Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PADA LANSIA

OLEH :
NI KADEK VICKY WULANDARI
P07120015118
TINGKAT 2.3

POLTEKKES KEMENKES DENPASAR


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI DIII
2016

SATUAN ACARA PENYULUHAN


PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PADA LANSIA

Pokok Bahasan

: Perilaku Sehat dan Bersih pada Lansia

Sub Pokok Bahasan :

Pengertian PHBS
Pengertian PHBS pada lansia
Faktor-faktor perilaku PHBS pada lansia
Cirri cirri PHBS
Tujuan PHBS

Waktu

: Pukul 08.00 - 09.20 WITA

Tempat

: Bale Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung

Hari / Tanggal

: Senin, 17 Oktober 2016

Penyuluh

: Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar

Sasaran

: Lansia di Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung.

1. Latar Belakang
Manusia dalam hidupnya akan mengalami perkembangan dalam
serangkaian periode yang berurutan, mulai dari periode prenatal hingga
lansia. Semua individu mengikuti pola perkembangan dengan pasti dan
dapat diramalkan. Setiap masa yang dilalui merupakan tahap-tahap yang
saling berkaitan dan tidak dapat diulang kembali. Hal-hal yang terjadi di
masa awal perkembangan individu akan memberikan pengaruh terhadap
tahap-tahap selanjutnya. Salah satu tahap yang akan dilalui oleh individu
tersebut adalah masa lanjut usia atau lansia (Hurlock, 1999).
Menurut Undang-undang Nomor 13 tahun 1998 tentang Kesejahteraan
Lanjut Usia, yang dimaksud dengan lanjut usia adalah penduduk yang telah

mencapai usia 60 tahun ke atas. Di seluruh dunia penduduk Lansia (usia 60


keatas) tumbuh dengan sangat cepat bahkan tercepat dibanding kelompok
usia lainnya. Diperkirakan mulai tahun 2010 akan terjadi ledakan jumlah
penduduk lanjut usia. Hasil prediksi menunjukkan bahwa persentase
penduduk lanjut usia akan mencapai 9,77 persen dari total penduduk pada
tahun 2010 dan menjadi 11,34 persen pada tahun 2020. Selain itu,
Kesejahteraan Lanjut Usia mengamanatkan bahwa program dan kegiatan
pembangunan kesejahteraan sosial harus berorientasi pada peningkatan
kesejahteraan Lanjut Usia. Proses penuaan penduduk tentunya berdampak
pada berbagai aspek kehidupan, baik sosial, ekonomi, dan terutama
melaksanakan program Promosi Kesehatan di Daerah telah ditetapkan
Pedoman Pelaksanaan Promosi Kesehatan di Daerah dengan Keputusan
menteri Kesehatan RI No.1114/Menkes/SK/VIII/2005 (Dinkes, 2005).
Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) adalah upaya untuk
memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu kondisi bagi
perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalan
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk
meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan
pimpinan, bina suasana dan pemberdayaan masyarakat sebagai suatu upaya
untuk membantu masyarakat mengenali dan mengatasi masalahnya sendiri,
dalam tatanan masing-masing, agar dapat menerapkan cara-cara hidup sehat,
dalam rangka menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatan (Dinkes,
2010). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2007, menunjukkan
bahwa praktik PHBS di Indonesia masih rendah yaitu 38,7%, dibandingkan
dengan target Nasional sampai tahun 2010 sebesar 65,0%. Data Riskesdas
menunjukkan sebanyak 22 provinsi mempunyai prevalensi PHBS di bawah
prevalensi nasional, diantaranya yaitu Provinsi Sumatera Barat, Riau, Jambi,
Sumatera Selatan, Bengkulu, Lampung Kepulauan Riau, dan Provinsi
Nanggroe Aceh Darussalam yang paling rendah pencapaiannya, yaitu
sebesar 36,8% (Depkes, 2008).

Menurut Budihardja (2004), berdasarkan beberapa survei di Dinas


Kesehatan, masyarakat yang berperilaku hidup sehat masih kurang dari
10%. Kurangnya perilaku hidup sehat menimbulkan kebiasaan-kebiasaan
tidak sehat di masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan tidak sehat cenderung
mengabaikan kesehatan diri dan lingkungan sehingga memudahkan
terjadinya penularan penyakit.

