Anda di halaman 1dari 11

KOMPONEN C.

MAHASISWA DAN LULUSAN

1. SISTEM REKRUTMEN DAN SELEKSI CALON MAHASISWA


Mekanisme

Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di Universitas Kanjuruhan

Malang bersifat terpusat. Penerimaan mahasiswa Program Studi Bimbingan dan


Konseling dan strategi promosi diputuskan melalui rapat-rapat di tingkat universitas,
tetapi program studi juga diberi kesempatan untuk ikut mempromosikan program
studinya kepada calon mahasiswa. Bentuk keterlibatan tersebut tidak sekedar
menentukan daya tampung, penyediaan soal untuk tes mahasiswa tetapi terlibat aktif
dalam promosi program studi

secara langsung ke Sekolah, melalui siaran radio,

menyebarkan brosur/leaflet, melalui jaringan alumni dan melalui jaringan mahasiswa


daerah.
Input mahasiswa baru Program Studi Bimbingan dan Konseling berasal dari
lulusan SMA, SMK, dan MA. Unit Pelaksana Teknis Penerimaan Mahasiswa Baru
dibentuk melalui SK Rektor No. 617.a/VI.A2/UK-ML/XII.2013. Program Studi
Bimbingan dan Konseling juga menerima mahasiswa pindahan atau transfer dari
perguruan tinggi lain sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sistem PMB dilaksanakan melalui dua jalur, yaitu Penelusuran Minat dan
Kemampuan (PMDK) dan jalur regular melalui tes. Pendaftaran mahasiswa baru dapat
dilakukan secara online dan offline. Seleksi dilaksanakan secara one day service. Artinya,
proses pelayanan penerimaan calon mahasiswa mulai dari mendaftar sampai ujian masuk
dapat dilakukan dalam satu hari saja.
a. Seleksi Penelusuran Minat dan Kemampuan (PMDK)
Sistem PMDK didasarkan pada prestasi akademik dan non akademik. Sebagai tolok
ukur kemampuan akademik ditunjukkan oleh prestasi belajar selama di SLTA, antara
lain menduduki ranking 1-10 di kelas 3 semester 1, sedangkan prestasi non akademik
berdasarkan pada prestasi kegiatan ekstra kurikuler calon mahasiswa minimal untuk
tingkat Kabupaten/Kota.
b. Seleksi Jalur Reguler melalui Tes
Jalur tes adalah penerimaan mahasiswa baru melalui tes tulis dan non tes tulis
(wawancara dan tes kesehaatan). Apabila nilai rata-rata UAN minimal 8, maka calon
mahasiswa bebas dari tes tulis, dan langsung tes wawancara dan tes kesehatan.

Sedangkan bagi calon mahasiswa yang nilai rata-rata UAN-nya kurang dari 8 harus
mengikuti tes tulis, tes wawancara dan tes kesehatan.

2. PROFIL

MAHASISWA:

AKADEMIK,

SOSIO-EKONOMI,

PRIBADI

(TERMASUK KEMANDIRIAN DAN KREATIVITAS)


Mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling berasal dari berbagai daerah
di wilayah Indonesia. Dari tahun ke tahun daerah asal mahasiswa semakin menyebar ke
berbagai wilayah Indonesia antara lain Malang Raya, Madura, Jawa, Kalimantan, Papua,
Sulawesi, NTT, Maluku dan NTB. Ada juga mahasiswa yang berasal dari luar negeri. Hal
ini sesuai dengan label kampus Universitas Kanjuruhan sebagai kampus multikultural
yang siap menerima keberagaman sosial-budaya dan suku dari seluruh wilayah yang ada
di Indonesia. Sebagian kecil mahasiswa tergolong ekonomi menengah dan sisanya
tergolong ekonomi lemah. Indikasinya adalah banyaknya mahasiswa yang mengajukan
keringanan biaya dalam melakukan her registrasi setiap awal semester. Ini menunjukkan
Universitas Kanjuruhan Malang memberikan kesempatan yang sangat besar kepada
mahasiswa berkemampuan ekonomi lemah.

