Anda di halaman 1dari 2

Tinjauan Amoxicillin

Amoxicillin merupakan antibiotika yang paling dikenal di seluruh dunia. Obat


yang mempunyai nama generik Amoxicillin ini mempunyai nama paten yang
jumlahnya mencapai ratusan buah seperti Penmox, Intermoxyl, Ospamox,
Amoxsan, Hufanoxyl, Yusimox. Amoxicillin adalah antibiotika yang termasuk ke
dalam golongan penisilin. Obat lain yang termasuk ke dalam golongan ini antara
lain Ampicillin, Piperacillin, Ticarcillin, dan lain lain.
a. Nama Bahan Obat
: Amoxicillin
b. Struktur Kimia
: C6H19N3O5S
c. Berat Molekul
: Anhidrat = 365,40
Trihidrat = 419,45
d. Fungsi
: Antibiotik
e. Pemerian
: Serbuk hablur, putih ; praktis tidak berbau
f. Kelarutan
: Sukar larut dalam air dan metanol, tidak larut dalam
benzena, dalam karbon tetraklorida dan dalam kloroform
g. Stabilitas
: Stabilitas terhadap suhu yaitu terurai pada suhu 3035C. Tidak stabil terhadap paparan cahaya. Stabilitas terhadap air sekitar
11,5-14,5 %. (Wiryatni, 2010 hal. 6-7); USP hal. 1764)
h. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup rapat, pada suhu kamar yang terkendali
(Anonim, FI IV hal.96)
i. Dosis
: 250-500 mg setiap 8 jam atau 500-875 mg 2 kali
sehari. (Siswandono, Kimia Medisinal Edisi I, hal. 124)
j. Kemurnian
: Amoksisilin mengandung tidak kurang dari 90,0 %
C6H19N3O5S, dihitung terhadap zat anhidrat. Mempunyai potensi setara dengan
tidak kurang dari 900 g dan tidak lebih dari 1050 g per mg C 6H19N3O5S
dihitung terhadap zat anhidrat. (Anonim, FI IV hal. 95)
k. pH
: Stabil antara 3,5 dan 6,0 ; dilakukan penetapan
menggunakan larutan 2 mg/ml. pH untuk bentuk suspensi oral stabil antara 5,0
dan 7,5 ; dalam suspensi yang disiapkan seperti pada etiket. (Anonim, FI IV
hal. 96,99)
l. Kajian Farmakologis : Amoksisilin adalah antibiotik dengan spektrum luas,
digunakan untuk pengobatan yaitu untuk infeksi pada saluran napas, saluran
empedu, dan saluran seni, gonorhu, gastroenteris, meningitis dan infeksi
karena Salmonella thypi seperti demam tipoid. Amoxicillin adalah turunan
penisilin yang tahan asam tetapi tidak tahan terhadap penisilinase. Amoksisilin
aktif melawan bakteri gram positif yang tidak menghasilkan -laktamase dan
aktif melawan bakteri gram negatif karena obat tersebut dapat menembus
pori pori dalam membran fosfolipid luar. Untuk pemberian oral, amoksisilin
merupakan obat pilihan karena di absorbsi lebih baik dari pada ampisilin, yang
seharusnya diberikan secara parenteral. Amoksisilin diabsorpsi dengan cepat
dan baik pada saluran pencernaan, tidak tergantung adanya makanan.
Amoksisilin terutama diekskresikan dalam bentuk tidak berubah di dalam
urin. Ekskresi Amoksisilin dihambat saat pemberian bersamaan dengan
probenesid sehingga memperpanjang efek terapi. (Siswandono, Kimia
Medisinal Edisi I, hal. 333)
m. Kemurnian Amoksisilin untuk Suspensi Oral : Amoksisilin untuk suspensi oral
mengandung tidak kurang dari 90,0 % dan tidak lebih dari 120 % C6H19N3O5S
dari jumlah yang tertera pada etiket. Mengandung satu atau lebih dapar,
pewarna, pengaroma, pengawet, penstabil, pemanis, dan pensuspensi yang
sesuai. (Anonim, FI IV hal.99)

n. Mekanisme Kerja :
1) Obat bergabung dengan penicillin binding protein (PBPs) pada kuman
2) Terjadi hambatan sintesis dinding sel kuman karena proses transpeptidasi
antar rantai peptidoglikan terganggu.
3) Terjadi aktivasi enzim proteolitik pada dinding usus. Derivat hidroksi
dengn aktivitas sama dengan ampisilin. Tetapi resorpsinya lebih lengkap
(Ca 80%) dan pesat dengan kadar darah 2x lipat. PP dan t nya lebih
kurang sama, tetapi difusinya ke jaringan dan cairan tubuh lebih baik,
antara lain ke dalam air liur pasien bronchitis kronis. Begitu pula kadar
bentuk aktifnya dalam kemih jauh lebih tinggi daripada ampisilin (Ca
70%) sehingga lebih layak digunakan pada infeksi saluran kemih.
o. Efek Samping : Gangguan lambung usus (diare, mual, muntah) dan rash yang
jarang terjadi.
p. Interaksi : Lama kerja diperpanjang oleh obat-obat encok probenisid dan
sulfinpirazon, juga asetosal dan indometasin. Efek amoksisilin (golongan
penicillin)
dikurangi
oleh
antibiotika
bakteriostatis
(tetrasiklin,
chloramphenicol, makrolida). Amoksisilin (golongan penicillin) dianggap
aman bagi wanita hamil dan menyusui, walau dalam jumlah kecil terdapat
dalam darah janin dan air susu ibu. Untuk menjaga khasiat obat maka harus
diperhatikan cara penyimpanan. Amoksisilin disimpan dalam suhu kamar
yaitu antara 20-25C. Untuk sirup kering yang telah dicampur dengan air
sebaiknya tidak digunakan lagi setelah 14 hari atau 2 minggu.