Anda di halaman 1dari 39

LAPORAN PRAKTIKUM ILMU BAHAN

ACARA :
PEMBUATAN PLASTIK BIODEGRADASI DARI TEPUNG KENTANG

Disusun Oleh :
Nama

:
1. Doly Mauludy 011300336
2. Rahmawati Yunita
011300354
3. Rikhi Galatia
011300355

Tanggal Pengumpulan

: 21 Desember 2015

Prodi

: Teknokimia Nuklir

Asisten Praktikum

: Dr. Deni Swantomo, S.ST M.Eng

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR


BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2015

Bab I
Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Plastik merupakan salah satu jenis polimer yang paling banyak digunakan pada
kehidupan sehari-hari. Penggunaan plastik mencakup berbagai hal, salah satunya dalam bidang
rumah tangga. plastik biasanya digunakan sebagi wadah penyimpanan bahan pangan. Plastic
umumnya dibuat dari minyak bumi. Penggunaan plastik yang sangat melonjak tinggi ini
membuat sampah plastik juga semakin banyak. Timbunan sampah plastik ini dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan yang salah satunya dapat berakibat pada kesuburan tanah tersebut.
Penggunaan plastik yang begitu marak ini mendorong para industrian dan peneliti
berlomba-lomba menciptakan plastik biodegradable. Plastik biodegradable ini merupakan plastik
yang dibuat dari bahan organik. Plastik biodegradable ini diciptakan untuk mengurangi sampah
plastik yang kita gunakan sehari-hari. Plastik biodegradable terbuat dari bahan organik yang
mengandung pati, seperti singkong, kentang, jagung, dan lain-lain. Keunggulan plastik
biodegradable dari plastik konvensional yang biasanya digunakan adalah plastik biodegradable
lebih mudah terurai dan bahan baku yang digunakan juga dapat dijumpai dengan mudah.
1.2 Tujuan
Mengetahui cara membuat plastik biodegradasi dari bahan organic (tepung kentang).
Mengetahui pengaruh volume gliserol terhadap sifat plastik.
Mengetahui pengaruh komposisi tepung terhadap sifat plastik.
Mengetahui pengaruh PVA terhadap sifat plastik.
Mengetahui pengaruh penambahan filler terhadap sifat plastik.
Menghitung Strain, Stress, dan Modulus Young dari plastik biodegradasi.
1.3 Hipotesa
1. Plastik yang dihasilkan memiliki keuletan mendekati plastik konvensional.
2. Plastik yang dihasilkan tahanan air.
3. Plastik yang dihasilkan memiliki kekuatan mekanik sama dengan plastik konvensional.

Bab II
Landasan Teori

Bioplastik adalah plastik atau polimer yang secara alamiah dapat dengan mudah
terdegradasi baik melalui serangan mikroorganisme maupun oleh cuaca (kelembaban dan radiasi
sinar matahari). Bioplastik terbuat dari sumber biomassa seperti minyak nabati, pati jagung,
klobot jagung, pati ercis, atau mikrobiota. Berbeda dengan plastik konvensional yang
sering kita gunakan, yang umumnya dibuat dari minyak bumi dan gas alam
atau petroleum. Bioplastik merupakan jenis plastik yang secara teknis
mudah untuk terurai di alam. Bioplastik yang tersusun atas komponenkomponen alam akan lebih mudah didegradasi oleh bakteri-bakteri pengurai
karena senyawa penyusunnya sudah dapat diurai oleh bakteri-bakteri
pengurai. Berbeda dengan plastik konvensional saat dibuang ke lingkungan
plastik jenis ini dapat terurai dalam waktu yang relative singkat dari plastik
yang biasa kita gunakan. Hampir setiap produk menggunakan plastik
sebagai kemasan atau bahan dasar karena sifatnya yang ringan, mudah
digunakan dan harganya yang terjangkau oleh seluruh kalangan masyarakat
dunia. Masalah yang timbul ialah bahan plastik yang tidak dapat terurai
dengan mudah karena akan membutuhkan puluhan tahun agar dapat
terdegradasi secara sempurna. Apabila plastik dihancurkan dengan cara
dibakar akan menghasilkan zat berbahaya yang dapat merusak kesehatan
dan lingkungan.
Proses daur ulang plastik memerlukan biaya sangat besar dan kurang
efektif karena harus memisahkan sampah plastik yang dapat didaur ulang
dan yang tidak dapat didaur ulang. Penimbunan sampah plastik sangat
mengganggu sirkulasi udara dari dan ke dalam tanah karena bahan plastik
umumnya memiliki sifat perintang yang cukup tinggi terhadap permeabilitas
O2 dan CO2. Timbunan sampah plastik yang terus bertambah setiap harinya
tetap menjadi masalah lingkungan. Sampah plastik tidak hanya menjadi
permasalahan

