Anda di halaman 1dari 6

Penerapan K3 pada Lift Eskalator

Syallom Mahardhika S.N.


Politeknik Elektronika Negeri Surabaya
Jl.Raya ITS Sukolilo Surabaya
Abstrak
Eskalator atau tangga
jalan adalah
salah
satu transportasi
vertikal berupa konveyor untuk
mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah
yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti
jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan
oleh motor.
Keuntungan dari eskalator cukup banyak seperti
mempunyai kapasitas memindahkan sejumlah orang
dalam jumlah besar dan tidak ada interval waktu
tunggu terutama di jam-jam sibuk dan mengarahkan
orang ke tempat tertentu seperti ke pintu keluar,
pertemuan khusus, dll.
Banyak kejadian di escalator antara lain kecelakaan
kerja di escalator contohnya adalah trolly jatuh, anak
kecil jatuh dari escalator, rok terjepit di tangga
escalator, sandal terjepit di escalator, tangan terjepit
di escalator, dan lain sebagainya. Hal ini disebabkan
karena kurangnya pemahaman mengenai K3 pada
escalator.
Metode untuk mencegah terjadinya kecelakaan kerja
di escalator adalah adanya penerapan K3 pada
escalator.
Hasil dari adanya penerapan K3 pada escalator
adalah tingkat kecelakaan pada escalator menjadi
menurun.

BAB I. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Suatu bangunan yang besar & tinggi, memerlukan
sarana angkut/transportasiyang nyaman untuk
aktifitas perpindahan orang dan barang secara
vertikal. Sarana angkut vertikal yang bekerja secara
mekanik elektrik adalah :
Elevator (Lift).
Eskalator
Travelator / Moving walk
Mulai dari jaman kuno sampai jaman pertengahan
dan memasuki abad ke-13,tenaga manusia dan
binatang merupakan tenaga penggerak. Pada tahun
1899,Charles D.
Seeberger bergabung dengan
Perusahaan Otis Elevator Co., yang manadari dia

timbullah nama eskalator (yang diciptakan dengan


menggabungkan katascala, yang dalam bahasa Latin
berarti langkah-langkah (step), dengan elevator).
Bergabungnya
Seeberger
dan
Otis
telah
menghasilkan eskalator pertama steptype eskalator
untuk umum, dan eskalator itu dipasang di Paris
Exibition 1900 dan memenangkan hadiah pertama.
Mr. Seeberger pada akhirnya menjual hak patennya
ke Otis pada tahun 1910. Dalam perkembangannya,
perusahaan
Mitsubishi
Electric
Corporation
telah berhasil mengembangkan eskalator
sejak pertengahan tahun 1980. Eskalator ini dipasang
di Osaka, Jepang pada tahun1985.Perawatan
alat
angkut bangunan merupakan hal terpenting yang
kadang terlupakan oleh pemilik bangunan itu sendiri
dan bila perawatannya terabaikan maka akan
menyebabkan beberapa masalah serta kendala dalam
pemakaiannya bahkan sampai alat itu sendiri rusak.
Apabila hal itu terjadi pasti akan
menyebabkan
kerugian yang tidaklah sedikit, baik dari segi
perbaikannya maupundari segi keselamatan dalam
hal terbuangnya waktu yang berharga sehingga
menimbulkan kerugian lain di segi ekonomi.
Perawatan
yang
benar
dan
berkala juga akan membuat alat anda berfungsi denga
n baik dan terlihat bagus. Oleh karena itu percayakan
perawatan alat transportasi gedung anda kepada
sebelum hal itu terjadi.
Perbaikan atau service repair merupakan hal yang
sangat dibutuhkan ketika alat transportasi bangunan
anda sedang dalam keadaan rusak.
Tidak
jarang prosesnya memakan waktu dan biaya yang tid
ak banyak. Oleh karena itu sudah pastinya
anda
sebagai konsumen menginginkan yang terbaik.

