Anda di halaman 1dari 23

Analisis Kinerja Laporan Keuangan

pada PT Matahari Departement Store. Tbk Tahun 2013


Makalah untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Praktikum Akuntansi
DOSEN PENGAJAR
Shinta Melzatia, SE. M.Ak.

Disusun oleh :
Prasetya Widiastuti
43214120451
Akuntansi / Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Mercu Buana


Jakarta
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
karunia Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah analisis laporan
keuangan ini. Makalah ini penulis susun dengan tujuan untuk lebih memahami
tentang laporan keuangan, khususnya di dalam Analisis Rasio atas Laporan
Keuangan.
Pada kesempatan kali ini penulis juga mengucapkan terima kasih kepada
teman teman, dosen pembimbing, serta kepada seluruh pihak yang telah ikut
membantu guna penyelesaian makalah ini. Penulis sangat menyadari makalah ini
masih belum menemukan kata sempurna, oleh karena itu penulis sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun guna hasil yang lebih baik lagi.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna bagi penulis dan bagi semuanya,
semoga apa yang penulis bahas disini dapat dijadikan tambahan ilmu pengetahuan
teman teman semua. Terima kasih.

Jakarta, Juni 2016

Penyusun

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

DAFTAR ISI

JUDUL
KATA PENGANTAR ........................................................................................... i
DAFTAR ISI ......................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................... 1


A. Latar Belakang ............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah ....................................................................................... 2
C. Batasan Masalah ......................................................................................... 2
D. Tujuan Masalah ........................................................................................... 2
E. Kerangka Pemikiran .................................................................................... 2

BAB II PROFIL PERUSAHAAN ...................................................................... 3


A. Jenis Perusahaan ......................................................................................... 3
B. Bentuk Perusahaan ...................................................................................... 3

BAB III LANDASAN TEORI ............................................................................. 5


A. Laporan Keuangan ...................................................................................... 5
1. Pengertian Laporan Keuangan .............................................................. 5
2. Tujuan Laporan Keuangan .................................................................... 6
3. Pemakai Laporan Keuangan ................................................................. 7
4. Komponen Laporan Keuangan ............................................................. 8
B. Analisa Rasio Keuangan ........................................................................... 10
1. Pengertian Rasio Keuangan ................................................................ 10
2. Kegunaan Rasio Keuangan ................................................................. 10
3. Penggunaan Analisa Rasio .................................................................. 11

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

ii

BAB IV PEMBAHASAN.................................................................................... 12
A. Laporan Keuangan PT Matahari Departemen Store Tbk ......................... 12
B. Analisis Rasio Keuangan .......................................................................... 15
1. Rasio Likuiditas .................................................................................. 15
2. Rasio Solvabilitas................................................................................ 16
3. Rasio Profitabilitas .............................................................................. 16

BAB IV PENUTUP ............................................................................................. 18


A. Kesimpulan ............................................................................................... 18

DAFTAR PUSTAKA

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

iii

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Bidang keuangan merupakan bidang yang sangat penting dalam suatu
perusahaan. Banyak perusahaan yang berskala besar atau kecil, akan mempunyai
perhatian besar di bidang keuangan, terutama dalam perkembangan dunia usaha
yang semakin maju, persaingan antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya
semakin ketat, belum lagi kondisi perekonomian yang tidak menentu
menyebabkan banyaknya perusahaan yang mengalami kebangkrutan. Oleh karena
itu, agar perusahaan dapat bertahan dan dapat berkembang, perusahaan harus
mencermati kondisi dan kinerja perusahaan. Untuk mengetahui dengan tepat
bagaimana kondisi dan kinerja perusahaan maka diperlukan suatu analisis yang
tepat.
Media yang tepat dipakai untuk menilai kinerja perusaan adalah laporan
keuangan. Laporan keuangan merupakan hasil pengumpulan dan pengolahan data
keuangan yang disajikan dalam bentuk laporan keuangan atau ikhtisar lainnya
yang sehingga dapat digunakan untuk membantu para pemakai di dalam menilai
kinerja perusahaan sehingga dapat mengambil keputusan yang tepat. Laporan
keuangan digunakan oleh manajer untuk meningkatan kinerja, oleh kreditor untuk
mengevaluasi kemungkinan dibayarnya pinjaman, dan oleh pemegang saham
untuk meramalkan laba , dividen, dan harga saham.
Untuk menilai kinerja perusahaan, diperlukan beberapa tolok ukur. Tolok
ukur yang sering digunakan adalah rasio atau indeks, yang menghubungkan dua
data keuangan yang satu dengan yang lainnya. Analisis dan intreprestasi dari
macam-macam rasio dapat memberikan pandangan yang lebih baik tentang
kinerja perusahaan dibandingkan analisis yang hanya didasarkan atas data
keuangan sendiri-sendiri yang tidak berbentuk rasio.
Analisis laporan keuangan akan lebih tajam apabila angka-angka keuangan
dibandingkan dengan standar tertentu. Standar tersebut dapat berupa, standar
internal yang ditetapkan manajemen, perbandingan historis atau membandingkan
angka-angka keuangan dengan angka-angka masa sebelumnya, perbandingan