kalangan

masyarakat

umum,

namun

juga

menjadi

permasalahan bagi dunia perindustrian. Banyak industri plastik yang dituntut


untuk bertanggung jawab terhadap limbah plastik yang dihasilkan dari produk-produk
mereka. Plastik yang digunakan saat ini merupakan polimer sintetik dari bahan baku minyak

bumi yang terbatas jumlahnya dan tidak dapat diperbaharui. Jenis plastik seperti polipropilen
(PP), polietilen (PE), polivinil klorida (PVC), polistiren (PS), dan polietilen tereftalat (PET).
Sehingga diperlukan usaha lain dalam mengatasi sampah plastik yaitu dengan membuat plastik
yang dapat terurai secara biologis (bioplastik).
1. Jenis Bioplastik
Bioplastik terdiri atas beberapa jenis, yang paling luas penggunaan dan produksinya yaitu
bioplastik berbasis pati menguasai sekitar 50% pasar bioplastik, umumnya digunakan untuk
bahan kemasan termoplast, diproduksi dari bahan-bahan alam yang mengandung karbohidrat.
Bioplastik berbasis asam polilactat (PLA) adalah bioplastik bening yang biasanya diprodusi dari
bahan jagung atau sumber gula alam, umumnya digunakan sebagai bahan kemasan. PLA
dihasilkan dari proses fermentasi senyawa-senyawa gula yang diperoleh dari bahan alam. Hasil
fermentasi menghasilkan asam laktat yang dipolimerisasi untuk menghasilkan plastik PLA, siap
untuk dibentuk sesuai produk yang diinginkan. Dari sisi aplikasi manufacturing, NEC dan
Fujitsu Jepang merupakan contoh perusahaan yang menunjukkan potensi bioplastik sebagai
aternatif material yang dapat digunakan dalam industri elektronik. Bahkan Fujitsu sudah
menghasilkan komputer note book dengan bahan casing dari bioplastik. Monsanto dan DuPont
Chem perusahaan pabrik kimia raksasa yang merupakan salah satu pionir pengembangan
material bioplastik.
Salah satu bagian proses pembuatan bioplastik adalah modifikasi genetik yang
melibatkan mikroorganisme. Proses modifikasi genetik ini dianggap merupakan kunci masa
depan agar proses pembuatan bioplastik lebih murah dan lebih sedikit mengkonsumsi bahan
bakar minyak.
2. Mekanisme Pembuatan Bioplastik
Mekanisme pembuatan bioplastik berdasarkan penelitian yang telah dilakukan yaitu, pati
(dapat dihasilkan dari penghalusan dedak) sebagai bahan baku utama dan biopolimer (gelatin)
diukur masanya sesuai dengan kebutuhan. Kemudian pati dan gelatin yang telah diukur
dicampurkan dengan akuades di wadah anti panas yang berbeda. Volume larutan gelatin sebesar
10% dari volume larutan pati. Volume gliserol pun diukur sebesar 1% dari volume larutan pati.
Letakkan wadah berisi larutan gelatin pada kompor hingga mencapai suhu 95C. setelah itu
masukkan larutan gelatin dan diaduk selama 25 menit. Kemudian masukkan larutan gliserol
dan aduk sampai homogen. Setelah larutan telah homogen keluarkan wadah dari kompor

kemudian dinginkan sebelum dicetak. Tuang larutan ke dalam cetakan. Cetakan dimasukkan ke
dalam oven sampai mencapai suhu 60C selama 24 jam. Setelah dikeringkan dalam oven,
lepaskan plastik dari cetakannya. Pembuatan plastik dengan bahan baku pati dengan gelatin dan
gliserol didapatkan hasil plastik berwarna transparan, terdapat pori (rongga) dan elastis. Struktur
bioplastik yang menggunakan gelatin memiliki banyak pori (rongga) dibandingkan dengan
struktur bioplastik yang tidak menggunakan gelatin. Rongga pada bioplastik ini mudah terisi air
sehingga menyebabkan bioplastik dengan formula ini paling banyak menyerap air dibandingkan
dengan bioplastik dengan formula lainnya. Sedangkan struktur bioplastik yang tidak
menggunakan gelatin terlihat lebih rapat (dense), hal ini yang menyebabkan bioplastik dengan
formulasi ini memiliki persen perpanjangan yang bagus, namun kurang dalam penyerapan air.
Oleh karena gelatin berbahan keras dan kaku diperlukan penambahan plasticizer gliserol.
Dengan penambahan gliserol, dapat membuat struktur plastik lebih fleksibel, licin, dan elastis.
Sehingga didapatkanlah plastik yang bersifat transparan, elastis, hidrofilik (sifat suka air), dan
mudah terurai yang dinamakan sifat mekanik plastik. Sifat mekanik plastik dipengaruhi oleh
besarnya jumlah kandungan komponen-komponen penyusun film plastik (lembaran tipis plastik)
yang dalam hal ini ialah pati, gelatin serta gliserol.
Film plastik dari campuran pati dan gelatin agar dapat digunakan sebagai plastik kemasan
harus memenuhi standar sifat mekanik tertentu. Umumnya plastik kemasan komersil yang
digunakan adalah polietilen. Plastik berbahan pati harus memiliki kesamaan sifat mekanik untuk
dapat menggantikan polietilen sebagai polimer sintetik. Plastik yang digunakan saat ini
merupakan polimer sintetik dari bahan baku minyak bumi yang terbatas jumlahnya dan tidak
dapat diperbaharui. Jenis plastik seperti polipropilen (PP), polietilen (PE), polivinil klorida
(PVC), polistiren (PS), dan polietilen tereftalat (PET) merupakan plastik sintetik yang tidak
dapat terdegradasi oleh mikroorganisme di lingkungan karena mikroorganisme tidak mampu
mengubah dan mensintesis enzim yang khusus untuk mendegradasi polimer petrokimia
Akibatnya plastik yang tertimbun dalam tanah akan mempengaruhi kualitas air tanah serta dapat
memusnahkan kandungan humus yang menyebabkan tanah menjadi tidak subur.
3. Karakterisasi Bioplastik
a. Sifat Mekanik
Sifat mekanik dari bahan polimer dapat diketahui dengan mengaplikasikan gaya pada
sampel tersebut. Pengaplikasian gaya dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan
mengaplikasikan gaya searah atau gaya bolak-balik pada sampel. Gaya searah biasa

