Anda di halaman 1dari 2

BAB III

PENUTUP

a. Kesimpulan
Kerugian negara dapat terjadi karena pelanggaran hukum atau kelalaian pejabat
negara atau pegawai negeri bukan bendahara dalam rangka pelaksanaan kewenangan
administratif
kebendaharaan.

atau

oleh

bendahara

Penyelesaian

dalam

kerugian

negara

rangka
perlu

pelaksanaan
segera

kewenangan

dilakukan

untuk

mengembalikan kekayaan negara yang hilang atau berkurang serta meningkatkan disiplin
dan tanggung jawab para pegawai negeri/pejabat negara pada umumnya, dan para
pengelola keuangan pada khususnya. Sedangkan kerugian keuangan negara adalah
kerugian negara yang sudah dapat dihitung jumlahnya berdasarkan hasil temuan instansi
yang berwenang atau akuntan publik yang ditunjuk.
Berdasarkan UU BPK dan Keppres No. 103 Tahun 2001 tentang Kedudukan, Tugas,
Fungsi, Kewenangan, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Lembaga Pemerintah Non
Departemen yang menilai/menetapkan ada tidaknya kerugian keuangan negara adalah
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan
(BPKP).
Menentukan ada tidaknya kerugian negara merupakan tahap pertama yang harus
dilalui dalam pemeriksaan indikasi adanya kerugian negara. Menentukan adanya
kerugian negara dilakukan dengan melaksanakan audit investigatif. Definisi Audit
Investigatif adalah, a methodologi for resolving fraud allegations from inception to
disposition. More specifically, fraud examination involves obtaining evidence and taking
statements, writing reports, testifying findings and assisting in the detection and
prevention of fraud.

33

Berdasarkan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi, unsur-unsur


terkait kerugian negara adalah:
a.Ada Unsur Melawan Hukum;
b.
Terbukti Memperkaya Diri Sendiri atau Orang Lain/ Korporasi.
c.Terjadi Unsur Kerugian Negara; dan
d.

Menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau korporasi, dan


Menyalahgunakan kewenangan, kesempatan, dan sarana yang ada padanya karena

jabatan atau kedudukan.


Pohon kerugian keuangan negara mempunyai empat cabang, dalam hal ini yaitu
akun. Masing-masing akun mempunyai cabang yang menunjukkan kaitan antara
perbuatan melawan hukum dengan akun-akun tersebut. Keempat akun tersebut adalah
aset, liabilitas, beban (expenditure) dan pendapatan (revenue). Dengan menggunakan
istilah bahasa Inggris di atas, pohon kerugian keuangan negara ini sering disebut dengan
R.E.A.L tree.

34