Diagram 3.1 Jumlah Mahasiswa Baru Bimbingan dan Konseling dari tahun
2011 s.d 2015
Jumlah total mahasiswa Bimbingan dan Konseling yang aktif saat ini 2015/2016
adalah 555 mahasiswa. Berdasarkan data diagram 3.1 tampak adanya kestabilan jumlah

mahasiswa. Kestabilan jumlah mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling


disebabkan karena terus meningkatnya kesejahteraan guru sehingga dapat menarik minat
lulusan SLTA menjadi guru. Kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling di beberapa
daerah masih tinggi juga menjadi penyebab banyaknya lulusan SLTA yang ingin kuliah di
Program Studi Bimbingan dan Konseling.

3. KETERLIBATAN

MAHASISWA

DALAM

BERBAGAI

KOMISI

YANG

RELEVAN
Dalam rangka membekali softskill yang dibutuhkan mahasiswa saat lulus,
Universitas Kanjuruhan Malang (Unikama) memfasilitasi keberadaan organisasi
mahasiswa, disamping sebagai media belajar kepemimpinan adanya organisasi
dimaksudkan untuk meningkatkan wawasan dan kecendikiawanan. Badan kelengkapan
organisasi kemahasiswaan di kanjuruhan malang, terdiri atas:
a. Mahkamah Mahasiswa (MM), merupakan organisasi kemahasiswaan yang
melaksanakan fungsi kehamikan (yudikatif) di tingkat Unikama
b. Majelis

Permusyawaratan

Mahasiswa

(MPM),

merupakan

organisasi

kemahasiswaan yang melaksanakan fungsi yudikatif di tingkat Unikama


c. Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), merupakan organisasi kemahasiswaan yang
melaksanakan fungsi legeslatif di tingkat Unikama
d. Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), merupakan organisasi kemahasiswaan yang
melaksanakan fungsi eksekutif di tingkat Unikama
e. Senat Mahasiswa Fakultas (SMF), merupakan organisasi kemahasiswaan tingkat
fakultas yang melaksanakan fungsi eksekutif
f. Himpunan

Mahasiswa

Program

Studi

(HMPS),

merupakan

organisasi

kemahasiswaan tingkat program studi berbasis pada arah profesi bidang keilmuan.
Disamping itu keterlibatan mahasiswa dalam berbagai kepanitiaan baik pada
tingkat universitas, fakultas maupun program studi seperti P3T, Penerimaan Mahasiswa
Baru (PMB), Dies Natalis, dan wisuda. Demikian juga dalam kegiatan ilmiah di tingkat
fakultas maupun program studi mahasiswa berperan baik sebagai peserta maupun
pelaksana kegiatan sebagai wadah pembelajaran mahasiswa dalam merencanakan,
melaksanakan, mengevaluasi dan mempertanggungjawabkan kegiatan yang diberikan
kepada mereka. Keterlibatan mahasiswa BK dalam berbagai komisi tidak hanya dalam

lingkup universitas atau fakultas saja akan tetapi mahasiswa program studi BK terlibat
juga dalam IMABKIN.

4. KEGIATAN EKSTRA-KURIKULER
Kegiatan ekstrakurikuler bersifat semi otonom dan mendapat dukungan penuh
dari lembaga. Bersifat semi otonom karena dalam kegiatan dan penentuan personil
dilakukan secara penuh oleh mahasiswa, tetapi pendanaannya dibantu universitas.
Kegiatan ekstra-kurikuler di bawah koordinasi Unit Kemahasiswaan sebanyak 17 unit
kegiatan mahasiswa di Unikama, yaitu: KSR-PMI, HIMPA, HIMPIS, Olahraga, Pramuka,
HMJF, MENWA, PMK, PWK, lembaga Dakwah Al-Farobi, PARAMA, GARANK,
PERISAI DIRI, PENALARAN, PSHT, KARATE, TAEKWONDO. Setidaknya lebih dari
20% mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling menjadi pengurus inti di
berbagai kegiatan ekstra-kurikuler. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa Program
Studi Bimbingan dan Konseling berperan serta aktif dalam berbagai kegiatan rutin dan
insidental dari berbagai kegiatan yang diadakan setiap Universitas Kanjuruhan Malang.
Tabel 3.1 Pencapaian Prestasi Mahasiswa BK tahun 2014
No