diaplikasikan pada sampel untuk mengetahui kekuatan tekan. Sifat mekanik tersebut meliputi
kuat putus (strength at break) dan perpanjangan saat putus.
Kuat Putus (strength at break)
Kuat putus menunjukkan kekuatan akhir plastik yang dihitung dari beban pada saat putus
dibagi luas penampang awal specimen plastik. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui
ketahanan suatu bahan terhadap pembebanan pada titik lentur dan juga untuk mengetahui
keelastisan suatu bahan.
=

F
A

= kuat putus bahan polimer (kg/m2)

F = beban pada saat putus (kg)


A = luas penampang bahan polimer (m2)
Perpanjangan Saat Putus (elongation at break)
Perpanjangan didefinisikan sebagai persentase perubahan panjang film pada saat film
ditarik sampai putus. Kekuatan regang putus merupakan tarikan maksimum yang dapat dicapai
sampai film dapat tetap bertahan sebelum film putus atau robek. Pengukuran kekuatan regang
putus berguna untuk mengetahui besarnya gaya yang dicapai untuk mencapai tarikan maksimum
pada setiap satuan luas film untuk merenggang atau memanjang. Perbandingan antara kuat putus
dan perpanjangan saat putus dikenal dengan modulus elastisitas. Modulus elasitas bahan disebut
modulus Young. Modulus Young memiliki satuan sama seperti kuat putus karena unit regangan
merupakan bilangan tanpa dimensi.
=

L
L

Hukum Hooke

Hubungan antara beban atau gaya yang diberikan

berbanding

dengan perubahan panjang bahan tersebut


o Semakin besar gaya yang diberikan,

maka

pemanjangan

semakin besar.
o Semakin kecil

maka

pemanjangan

gaya

yang

diberikan,

pegas semakin kecil.

Modulus Young dapat dihubungkan dengan hukum Hooke


F=k . x

Dan
=E .
Keterangan :
E = Modulus Young
Bentuk Geometri Bioplastik sesuai ASTM (American Standar Material)

lurus

Polyvinyl alcohol (PVA)


Polyvinyl alcohol (PVA) adalah suatu resin yang dibuat dari penggabungan molekulmolekul (polimerisasi) yang diperoleh dari hidrolisis dari polimer vinil ester dengan
menggunakan material awal polyvinyl asetat. Polivinil Alkohol adalah salah satu dari beberapa
polimer sintetik yang biodegradable. PVA berwarna putih, bentuk seperti serbuk, rasa hambar,
tembus cahaya, tidak berbau dan larut dalam air. PVA salah satu polimer yang mempunyai sifat
hidrofolik dan sebagai perekat. PVA dapat digunakan sebagai lapisan tipis yang sensitive.
Tepung Kentang
Tepung kentang adalah bahan makanan yang biasa dikonsumsi oleh masyarakat
Indonesia. Tepung kentang diperoleh dari pengekstrakan pati kentang. Tepung kentang
mengandung energi sebesar 347 kilokalori; protein 0,3 gram; karbohidrat 85,6 gram; lemak 0,1
gram; kalsium 20 miligram; fosfor 30 miligram; dan zat besi 1 miligram. Selain itu di dalam
tepung kentang juga terkandung vitamin A sebanyak 0 IU, vitamin B1 0,04 miligram dan vitamin
C 0 miligram.

