Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN GANGGUAN


KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT

AKADEMI KEPERAWATAN
PEMERINTAHAN PROVINSI JAWA TENGAH
2015

A. PENGERTIAN
Kebutuhan cairan merupakan bagian dari kebutuhan dasar manusia secara fisiologis yang
memeiliki proporsi besar dalam tubuh, hampir 90% dari total berat badan tubuh.
Sementara itu, sisanya merupakan bagian padat dari tubuh. Secara keseluruhan, kategori
presentase cairan tubuh berdasarkan umur adalah : bayi baru lahir 75% dari total BB,
pria dewasa 57% dari total BB, wanita dewasa 55% dari total BB, dewasa tua 45% dari
total BB,. Presetase cairan tubuh berfariasi bergantung pada faktor usia, lemak dalam
tubuh, jenis kelamin.
B. MANIFESTASI KLINIK
1. Isotonik ( kehilangan cairan)
- Muntah, diare
- Kehilangan plasma darah
- Penurunan asupan cairan
2. Kelebihan volume cairan
- Gagal jantung
- Gagal ginjal
- Sirosis
- Asupan natrium berlebih
3. Hiponatremia
- Gagal jantung
- Gagal ginjal
- Kehilangan melalui gastro intestinal
- Penggunaan diuritik
4. Hiperkalemia
- Dehidrasi hipertonik
- Gagal ginjal
- Asidosis
C. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan laborat
2. Pemeriksaan pH plasma
3. Pemeriksaan elektrolit
4. Berat jenis urin
5. Pemeriksaan feses
6. Pemeriksaan diagnostik

ASUHAN KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a.

Riwayat keperawatan
- Pemasukan dan pengeluaran cairan dan makanan (oral dan parenteral)
- Tanda umum masalah elektrolit
- Tanda kekurangan cairan seperti rasa dahaga, kulit kering, membrane mukosa
kering, konsentrasi urine dan urine output.
-Tanda kelebihan cairan: seperti kaki bengkak, kesulitan nafas dan BB meningkat.
- Pengobatan tertentu yang sedang dijalani dapat mengganggu status cairan
- Status perkembangan seperti usia atau situasi social

b. Perubahan berat badan :


Turun 2 % - 5 %

Kekurangan volume cairan * ringan

Turun 5% - 10 %

Kekurangan volume cairan * sedang

Turun 10 % - 15 %

kekurangan volume cairan *berat

Turun 15 % - 20 %

Kematian

Naik 2 %

Kelebihan volume cairan ringan

Naik 5 %

Kelebihan volume cairan sedang

Naik 8 %
Kelebihan volume cairan berat
c. TTV
- suhu
kekurangan volume cairan : < 36 37 c
Kelebihan volume cairan : > 35 36 C
- TD
Kekurangan volume ciran : < 120/80
Kelebihan volume cairan : > 120/80
- Nadi
kekurangan vol cairan : < 60-100x/mnt
Kelebihan volume cairan : > 60-100 x /mnt
- RR
kekurangan volume cairan : > 16 24 x/menit
Kelebihan volume cairan : < 16 24 x/menit
- Pengukuran pemasukan cairan
cairan oral (NGT dan oral), cairan parenteral termasuk obat-obatan IV, makanan
yang cenderung mengandung air, irigasi kateter atau NGT.

Pengukuran pengeluaran cairan


urine (volume, kejernihan / kepekatan), feses (jumlah dan konsistens tube
drainase, IWL.
Pengukuran keseimbangan dengan akurat
normalnya sekitar +/- 200 cc.

d. Pemeriksaan fisik
Kesadaran

: mengkaji GCS

Kepala

: mesocepal

Fontanel (Bayi) : Cekung (Kekurangan volume cairan) Menonjol (Kelebihan


volume cairan)
Mata

: Cekung, konjungtiva anemis, air mata berkurang atau tidak ada


(kekurangan volume cairan) Edema periorbital, papiledema
(kelebihan volume cairan), simetris antara kanan dan kiri.

Mulut

: membran mukosa kering, lengket, bibir pecah pecah, kering,


salivalis menurun, lidah dibagian longitudinal menurun

Jantung

Inspeksi
Kekurangan volume cairan : Vena leher datar
Kelebihan volume cairan : Vena leher distensi

Palpasi
Kekurangan : nadi lemah kapilari refil menurun
Kelebihan : nadi kuat, edema

Auskultasi
Kekurangan : hiponatremia, hipokalemia, hipermagnesia
Kelebihan : hipertensi

Nafas

Inspeksi
Kelebihan : peneingkatan frekuensi nafas

Auskultasi
Kelebihan : krekels

Gastrointestinal :

Inspeksi
Kekurangan : abdomen cekung
Kelebihan : hiperkalsema, hiponatremia, muntah/diare

Auskultasi
Kelebihan : Kekurangan : hipokalemia

Perkusi : tympani

Palpasi : tidak ada pembesaran

Sistem ginjal
Kekurangan : oliguria, berat jenis urin meningkat
Kelebihan : dieresis ( ginjal normal)

Suhu tubuh
Kelebihan : meningkat karena adanya pembesaran ukuran tubuh
Kekurangan : menurun karena ukuran tubuh mengecil

Inspeksi
Kekurangan : asisosi metabolik, kering kemerahan

Palpasi
Kekurangan : turgor kulit tidak elastis, kering dan lembab.

DIAGNOSA KEPERAWATAN
a.

Kekurangan volume cairan b.d. gangguan mekanisme pengaturan.

b.

Kelebihan volume cairan b.d. kelebihan intake cairan, kompensasi mekanisme


pengaturan.

c.

Risiko kekurangan volume cairan b/d kegagalan mekanisme pengaturan.

d.

Resiko kelebihan cairan b/d kelebihan intake cairan

PERENCANAAN
No

Diagnosa keperawatan

kekurangan volume cairan b.d. gangguan mekanisme pengaturan.

Kelebihan volume cairan b.d. kelebihan intake cairan, kompensasi mek

Risiko kekurangan volume cairan b/d kegagalan mekanisme pengatura

Resiko kelebihan cairan b/d kelebihan intake cairan


3

DAFTAR PUSTAKA
A.Aziz alimul H, pengantar kebutuhan dasar manusia, jakarta : salemba medika
North

American

Nursing

Diagnosis

Association.

(2012-2014). Panduan

Diagnosa

Keperawatan. Jakarta : Prima Medika.


Potter, P.A dan Perry, A, G. (2005). Buku Ajar Fundamental Keperawatan : Konsep, Proses
dan Praktik. Edisi 4 Volume 2. Jakarta:EGC