1.2. Tujuan dan Manfaat


Untuk memahami peraturan mengenai K3 di
escalator
Agar memahami APD yang digunakan saat
naik escalator
Agar memahami Standard Internasional
yang dipasang pada escalator.
1.3. Batasan Masalah
Hanya digunakan pada escalator tangga
BAB II. PEMBAHASAN
2.1. Teori K3
Kesehatan dan keselamatan kerja (K3) adalah
bidang yang terkait dengan kesehatan, keselamatan,
dan kesejahteraan manusia yang bekerja di sebuah

institusi maupun lokasi proyek. Tujuan K3 adalah


untuk memelihara kesehatan dan keselamatan
lingkungan kerja.[1] K3 juga melindungi rekan kerja,
keluarga pekerja, konsumen, dan orang lain yang
juga mungkin terpengaruh kondisi lingkungan kerja.
Kesehatan dan keselamatan kerja cukup penting bagi
moral, legalitas, dan finansial. Semua organisasi
memiliki kewajiban untuk memastikan bahwa
pekerja dan orang lain yang terlibat tetap berada
dalam kondisi aman sepanjang waktu. [2] Praktik K3
(keselamatan kesehatan kerja) meliputi pencegahan,
pemberian
sanksi,
dan
kompensasi,
juga
penyembuhan luka dan perawatan untuk pekerja dan
menyediakan perawatan kesehatan dan cuti sakit. K3
terkait
dengan ilmu
kesehatan
kerja, teknik
keselamatan, teknik
industri, kimia, fisika
kesehatan, psikologi
organisasi
dan
industri, ergonomika, dan psikologi kesehatan kerja.
Bahaya di tempat kerja
Bahaya fisik dan mekanik
Bahaya fisik adalah sumber utama dari kecelakaan di
banyak industri Bahaya tersebut mungkin tidak bisa
dihindari
dalam
banyak
industri
seperti konstruksi dan pertambangan, namun seiring
berjalannya waktu, manusia mengembangkan metode
dan prosedur keamanan untuk mengatur risiko
tersebut. Buruh anak menghadapi masalah yang lebih
spesifik dibandingkan pekerja dewasa. Jatuh adalah
kecelakaan kerja dan penyebab kematian di tempat
kerja
yang
paling
utama,
terutama
di konstruksi, ekstraksi, transportasi, dan perawatan
bangunan.
Permesinan adalah komponen utama di berbagai
industri
seperti manufaktur, pertambangan, konstruksi,
dan pertanian, dan bisa membahayakan pekerja.
Banyak permesinan yang melibatkan pemindahan
komponen dengan kecepatan tinggi, memiliki ujung
yang tajam, permukaan yang panas, dan bahaya
lainnya
yang
berpotensi meremukkan, membakar, memotong, men
usuk, dan memberikan benturan dan melukai pekerja
jika tidak digunakan dengan aman. Tempat kerja
yang sempit yang memiliki ventilasi dan pintu
masuk/keluar terbatas, seperti tank militer, saluran
air,
dan
sebagainya
juga
membahayakan.
Kebisingan juga memberikan bahaya tersendiri yang

mampu mengakibatkan hilangnya pendengaran.