Bab III
Metodologi Percobaan

1.1 Alat dan Bahan


Alat yang dibutuhkan pada praktikum ini adalah :
1.
2.
3.
4.
5.

Gelas beker
Gelas ukur
Hot plate
Magnetic stirrer
Sendok sungu

10.
11.

6.
7.
8.
9.

Kaca arloji
Batang pengaduk
Cetakan kaca
Neraca analitik

Bahan yang dibutuhkan pada praktikum ini adalah :


1. Tepung kentang
2. Gliserol
3. PVA (Polyvinyl Alcohol)

4. Filler (SiO2)
5. Aquadest

6.
1.2 Langkah Kerja
1. Variasi Komposisi Tepung
1. Tepung kentang dan PVA ditimbang sebanyak 5 gr kemudian dimasukkan ke gelas
beker 250 mL dan diaduk rata.
2. Aquadest ditambahkan sebanyak 100 mL, kemudian campuran dipanaskan pada suhu
70-80oC sambil diaduk.
3. Setelah campuran menjadi seperti bubur, gliserol ditambahkan sebanyak 5 mL,
kemudian campuran diaduk sampai merata sambil dipanaskan.
4. Setelah campuran menjadi lebih kental, campuran kemudian dituangkan ke wadah
kaca sebagai media pencetak.
5. Bioplastik dibiarkan beberapa hari hingga kering dan mengeras.
6. Langkah 1 sampai 5 diulangi untuk variasi komposisi tepung 10 gr dan 15 gr.
7.
8.
2. Variasi Volume Gliserol
1. Tepung kentang ditimbang sebanyak 10 gr dan PVA ditimbang sebanyak 5 gr
kemudian dimasukkan ke gelas beker 250 mL dan diaduk rata.
2. Aquadest ditambahkan sebanyak 100 mL, kemudian campuran dipanaskan pada suhu
70-80oC sambil diaduk.
3. Setelah campuran menjadi seperti bubur, gliserol ditambahkan sebanyak 0 mL,
kemudian campuran diaduk sampai merata sambil dipanaskan.
4. Setelah campuran menjadi lebih kental, campuran kemudian dituangkan ke wadah
kaca sebagai media pencetak.
5. Bioplastik dibiarkan beberapa hari hingga kering dan mengeras.
6. Langkah 1 sampai 5 diulangi untuk variasi gliserol 3 mL dan 6 mL.
9.
3. Variasi Penambahan Filler
1. Tepung kentang ditimbang sebanyak 10 gr dan PVA ditimbang sebanyak 5 gr
kemudian dimasukkan ke gelas beker 250 mL dan diaduk rata.
2. Aquadest ditambahkan sebanyak 100 mL, kemudian campuran dipanaskan pada suhu
70-80oC sambil diaduk.
3. Setelah campuran menjadi seperti bubur, gliserol ditambahkan sebanyak 5 mL,
kemudian campuran diaduk sampai merata sambil dipanaskan.
4. Campuran tersebut kemudian ditambahkan filler sebanyak 1 gr, dan campuran
dipanaskan sambil diaduk rata.
5. Setelah campuran menjadi lebih kental, campuran kemudian dituangkan ke wadah
kaca sebagai media pencetak.
6. Bioplastik dibiarkan beberapa hari hingga kering dan mengeras.
7. Langkah 1 sampai 6 diulangi untuk variasi filler 2 gr dan 3 gr.

10.
11.
12.
13.
14. Bab IV
15. Hasil dan Pembahasan
16.
17. 4.1 Data Pengamatan

18.

19.
Va

20. T
e
p
u
n
g

21.
P

(
g
r
)

25.

46.

26.
K

47.
Gl

22. G
lis
er
ol
(
m
L)

27. 5

28.
5

29. 5

34. 1
0

35.
5

36. 5

41. 1
5

42.
5

43. 5

48. 1
0

49.
5

50. 0

55. 1
0

56.
5

57. 3

62. 1
0

63.
5

64. 6

23. A
q
u
a
d
es
t
(
m
L
)
30. 1
0
0
37. 1
0
0
44. 1
0
0
51. 1
0
0
58. 1
0
0
65. 1
0

24.
F

31.
0
38.
0
45.
0
52.
0
59.
0
66.
0

67.

68.
Fi

69. 1
0

70.
5

71. 5

76. 1
0

77.
5

78. 5

83. 1
0

84.
5

85. 5

0
72. 1
0
0
79. 1
0
0
86. 1
0
0

73.
1
80.
2
87.
3

88.

A. Uji Mekanik

89.

104.

90.
J

105.
K

92. Perlakuan Uji

91.
P

106.
2

93. K
e
t
e
r
a
n
g
a
n

97.
M

98.
P

99.
M

100.
P

101.
M

102.
P

107.
0

108.
2

109.
1

110.
2

111.
1

112.