Nama Kegiatan dan Waktu


Penyelenggaraan
Lomba Volly PORSENI Universitas
2014
Lomba Video Bimbingan Kelompok
Unesa

Tingkat (Lokal,
Regional, Nasional,
atau Internasional)
Regional

Juara Umum 1

Se Jawa Bali

Peringkat 4

Kanjuruhan Ekspresikan Bakat

Regional

Porsenasma PGRI 2014 kategori


Taekwondo Under 63 Putra

Nasional

5. KEBERLANJUTAN

PENERIMAAN

MAHASISWA

Prestasi yang
Dicapai

Juara III Kategori


Dangdut Pa.
Juara II

(MINAT

CALON

MAHASISWA DAN KEBUTUHAN AKAN LULUSAN PROGRAM STUDI)


Meningkatkan animo calon mahasiswa, maka orientasi pengenalan program studi
melalui strategi sosialisasi lebih diarahkan kepada sekolah-sekolah menengah, baik yang
dilakukan melalui panitia PMB tingkat Universitas, maupun yang dilakukan Program
Studi yang terintegrasi dengan Program HMPS. Upaya untuk mempertahankan animo
calon mahasiswa, tidak hanya didasarkan pada orientasi/pertimbangan keberlanjutan

program studi , tetapi juga memperhitungkan kebutuhan lapangan/pengguna, yang


berdasarkan hasil pelacakan lulusan menunjukkan bahwa,mayoritas sekolah belum
memiliki jumlah konselor sekolah yang memadai. Penelitian di lapangan menunjukkan
bahwa target 1: 150 antara jumlah konselor dan siswa di lapangan belum terakomodasi
secara memadai.

6. PELAYANAN UNTUK MAHASISWA


a. Pelayanan Bimbingan dan Konseling
Layanan bimbingan dan Konseling meliputi Kegiatan pembimbingan dan
konseling dapat dilakukan secara individu dan kelompok yang mencakup masalah
pribadi, akademik, dan sosial. Mahasiswa diberi kesempatan memilih konselor mana
yang akan melayani serta kapan waktu untuk pelayanan

pembimbingan dan

konseling. Pengembangan Karir dan Penyediaan Bursa kerja bagi mahasiswa dan
lulusan, menyelenggarakan testing karir bagi mahasiswa, pelatihan melamar kerja
dilakukan melalui workshop yang diikuti oleh mahasiswa, dengan nara sumber dari
dunia kerja dan Dinas Tenaga Kerja.
b.

Pembinaan Minat dan Bakat


Kegiatan ekstra kurikuler bersifat semi otonom dan mendapat dukungan penuh
dari lembaga. Bersifat semi otonom karena dalam kegiatan dan penentuan personil
dilakukan secara penuh oleh kegiatan dan penentuan personil dilakukan secara penuh
oleh mahasiswa, tetapi pendanaannya dibantu universitas. Kegiatan ini berada di
bawah koordinasi Unit Kemahasiswaan, misalnya UKM Al-Farabi, HMJF, HIMPA,
HIMPIS, PWK, PMK, Pramuka, Menwa, bela diri, unit keagamaan, KSR, GARANK,
Parama, dan Olahraga, sesuai kebutuhan mahasiswa. Kegiatan organisasi mahasiswa
HMPS didampingi secara intensif oleh dosen dan ketua program studi. Dalam
menyusun program kerja, HMPS melibatkan ketua program kerja mahasiswa menjadi
lebih terarah dan selaras dengan program kerja program studi.

