Anda di halaman 1dari 3

PERDARAAN POST PARTUM(ATONIA UTERI)

Nomor Dokumen :
Nomor Revisi :
SPO
Tanggal Terbit : 2 Mei 2016
Halaman
: 1 dari 2
DitetapkanOleh
Pemda
Polewali
Mandar

KepalaPuskesmasPekkabata

Puskesmas
Pekkabata

drg. Chairiah Dachlan S, M.Kes


Nip. 19620227 199203 2 003
A. PENGERTIAN
Perdarahan Pasca Salin
Perdarahan pervaginam 500 mlsegera seelah plasenta lahir atau yang berpotensi
mempengaruhi hemodinamik ibu
Atonia Uteri
Keadaan lemahya tonus/kontraksi rahim yang menyebabkan uterus
tidak mampu menutup perdarahan terbuka dari tempat implantasi
plasenta setelah bayi dan plasenta lahir.

B. TUJUAN
1. Uterus berkontraksi
2. Mencegah terjadinya komplikasi

C. KEBIJAKAN
1. Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan
2. PERMENKES Nomor 128 Tahun 2004 Tentang Kebijakan Dasar Pusat kesehatan Masyarakat
3. PERMENKES Nomor 741 Tahun 2008 Tentang Sistem dan Pelayanan Maternal

D. REFERENSI
Buku Acuan PONED Ditjen Binkesmas, Depkes RI tahun 2008 Buku Pedoman APN

E.PROSEDUR
NO
1

Langkah

Lakukan massase
uterus segera setelah lahir

Keterangan
Massase merangsang kontraksi
uterus. Sambil melakukan
massase sekaligus dapat
dilakukan penilaian kontraksi uterus

Besihkan kavum uteri


dari selaput ketuban
dan gumpalan darah

Selaput ketuban atau gumpalan


darah dalam selaput kavum uteri
dapat menghalangi kontraksiuterus secara baik.

Mulai melakukan
kompresi bimanual
interna. Jika uterus
tidak berkontraksi
keluarkan tangan
setelah 1-2 menit. Jika
uterus tidak
berkontraksi teruskan
kompresi bimanual
interna hingga 5 menit
Minta keluarga untuk melakukan
kompresi bimanual eksterna

Sebagian besar atonia uteri akan


teratasi dngan tindakan ini. Jika
kompresi bimanual interna tidak
berhasil setelah 5 menit,
diperlukan tindakan lain.

Berikan metal
ergometrin 0,2 mg
Intramuskular /
intravena

Berikan infuse cairan


ringer laktatdan
oksitosin 20 IU/500cc

Mulai lagi kompresi


bimanual interna atau
pasang tampon
uterovagina

Buat persiapan untuk


merujuk segera

Bila penolong hanya seorang diri, keluarga dapat


meneruskan kompresi bimanual eksterna
selama anda melakukan langkah-langkah
selanjutnya.
Metal ergometrin yang diberikan
secara intramuskuler akan mulai
bekerja dalam 5-7 menit dan
menyebabkan kontraksi uterus.
Pemberian intravena jika sudah
terpasang infus sebelumnya.
Anda telah memberikan oksitosin
pada waktu penatalaksanaan aktif
kala III dan metal ergometrin
intramuscular. Oksitosin intravena
akan bekerja segera untuk
menyebabkan uterus berkontraksi.
Ringer laktat akan membantu
memulihkan volume cairan yang
hilangselama atonia. Jika uterus
pasien belum berkontraksi selama
6 langkah pertama, sangat
mungkin bahwa ia mengalami
perdarahan post partum dan
memerlukan pergantian darah
yang hilang secara cepat
Jika atonia tidak teratasi setelah 7
langkah pertama, mungkin itu
mengalami masalah serius
lainnya. Tampon uterovagina
dapat dilakukan apabila penolong
telah terlatih. Rujuk segera
kerumah sakit
Atonia bukan merupakan hal yang
sederhana dan memerlukan
perawatan gawat darurat
difasilitas dimana dapat
dilaksaakan bedah dan pemberian
transfuse darah.

Teruskan cairan
intravena hingga ibu
mencapai tempat
rujukan

10

Melakukan laparatomi
:
Pertimbangkan antara
tindakan
mempertahankan
uterus dengan ligasi
arteri uterine/
hipogastrika dan
histerektomi

Berikan infuse 500 cc cairan


pertama dalam waktu 10 menit.
Kemudian ibu memerlukan cairan
tambahaan, setidak-tidaknya
500cc/jam pada jam pertama, dan
500cc/4 jam pada jam-jam
berikutnya. Jika tidak mempunyai
cukup persediaan cairan intravena, berikan
cairan 500cc yang ketiga tersebut secara
perlahan, hingga cukup untuk
sampai ke tempat rujukan.
Berikan ibu minum untuk
tambahan rehidrasi.
Pertimbangan antara lain paritas,
kondisi ibu dan jumlah
perdarahan.