Anda di halaman 1dari 5

TUGAS ULANGAN TENGAH SEMESTER

MATA KULIAH KESTABILAN SISTEM TENAGA

AKHIR SUJONO
3332141724

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA
2016

ULANGAN TENGAH SEMESTER


MATA KULIAH KESTABILAN SISTEM TENAGA
Nama

: Akhir Sujono

NIM

: 3332141724

Dosen

: Dr. Alimuddin S.T., M.T

1. Jelaskan kestabilan steady-state, kestabilan transient, dan kestabilan


dynamic!
Jawab :
Stabilitas steady-state dapat didefinisikan sebagai kemampuan sistem
tenaga listrik untuk tetap menjaga sinkronisasi diantara mesin dalam sistem
dan saluran external apabila terjadi perubahan beban baik secara normal
ataupun lambat. Stabilitas steady-state bergantung kepada batas-batas
transmisi dan kapasitas pembangkitan dan efektifitas perangkat kontrol
automatis, terutama untuk regulasi tegangan automatis (AVR) pada
generator.
Stabilitas transient adalah kemampuan untuk tetap pada kondisi sinkron
selama periode terjadinya gangguan dan sebelum adanya reaksi dari
governor. Pada umumnya ayunan pertama pada rotor mesin akan terjadi
selama satu detik setelah gangguan, tetapi waktu yang sebenarnya
bergantung pada karakteristik mesin dan sistem transmisi. Setelah
periode ini, governor akan mulai bereaksi, biasanya sekitar 4 hingga 5
detik, dan stabilitas dinamis akan efektif. Ayunan dinamis juga akan
dipengaruhi oleh osilasi tegangan, penguatan pada sistem eksitasi, dan
waktu pada frekuensi jaringan.
Stabilitas dinamis adalah kemampuan sistem untuk tetap pada kondisi
sinkron setelah ayunan pertama (periode stabilitas transien ) hingga sistem
mencapai kondisi equilibrium steady-state yang baru.
2. Mesin pada contoh 6.2 diberikan daya aktif 2.4 pu pada system

daya 0,1 lagging, dan dihubungkan langsung ke bus tak hingga.

a. Tentukan daya input daya maksimum yang dapat diberikan


agar mesin tidak kehilangan sinkronisasinya.
b. Ulangi soal a untuk inisial daya input sama dengan nol.
Keterangan :
Diketahui
P0= 2.4
E= 9.95
V= 0.1
X= 1.4
Jika
Inisial Daya
=0.600pu
Inisial sudut daya
=54.160
derajat
inisial daya tiba-tiba (Sudden)
=1.084pu
Total Daya untuk stabilitas kritis
=1.684 pu
Sudut ayunan mask (Maximum angle swing)
= 125.840 pu
Sudut operasi baru (New operating angle)
=54.160
derajat
Inisial daya
=0.000pu
Inisial sudut daya
=0.000
derajat
Sudden initial power
=1.505 pu
Total Daya untuk stabilitas kritis (Total power for critical stability)=1.505
pu
Sudut ayunan mask (Maximum angle swing)
= 133.563 pu
Sudut operasi baru (New operating angle)
=46.437derajat
3. Tentukan

karakteristik

mesin

sinkron,

jika

diketahui

parameter-

parameternya sebagai berikut:


Xd =tanggal lahir
Xq = bulan lahir Xd =tahun lahir
Dengan mengabaikan resistans armature mesin, dan mesin terhubung
langsung pada busbar tak hingga dengan tegangan 1,0 pu. Jika generator
memberikan daya aktif = 2 angka terakhir NIM pu pada faktor daya 0,8
lagging. Hitung tegangan pada reaktans transient dan persamaan sudut daya
mesin, jika:
a. pengaruh saliency diabaikan?
b. Pengaruh saliency diperhitungkan?
Jawab :
Diketahui :
Tangal Lahir = 14-01-1996

NIM

= 3332141724
Xd
= 1.4
Xq
= 0.1
Xd
= 0.1996
Daya aktif =0.24 pu
Penyelesaian :
1
=sin 0.8=36.87
S=

0.24
36.87 =0.3 36.87 pu
0.8
Arus steady state sebelum gangguan adalah :
S
Ia = V =0.3 36.87

per unit

A. Pengaruh saliency diabaikan, tegangan reaktansi transient


E' =V + j X 'd I a
1.0+ ( j 0.1996 ) ( 0.3 36.87 )=1.0+ ( j 0.1996 ) ( 0.239+ j0.18 )
1.0+ (0.0359+ j 0.0477 )=0.9641+ j 0.0477
0.96522.832
Kurva

sudut

daya

(0.9652)(1)
E 'V ' sin =
sin =4.8356 sin
0.1996
Xd
P e =
B. Pengaruh saliency diperhitungkan
X q|I a|cos
(0.1)(0.3)(0.8)
=tan1
=tan1
=0.023
|V |+ X q|I a|sin
1.0+(0.1)(0.3)(0.6)
Tegangan eksitasi steadi state E

(+)
|E|=|V |cos + X d|I a|sin
( 1.0 ) cos ( 0.023 )+ (1.4 ) ( 0.3 ) sin ( 0.023 +36.87 )=1.252 pu
Tegangan transient

E 'q

X ' d|E|+ ( X d X ' d )V cos


E ' q
Xd

diberikan,

( 0.1996 )( 0.9652 ) + ( 1.40.1996 ) 1 cos ( 0.023)


=0.995 pu
1.4

Dan dari persamaan sudut daya transient


X X
V 2 d ' q sin 2
2 X d Xq
+
'
E q V ' sin
Xd
P e=
2

( 1) (0.19960.1)
+
sin 2
2 ( 0.1996 ) 0.1
(0.995)(1)
P e=
sin
0.1996
Pe =4.984 sin 2.494