c. Pembinaan Softskill
Pembinaan Softskill dilaksanakan secara berkala dan bertahap oleh pihak
universitas, fakultas dan program studi. Kegiatan pembinaan dapat melalui beberapa
kegiatan antara lain 1) Workshop, training, pembimbingan bidang kewirausahaan bagi

mahasiswa 2) Mengadakan outbound bagi mahasiswa melalui kegiatan-kegiatan yang


dilakukan di luar area kampus, kegiatan ini bersifat pelatihan dan pengembangan
kemampuan serta karakter mahasiswa yang dilaksanakan secara outdoor. Dalam
kegiatan

akademis

adanya

internalisasi

softskills

dalam

kurikulum

untuk

menghasilkan lulusan yang memiliki kreatif, mandiri, toleran, demokratis dan religius.
Antar lain dengan cara, 1) Melaksanakan pembelajaran yang dapat menumbuhkan
softskills mahasiswa, 2) Menyelenggarakan

kewirausahaan sebagai

wajib bagi

mahasiswa Program Studi Bimbingan dan Konseling dapat semakin menumbuhkan


jiwa kewirausahaan mahasiswa, 3) Dalam kegiatan pembelajaran dosen senantiasa
memberikan contoh keteladanan softskills.
d. Beasiswa
Pemberian beasiswa bagi mahasiswa yang kurang mampu dan berprestasi
dilakukan dengan menjalin kerjasama dengan pihak eksternal untuk memperoleh
sumber beasiswa, seperti: Kerjasama dengan BNI, BRI, Bank Niaga, Pemprov Jatim,
DIKTI, Kemenkeu, sekolah asal mahasiswa, dan sebagainya. Pihak PPLP-PT PGRI
Malang telah memberikan beasiswa setiap tahun, yang diperuntukkan bagi
mahasiswa: 1) Berprestasi bidang akademik dan non akademik, 2) Kurang mampu, 3)
Putra guru, dan 4) yang memiliki saudara yang kuliah di Universitas Kanjuruhan
Malang. Jumlah penerima beasiswa dari Program Studi Bimbingan dan Konseling
banyak dibandingkan dengan beberapa program studi lain.
e. Pelayanan Kesehatan
Pemberian layanan kesehatan bagi mahasiswa diberikan untuk pertolongan
pertama maupun untuk rawat jalan dan rawat inap. Pihak universitas menjalin
kerjasama dengan PMI, menyediakan ruang pertolongan pertama, obat dan tenaga
medis dari KSR, menyediakan mobil ambulance Universitas Kanjuruhan Malang,
menjalin kerjasama dengan Klinik Umum dan Rawat Jalan RN Klayatan untuk
rawat jalan dan rawat inap mahasiswa. Asuransi kesehatan bagi mahasiswa diberikan
untuk kegiatan Program Pengenalan Perguruan Tinggi (P3T) dan KKN.

f. Pelayanan Pemanfaantan Sistem Informasi

Pelayanan pemanfaatan sistem informasi diberikan kepada mahasiswa dalam


rangka untuk meningkatkan layanan mahasiswa di bidang administrasi akademik dan
bidang Kemahasiswaan dan Alumni. Akses Internet gratis bagi mahasiswa, dosen dan
tenaga kependidikan tersedia di seluruh area kampus untuk mempermudah
pemanfaatan sistem informasi sehingga mahasiswa mudah untuk mencari sumber
belajar.
g. Pelayanan Peningkatan Daya Nalar Mahasiswa
Untuk

meningkatkan

daya

nalar

pendampingan, pelatihan dan

mahasiswa,

Program

studi

memberikan

workshop dalam menyusun proposal Program

Kreativitas Mahasiswa (PKM) maupun. Program studi menyediakan tutorial yang


dibimbing oleh dosen Program Studi Bimbingan dan Konseling untuk membantu
mahasiswa menyelesaikan permasalahan terkait .