103.
113.
Put
u
s
p
a
d
a
b
e
b
a
n
1
,
5

k
g
123.
Put
u
s
p
a
d
a
114.

115.
K

116.
2

117.
0

118.
2

119.
1

120.
2

121.
1

122.

b
e
b
a
n
1
,
5
k
g
133.
Put
u
s

124.

125.
K

126.
2

127.
0

128.
2

129.
1

130.
2

131.
1

132.
2

p
a
d
a
b
e
b
a
n
2

134.

135.
G

136.
2

137.
0

138.
2

139.
1

140.
2

141.
1

142.
2

k
g
143.
Put
u

s
p
a
d
a
b
e
b
a
n
2
k
g
153.
Put
u
s

144.

145.
G

146.
2

147.
0

148.
2

149.
1

150.
2

151.
1

152.
2

p
a
d
a
b
e
b
a
n
2

154.

155.
F

156.
2

157.
0

158.
2

159.
1

160.
3

161.
1

162.
3

k
g
163.
Put
u
s
p
a
d
a

b
e
b
a
n
2
k
g
173.
Put
u
s

164.

165.
F

166.
2

167.
0

168.
2

169.
1

170.
2

171.
1

172.
2

p
a
d
a
b
e
b
a
n
2

174.

175.
F

176.
2

177.
0

178.
2

179.
1

180.
2

181.
1

182.
2

k
g
183.
Put
u
s
p
a
d
a
b
e
b
a
n
2

k
g
184.
B. Uji Degradasi

186.
Jen
i
s
185.

195.

P
l
a
s
t
i
k

196.
K5

201.

202.
K1
0

207.

208.
K1
5

213.

219.

187.
Be

214.
G3

220.
G6

197.
0,2

203.
0,3

209.
0,5

215.
0,4

221.
0,6

188. Berat Akhir (gr)

192.
1

193.
2

194.
3

198.
0,1

199.
0,1

200.
0,

204.
0,2

205.
0,2

206.
0,

210.
0,4

211.
0,4

212.
0,

216.
0,3

217.
0,3

218.
0,

222.
0,4

223.
0,4

224.
0,

225.

231.

237.

226.
F1

232.
F2

238.
F3

227.
0,4

233.
0,8

239.
0,5

228.
0,2

229.
0,2

230.
0,

234.
0,5

235.
0,6

236.
0,

240.
0,4

241.
0,4

242.
0,

243.
244. 4.2 Pengolahan Data
1. Uji mekanik
a. Variasi Komposisi
245.
Massa tepung = 5 gr
246.
Massa beban = 0,5 kg
247.
Gravitasi
= 9,8 m/s2
248. Menghitung strain dan stress bioplastik :
249.

F=m. g

250.

F=0,5 Kg 9,8 m/s 2

251.

F=4,9 N

252. Luas Penampang Plastik


253.

A= ( Luas Keseluruhan )( 2 xLuas yang hilang sebagian )

254.

A= (5,3 cm 1,1 cm )( 2 0,22 c m2)

255.

A=( 5,83 c m2 )( 0,44 c m2 )

256.

A=5,39 c m =0,000539 m

257.

Strain
258.

259.

260.

F
A

4,9 N
0,000539 m2

=9090,9 Pa=0.0090909 MPa

Stress
=

l
l

262.

(2,5 cm2,1 cm)


2,1 cm

263.

=0,1905

261.

264. Dengan cara yang sama, maka diperoleh hasil sebagai berikut :
265.

266.
B

275.

276.
0

285.
295.

286.
0
296.
1

267.
L

268.
A

277.
2

278.
0

287.
2

288.
0

297.
2

298.
0

270.

271.

280.
-

281.
-

289.
4

290.
9

291.
0

292.
2

293.
0

294.
0

299.
9

300.
1

301.
0

302.
2

303.
0

304.
0

269.
F
279.
0

305.
306. Sehingga diperoleh grafik sebagai berikut :

272.
L
282.
-

273.

283.

274.

284.
-

Grafik hubungan stress vs strain variasi komposisi I


0.02
0.02

Strain (MPa)

f(x) = 0.05x - 0
R = 1

0.01
0.01
0
0 0.05 0.1 0.15 0.2 0.25 0.3 0.35 0.4 0.45
Stress

307.
308.

Dari garfik diperoleh persamaan :


309.

310.
311.

Dari rumus di ketahui bahwa

=E .

312.
-

Y= 0,047x

Di mana y=

dan x= , sehingga Modulus young (E) adalah 0,047.

Menghitung Kekuatan Tarik Bioplastik


F max

=
313.
A
314.
315.

14,7 N
2
0,000539 m

=27272,72 Pa=0,02727 MPa

316. Dengan cara yang sama untuk variasi lainnya didapat hasil sebagai berikut :
a. Variasi Komposisi
317.

318.
V

319.
B

320.
L

321.
A

322.
F

323.

324.
L

325.

326.

327.
M

328.

