Anda di halaman 1dari 13

FILUM ROTIFERA

(Laporan Praktikum Avertebrata Air)

Oleh
Merlinda Septia Nitami
1514111028
Kelompok 8

Asisten Dosen
Helpo Prayor
1414111030

PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN


JURUSAN PERIKANAN DAN KELAUTAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAMPUNG
2016

1. Amati sediaan di bawah mikroskop lalu gambar dan berilah keterangan


pada kertas gambar !
Jawaban :
Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Filum

: Invertebrata

Kelas

: Rotifera

Sub-ordo

: Eurotaria

Familia

: Monogonanta

Sub-familia

: Branchionidae

Genus

: Branchionae

Spesies

: Branchionus sp.

Dibawah epidermis terdapat susunan otot melingkar dan membujur, namun tidak
terorganisir sebaik platyhelminthes. Antara dinding tubuh dan organ dalam terdapat
pseudocoelom yang berisi cairan dan sel-sel ameboid bercabag-cabang yang tersusun
seperti jala sinsitial. Branchionus sp berbentuk simetris bilateral menyerupai piala
tubuh terbagi menjadi tiga yaitu kepala, badan dan kaki. Pertumbuhannya cepat dan
reproduksi tinggi. Pada kondisi normal betina memproduksi 20 butir telur atau lebih
selama 7-10 hari masa hidupnya. Habitat pada air tawar, biasanya dimanfaatkan
sebagai pakan alami untuk larva alami (Snell,1993).

2. Tulis catatan tentang rotifera menyangkut halhal berikut :


a.
b.
c.
d.
e.

Bentuk tubuh
Dinding tubuh
Pergerakan
Eksresi
Reproduksi

Jawaban:

No.

Catatan

Keterangan

Tubuh rotifera dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu


bagian

anterior

(kepala),

trunk

(badan)

dan

posterior (kaki). Dibagian anterior terdapat corona


dan mastax. Pada bagian badan (trunk) terdapat tiga
buah tonjolan kecil yaitu sebuah atau sepasang
antena dorsal dan 2 buah antena lateral. Diunjung
antena

biasanya

terdapat

terdapat

bulu-bulu

sebagian alat indera. Dan pada bagian posterior


terdapat kaki serta jari yang digunakan untuk
melekat disubstrat. Rotifera memiliki benruk tubuh
beragam namun selalu silindris. Berikut adalah
bentuk

tubuh

rotifer

berdasarkan

kelas

dan

ordonya :
1. Kelas Seisoncea
Tubuhnya memanjang,
1.

Bentuk Tubuh

corona

mengecil,

memiliki ovary sepasang.


2. Kelas Bdelloidea
Tubuh berbentuk silindris dan retraktil, corona
serperti dua roda yang berputar, memiliki
sepasang ovary.
3. Kelas Monogananta
Ordo Ploima : tubuh berbentuk bulat sampai
lonjong, atau agak pipih, lorica ada atau tidak
ada.

Ordo Flosculariacea : corona terdiri atas dua


rangkaian

cilia

yang

tengahnya

terdapat

konsentrik

sebuah

galur

dan

di

bercilia,

biasanya terdapat 1-2 antena.


Ordo Collothecacea : corona besar sekali,
mastax uncinate atau kurang berkembang.
Acapkali sessile.

Tubuh

tertutup

epidermis

yang

merupakan lapisan tipis dan sinsitial,


dengan jumlah nuclei yang selalu tetap.
Epidermis menghasilkan kultikula, tipis
sampai

tebal,

bahkan

ada

cangkang

tersgantung

yang
disebut

jenisnya,

mengeras

seperti

lorica.

Lorica

adakalanya dihiasinya galur-galur, duri


yang pendek, atau panjang dan dapat
2.

Dinding Tubuh

digerakan, misalnya pada Filinia.


Dibawah

epidermis

terdapat

susunan

otot melingkar dan membujur, namun


tidak terorganisir sebaik pltyhelninthes.
Antara dinding tubuh dan organ dalam
terdapat

pseudocoelom

yang

berisi

cairan dan sel-sel ameboid bercabangcabang

yang

tersusun

seperti

jala

sinsitial
Pada rotifer, corona terdiri atas daerah sekitar mulut
yang bercilia dan cilia ini melebar diseputar tepi
3.

Pergerakan

anterior hingga seperti bentuk mahkota. Gerakan


cilia pada trochal disk (trochus : roda. Y) tampak
seperti roda berputar.

Pada

tiap

sisi

lateral

terdapat

sebuah

protonephridium dengan 2-8 flame bul. Kedua


protonephrida tersebut bersatu pada kantung kemih
(bladder), yang bermuara pada bagian ventral
kloaka. Isi bladder dikosongkan melalui anus
dengan jalan kontraksi, dengan kecepatan satu
sampai empat kali per menit.
4.