2. Tujuan
Tujuan Intruksional Umum
Setelah dilakukan penyuluhan diharapkan Lansia Banjar Dukuh Desa
Gelgel, Klungkung mampu memahami perilaku hidup bersih dan
sehat.

Tujuan Intruksional Khusus


Setelah dilakukan penyuluhan selama 1 x 45 menit diharapkan Warga
Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung mampu :
- Menjelaskan pengertian PHBS
- Menjelaskan pengertian PHBS pada lansia
- Menyebutkan factor factor PHBS
- Menyebutkan Ciri Ciri Rumah Sehat
- Menyebutkan Tujuan PHBS

3. Materi ( terlampir )
Pengertian PHBS
Pengertian PHBS pada lansia
Faktor-faktor perilaku PHBS pada lansia
Cirri cirri Rumah Sehat
Tujuan PHBS

4. Metode
Metode yang digunakan dalam penyuluhan tentang perilaku hidup bersih
dan sehat pada lansia adalah :
a. Ceramah
b. Tanya jawab
5. Media dan Alat yang Digunakan
Media yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan adalah :

Powerpoint
Leaflet
Video

Alat yang digunakan dalam penyuluhan kesehatan adalah :

Proyektor LCD
Layar Proyektor LCD
Laptop

6. Sasaran
Warga Khusus untuk lansia di Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung
7. Waktu
Hari
Tanggal
Jam
Durasi

: Senin
: 17 Oktober 2016
: 08.00 08.45 WITA
: 45 menit

8. Tempat
Bale Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung
Settingan tempat penyuluhan

Pesert
aPenyul
Notule
uh
nn
Moderato

Layar LCD
Proyektor
Proyekto
r LCD
Fasilitator

9. Pengorganisasian
Moderator
: I Wayan Subagia, S.Kep.,Ns., M.Kes
Notulen
: Ari Marini, S.Kep.,Ns
Penyuluh
: Mahasiswa Jurusan Keperawatan Poltekkes Denpasar
Fasilitator
: Made Putra dan Wayan Andi

10. Rencana Kegiatan


No

Langkah

1.

Langkah
Pendahuluan

Durasi
Waktu
5
menit

2.

Penyajian

20

Kegiatan Penyuluhan

Kegiatan Sasaran

Memberikan salam.
Memperkenalkan

diri.
Memperjelas maksud

dan tujuan.
Memberikan pre test.
Menjelaskan tentang

Mendengarkan

pengertian

dengan seksama.

menit

hidup

Evaluasi

15
menit

dan

sehat.
Menjelaskan

Pegertian PHBS
Menjelaskan
Pengertian

3.

pertanyaan.

Perilaku

bersih

Menjawab salam.
Menjawab

PHBS

Lansia
Menyebutkan factor

factor perilaku PHBS


Menyebutkan cirri

cirri Rumah Sehat


Menyebutkan Tujuan

PHBS
Tanya jawab.
Menanyakan

Partisipasi aktif.

4.

Penutup

menit

kembali.
Post test.
Meminta

atau

memberi pesan dan

kesan.
Memberi salam.

Memberikan pesan
dan kesan.
Menjawab salam.

11.Rencana Evaluasi
a. Struktur
1) Persiapan Alat/ Media
Media dan alat yang digunakan dalam penyuluhan ini antara lain
LCD, layar proyektor, leaflet/brosur dan laptop. Semua lengkap
dan siap untuk dipergunakan.
2) Persiapan Materi
Materi disiapkam dalam bentuk makalah dan disajikan dalam
bentuk Power Poin Presentation untuk mempermudah proses
penyajian materi kepada sasaran yang dituju.
3) Undangan/Sasaran/Peserta
Adapun undangan yang akan menghadiri penyuluhan kesehatan ini
kurang lebih orang
b. Proses Penyuluhan
1) Kegiatan penyuluhan yang akan dilaksanakan digarapkan dapat
berjalan lancar dan sasaran mampu memahi materi yang
disampaikan mengenai perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia.
2) Dalam proses penyuluhan yang akan berjalan, diharapkan terjadi
interaksi antara penyuluh dengan sasaran atau peserta.
3) Para undangan yang datang diharapkan minimal 30 orang.
4) Sasaran diharapkan memperhatikan dan memahami materi yang
disampakaian dan tidak meninggalkan ruangan sebelum kegiatan
penyuluhan berakhir.