331.
0

329.

330.
K

343.
0
355.
1
367.
1
379.
0

377.

378.
K

391.
0
403.
1
415.
1
427.
0
439.
0

425.

426.
K

451.
1
463.
1
475.
2

485.
486.
487.
488.
489.
b. Variasi Gliserol

332.
2.

333.
0

334.

344.
2.

345.
0

356.
2.

338.
-

335.
-

336.
-

337.
-

346.
4

347.
0.

348.
2

349.
0.

350.
0

357.
0

358.
9

359.
0.

360.
2

361.
0.

362.
0

368.
2.

369.
0

370.
1

371.
0.

372.
P

373.
-

374.
-

380.
2.

381.
0

382.

383.
-

384.
-

385.
-

392.
2.

393.
0

394.
4

395.
0.

396.
2

397.
0.

398.
0

404.
2.

405.
0

406.
9

407.
0.

408.
2

409.
0.

410.
0

416.
2.

417.
0

418.
1

419.
0.

420.
P

421.
-

422.
-

428.
2.

429.
0

430.

431.
-

432.
-

433.
-

440.
2.

441.
0

442.
4

443.
0.

444.
2

445.
0.

446.
0

452.
2.

453.
0

454.
9

455.
0.

456.
2

457.
0.

458.
0

464.
2.

465.
0

466.
1

467.
0.

468.
2

469.
0.

470.
0

476.
2.

477.
0

478.
1

479.
0.

480.

481.
-

339.
0

340.
0

387.
0

388.
0

435.
0

436.
0

386.
-

434.
-

482.
-

490.

502.

491.
V

492.
B

503.
G

504.

516.
0
536.
0
514.

515.
G

548.
1
560.
1
572.
2
584.
0
604.
0

582.

583.
G

616.
1
628.
1
640.
2

493.
L

494.
A

495.
F

496.

497.
L

498.

505.

506.

507.

508.

509.

510.

517.
2.

518.
0

519.
-

520.
-

521.
-

522.
-

500.
M

501.

511.

512.

513.

524.

529.

525.

530.

499.

523.
-

537.
2.

538.
0

539.
4.

540.
0.

541.
2.

542.
0

543.
0

549.
2.

550.
0

551.
9.

552.
0.

553.
2.

554.
0

555.
0

526.

531.

561.
2.

562.
0

563.
1

564.
0.

565.
2.

566.
0

567.
0

527.

532.

528.

533.

573.
2.

574.
0

575.
1

576.
0.

577.
P

585.
2.

586.
0

587.
-

588.
-

589.
-

590.
-

605.
2.

592.

597.

606.
0

607.
4.

608.
0.

609.
2.

610.
0

611.
0

593.

598.

617.
2.

618.
0

619.
9.

620.
0.

621.
2.

622.
0

623.
0

594.
0

599.

629.
2.

630.
0

631.
1

632.
0.

633.
2.

634.
0

635.
0

595.

600.

596.

601.

641.
2.

642.
0

643.
1

644.
0.

645.
P

578.
-

646.
-

579.
591.
-

647.
-

650.
c. Variasi Filler
651.

652.
V

653.
B

654.
L

655.
A

656.
F

657.

658.
L

659.

660.

661.

662.

663.

664.

665.

666.

667.

668.

669.

670.

671.

672.

673.

674.

0
677.
0
F

689.
1
701.
1

723.

726.
2.1

749.
1

738.
2.1
750.
2.1
762.
2.1

773.
2

774.
2.1

785.
0

786.
2.1

809.
1
821.
1
833.
2

843.
844.

702.
2.1

725.
0

797.
0
784.
F

690.
2.1

714.
2.1

761.
1

783.

678.
2.1

713.
2

737.
0
724.
F

2.1

798.
2.1
810.
2.1
822.
2.1
834.
2.1

682.
2

683.
0

684.
0

695.
0

696.
0

707.
1

708.
0

679.
0

680.
4.

681.
0

691.
0

692.
9.

693.
0

703.
0

704.
14

705.
0

706.
3

715.
0

716.
19

717.
0

718.
P

727.
0

728.
-

729.
-

694.
3

730.
-

719.
731.

732.
-

740.
4.

741.
0

742.
2

743.
0

744.
0

751.
0

752.
9.

753.
0

754.
2

755.
0

756.
0

763.
0

764.
14

765.
0

766.
2

767.
0

768.
0

775.
0

776.
19

777.
0

778.

779.

780.
-

790.
-

791.
-

788.
-

789.
-

733.

734.

793.

794.

792.
-

799.
0

800.
4.

801.
0

802.
2

803.
0

804.
0

811.
0

812.
9.

813.
0

814.
2

815.
0

816.
0

823.
0

824.
14

825.
0

826.
2

827.
0

828.
0

835.
0

836.
19

837.
0

838.
P

839.
-

720.
-

739.
0

787.
0

840.
-

845.
2. Uji degradasi
a. Variasi Komposisi
Komposisi 5 gr
846.