Ekskresi
Pembuangan yang demikian cepat membuktikan
bahwa

fungsi

protonephrida

adalah

osmoregulator, osmoregulator yaitu

sebagai

membuang

kelebihan air didalam tubuh. Dalam beberapa menit


dikeluarkan sejumlah cairan yang setara dengan
berat tubuh rotifera tersebut.
5

Reproduksi

Semua

rotifera

dioecious.

Reproduksi

selalu

seksual. Individu jantan selalu lebih kecil daripada


betina, biasanya mengalami degenerasi yaitu tidak
mempunyai alat pencernaan, hanya memiliki alat
reproduksi saja. Partogenesis merupakan peristiwa
yang umum terjadi.
Perkawinan

pada

rootifera

biasanya

dengan

jalanhypodermic impregnation, dimana sperma


masuk melalui dinding tubuh. Tiap nukleus pada
ovari menjadi sebuah telur. Kebanyakan spesies
mempunyai ovari dengan sepulu sampai dua puluh
nuklei, maka telur yang dihasilkan selama hidupnya
tidak lebih dari jumlah tersebut.
Rotifera jantan siap melakukan perkawinan satu
jam setelah menetas, kemudian akan mati. Bila
tidak menemukan rotifera betina maka rotifera
jantan akan mati pada umur 2-7 hari, tergantung
pada jenisnya. Pada Bdelloidea, dimana tidak

pernah ada jantannya reproduksi selalu dengan cara


partenogenesis, yaitu betina menghasilkan telur
yang menetas menjadi betina.
Pada kelas Monogononta, yang dalam keadaan
tertentu ada jantannya, terdapat tiga macam telur.
Tipe pertama adalah telur amictic, hasil dari
partenogenesis, bercangkang tipis, diploid, tidak
dapat dibuahi dan menetas menjadi betina amictic.
Tipe kedua ialah telur mictic, bercangkang tipis,
tetapi

haploid,

bila

tidak

dibuahi

secara

partenogenik akan menetas menjadi jantan yang


haploid.
Bila telur mictic dibuahi oleh sperma dari jantan
yang haploid tersebut maka akan menjadi telur
dorman., bercangkang tebal dank eras, resisten
terhadap kekeringan dan lingkungan yang buruk,
dan memerlukan istirahat beberapa bulan sebelum
menetas. Dalam lingkungan yang baik, telur
dorman menetas menjadi betina amictic dan diploid
(Mujiman, 1998).

3. Banyak metazoa yang hidup di daerahdaerah ekstrim seperti lumut, kolam


musiman dan tanah becek. Beberapa hewan sering memiliki adaptasi
reproduksi seperti memproduksi telurtelur yang resisten terhadap kondisi
ekstrim. Buatlah sebuah esai mengenai adaptasiadaptasi apa saja yang di
lakukan hewanhewan metazoa (seperti misalnya rotifer, nematode dan
tardigrade) untuk bertahan hidup pada kondisi ekstrim.
Jawaban :
Dalam kedaan yang ekstrim, setiap organisme mengalami adaptasi untuk
mempertahankan diri terhadap lingkungannya. Adaptasi dapat berupa adaptasi
morfologi atau melalui adaptasi reproduksi. Begitu pula organisme rotifera, nematode
dan tradigrade mengalami adaptasi guna mempertahankan hidunya.

Pada rotifera dapat beradaptasi dalam kondisi kekeringan ketika terjadi musim
kekeringan