7. KOMPETENSI DAN ETIKA LULUSAN YANG DIHARAPKAN


Program Studi Bimbingan dan Konseling menghasilkan calon-calon guru
Bimbingan dan Konseling. Seorang guru diharuskan memiliki empat kompetensi utama
yaitu 1) Kompetensi akademik, 2) Kompetensi Pedagogik, 3) Kompetensi Sosial, dan 4)
Kompetensi Kepribadian. Kompetensi akademik merupakan kompetensi dalam
penguasaan bidang studi Bimbingan dan Konseling. Mahasiswa diharapkan menguasai
Bimbingan dan Konseling baik tingkat dasar maupun tingkat lanjut, menguasai strategi,
metode, media, dan cara-cara mengevaluasi pembelajaran Bimbingan dan Konseling, dan
menguasai metodologi penelitian dan pembelajaran Bimbingan dan Konseling.
Kompetensi pedagogik merupakan kemampuan guru dalam pengelolaan
pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman wawasan dan landasan
pendidikan; pemahaman terhadap peserta didik sebagai pribadi yang unik dengan
segenap

kelebihan,

kekurangan,

dan

kebutuhannya;

dapat

mengembangkan

kurikulum/silabus; merencanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar peserta


didik.
Kompetensi Sosial merupakan kemampuan guru sebagai mahluk sosial, sebagai
bagian dari masyarakat untuk berkomunikasi secara efektif dengan peserta didik,
sesama pendidik, tenaga kependidikan orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat
sekitar.

Kompetensi kepribadian merupakan kepribadian yang mencerminkan seorang


pendidik. Guru dalam masyarakat seringkali menjadi tokoh panutan. Sehingga guru
harus memiliki standar kualitas pribadi tertentu yaitu kreatif, mandiri, toleran,
demokratis dan religius
Pencapaian kompetensi dilakukan melalui kegiatan intrakurikuler. Secara
intrakurikuler, pencapaian masing-masing kompetensi dirancang melalui perkuliahan
yang relevan. Kompetensi pedagogik dicapai terutama melalui rumpun MKB dan
MKK. Kompetensi sosial dan kompetensi kepribadian dicapai terutama melalui
rumpun MPK dan KKN. Kompetensi profesional dicapai terutama melalui rumpun
MKK. Kualitas etika yang diharapkan dari lulusan didasarkan pada SK Rektor No.
072/VI.B10/UK-ML/I.2012 dan tertuang dalam statuta universitas. Kualitas etika
tersebut adalah:
1. Karakter

yang

memiliki

akhlak

mulia,

disiplin,

jujur,

bersemangat,

bertanggungjawab dan menghindari perbuatan tercela, termasuk plagiat


2. Berbudi luhur dan berprilaku sopan
3. Menghargai dan menjunjung tinggi ilmu pengetahuan, teknologi dan budaya
bangsa
4. Menjunjung tinggi kebenaran ilmiah, kebudayaan nasional, dan nilai moral
5. Memiliki integritas pribadi dan kejujuran intelektual

8. HASIL PEMBELAJARAN:
a. Kompetensi yang dicapai dibandingkan dengan yang diharapkan
b. Kesesuaian kompetensi yang dicapai dengan tuntutan dan kebutuhan
pemanfaat lulusan
c. Data tentang kemajuan, keberhasilan, dan kurun waktu penyelesaian studi
mahasiswa (termasuk IPK dan yudisium lulusan)

d. Kepuasan lulusan

9. KEPUASAN PEMANFAAT LULUSAN DAN KEBERLANJUTAN PENYERAPAN


LULUSAN.
10. PRODUK PROGRAM STUDI BERUPA MODEL-MODEL, KARYA INOVATIF,
HAK PATEN, HASIL PENGEMBANGAN PROSEDUR KERJA, PRODUK FISIK
SEBAGAI HASIL PENELITIAN
Produk program studi berupa karya ilmiah baik yang dihasilkan oleh dosen
maupun mahasiswa. Beberapa karya dosen yang bersifat tengible product adalah dalam
bentuk modul, buku ajar, buku teks, maupun hasil penelitian yang dipublikasikan pada
tingkat perguruan tinggi. Sedangkan produk yang telah di hasilkan mahasiswa program
studi BK berupa karya tulis ilmiah yang di sampaikan/ dipresentasikan dalam forumforum ilmiah tingkat kampus maupun antar kampus, merupakan dokumen ilmiah sebagai
wujud karya nyata dari mahasiswa. Karya ilmiah mahasiswa didesiminasikan pada
masyarakat melalui program pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Beberapa
diantaranya juga di publikasikan pada buletin kampus.