Temperatur ekstrem panas mampu memberikan stress
panas, kelelahan, kram, ruam,
mengabutkan kacamata
keselamatan, dehidrasi,
menyebabkan tangan berkeringat, pusing, dan lainnya
yang dapat membahayakan keselamatan kerja. Pada
temperatur ekstrem dingin, risiko yang dihadapi
adalah hipotermia, frostbite, dan sebagainya. Kejutan
listrik memberikan risiko bahaya seperti tersengat
listrik, luka bakar, dan jatuh dari fasilitas instalasi
listrik.
Eskalator atau tangga
jalan adalah
salah
satu transportasi
vertikal berupa konveyor untuk
mengangkut orang, yang terdiri dari tangga terpisah
yang dapat bergerak ke atas dan ke bawah mengikuti
jalur yang berupa rail atau rantai yang digerakkan
oleh motor.
Karena digerakkan oleh motor listrik , tangga
berjalan ini dirancang untuk mengangkut orang dari
bawah ke atas atau sebaliknya. Untuk jarak yang
pendek eskalator digunakan di seluruh dunia untuk
mengangkut pejalan kaki yang mana menggunakan
elevator tidak praktis. Pemakaiannya terutama di
daerah pusat perbelanjaan, bandara, sistem transit,
pusat konvensi, hotel dan fasilitas umum lainnya.
Keuntungan dari eskalator cukup banyak seperti
mempunyai kapasitas memindahkan sejumlah orang
dalam jumlah besar dan tidak ada interval waktu
tunggu terutama di jam-jam sibuk dan mengarahkan
orang ke tempat tertentu seperti ke pintu keluar,
pertemuan khusus, dll.

2.2. Data Pendukung


The Consumer Product Safety Commision (CPSC)
Amerika Serikat melaporkan, pada tahun 2007 terjadi
11.000 kecelakaan eskalator. Rata- rata enam orang
meninggal setiap tahunnya karena kecelakaan di
eskalator, termasuk anak- anak di bawah 10 tahun.
Kecelakaan yang sering terjadi adalah terjatuh,
terjepit bagian tangan, kaki, atau anggota tubuh lain.
Hal tersebut tentu bisa menyebabkan luka bahkan
Kematian.

Berikut tips aman menggunakan eskalator bersama


anak:

5. Selalu gunakan tombol berhenti darurat apabila


terjadi insiden di eskalator

1. Untuk anak di atas 4 tahun, sebaiknya pegang


tangan anak saat menaiki eskalator, agar ia tidak
bermain- main di tangga tersebut. Jika usianya di
bawah 4 tahun, sebaiknya Anda menggendongnya.

Larangan di eskalator:

2. Peringatkan anak untuk berhati- hati saat menaiki


eskalator dan tidak boleh bermain- main. Ulangi terus
peringatan tersebut hingga anak mengerti.
3. Garis kuning yang terdapat pada sisi tangga adalah
garis peringatan. Pastikan saat anak- anak menaiki
eskalator tidak melebihi garis kuning.
4. Pastikan anak menggunakan alas kaki yang aman,
karena ada beberapa alas kaki yang tidak
diperkenankan untuk digunakan saat berada di
eskalator. Contohnya, sandal jepit atau sandal
berbahan karet.
5. Hindari membawa anak di dalam stroller saat
menggunakan eskalator. Disarankan menggunakan
elevator atau lift. Tetapi, apabila terpaksa lebih baik
kondisi anak tidak di dalam stroller.
6. Ketahui letak tombol merah untuk menghentikan
eskalator. Dengan begitu, Anda bisa segera
melakukan antisipasi saat terjadi kecelakaan di
tangga berjalan.
Hal yang Harus Anda Lakukan dan Larangan di
Eskalator
Yang harus dilakukan di eskalator:
1. Menghadap ke depan dan pegang handrail
2. Injak anak tangga dengan benar dan pastikan posisi
kaki tidak melebihi garis kuning sisi eskalator
3. Anak- anak harus selalu didampingi oleh orang
dewasa dan pegang tangan anak selama eskalator
melaju
4. Pada akhir laju, melangkah keluar dari eskalator
dengan hati- hati dan berikan ruang bagi penumpang
selanjutnya untuk melangkah

1. Penumpang yang mengalami gangguan fisik,


menggunakan tongkat, kruk, alat bantu jalan, atau
kursi roda tidak boleh menggunakan eskalator
2. Jangan membawa keranjang belanja di eskalator
3. Jangan memindahkan benda besar, panjang, atau
berat dengan eskalator
4. Jangan bermain- main di eskalator. Dampingi
selalu anak saat menggunakan eskalator dan pegang
tangannya selama eskalator melaju
5. Jangan menaiki eskalator dari arah yang salah
6. Jangan duduk di eskalator atau pada handrail, atau
bersandar pada railing