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

dengan perusahaan atau industry sejenis. Tanpa perbandingan, tidak akan


diketahui apakah kinerja suatu perusahaan menunjukkan perbaikan atau
menunjukkan penurunan.
Berdasarkan uraian di atas, maka penulis akan menganalisis laporan
keuangan atas kinerja peritel Indonesia yaitu PT Matahari Departement Store Tbk
dalam makalah yang berjudul Analisis Kinerja Laporan Keuangan pada PT
Matahari Departement Store. Tbk Tahun 2013.

B. Rumusan Masalah
Bagaimana kinerja keuangan dari PT Matahari Departement Store Tbk?

C. Batasan Masalah
Adapun dalam penulisan ini penulis hanya akan menganalisis laporan
keuangan periode 1 Januari 31 Desember 2013.

D. Tujuan Masalah
Untuk mengetahui kinerja keuangan dari PT Matahari Departemen Store Tbk.

E. Kerangka Pemikiran
Penulis akan menganalisis Laporan Keuangan untuk mengetahui kinerja
perusahaan berdasarkan laporan keuangan yang disusun pada periode 1 Januari 31 Desember 2013. Analisis yang akan dilakukan terdiri dari 3 jenis analisis,
yaitu:
1.

Analisis Likuiditas

2.

Analisis Solvabilitas

3.

Analisis Profitabilitas

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

BAB II
PROFIL PERUSAHAAN

A. Jenis Perusahaan
Berdasarkan jenis usaha yang dijalankannya, maka PT Matahari Departement
Store Tbk. (Matahari Departement Store) termasuk ke dalam jenis perusahaan
dagang. Matahari Departement Store adalah departement store ritel di Indonesia
untuk produk busana fashion, produk kecantikan dan produk perlengkapan rumah
tangga. Dengan jaringan lebih dari 1.200 pemasok lokal serta pemasok
internasional dan dukungan lebih dari 40.000 orang tenaga penjualan, basis
pemasok dalam negeri yang menyediakan lebih dari 90% produk yang mengisi
gerainya. Ini berarti, Matahari Departement Store hanya menjual produk yang
dipasok dari berbagai supplier dari dalam maupun luar negeri.
Sedangkan berdasarkan kepemilikannya, Matahari Departement Store
termasuk ke dalam jenis perusahaan swasta. Perusahaan swasta adalah perusahaan
yang didirikan dan dimodali oleh sekelompok orang dari luar perusahaan. Sesuai
dengan kondisi Matahari Departement Store yang kepemilikan mayoritasnya
berubah ketika CVC Capital Partners menjadi pemegang saham mayoritas tidak
langsung melalui dua anak perusahaan asianya, sehingga persentase kepemilikan
sahamnya meningkat dari 1,85% menjadi 47,4%.

B. Bentuk Perusahaan
Bentuk perusahaan Matahari Departemen Store adalah Perseroan Terbatas
atau PT. Karakteristik umum PT yang dimiliki oleh Matahari Departemen Store
adalah modal pemilik diwujudkan dalam bentuk persentase saham seperti yang
dijabarkan diatas. Karakteristik lainnya yang dimiliki oleh Matahari Departement
Store adalah melaksanakan Rapat Umum Pemengang Saham (RPUS) tiap
tahunnya dan memiliki Direksi serta Dewan Komisaris yang merupakan organ

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

Perseroan. Karakteristik-karakteristik diatas sesuai dengan ketentuan umum yang


dimuat dalam UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.
Sedangkan untuk bentuk PT nya sendiri, Matahari Departemen Store
merupakan PT Terbuka (Tbk.) yang berarti perusahaan membuka kesempatan
bagi publik untuk memiliki saham perusahaan melalui penawaran umum saham.
Hal ini sesuai dengan definisi Perseroan terbuka yang dimuat dalam UU No.
40/2007.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

BAB III
LANDASAN TEORI

A. Laporan Keuangan

1.