11. ANALISIS SWOT

Berdasarkan uraian yang telah disampaikan di atas, dapat disimpulkan SWOT


untuk bagian ini sebagai berikut:
KEKUATAN (Strengths)
1. Program Studi Bimbingan dan Konseling
telah memiliki mekanisme rekrutmen
mahasiswa baru yang akuntabel, menjangkau
berbagai lapisan masyarakat, dan
memungkinkan diperolehnya mahasiswa baru
dengan kemampuan dan minat yang tinggi
menjadi guru Bimbingan dan Konseling.
2. Jumlah pendaftar selalu melebihi daya
tampung menunjukkan tingginya minat
masyarakat pada Program Studi Bimbingan
dan Konseling.

KELEMAHAN (Weaknesses)
1. Jumlah mahasiswa Program Studi
Bimbingan dan Konseling yang mampu
bersaing di event-event tingkat Nasional,
bidang kesenian dan olah raga masih
kurang.
2. Kompetensi pendukung bahasa Inggris
belum diarahkan pada syarat kelulusan
dengan pencapaian skor TOEFL

3. Universitas Kanjuruhan Malang sebagai


kampus multikultural yang siap menerima
keberagaman sosial-budaya dan suku dari
seluruh wilayah di Indonesia.
4. Banyaknya pelayanan yang diberikan kepada
mahasiswa dengan tetap adanya fasilitas dan
sistem pengawasan yang bersifat terpusat,
menunjukkan adanya komitmen dari
universitas untuk meningkatkan kualitas dan
memantapkan karakter mahasiswa untuk
lebih siap menjadi guru yang profesional dan
berkualitas.
5. Adanya program-program bagi mahasiswa
yang memadai telah membangun suasana
belajar yang kondusif.
6. Memiliki sistem pembinaan bakat, minat, dan
kemampuan mahasiswa melalui kegiatan
ekstra-kurikuler dan tutorial matakuliah.
7. Jumlah penerima hibah Program Kreatifitas
Mahasiswa dari paling banyak dibandingkan
program studi yang lain. Di Unikama.
8. Lulusan Program Studi Bimbingan dan
Konseling memiliki masa tunggu yang sangat
singkat yaitu 2,8 bulan dan 95% sudah
bekerja sesuai dengan bidangnya
9. Kualitas lulusan yang mampu bersaing di
dunia kerja dan diakui baik oleh pengguna
lulusan
1.

PELUANG (Opportunities)

ANCAMAN (Threats)

Meningkatnya kesejahteraan guru, dapat

1. Alokasi jumlah peserta Pendidikan Profesi

menarik minat lulusan SLTA menjadi guru


sehingga akan mendapatkan mahasiswa
baru yang lebih berkualitas.
2.
3.

Kebutuhan guru Bimbingan dan Konseling


di beberapa daerah masih tinggi.
Adanya program SM3T dari Kemendikbud
yang memberi kesempatan lulusan Program
Studi Bimbingan dan Konseling dapat
meningkatkan kompetensi melalui
pengalaman mengajar

4.

Semakin terbukanya event-event kegiatan


mahasiswa baik tingkat nasional maupun
internasional yang bisa diikuti oleh
mahasiswa Program Studi Bimbingan dan
Konseling untuk mengembangkan diri.

5.

Semakin banyaknya tawaran hibah dari


Dikti untuk mahasiswa.

6.

Semakin banyaknya tawaran beasiswa dari


berbagai lembaga dalam negeri (BNI,
Pemda, LPDP, Damandiri, BBM, PPA, BRI)
dan luar negeri

Guru (PPG) yang terbatas, sehingga


semakin ketat tingkat persaingan lulusan
Program Studi Bimbingan dan Konseling
dalam memperoleh pekerjaan
2. Tuntutan standar kompetensi guru yang
semakin tinggi
3. Ketatnya kompetisi lulusan dari program
studi sejenis PTN/PTS lain
4. Makin tingginya tuntutan pasar kerja
kualitas lulusan
5. Terbukanya peluang dari program studi
non kependidikan untuk menjadi calon
guru melalui program PPG sehingga akan
mengurangi peluang menjadi guru