2.3. Analisa
Bahaya eskalator secara umum, sama banyaknya
dengan manfaat eskalator. Jika seseorang tidak
mengetahui tata cara menggunakan eskalator dengan
baik dan benar. Berikut ini diantaranya :
1 .Perhatikan dengan baik kaki saat melangkah di
eskalator
Banyak orang yang terburu buru ketika menaiki
tangga berjalan (eskalator) sehingga tidak sempat
memperhatikan langkah kakinya dengan baik. posisi
kaki yang tidak baik yaitu ketika kaki menyentuh
eskalator ternyata tidak tepat pada tangganya maka
anda akan mudah terpeleset dan tergelincir jatuh
kebawah.
2. Tidak melakukan aksi berlebihan
Banyak remaja atau anak anak yang melakukan aksi
yang terlalu berlebihan ketika sedang berdiri pada
eskalator yang sedang berjalan, Misalnya bersenda
gurau, menari nari sambil tertawa dan sebagainya.
kondisi ini memungkinkan seseorang kehilangan

konsentrasi dalam menjaga keseimbanagan tubuhnya


sehingga bisa menyebabkan jatuh ketangga yang
lebih bawah dan mengalaami cedera.
3. Menggunakan pakaian yang panjang
pakaian yang panjang melebihi kaki atau pemakaian
syal yang terlalu panjang juga dapat memicu
seseorang terseret dan tercekik eskalator ketika ujung
pakaian atau syal tersebut tanpa sengaja masuk pada
celah celah tangga eskalator yang sedang berjalan
dan dibawahnya terdapat mesin yang bersifat
menyedot dan menarik apapun benda yang ada
diatasnya. jagalah jangan sampai baju atau apapun
yang anda kenakan masuk pada celah tangga.
4. Tidak menggunakan sandal atau sepatu karet
Sepatu atau sandal yang terbuat dari karet cenderung
membuat sipemakainya merasa nyaman dan ringan,
namun berhati hatilah bahwa sandal atau sepatu karet
mudah menyebabkan seseorang terpeleset dan terjepit
pada mesin eskalator, sandal dan sepatu terbuat dari
bahan karet mudah melepuh akibat efek panas yang
ada pada ujung tangga eskalator yang biasanya diberi
warna kuning. jenis sepatu karet
5. Tidak memakai sepatu terlalu tinggi (Highheel)

Sepatu yang memilki ukutan tinggi melebihi 7


centimeter dikhawatirkan dapat mengganggu
keseimbangan tubuh sipemakainya. sudah saatnya
kaum wanita menyadari bahaya sepatu high
heel karena dapat membuat sipemakainya merasa
tidak nyaman ketika berada/ berdiri di tangga
eskalator. jika tubuh kehilangan keseimbangan maka
yang terjadi anda bisa tergelincir jatuh ke tangga
bawah dan mengalami cedera.
6. Jangan menggesek sepatu/sandal
Hindari menggesek sepatu atau sandal pada sikat
yang ada di kedua sisi eskalator yang sedang
berjalan, kebiasaan buruk menggunakan sandal dan
sepatu seperti itulah yang berbahaya karena eskalator
dapat menghisap sepatu/sandal anda dan kaki dari
bawah dan anda akan mengalami cedera.