Pengertian Laporan Keuangan


Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005, p2), media yang dapat dipakai

untuk meneliti kondisi kesehatan perusahaan adalah laporan keuangan yang


terdiri dari neraca, perhitungan laba-rugi, ikhtisar laba yang ditahan, dan
laporan posisi keuangan. Laporan keuangan adalah hasil akhir proses
akuntansi. Setiap transaksi yang dapat diukur dengan nilai uang, dicatat dan
diolah sedemikian rupa. Laporan akhir pun disajikan dalam nilai uang.
Menurut pendapat Harry Supangkat (2005, p20), laporan keuangan
merupakan hasil akhir dari proses pencatatan, penggabungan, dan
pengikhtisaran semua transaksi yang dilakukan perusahaan dengan seluruh
pihak terkait dengan kegiatan usahanya dan peristiwa penting yang terjadi di
perusahaan.
Berdasarkan pendapat Slamet Munawir (2002, p2), laporan keuangan
pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan
sebagai alat untuk berkomunikasi antara data keuangan atau aktivitas suatu
perusahaan dengan pihakpihak yang berkepentingan dengan data atau
aktivitas perusahaan tersebut.
Menurut G. Sugiyarso dan F. Winarni (2006, p8), laporan keuangan
merupakan daftar ringkasan akhir transaksi keuangan organisasi yang
menunjukkan semua kegiatan operasional organisasi dan akibatnya selama
tahun baku yang bersangkutan. Pengertian laporan keuangan menurut Ikatan
Akuntansi Indonesia (2004, p2) adalah sebagai berikut: Laporan keuangan
merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan. Laporan keuangan yang
lengkap biasanya meliputi Neraca, Laporan Laba-Rugi, Laporan Perubahan
Posisi Keuangan (yang disajikan dalam berbagai cara, seperti misalnya,
sebagai Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana), catatan dan laporan lain

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan


keuangan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa suatu laporan
keuangan itu meliputi dua hal pokok, yaitu: Neraca dan Laporan Laba-Rugi.
Neraca mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada saat
tertentu. Laporan Laba-Rugi mencerminkan hasil-hasil yang dicapai selama
suatu

2.

periode

tertentu,

biasanya

meliputi

periode

satu

tahun.

Tujuan Laporan Keuangan


Berdasarkan pendapat Ikatan Akuntansi Indonesia (2004, p4), tujuan

laporan keuangan adalah sebagai berikut:


a.

Menyediakan informasi yang menyangkut posisi keuangan, kinerja


dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat
bagi

sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan

ekonomi.
b.

Laporan keuangan disusun untuk memenuhi kebutuhan bersama oleh


sebagian besar pemakainya, yang secara umum menggambarkan
pengaruh keuangan dari kejadian masa lalu.

c.

Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang telah dilakukan


manajemen atau pertanggungjawaban manajemen atas sumber daya
yang dipercayakan kepadanya.

Menurut Rudianto (2006, p98), secara umum laporan keuangan disusun


dengan beberapa tujuan, diantaranya yaitu:
a.

Untuk memberikan informasi keuangan yang dapat dipercaya


mengenai sumber-sumber ekonomi dan kewajiban serta modal suatu
perusahaan.

b.

Untuk memberikan informasi penting lainnya mengenai perubahan


sumber-sumber ekonomi dan kewajiban, seperti informasi mengenai
aktivitas pembelanjaan dan investasi.

c.

Untuk mengungkapkan sejauh mungkin informasi lain yang


berhubungan dengan laporan keuangan yang relevan untuk

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

kebutuhan pemakai laporan,

seperti informasi mengenai kebijakan

akuntasi yang digunakan.

3.

Pemakai Laporan Keuangan


Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2004, p2), pemakai laporan

keuangan meliputi investor, karyawan, pemberi pinjaman, pemasok dan


kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah serta lembaga-lembaganya,
dan masyarakat. Mereka menggunakan laporan keuangan untuk memenuhi
beberapa kebutuhan informasi yang berbeda. Beberapa kebutuhan ini
meliputi:
a.

