Anda di halaman 1dari 11

BUKU PANDUAN

PANDUAN PRAKTEK KLINIK (PPK)


DAN CLINICAL PATHWAYS
RUMAH SAKIT UMUM AN NIMAH
TAHUN 2016

BAB I
PENGERTIAN

A. DEFINISI UMUM
1. Panduan Praktek Klinik
a. Pengertian
Panduan praktek klinik adalah suatu pedoman penatalaksanaan suatu penyakit
yang didasarkan pada konsep atau konsensus.
Panduan praktik klinik (PPK) adalah penetapan tertulis mengenai apa yang harus
dilakukan, kapan, dimana, dan oleh siapa. PPK dibuat untuk menghindari
terjadinya variasi dalam proses pelaksanaan kegiatan yang akan mengganggu
kinerja organisasi secara keseluruhan. Panduan praktek klinik merupakan
mekanisme penggerak organisasi/lembaga agar dapat berjalan/berfungsi secara
efektif dan efisien.
b. Manfaat
Manfaat panduan praktek klinik adalah:
Dalam organisasi pemerintah, panduan praktek klinik diperlukan untuk
meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Pelayanan publik yang optimal
dipercaya dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.
Kondisi ini memotivasi partisipasi sukarela masyarakat pada program
pemerintah.
2. Clinical pathway
a. Pengertian
Clinical Pathways (CP) adalah metodologi dalam cara mekanisme pengambilan
keputusan terhadap layanan pasien berdasarkan pengelompokan dan dalam
periode waktu tertentu (European Pathways Association, Slovenia, Dec 2005) .
Clinical Pathways (CP) adalah suatu konsep perencanaan pelayanan terpadu
yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien berdasarkan
standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan

hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit (RS
Fatmawati, 2006).
Clinical pathway adalah sebuah alur yang menunjukkan secara detail tahaptahap penting dari pelayanan kesehatan proses mulai saat penerimaan pasien
hingga pemulangan pasien. Clinical pathway menyediakan standar pelayanan
minimal dan memastikan bahwa pelayanan tersebut tidak terlupakan dan
dilaksanakan tepat waktu.
Clinical pathways tersebut dapat merupakan suatu Standar Prosedur Operasional
yang merangkum:
1) Profesi medis: Standar Pelayanan Medis dari setiap Kelompok Staf Medis
(KSM) dan penunjang
2) Profesi Keperawatan: Asuhan Keperawatan
3) Profesi Farmasi: One Day Dose
4) Alur Pelayanan Pasien Rawat Inap dan Operasi dari Sistem Kelompok Staf
Medik dan Sistem Manajemen Rumah Sakit
b. Manfaat Clinical Pathways adalah:
1) Mendukung implementasi standar prosedur berdasarkan bukti (Evidence
Based).
2) Meningkatkan kerja sama multidisiplin dalam perencanaan pelayanan
pasien.
3) Menggambarkan kegiatan pelayanan pasien secara nyata
4) Mempersempit kesenjangan variasi pelayanan pasien dan meningkatkan
mutu pelayanan
5) Mendukung implementasi audit yang berkelanjutan
6) Sebagai alat benchmarking
7) Sebagai alat manajemen risiko klinis dan meningkatkan keamanan dan
keselamatan pasien
8) Meningkatkan efisiensi
9) Memberi informasi kepastian bagi pasien dan keluarga

BAB II
RUANG LINGKUP

Panduan praktek klinis (PPK) digunakan sebagai panduan secara konsep dalam
mengelola asuhan medis terhadap pasien. Clinical pathway (CP) digunakan untuk panduan
dalam mengelola kasus pasien, digunakan diseluruh bangsal rawat inap yang sesuai dengan
kasus clinical pathway yang sudah dibuat.
Ruang lingkup clinical pathway yang akan disusun meliputi seluruh Kelompok Staf
Medik (KSM) yang ada di RSU AN NIMAH, yaitu terdiri dari KSM Anak, KSM Bedah,
KSM Penyakit Dalam, KSM Kebidanan, KSM Mata, KSM THT, KSM Kulit Kelamin, KSM
Anastesi, KSM Umum, KSM Gigi dan Mulut. Selain Kelompok Staf Medik, profesi lain yang
terlibat dalam implementasi clinical pathway adalah profesi perawat, bidan, anastesi, petugas
laboratorium, farmasis, ahli gizi, radiographer.
Untuk saat ini, clinical pathway yang ditetapkan untuk dilaksanakan, dimonitoring dan
dievaluasi terdiri dari 5 clinical pathway yang di laksanakan pada area pelayanan bedah (OK),
gawat darurat dan high care, kebidanan, dan pelayanan rawat inap.

