. Menghasilkan dua produk sekaligus dari satu unit produksi.

5. Aquaponik dapat menghasilkan sayuran segar dan ikan sebagai sumber protein pada
daerah-daerah kering dan ketersediaan lahan terbatas.
6. Aquaponik adalah model produksi pangan yang berkelanjutan dengan perpaduan tanaman
dan ikan dan sikulus nutrien (Randifarm,2011).

DAFTAR PUSTAKA

Anonim,2008.teknik aquaponik. http://www. Scribd.com.diakses tanggal 8 oktober 2013


Samudera, 2012. tehnik Budidaya sistem aquaponik . http: //www.Blogspot.com. diakses tanggal 8
oktober 2013

Randifarm,2011.Budidaya lele padat tebar pada sistem. http://www. Blogspot.com.diakses


tanggal 8 oktober 2013