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.3
0.25
0.2
Massa Plastik (gr) 0.15
0.1
0.05
0
0

0.5

1.5

Minggu ke-

847.
Komposisi 10 gr

2.5

3.5

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.4
0.35
0.3
0.25
Massa Plastik (gr) 0.2
0.15
0.1
0.05
0
0

0.5

1.5

Minggu ke-

848.
849.
850.
851.
852.
853.
Komposisi 15 gr

2.5

3.5

854.

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.7
0.6
0.5
0.4
Massa Plastik (gr) 0.3
0.2
0.1
0
0

0.5

1.5

2.5

3.5

Minggu ke-

855.
b. Variasi Gliserol
Gliserol 3 mL

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.5
0.4
0.3
Massa plastik (gr)

0.2
0.1
0
0

0.5

1.5

Minggu ke-

856.

2.5

3.5

857.
858.
859.
860.
861.
Gliserol 6 mL

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.8
0.7
0.6
0.5
Massa Plastik (gr) 0.4
0.3
0.2
0.1
0
0

0.5

1.5

2.5

3.5

Minggu ke-

862.
863.
c. Variasi Filler
Filler 1 gr

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.5
0.4
0.3
Massa Plastik (gr)

0.2
0.1
0
0

0.5

1.5

Minggu ke-

864.
865.
866.
867.
868.

2.5

3.5

869.
870.
Filler 2 gr

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


1
0.8
0.6
Massa Plastik (gr)

0.4
0.2
0
0

0.5

1.5

Minggu ke-

871.
872.
Filler 3 gr

Grafik degradasi plastik terhadap lama waktu tanam


0.6
0.4
Massa Plastik (gr) 0.2
0
0

Minggu ke-

873.
874.
875.
876.
877.
878.
879. 4.3 Pembahasan

2.5

3.5

880.

Plastik merupakan salah satu jenis polimer yang paling banyak digunakan

di kehidupan sehari-hari. Permintaan plastik semakin hari semakin meningkat, hal ini
juga menyebabkan limbah plastik semakin banyak. Limbah plastik ini sangat sulit terurai,
butuh waktu sekitar 100 juta tahun untuk dapat terurai. Produsen-produsen plastik
dituntut untuk bertanggung jawab terhadap limbah-limbah plastik hasil produksinya,
tetapi plastic yang dihasilkan merupakan plastik yang susah terurai. Plastik ini susah
terurai disebabkan oleh bahan dasar pembuatannya. Plastik konvensional yang digunakan
sekarang berasal dari pengolahan minyak bumi, dimana ketersedian minyak bumi
semakin hari semakin menipis, oleh karena itu di era sekarang ini diciptakan plastik yang
ramah lingkungan, yaitu plastik yang mudah terdegradasi tetapi memiliki fungsi yang
sama dengan plastik konvensional yang dijumpai sekarang ini.
881.

Plastik biodegradable dibuat dari senyawa organic yang mudah dijumpai

di lingkungan sekitar, seperti bonggol jagung, kentang, biji alpukat, biji nangka, dan lainlain. Sifat yang harus dimiliki oleh bahan utama pembuatan plastik biodegradable ini
adalah bahan tersebut memiliki pati. Prinsip dari pembuatan palstik biodegradable adalah
dengan mencampurkan polimer alam dengan polimer sintetis. Polimer sintetis yang
digunakan disini berupa PVA. Penambahan polimer sintetis ini bertujuan untuk membuat
plastic yang dihasilkan lebih tahan air dan kekuatan tariknya cukup tinggi. Selain itu
ditambahkan pula gliserol sebagai bahan pendukung pembuatan plastik biodegradable.
Gliserol disini berfungsi sebagai plasticizer, plasticizer ditambahkan dengan tujuan untuk
menurunkan kekakuan dari polimer, sekaligus meningkatkan fleksibilitas dan
ekstensibilitas polimer. ini ditambahkan untuk menambah sifat plastis dari plastic
biodegradable. Selain itu juga ditambahkan filler sebagai bahan pengisi pada plastik.
882.

Pada praktikum ini dilakukan 3 macam variasi, yaitu variasi komposisi,

variasi gliserol, dan variasi filler. Pada variasi komposisi didapatkan hasil bahwa pada
komposisi tepung 15 gr plastik yang dihasilkan memiliki modulus young dan kekuatan
tarik yang lebih besar daripada pada komposisi tepung 5 gr dan 10 gr. Pada variasi
gliserol, pada penambahan gliserol 3 ml didapatkan hasil bahwa plastic yang dihasilkan
lebih kuat dan elastic. Sedangkan pada variasi filler, pada penambahan filler 2 gr, plastic

yang dihasilkan memiliki kekuatan dan elastisitas yang lebih baik daripada penambahan
1 gram dan 3 gram.
883.