dengan anhydrobiosis, yaitu bentuk toleransi terhadap kondisi yang

sangat kering. Rotifera mengalami perubahan bentuk menjadi lebih kecil dan ada
beberapa yang membentuk gula yang disebut trehalosa. Gula ini dianggap digunakan
untuk melindungi organisme dari kerusakan pengeringan, dan penelitian telah
menunjukkan bahwa organisme anhydrobiosis dapat bertahan selama puluhan tahun
dalam keadaan kering, ini terjadi pada kelas bdelloidea. Pada kelas monogonanta
adaptasi pada kondisi ekstrim dengan dormant zygote dan pada kelas seisinoidea
adaptasi dengan menggunakan beristle, yaitu bentuk ujung seperti sikat.
Nematoda atau cacing gilig juga termasuk hewan tak bertulang belakang, bentuk
tubuhnya terdiri dari tabung yang terbuat dari bahan mineral dan bagian dalamnya
yang lunak dapat menjulur keluar dari dalam tabung.Mereka bisa bertahan hidup
ribuan kaki di bawah air di limbah beracun, dengan bagian dasarnya dalam air dingin
dekat, dan pusat di air mendidih.Sebagai contoh, beberapa kelas nematode memilki
pre adaptasi untuk memproduksi telur yang tahan terhadap proses pencernaan
dikarenakan untuk mengimbangi kemampuan regenerasi yang besar yang dimiliki
oleh golongan cacing kelas nematode. Beberapa jenis nematode adalah parasit
tentunya mekanisme memproduksi banyak telur adalah suatu adaptasi hidup sebagai
parasit untuk mempertahankan keturunannya.
Tardigrades dikenal dengan beruang air memiliki ukurannya sangat kecil, hidup di
air, dengan kaki berjumlah delapan. Tardigrade bisa ditemukan di semua bagian
dunia. Tempat yang paling disukai di tempat berganggang. Panjang tubuh tardigrades
dewasa adalah 1,5 mm, paling kecil ukurannya 0,1 mm, larvanya berukuran 0,05 mm.
Hewan ini memiliki kemampuan untuk beradaptasi di lingkungan yang sangat
ekstrim. Tardigrades dapat bertahan di lingkungan yang beku (0 oC) hingga di tempat
yang bertemperatur tinggi (151oC). Bahkan dapat bertahan terhadap radiasi 1.000 kali
lebih tinggi dibandingkan jumlah radiasi di mana makhluk hidup lain dapat bertahan.
Oleh karena itu, tardigrade dikenal sebagai hewan yang polyextremeophiles.
Tardigrades telah beradaptasi terhadap stres lingkungan dengan menjalani proses yang
dikenal sebagai cryptobiosis. Cryptobiosis didefinisikan sebagai keadaan di mana

kegiatan metabolisme berhenti reversible.Dalam keadaan ini Tardigrade terhenti


kehidupannya seperti mati (Suwignyo, 2005).
4. Carilah beberapa literatur, sebut dan gambarlah paling sedikit 5 jenis
rotifera, dan jelaskan peranannya bagi budidaya perikanan.
Jawaban:
1. Brachionus plicatilis

Klasifikasi
Kingdom:

Animalia

Phylum:

Rotifera

Class:

Monogononta

Order:

Ploimida

Family:

Brachionidae

Genus:

Brachionus

Species:

Branchionuc. Plicatilis

2. Chonocilus hippocrepis
Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Aschelminthes

Class

: Rotifera

Ordo

: Bdelloida

Family

: Rotatoria

Genus

: Rotatoria

Spesies

: Rotatoria sp.

Rotatoria merupakan salah satu pakan alami larva ikan yang digunakan para
pembudidaya ikan, dapat membantu dalam proses dekomposisi bahan organik
terlarut di air dan di permukaan tanah.

3. Rotatoria sp
Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Aschelminthes

Class

: Rotifera

Ordo

: Bdelloida

Family

: Rotatoria

Genus

: Rotatoria

Spesies

: Rotatoria sp

Rotatoria merupakan salah satu pakan alami bagi larva ikan dalam proeses budidaya.
Dan sebagai makanan bagi organisme yang lebih besar seperti cacing dan crustaceae.
4.

Klasifikasi

Kingdom:
Phylum:
Class:
Order:
Family:
Genus:
Species:
Trichocerca similis

Animalia
Rotifera
Monogononta
Pseudotorcha
Trichocercidae
Trichocerca
Trichocerca similis

Merupakan

jenis

rotifera

yang

dapat

ditemukan

di

kawasan

New

Zealand.Dimanfaatkan sebagai bio-indikator kawasan sumber mata air minum.


(Djarijah, 1998).

5.

Klasifikasi
Kingdom

: Animalia

Phylum

: Rotifera

Class

: Monogananta

Ordo

: Ploima

Family

: Asplancna

Genus

: Asplancna

Spesies

: Asplancna brightwelli

Asplancna brightwelli

Asplancna tinggal di danau yang bersifat alkali dan eutrofik. Tidak memiliki kaki
dan lobus terletak di perut. Ciricirinya adalah mempunyai kelenjar yang
berbentuk tapal kuda berwarna kuning. Perananya di dalam perairan adalah
sebagai rantai makanan yaitu zooplankton (Suminto,1980).

DAFTAR PUSTAKA

Djarijah, AS. 1998. Pakan Ikan Alami. Yogyakarta ; Kanisius.


Isnansetyo, dan Kurniastuty. 1995. Filum Rotifera. Yogyakarta: Kanisius.
Kimball, John.W. 1991. Biologi Edisi 5. Jakarta: Erlangga.
Mujiman, A. 1998. Makanan Ikan. Jakarta : Penerbit PT. Penebar Swadaya : hlm 4-17
: 49-51.
Snell, T. W., P. D. Morris, and G. A. Ceccine. 1993. Localization of the mate
recognition pheromon in Brachionus plicatilis (O. F. Muller, Rotifera) by
fluorescene labeling with lectins. J. Exp. Mar. Biol.

Suminto, 1980. Female polymorphism and sexual reproduction in the rotifers


Asplanchana. Evolution of their relationship and control by dietary
tocopherol. Am. Nat. 166 : pp. 409-431.

LAMPIRAN