Investor
Penanam modal berisiko dan penasihat mereka berkepentingan

dengan risiko yang melekat serta hasil pengembangan dari investasi yang
mereka lakukan. Mereka membutuhkan informasi untuk membantu
menentukan apakah harus membeli, menahan atau menjual investasi
tersebut.

Pemegang

saham

juga

tertarik

pada

informasi

yang

memungkinkan mereka untuk menilai kemampuan perusahaan untuk


membayar deviden.
b.

Karyawan
Karyawan dan kelompok-kelompok yang mewakili mereka tertarik

pada informasi mengenai stabilitas dan profitabilitas perusahaan. Mereka


juga tertarik dengan informasi yang memungkinkan mereka untuk
menilai kemampuan perusahaan dalam memberikan balas jasa, manfaat
pensiun, dan kesempatan kerja.
c.

Pemberi Pinjaman
Pemberi pinjaman tertarik dengan informasi keuangan yang

memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah pinjaman serta


bunganya dapat dibayar pada saat jatuh tempo.
d.

Pemasok dan kreditor usaha lainnya


Pemasok dan kreditor usaha lainnya tertarik dengan informasi yang

memungkinkan mereka untuk memutuskan apakah jumlah yang terutang


akan dibayar pada saat jatuh tempo. Kreditor usaha berkepentingan pada

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

perusahaan dalam tenggang waktu yang lebih pendek daripada pemberi


pinjaman kecuali kalau sebagai pelanggan utama mereka tergantung pada
kelangsungan hidup perusahaan.
e.

Pelanggan
Para

pelanggan

berkepentingan

dengan

informasi

mengenai

kelangsungan hidup perusahaan, terutama kalau mereka terlibat dalam


perjanjian jangka panjang dengan, atau tergantung pada perusahaan.
f.

Pemerintah
Pemerintah dan berbagai lembaga

yang berada di bawah

kekuasaannya berkepentingan dengan alokasi sumber daya dan karena itu


berkepentingan dengan aktivitas perusahaan. Mereka juga membutuhkan
informasi untuk mengatur aktivitas perusahaan, menetapkan kebijakan
pajak dan sebagai dasar untuk menyusun stastistik pendapatan nasional
dan statistik lainnya.
g.

Masyarakat
Perusahaan mempengaruhi anggota masyarakat dalam berbagai cara.

Misalnya, perusahaan dapat memberikan kontribusi berarti pada


perekonomian nasional, termasuk jumlah orang yang dipekerjakan dan
perlindungan kepada penanam modal domestik. Laporan keuangan dapat
membantu masyarakat dengan menyediakan informasi kecenderungan
dan perkembangan terakhir kemakmuran perusahaan serta rangkaian
aktivitasnya.

4.

Komponen Laporan Keuangan


Secara umum laporan keuangan terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
a.

Neraca, adalah laporan keuangan yang memperlihatkan jumlah dan


sifat aktiva, kewajiban dan ekuitas pemilik usaha pada saat tertentu.
-

Aktiva,

adalah

sumber-sumber

ekonomi

yang

dimiliki

perusahaan yang biasanya dinyatakan dalam satuan uang.


-

Kewajiban, adalah utang yang harus dibayar perusahaan dengan


uang atau

jasa pada suatu saat tertentu di masa yang akan

datang.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

Modal,

adalah

hak

pemilik

perusahaan

atas

kekayaan

perusahaan.
Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005, p3), neraca merupakan
laporan

yang memberikan informasi mengenai jumlah harta, utang, dan

modal perusahaan pada saat tertentu. Secara garis besar, neraca memberikan
informasi mengenai sumber dan penggunaan dana perusahaan.
b.

Laporan Laba-Rugi, adalah suatu daftar yang menggambarkan hasil


operasi perusahaan pada suatu periode waktu tertentu. Di dalamnya
terdiri dari pendapatan dan beban. Bila pendapatan lebih besar dari
beban, maka perusahaan akan mendapatkan laba dan bila pendapatan
lebih kecil dari beban, maka perusahaan akan menderita kerugian.
-

Pendapatan, adalah aliran penerimaan kas/harta lain yang


diterima dari

konsumen sebagai hasil penjualan barang atau

pemberian jasa.
-

Beban, adalah harga pokok barang yang dijual dan jasa-jasa


yang dikonsumsi untuk menghasilkan pendapatan.

Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005, p4), laporan laba-rugi


merupakan laporan mengenai pendapatan, biaya-biaya, dan laba perusahaan
selama periode tertentu.
c.

Laporan Perubahan Modal, adalah suatu daftar informasi yang


menggambarkan tentang perubahan modal pemilik. Perubahan ini
biasa disebabkan karena ada tambahan modal atau disebabkan
adanya prive (pengambilan untuk kepentingan pribadi pemilik).

d.

Laporan Arus Kas, adalah suatu daftar informasi yang melaporkan


penerimaan dan pengeluaran kas entitas selama periode tertentu,
serta dari mana kas datang dan bagaimana kas tersebut dibelanjakan.
Di dalam laporan ini terdiri dari beberapa bagian, yaitu:
-

Aktivitas Operasi, yang berhubungan dengan transaksi-transaksi


yang menghasilkan laba bersih.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

Aktivitas Investasi, yang berkaitan dengan akun-akun dalam


aktiva tetap.

Aktivitas Pendanaan, yang berkaitan dengan akun kewajiban


dan ekuitas pemilik.

B. Analisa Rasio Keuangan

1.

Pengertian Rasio Keuangan


Berdasarkan pendapat Agnes Sawir (2005, p6), untuk menilai kondisi

keuangan dan prestasi perusahaan, analis keuangan memerlukan beberapa


tolak ukur. Tolak ukur yang sering dipakai adalah rasio atau indeks, yang
menghubungkan dua data keuangan yang satu dengan yang lainnya.
Menurut pendapat Slamet Munawir (2002, p37), analisa rasio adalah
suatu metode analisa untuk mengetahui hubungan dari pos-pos tertentu dalam
neraca atau laporan rugi-laba secara individu atau kombinasi dari kedua
laporan tersebut. Artinya berdasarkan data-data yang terdapat dalam laporan
keuangan baik dari neraca, laporan laba-rugi, maupun kedua-duanya dapat
dihitung bermacam-macam jenis rasio yang dapat dipergunakan sebagai
pedoman dalam pengambilan keputusan untuk kelangsungan hidup
perusahaan.

2.

Kegunaan Rasio Keuangan


Menurut pendapat Agnes Sawir (2005, p6), analisis rasio keuangan, yang

menghubungkan unsur-unsur neraca dan perhitungan laba-rugi satu dengan


lainnya, dapat memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan dan
penilaian posisinya pada saat ini. Analisis rasio juga memungkinkan manajer
keuangan memperkirakan reaksi parakreditor dan investor dan memberikan
pandangan ke dalam tentang bagaimana kira-kira dana dapat diperoleh.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

10

3.

Penggunaan Analisa Rasio


Menurut pendapat Agnes Sawir (2005, p6), rasio analisis keuangan

meliputi dua jenis perbandingan, yaitu:


a.

Perbandingan Internal
Memperbandingkan rasio sekarang dengan yang lalu untuk

perusahaan yang sama. Jika rasio keuangan disajikan dalam bentuk suatu
daftar untuk periode beberapa tahun, analis dapat mempelajari komposisi
perubahanperubahan dan menetapkan apakah telah terdapat suatu
perbaikan atau bahkan sebaliknya di dalam kondisi keuangan dan prestasi
perusahaan selama jangka waktu tersebut.
b.

Perbandingan Eksternal
Perbandingan meliputi perbandingan rasio perusahaan dengan

perusahaan lainnya yang sejenis atau dengan rata-rata industri pada satu
titik yang sama. Perbandingan tersebut dapat memberikan gambaran
relatif tentang kondisi keuangan dan prestasi perusahaan.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

11

BAB IV
PEMBAHASAN

A. Laporan Keuangan PT Matahari Departemen Store Tbk


Data laporan keuangan PT Matahari Departemen Store Tbk tahun 2013
terlampir sebagai berikut.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

12

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

13

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

14

B. Analisis Rasio Keuangan

1.

Rasio Likuiditas
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi

kemampuan finansialnya dalam jangka pendek.

a.

Current Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar

kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar.