7. Tidak membawa kereta bayi


Masih banyak orangtua yang membawa kereta bayi
di tangga eskalator dengan alasaan lebih praktis dan
efesien, padahal melalui lift berbentuk ruangan justru
jauh lebih aman. Kereta bayi cenderung tidak akan
mendapatkan posisi yang aman dan ideal ketika di
letakkan di tangga eskalator apalagi jika orangtuanya
juga membawa barang ditangannya yang lain.
Kondisi ini sangat berbahaya karena tangga
berbentuk miring dan dalam keadaan bergerak.
orangtua yang menahan beban kereta bayi yang juga
di sibukkan dengan barang belanjaan lain, maka akan
menderita tangan kram dan kaku yang akhirnya
membuat kekuatan pegangan tangan menjadi
mengendur, akibatnya kereta bayi akan mudah
terdorong atau terlepas kebawah tangga jika tiba tiba
tanpa sengaja si orangtua hilang keseimbangan.
8. Tidak membawa kursi roda
Jangan membawa orang yang memakai kursi roda
ketangga eskalator apapun alasannya. kursi roda
mempunyai desain yang rumit dan berat. hal tersebut
sudah cukup membuat bobot tubuh yang ada
diatasnya menyebabkan orang yang menahanya
menjadi tidak nyaman, mudah lelah, gemetar dan
rentan kehilangan keseimbangan badan ketika
kekuatan tangan untuk menahan kursi roda berangsur
angsur melemah, sehingga kursi roda bisa terdorong
dan jatuh ketangga bawah. kondisi itulah yang
menjadi salah satu faktor penyebab tubuh gemetar
dan lemah
9. Tidak membawa keranjang belanja
Di pusat perbelanjaan atau toko toko yang memakai
eskalator banyak orang yang membawa keranjang
belanjaan ketangga eskalator dengan alasan untuk
penghematan waktu, namun pada kenyataanya
banyak orang yang kehilangan keseimbangaan ketika
membawa barang belanjaan yang begitu berat dan
merepotkan, sehingga terjadi musibah tergelincir dan
jatuh ketangga bawah. hindarilah tangga berjalan jika
anda hanya sendirian membawa keranjang belanja
yang besar dan bermuatan barang yang cukup
merepotkan gerak tubuh anda.
10. Hati hati dengan sepatu yang bertali
sponsored links

Jika menggunakan sepatu yang bertali sebaiknya


perhatikan jangan sampai tali tersebut berjuntaian
terlalu panjang keluar dari sepatu. tali sepatu dapat
menjadi salah satu penyebab seseorang tersedot
kebawah dan terseret arus listrik eskalator dari arah
bawah. sehingga seseorang bisa terjatuh dengan tali
sepatu yang tertarik masuk kedalam celah celah
tangga eskalator.

keingintahuan mereka dapat menjadi malapetaka jika


anak anak dibiarkan saja melakukan aktifitas tangan
yang tidak perlu selama eskalator berjalan.
15. tidak membawa benda yang mudah mencair
jangan biarkan anak anak makan es krim atau
makanan lain yang mudah meleleh ketika menaiki
tangga eskalator, air atau cairan yang masuk pada
celah celah tangga dapat mengganggu kestabilan
motor arus bolak balik karena arus bolak balik pada
mesin eskalator dikendalikan oleh mesin yang
berkekuatan listrik. bayangkan, apa yang terjadi jika
ada air yang jatuh mengenai listrik? selain itu air
yang
berceceran
ditangga
eskalator
dapat
membahayakan anak anak itu sendiri. anak anak bisa
juga terpeleset atau tergelincir jatuh kebawah.

11. Jangan naik eskalator tanpa alas kaki


Permukaan tangga eskalator mempunyai celah celah
yang dapat menyedot benda apapun yang ada
diatasnya termasuk telapak kaki anda yang tidak
mendapat perlindungan apapun oleh alas kaki, itulah
salah satu penyebab kaki pecah pecahdan ketika
ujung eskalator yang diberwarna kuning terinjak oleh
kaki yang telanjang maka telapak kaki yang semula
pecah pecah akan berubah melepuh, luka akibat hawa
panas dari mesin eskalator yang berada tepat di
bawah garis kuning tersebut.
12. Jangan duduk pada tangga eskalator
Duduk ditangga eskalator tidak akan senyaman
ketika duduk pada tempat yang datar dan tidak
bergerak. bagaimanapun juga duduk ditangga
eskalator dapat terjatuh ketika tanpa sengaja tubuh
terdorong dari arah belakang, karena kemiringan
eskalator itulah yang sering menjadi penyebab
seseorang kehilangan keseimbangan tubuh dan
mudah terjatuh karena terdorong.