BAB III
TATA LAKSANA
PANDUAN PRAKTEK KLINIK (PPK) DAN CLINICAL PATHWAY

1. Penyusunan
a. Penyusunan panduan praktek klinik (PPK) pada masing masing area dilakukan oleh
Kelompok Staf Medis (KSM)
b. Penyusunan clinical pathway disusun bersama semua profesi yang terkait dengan
kasus/penyakit tersebut.
c. Setiap kelompok staf medis menyusun minimal satu panduan praktek klinik dan satu
clinical pathway yang ditetapkan oleh kelompok staf medis untuk dilaksanakan.
Penambahan panduan praktek klinik dan clinical pathway bisa dilakukan sewaktu
waktu
2. Penetapan
Penetapan panduan praktek klinik dan clinical pathway ditentukan berdasarkan rapat
komite mutu dengan profesi yang terlibat dan disahkan pelaksanaannya dengan Surat
Keputusan Direktur
3. Clinical pathway dikembangkan untuk diagnosa atau tindakan yang sifatnya:
a. Kasus sering terjadi adalah kasus yang memiliki frekuensi yang sering terjadi dan
banyak varian perawatannya
b. High-risk adalah kasus dengan resiko tinggi terutama resiko tinggi bagi keselamatan
pasien, atau risiko bagi petugas
c. Simple: merupakan kasus tanpa kompklikasi
4. Pertimbangan dalam penyusunan clinical pathway
a. Area prioritas sebagai area peningkatan mutu
b. Variasi pola praktek
c. Menetapkan standar yang diharapkan mengenai lama perawatan dan penggunaan
prosedur klinik yang seharusnya
d. Menilai hubungan antara berbagai tahap dan kondisi yang berbeda dalam suatu
proses dan menyusun strategi untuk mengkoordinasi agar dapat menghasilkan
pelayanan yang lebih cepat dengan tahap yang lebih sedikit
5. Untuk area prioritas panduan praktek klinik dan clinical pathway yang ditetapkan adalah:
a. STT di area bedah

b. Akut Miocard Infark (AMI) di area pelayanan gawat darurat dan high care
c. Kejang demam diarea anak / rawat inap
d. Kehamilann lewat bulan di area pelayanan kebidanan
e. CHF diarea High care unit
6. Pelaksanaan
a. Pelaksanaan clinical pathway dibuktikan dalam lembar pelaksanaan yang harus
tercantum dalam rekam medis pasien.
b. Seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan harus secara terpadu/integrasi dan
berorientasi fokus terhadap pasien (Patient Focused Care) serta berkesinambungan
(continuing of care)
c. Melibatkan seluruh profesi (dokter, perawat/bidan, anatesi, laboratories, farmasis,
dan ahli gizi, petugas rehabilitasi medis; fisioterapis, terapi wicara, okupasi terapis
dan lain lain)
d. Dalam batas waktu yang ditentukan sesuai dengan keadaan perjalanan penyakit
pasien, dicatat dalam bentuk periode harian
e. Pencatatan clinical pathway seluruh kegiatan pelayanan yang diberikan kepada
pasien secara terpadu dan berkesinambungan tersebut dalam bentuk dokumen yang
merupakan bagian dari rekam medic
f. Pelaksanaan clinical pathway dimulai sejak pasien masuk ke ruang rawat inap
Rumah sakit umum AN NIMAH
g. Pelaksanaan panduan praktek klinik dan clinical pathway dilakukan di bangsal rawat
inap yang memungkinkan merawat pasien dengan kasus tersebut.
Bangsal tersebut adalah:
1) STT: Ruang mawaddah, sakinah
2) Akut Miocard Infark: instalasi gawat darurat (IGD), High Care Unit (HCU)
3) Kejang demam : Sakinah, mawaddah
4) CHF : high care unit
5) Kehamilan lewat bulan : kamar bersalin
7. Monitoring Pelaksanaan