Sedangkan untuk uji degradasi plastik, kecepatan degradasi masing-

masing plastik hampir sama. Pada pengamatan tiap 1 minggu plastic yang ditanam
memiliki perubahan-perubahan bentuk maupun massanya. Pada minggu pertama plastic
mengalami penurunan massa dari massa awalnya. Pada minggu kedua, plastic mengalami
penambahan berat dari massa pada minggu sebelumnya. Pada minggu kedua ini plastic
ditumbuhi jamur sangat banyak, diduga jamur ini mempengaruhi massa plastik tersebut.
Sedangkan untuk minggu ketiga, massa plastic mengalami penurunan kembali, jamurjamur yang tumbuh pada minggu sebelumnya sudah berkurang, dan bentuk plastik
mengalami perbedaan dari bentuk awal sebelum ditanam. Plastik pada minggu ketiga
setelah ditanam ini lebih ringan dan semakin rapuh. Dengan penunjukkan grafik waktu
tanam vs massa bioplastik, maka dapat dilihat bahwa plastik mengalami degradasi.
884.
885.
886.
887.
888.
889.
890.
891.
892.
893.
894.
895.

896.
897.
898. Bab V
899. Penutup
900. 4.1 Kesimpulan
901.

Dari hasil praktikum yang didapat, maka dapat disimpulkan :

1. Bioplastik yang dihasilkan memiliki kekuatan tarik dan elastisitas yang tinggi pada
variasi komposisi 15 gram. Sedangkan untuk variasi gliserol, bioplastik yang dihasilkan
memiliki kekuatan tarik dan elastic tinggi pada penambahan gliserol sebanyak 3 ml, dan
pada penambahan filler 2 gram bioplastik yang dihasilkan memiliki kekuatan tarik dan
elastisas tinggi.
2. Bioplastik yang dihasilkan mengalami degradasi, hal ini ditunjukkan dengan grafik
hubungan waktu tanam vs massa plastik.
3. Pada minggu kedua tanam, plastik ditumbuhi jamur pada seluruh permukaannya,
sehingga jamur ini menambah massa dari palstik. Tetapi, jamur ini menandakan bahwa
bioplastik tersebut mengalami degradasi.
4. Penambahan tepung, gliserol, dan filler yang banyak tidak menjamin bioplastik yang
dihasilkan memiliki kekutan tarik dan elastisitas tinggi.
5. Variasi komposisi tepung, gliserol, dan filler yang tepat dapat menghasilkan bioplastik
yang memiliki kekuatan tarik dan elastisitas yang tinggi. Semakin besar kekuatan tarik
dan elastisitas dari bioplastik yang dihasilkan, maka semakin mendekati dengan sifatsifat yang dimiliki oleh palstik konvensional.
902.
903.
904.
905.
906.

907.
908. Daftar Pustaka
909.

Anita, Zulisma, dkk. Pengaruh Penambahan Gliserol Terhadap Sifat Mekanik Film
Plastik Biodegradasi Dari Pati Kulit Singkong. Jurnal Teknik Kimia USU. Universitas
Sumatra Utara: Medan. 2015.

910.

Pudjiastuti, Wiwik, dkk. Polimer Nanokomposit Sebagai Master Batch Polimer


Biodegradable Untuk Kemasan Makanan. Jurnal Riset IndustriVol.VI No.1 2012
Hal.51-60. Peneliti Pada Balai Besar Kimia Dan Kemasan, Kementarian Perindustrian.
2012.

911.

https://id.wikipedia.org/wiki/Bioplastik Diakses pada Sabtu, 12 Desember 2015 pukul


17.05 WIB.
912. https://id.wikipedia.org/wiki/Plastik Diakses pada Sabtu, 12 Desember 2015
pukul 17.10 WIB.

913.

http://www.ijetae.com/files/Volume3Issue8/IJETAE_0813_39.pdf

Diakses

pada

15

November 2015 pukul 19.30 WIB.


914.

http://www.ilmukimia.org/2013/03/sifat-mekanik-polimer.html Diakses pada Sabtu, 12


Desember 2015 pukul 17.30 WIB.

915.

http://www.organisasi.org/1970/01/isi-kandungan-gizi-tepung-kentang-komposisinutrisi-bahan-makanan.html Diakses pada Sabtu, 12 Desember 2015 pukul 17.18 WIB.


916.
917.
918.
919.
920.

921.
922.
923.
924. Lampiran
925.

926.

927.

928.

929. Plastik yang dihasilkan dari bahan dasar tepung kentang


930.
931.

932.
933. Kondisi plastik setelah ditanam selama 1 minggu

934.
935. Kondisi plastik setelah ditanam selama 2 minggu

936.
937. Kondisi plastik setelah ditanam selama 3 minggu

938.

939.

940.

941.

942. Keadaan plastik setelah diuji mekanik


943.