Cara mengatasi agar tidak terjadi kecelakaan


selama menggunakan eskalator
1.

Untuk menjaga diri agar tetap aman ketika


berada pada tangga eskalator yang sedang berjalan
sebaiknya pertahankan konsentrasi untuk tetap
mengingat bahwa anda sedang berada dieskalator
yang bisa membuat anda terjatuh jika tidak hati hati.
pandangan tetap lurus kedepan dengan tangan yang
siaga memegang handrail ( pegangan untuk tangan
yang ada pada pinggiran tangga eskalator)

2.

Tidak menggunakan sepatu yang terlalu


tinggi agar tubuh anda tetap nyaman dan seimbang
ketika berdiri pada tangga eskalator.

3.

Ketika mengunjungi pusat perbelanjaan atau


gedung yang memiliki beberapa lantai sedapat
mungkin gunakan pakaian yang tidak terlalu panjang
(baju yang menyentuh lantai) untuk menghindari
ujung baju masuk pada celah tangga eskalator.

4.

Tidak mengenakan sandal dan sepatu yang


berbahan dasar karet melainkan pakailah dengan
bahan katun atau sejenisnya seperti sepatu olahraga.

5.

Jangan membawa keranjang belanja


ditangga eskalator agar diri anda tetap nyaman dan
aman gunakan kamar lift saja. jangan hanya

13. Jangan bersandar pada sisi handrail


Ketika eskalator yang sedang berjalan sebaiknya
posisi tubuh tegak santai dengan tangan yang siaga
mencengkram kuat pada sisi eskaltor dengan
pandangan muka kedepan. jangan bersandar pada sisi
handrail karena tubuh dapat terseret dan membuat
tubuh limbung lalu terjungkal jatuh kebawah tangga.
14. Tidak melakukan aktifitas tangan
Bagi anak anak balita yang menaiki eskalator
sebaiknya digendong saja agar tidak terjadi hal hal
yang membahayakan, karena anak anak kebiasaan
ingin mempermainkan gerakan gerakan tangan yang
mengacu pada sisi dinding eskalator, lantai eskalator
bahkan ada yang ingin memasukan tangannya
kedalam celah celah yang ada dilantai tangga ,

memperdulikan kecepatan dan ke efesienan waktu


tetapi pikirkan keselamatan jiwa anda.

DAFTAR PUSTAKA

BAB III. PENUTUP

1.
2.

3.1. Kesimpulan

3.

Dengan adanya peraturan K3 di escalator, maka


pengguna escalator menjadi aman dan selamat, serta
dengan adanya penggunaan APD di escalator, maka
pengguna escalator menjadi aman.

4.

3.2. Saran / Rekomendasi


Sebaiknya peraturan K3 dipahami oleh semua
pengguna escalator.
Sebaiknya pemakaian APD digunakan pengguna
escalator pada saat naik escalator.
Sebaiknya instansi seperti mall menerapkan dan
mendukung adanya K3 di escalator.

5.

https://id.wikipedia.org/wiki/Eskalator
https://id.wikipedia.org/wiki/Kesehatan_dan
_keselamatan_kerja
http://www.ngegosip.com/inilah-tata-caranaik-eskalator-yang-benar
http://www.safetysign.co.id/news/169/Kecel
akaan-Eskalator-dan-Tips-AmanMenggunakannya-Bersama-Anak
http://www.beritasatu.com/ekonomi/342552kemnaker-minta-agar-semua-lift-daneskalator-dirawat-teratur.html.