a. Clinical pathway diisi setiap hari mulai hari pertama pasien masuk sampai pasien
pulang melalui lembar monitoring pelaksanaan clinical pathway
b. Monitoring pelaksanaan clinical pathway dilakukan oleh masing masing profesi.
c. Lembar monitoring clinical pathway akan diserahkan pada komite mutu dan
manajemen risiko melalui case manager (tidak dikembalikan ke rekam medis)
d. Koordinator unit memantau pengisian lembar monitoring clinical pathway di unit
kerja
8. Evaluasi
Panduan praktek klinik dan clinical pathway dievaluasi setiap 1 tahun sekali. Panduan
praktek klinik dan atau clinical pathway dapat diubah sesuai kebutuhan, perkembangan
keilmuan atau pertimbangan tertentu. Perubahan clinical pathway dapat terkait:
a. Standar lama hari rawat
b. Standar penatalaksanaan
c. Standar Therapy
d. Standar asuhan keperawatan
e. Standar asuhan lain terkait: pelayanan gizi, rehabilitasi medis, pemerksaan penunjang
dan lain lain
9. Audit clinical pathway
a. Setiap penyimpangan langkah dalam penerapan clinical pathway dicatat sebagai
varians
b. Varians tersebut dapat karena kondisi perjalanan penyakit, penyakit penyerta atau
komplikasi maupun kesalahan medis (medical errors)
c. Varians tersebut dipergunakan sebagai salah satu parameter dalam rangka
mempertahankan dan meningkatkan mutu pelayanan
d. Untuk menilai varian pelaksanaan clinical pathway dilakukan kajian analisis melalui
audit medis
e. Audit medis dilakukan setiap 3 bulan pada lembar monitoring clinical pathway yang
dikumpulkan di komite mutu. Lembar monitoring clinical pathway pasien dipilih
secara acak.
f. Audit medis akan menilai kesenjangan/varian dalam catatan clinical pathway.
g. Audit medis dilakukan oleh tim audit medis dalam komite mutu

h. Hasil audit medis clinical pathway akan di laporkan kepada direktur


i. Hasil audit medis clinical pathway akan disampaikan kepada KSM atau melalui
komite medis dan kepada profesi profesi yang terkait.
10. Perubahan clinical pathway
a. Perubahan clinical pathway dilakukan jika terdapat perubahan pada:
1) Standar lama hari rawat
2) Standar penatalaksanaan
3) Standar therapi
4) Standar asuhan keperawatan
5) Standar asuhan lain terkait; pelayanan gizi, rehabilitasi medis, pemeriksaan
penunjang, dll.
b. Perubahan clinical pathway diajukan oleh dokter

BAB IV
DOKUMENTASI
A. Formulir
Formulir clinical pathway yang ada:

1.
2.
3.
4.
5.

Formulir Clinical pathways STEMI (ICD 10 : )


Formulir Clinical pathways STT (ICD 10 : )
Formulir Clinical pathways kejang demam (ICD 10 : )
Formulir Clinical pathways CHF (PEB) (ICD 10 : )
Formulir Clinical pathways kehamilan lewat bulan (ICD 10 : )

B. Petunjuk Pengisian Formulir


Petunjuk teknis pengisian dokumen Clinical Pathway :
NO

KOMPONEN

PENANGGUNG

PENJELASAN

1.

FORMAT
Berat Badan

JAWAB

Tulis Berat Badan pasien dalam Kg

Perawat

2.

Tinggi Badan

Tulis Tinggi badan pasien dalam cm

Perawat

3.

Nama Pasien

Diisi dengan identitas pasien

Perawat

Nomor Rekam Medik


Tanggal Lahir
4.

Ruang Rawat

Tulis nama ruangan tempat pasien dirawat

Perawat

5.

Kelas

Tulis kelas ruang perawatan

Perawat

6.

Tarif/hari

Tulis tarif kamar


perawatan per hari

7.

Tanggal masuk

Tulis tanggal dan jam pasien masuk rawat Perawat


inap

8.

Tanggal keluar

Tulis tanggal pasien pulang/keluar rawat inap

9.

Lama Rawat

Tulis lama hari rawat dengan formula: Perawat


(Tanggal keluar + 1) Tanggal masuk

NO

KOMPONEN
FORMAT

sesuai

kelas

ruang Petugas Keuangan

PENJELASAN

Perawat

PENANGGUNG
JAWAB

10.

Aktivitas: Hari sakit

Tulis jumlah hari sakit berdasarkan keluhan Dokter yang merawat


dari anamnesis
(DPJP)

11.

Diagnosa utama

Tulis sesuai ICD 10

12.

Penyakit penyerta

Checklist sesuai kondisi pasien dan tuliskan Dokter yang merawat


bila ada penyakit penyerta lain
(DPJP)

13.

Komplikasi

Checklist sesuai kondisi pasien dan tuliskan Dokter yang merawat


bila ada komplikasi lain
(DPJP)

14.

Asesmen Klinik: Visite Checklist sesuai hari rawat


dokter

Dokter yang merawat


(DPJP)

15.

Asesmen

Dokter yang diberi

Klinik: Checklist sesuai konsultasi yang dilaksanakan

Dokter yang merawat


(DPJP)

Konsultasi

konsulan

16.