c. Hasil
1) Jangka Pendek
Sasaran mampu memahami dan menyampaikan kembali minimal
70 % materi yang telah diberikan, dengan menjawab pertanyaan
yang diajukan penyaji dengan benar.
Prosedur

: Tanya jawab

Jenis Test

: Pertanyaan lisan (terlampir)

Hasil yang diharapkan:


a) Peserta dapat menjelaskan pengertian PHBS.
b) Peserta dapat menyebutkan minimal 3 dari 7 faktor factor PHBS
pada lansia
c) Peserta dapat menyebutkan 2 dari 5 ciri cirri PHBS pada lansia.
d) Peserta dapat menyebutkan 2 dari 4 tujuan PHBS
2) Jangka Panjang
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran lansia akan pentingnya
perilaku hidup bersih dan sehat.
12. Penutup
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan ini, diharapkan warga
Banjar Dukuh, Desa Gelgel, Klungkung dapat mengetahui, memahami dan
mengaplikasikan cara perilaku hidup bersih dan sehat pada lansia.
13. Sumber
Hardianto wibowo (2003) Lanjut Usia dan Olahraga, Jakarta:PT
Grafindo Persada Kotler.
Mu Rifah (1991) Pendidikan kesehatan, Jakarta : Buku Kesehatan untuk
PGSD, Anne Ahira (t.t:t-2).
Irianto Kus (2004) Gizi dan Pola Hidup Sehat,Bandung : CV Yrama
Widya.
Sumitarsih (2007) Kebugaran Jasmani Untuk Lanjut Usia, Yogyakarta :
Majora.
Lampiran 1
MATERI
PERILAKU SEHAT DAN BERSIH PADA LANSIA
1. Pengertian Pola Hidup Sehat dan Bersih

Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif


untuk memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi
diri dari ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan
Masyarakat (Depkes, 2008). Pola hidup sehat adalah upaya untuk
memberdayakan anggota rumah tangga agar sadar, mau, serta mampu
melakukan perilaku hidup sehat (Suratno & Rismiati,2001) dan
menurut Kotler (2002), pola hidup sehat dan bersih adalah gambaran
dari aktivitas atau kegiatan seseorang yang di dukung oleh keinginan dan
minat, serta bagaimana pikiran seseorang dalam menjalaninya dan
berinteraksi dengan linkungannya. Sedangkan Menurut Anne Ahira (t.t:
1-2) pola hidup sehat adalah suatu gaya hidup yang memperhatikan
faktor-faktor penentu kesehatan, antara lain makanan dan olahraga.
2. Pengertian PHBS pada Lansia
Lanjut usia merupakan tahap akhir perkembangan pada daur
manusia, yang mengalami berbagai perubahan seperti perubahan
neurologis dan sensorik, perubahan visual, perubahan pendengaran
dsb.
Berdasarkan usianya, organisasi kesehatan dunia (WHO)
mengelompokkan usia lanjut menjadi empat macam, yaitu :
1.
2.
3.
4.

Usia pertengahan (middle age), kelompok usia 45 sampai 59 tahun.


Usia lanjut (elderly), kelompok usia 60 sampai 70 tahun.
Usia lanjut usia (old), kelompok usia 75 sampai 90 tahun.
Usia tua (veryold), kelompok usia diatas 90 tahun.
PHBS pada lansia adalah suatu gaya hidup lansia yang
memperhatikan faktor-faktor penentu kesehatan, antara lain
makanan dan olahraga.