Pada tahun 2013 Current Ratio sebesar 90%, artinya setiap hutang
lancar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0,9.
Dapat dilihat dari perhitungan diatas tahun 2013 bahwa posisi
keuangan entitas dalam keadaan illiquid tidak sehat karena entitas tidak
mampu menjamin hutang lancar. Hal ini berarti aktiva lancar tidak dapat
dijadikan jaminan untuk membayar hutang apabila terjadi likuidasi.

b.

Quick Ratio
Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar

kewajiban finansial jangka pendek dengan mengunakan aktiva lancar


yang lebih likuid (Liquid Assets).

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

15

Pada tahun 2013 hasil perhitungan quick ratio sebesar 54% artinya
setiap hutang lancar Rp 1,00 dijamin oleh aktiva lancar sebesar Rp 0,54.
Dari perhitungan diatas terlihat bahwa quick ratio dibawah standar yaitu
kurang dari 100%, sehingga semua aktiva lancar selain persediaan tidak
dapat dijadikan jaminan untuk membayar hutang lancar.

2. Rasio Solvabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memenuhi
semua kewajiban finansial jangka panjang.

a. Total Debt to Assets Ratio


Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin
hutang-hutangnya dengan sejumlah aktiva yang dimilikinya.

Pada tahun 2013 hasil perhitungan total debt to asset ratio sebesar
126%. Semakin tinggi nilai persentase Rasio Solvabilitas ini adalah
semakin buruk kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban
jangka panjangnya, maksimal nilainya adalah 200%.

3.

Rasio Profitabilitas
Rasio untuk mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan

memperoleh laba dalam hubungannya dengan nilai penjualan, aktiva, dan


modal sendiri.
a.

Marjin Laba Bersih (Net Profit Margin)


Rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mendapatkan

laba bersih dari penjualan.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

16

Pada tahun 2013 hasil perhitungan Net Profit Margin sebesar 17%
yang berarti setiap rupiah penjualan menghasilkan Rp 0,17.
Dari perhitungan diatas terlihat bahwa adanya keuntungan yang
dihasilkan dari penjualan, walaupun keuntungan yang dihasilkan oleh
entitas kecil.

b. Rate of Return Investment (ROI) atau Net Earning Power Ratio


Rasio untuk mengukur kemampuan modal yang diinvestasikan
dalam keseluruhan aktiva untuk menghasilkan pendapatan bersih.

Pada tahun 2013 hasil perhitungan ROI sebesar 39% yang berarti
setiap rupiah aktiva menghasilkan keuntungan netto Rp 0,39.
Dilihat

dari

perhitungan

diatas

entitas

tetap

menghasilkan

keuntungan walaupun keuntungan yang diberikan oleh entitas kepada


investor kecil.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

17

BAB IV
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Pada kinerja keuangan PT. Matahari Department Store,Tbk dapat dikatakan
tidak baik. Karena keuangan entitas dalam keadaan illiquid bisa dilihat dari nilai
presantese current ratio dan quick rasionya yaitu 90% dan 54% dibawah 100%,
yang berarti aktiva lancar sulit dijadikan jaminan untuk membayar hutang apabila
terjadi likuidasi. Sehingga ketergantungan pada kreditor sangat besar untuk
membiayai entitas. Meskipun entitas dalam keadaan illiquid tetapi entitas tetap
dapat menghasilkan keuntungan walaupun keuntungan yang dihasilkan kecil.

Praktikum Akuntansi Analisis Kinerja Laporan Keuangan


Prasetya Widiastuti

18

DAFTAR PUSTAKA

Creelman James, dan Naresh Makhijani. 2012. Menciptakan Balanced Scorecard


Untuk Organisasi Jasa Keuangan. Jakarta: Erlangga.
Ikatan Akuntansi Indonesia. (2004). Standar Akuntansi Keuangan. Salemba
Empat, Jakarta.
Kaplan Robert S, dan Anthony A. Atkinson. 2012. Akuntansi Manajemen Edisi
Kelima Jilid 2.

Jakarta: Indeks.

Lesmana, Rico dan Rudy Surjanto. (2005). Financial Performance Analyzing. PT


Gramedia,Jakarta.
Sawir, Agnes. (2005). Analisis Kinerja Keuangan dan Perencanaan Keuangan
Perusahaan. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Rinaldi

, Ferry. 2015. Analisis Laporan dan Rasio Keuangan Perusahaan

http://www.kembar.pro/2015/04/analisis-laporan-dan-rasio-keuangan.html
http://www.matahari.co.id

Anda mungkin juga menyukai