Pemeriksaan
Penunjang:
Laboratorium

Checklist sesuai pemeriksaan laboratorium Dokter yang merawat


yang dilakukan dan tuliskan pemeriksaan (DPJP)
laboratorium lainnya bila ada

17.

Pemeriksaan
Penunjang: Radiologis

Checklist sesuai pemeriksaan radiologis yang Dokter yang merawat


dilakukan
dan
tuliskan
pemeriksaan (DPJP)
radiologis lainnya bila ada

18.

Pemeriksaan
Checklist sesuai pemeriksaan penunjang Dokter yang merawat
Penunjang: Penunjang laiinnya yang dilakukan dan tuliskan (DPJP)
lainnya
pemeriksaan penunjang lainnya bila ada

19.

Tindakan

Checklist sesuai tindakan yang dilaksanakan Dokter yang merawat


dan tuliskan tindakan lainnya bila ada
(DPJP)

20.

Obat 0batan

Checklist sesuai obat-obatan yang diberikan Dokter yang merawat


dan tuliskan obat-obatan lainnya bila ada
(DPJP)

21.

Masalah Keperawatan

Checklist sesuai masalah keperawatan pasien Perawat


dan tuliskan masalah keperawatan lainnya
bila ada

22.

Intervensi Keperawatan Checklist sesuai intervensi keperawatan Perawat


pasien dan tuliskan intervensi keperawatan
lainnya bila ada

NO

KOMPONEN
FORMAT

PENANGGUNG
JAWAB

PENJELASAN

23.

Nutrisi

Tulis seluruh nutrisi yang diberikan kepada Ahli gizi


pasien

24.

Mobilisasi/fisioterapi

Tulis seluruh kegiatan mobilisasi kepada Petugas rehabilitasi


pasien
medis

25.

Hasil
(outcome): Checklist sesuai tingkat kesadaran pasien
Kesadaran

26.

Hasil
(outcome): Checklist sesuai komplikasi pasien dan Dokter yang merawat
Komplikasi
tuliskan komplikasi lain bila ada
(DPJP)

27.

Pendidikan/
rencana Check list bila
pemulangan:
perjalanan penyakit
Penjelasan perjalanan
penyakit

28.

Pendidikan/
rencana Check list bila dilakukan penjelasan obat- Petugas
pemulangan:
obatan yang diberikan kepada pasien
Farmasi/Perawat
Penjelasan obat-obatan

29.

Pendidikan/

dilakukan

Dokter yang merawat


(DPJP)

penjelasan Dokter yang merawat


(DPJP)

rencana Check list bila dilakukan penjelasan diet yang Ahli Gizi

pemulangan:
Penjelasan diet

diberikan kepada pasien

30.

Varian

Tulis seluruh deviasi dari rencana diagnosis, Case manajer


assessmen klinis, pemeriksaan lab,radiologis,
penunjang lain, tindakan, obat, nutrisi,
mobilisasi, komplikasi.

31.

Nama Perawat

Tulis nama lengkap perawat yang melengkapi Perawat


Clinical Pathway saat pasien pulang

32.

Nama Dokter

Tulis nama Dokter yang merawat (DPJP)

33.

Nama
petugas Tulis nama petugas yang diberi kewenangan Petugas verifikasi
pelaksana verifikasi
melakukan verifikasi biaya

34.

Diagnose akhir : Utama Tulis diagnose utama sesuai kode ICD 10

Dokter yang merawat


(DPJP)

35.

Diagnose
Penyerta

Dokter yang merawat


(DPJP)

NO

akhir

KOMPONEN
FORMAT

: Tulis diagnose penyerta sesuai kode ICD 10

PENJELASAN

Dokter yang merawat


(DPJP)

PENANGGUNG
JAWAB

36.

Diagnose
akhir
Komplikasi

: Tulis diagnose komplikasi sesuai kode ICD Dokter yang merawat


10
(DPJP)

37.

Kode ICD 10

Tulis kode ICD 10 sesuai diagnose utama, Petugas administrasi


penyerta dan komplikasi
ruang rawat

38.

Jenis tindakan

Tulis seluruh tindakan yang dilakukan Dokter yang merawat


terhadap pasien sesuai kode ICD 9.
(DPJP)

39.

Kode ICD 9

Tulis kode ICD 9 sesuai tindakan yang Petugas administrasi


dilakukan
ruang rawat

Mengetahui:
Direktur RSU AN NIMAH

dr Ratna Widarastuti
NIK 2005.06.01.027

Anda mungkin juga menyukai