3. Faktor-faktor perilaku mempengaruhi PHBS pada Lansia


3.1 Faktor perilaku sehat pada lansia
1. Faktor Makanan

Cara Menjaga Kesehatan Lansia salah satunya dengan


membatasi porsi makanan mereka, karena kebutuhan energi pada
lansia relatif sudah mulai berkurang. Agar tidak mempengaruhi
Stamina dan Kesehatan Lansia, pembatasan porsi dapat dilakukan
bertahap dan yang terpenting adalah asupan gizi walaupun porsinya di
batasi tapi justru nilai gizi ada makanan harus di tambah. Selain itu
waktu/jam makan juga harus diatur Usia tua sudah di mulai pada umur
40 tahun, karena perkembangan fisik akan menurun, tapi
perkembangan mental terus berlangsung. Bagi lansia sebaiknya
mengonsumsi makanan seperti sayuran segar yang di cuci bersih
dengan pestisida, buah segar, tahu, tempe yang berprotein tinggi.
Terutama hati yang banyak mengandung gizi seperti kalsium, fosfor,
besi, vitamin A, B1, B2, B12 dan vitamin C. dengan tepat. Zat lain
yang juga sangat penting bagi lansia adalah Omega 3. Zat yang sangat
berguna untuk tubuh ini, bisa didapatkan dari ikan laut, Sayur, Buah
dan minyak ikan, dengan tujuan dapat mencegah terjadinya gejala
stroke pada orang tua usia lanjut. Buah dan sayuran untuk kebutuhan
vitamin juga serat.
Selain mengatur pola makan, hal lain yang dibutuhkan untuk
Menjaga Kesehatan lansia adalah Zat Kalsium dan protein yang bisa
didapatkan dari susu. Zat Kalsium berguna untuk memperkuat tulang,
mencegah tubuh membungkuk dan mengurangi terjadinya
osteoporosis. Sehingga minum susu secara rutin, sangat dianjurkan
untuk para Lansia. Dan sebaiknya meminum susu dengan jenis lowfat
dan rendah gula
2. Faktor Istirahat
Istirahat yang cukup sangat di butuhkan dalam tubuh kita.
Orang lansia harus tidur lima sampai enam jam sehari. Banyak orang
kurang tidur jadi lemas, tidak ada semangat, lekas marah, dan stress.
Bila kita kurang tidur hendaknya di isi dengan ekstra makan. Dan
bila tidur terganggu perlu konsultasi ke dokter. Hobi untuk menonton
televise boleh saja, tapi jangan sampai larut malam.

3. Faktor Olahraga
Olahraga yang teratur apapun itu, baik untuk kesehatan kita
seperti senam, berenang, jalan kaki, yoga, waitangkung, taichi, dan
lain-lain. Berolahraga bersama orang lain lebih menguntungkan,
karena dapat bersosialisasi, berjumpa dengan teman- teman, dan
mendapat kenalan baru, mengadakan kegiatan lainnya.

3.2 Faktor Perilaku Bersih Pada Lansia


1. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
a. Alasan harus mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
penyebab penyakit. Bila digunakan, kuman berpindah ke
tangan. Pada saat makan, kuman berpindah ke tangan dan
masuk ke dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
b. Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman,
karena tanpa sabun, kotoran dan kuman masih tertinggal di
tangan.
c. Saat harus mencuci tangan
Setiap kali tangan kita kotor (setelah memgang binatang,

memegang uang, berkebun dan lain-lain)


Setelah buang air besar
Sebelum memegang makanan

d. Manfaat mencuci tangan


Membunuh kuman penyebab penyakit yang ada

ditangan
Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Disentri,
Kolera, Typhus, kecacingan, penyakit kulit, flu burung

atau severe acute respiratory syndrome (SARS).


Tangan menjadi bersih dan penampilan lebih menarik.
e. Cara mencuci tangan yang benar
Cuci tangan dengan air bersih yang mengalir dan

memakai sabun
Bersihkan telapak, punggung tangan dan pergelangan
tangan lengan, gosok bila perlu.

Bersihkan juga sela sela jari dan lipatan buku jari


Setelah itu keringkan dengan lap.
2. Kebersihan Kulit
Mandi dua kali sehari
Mandi pakai sabun
Menjaga kebersihan pakaian
Menjaga kebersihan lingkungan
3. Kebersihan rambut
Menurut Irianto (2009) untuk selalu memelihara rambut dan kulit
kepala dan kesan cantik serta tidak bau apek, perlu diperhatikan
hal-hal sebagai berikut :
Memperhatikan kebersihan rambut dengan mencucui

rambut sekurang-kurangnya dua kali seminggu.


Mencuci rambut dengan shampoo/bahan pencuci rambut

lain.
Sebaiknya menggunakan alat-alat pemeliharaan rambut

sendiri.
4. Kebersihan gigi
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan gigi
adalah sebagai berikut:
Menggosok gigi secara benar dan teratur dianjurkan setiap

habis makan
Memakai sikat gigi sendiri
Menghindari makanan yang merusak gigi
Membiasakan makan buah-buahan yang menyehatkan gigi
Memeriksakan gigi secara rutin

4. Ciri-ciri Rumah Sehat


Ada 5 ciri-ciri rumah sehat menurut Notoadmodjo (2007) sebagai
berikut:
1. Bahan bangunan
Bahan bangunan terbuat dari lantai ubin atau semen, dinding terbuat
dari tembok, atap rumah terbuat dari genteng atau seng.

2. Ventilasi
Ventilasi rumah mempunyai banyak fungsi yaitu untuk menjaga agar
aliran udara dalam rumah tersebut tetap segar, untuk membebaskan
udara ruangan dari bakteri-bakteri, untuk menjaga agar ruangan rumah
selalu tetap dalam kelembaban yang optimum.
3. Cahaya
Rumah yang sehat memerlukan cahaya yang cukup, tidak kurang dan
tidak terlalu banyak.
4. Luas bangunan rumah
Luas lantai bangunan rumah sehat harus cukup untuk penghuni di
dalamnya, artinya luas lantai bangunan tersebut harus disesuaikan
dengan jumlah penghuninya.
5. Fasilitas-fasilitas dalam rumah sehat
Rumah yang sehat harus mempunyai fasilitas-fasilitas yaitu penyediaan
air bersih yang cukup, pembuangan tinja, pembuangan air limbah,
pembuangan sampah, fasilitas dapur, ruang berkumpul keluarga.

5. Tujuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat


Menurut Ekasari, dkk (2008) Tujuan perilaku hidup bersih dan sehat di
masyarakat sebagai berikut:
1. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
2. Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah
kesehatan yang dihadapinya

3. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk


penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
4. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga.

Lampiran 2
1.
2.
3.
4.

RENCANA EVALUASI
Soal :
Apa yang maksud dengan hidup bersih dan sehat ?
Factor apa aja yang dapat mempengaruhi PHBS pada lansia ?
Bagaimana cirri cirri rumah PHBS ?
Apa tujuan dari PHBS ?

Jawaban :
1. Perilaku Sehat adalah pengetahuan, sikap, dan tindakan proaktif untuk
memelihara dan mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari
ancaman penyakit, serta berperan aktif dalam Gerakan Kesehatan Masyarakat
(Depkes, 2008).
2. Faktor perilaku hidup sehat pada lansia :
a. Faktor Makanan
b. Faktor Istirahat
c. Faktor Olahraga
Factor perilaku hidup bersih pada lansia :
a. Mencuci tangan dengan air bersih dan
sabun
b. Kebersihan Kulit
c. Kebersihan rambut
d. Kebersihan gigi
3. cirri cirri rumah sehat
a. Bahan banguna
b. Ventilasi

c. Cahaya
d. Luas Bangunan Rumah
e. Fasilitas-Fasilitas Dalam Rumah Sehat
4. Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan sehat
a. Masyarakat mampu mencegah dan mangatasi masalah-masalah
kesehatan yang dihadapinya
b. Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada untuk
penyembuhan penyakit dan peningkatan kesehatannya.
c. Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber
Masyarakat untuk pencapaian PHBS di rumah tangga.

LEMBAR PENGESAHAN

Mengetahui,

Denpasar, 14 Oktober 2016

Pembimbing

Mahasiswa

Ns. I Wayan Suardana, S.Kep., M.Kep.

Ni Kadek Vicky Wulandari

NIP. 197201091996031001

NIM. P07120015118