Anda di halaman 1dari 3

Nama

NIM
MK

: Andreas Setiawan
: 2112152044
: Tek. Penyambungan Logam

1. Pengelasan (welding) adalah salah salah satu teknik penyambungan logam dengan
cara mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi dengan atau tanpa tekanan
dan dengan atau tanpa logam penambah dan menghasilkan sambungan yang kontinyu.
Brazing adalah proses penyambungan melalui proses pemanasan pada temperatur
yang cocok dan mengunakan logam pengisi berupa liquidus logam pada temperatur
diatas 840O F (450O C) sedangkan logam dasar yang digunakan adalah logam yang
berada dibawah temperature solidus.
Soldering adalah Sebuah proses di mana logam yang sama atau berbeda yang
bergabung menggunakan paduan yang biasanya mencakup atau berbasis timah
dikombinasikan dengan timbal, perak, antimon, bismut dan indium
2. Perbedaan dan persamaan welding, brazing dan soldering
Persamaan:
1. Menyambungkan 2 buah logam atau lebih
2. Menggunakan media tambahan
3. Membutuhkan suhu kerja panas
Perbedaan:
1. Jenis bahan tambah untuk penyambungan
2. Jenis logam yang disambungkan berbeda beda
3. Suhu kerja berbeda tiap proses welding, brazing, dan soldering
3. Contoh welding, brazing dan soldering
Soldering:
elektronik, pipa, kabel listrik, kaca patri dan sejumlah penggunaan industri dan
komersial.
Brazing:
kompresor kecil, tabung sirkulasi mesin, alat-alat pertambangan, perlengkapan pipa,
perhiasan, alat music

Andreas Setiawan 2112152044

Welding:
pipa minyak, tabung bertekanan tinggi, chassis atau kerangkan sepeda, motor, mobil
4. Distorsi akibat proses penyambungan las
Selama pengelasan, logam las dan logam induk mengalami siklus thermal berupa
pemanas dan pendinginan. Siklus thermal ini menyebabkan terjadinya tegangan dan
regangan yang selanjutnya mengakibatkan adanya tegangan sisa (residual stress)dan
distorsi (distorsion). Tegangan sisa bias menyebabkan penggentasan, berkurangnya
ketahanan lelah, menurunnya kekuatan las dan ketahanan korosi.
Tegangan sisa adalah tegangan yang bekerja pada bahan setelah semua gaya-gaya luar
yang bekerja pada bahan tersebut dihilangkan.
Penyebab terjadinya tegangan sisa:
1.

Tegangan sisa sebagai akibat dari tegangan thermal seperti pada pengelasan

dan perlakukan panas


2.

Tegangan sisa yang disebabkan karena transformasi fasa(seperti baja karbon)

3.

Tegangan sisa karena deformasi plastisyang tidak merata yang disebabkan

gaya-gaya mekanis seperti pada pengerjaan dingin selama pengerolan, penempaan,


pembentukan logam atau pekerjaan lain yang dilakukan dengan mesin
Sifat-sifat tegangan sisa
1.

Tegangan sisa sangat tinggi biasanya terjadi di daerah las dan daerah HAZ

2.

Teganga sisa maksimum biasanya sampai tegangan luluh (yield stress)

3.

Pada bahan yang mengalami transformasi fasa minsalkan baja karbon rendah,

tegangan sisa mungkin berfariasi pada permukaan dan bagian dalam dari logam
induk.
Pengaruh tegangan sisa
1.

Tegangan sisa yang disebabkan oleh proses pengelasn dapat mempengaruhi

sifat-sifat mekanis struktur las seperti patah getas, kelelahan, dan retak karena
kombinasi tegangan dan korosi
2.

Pengaruh tegangan sisa menurub jika tegangan yang bekerja pada bahan

meningkat.
3.

Pengaruh tegangan sisa pada struktur las bias diabaikan jika tegangan yang

bekerja pada struktur tersebut melebihi tegangan luluhnya


Andreas Setiawan 2112152044

4.

Pengaruh tegangan sisa menurun setelah pembenan berulang.

Usaha dalam mengurangi tegangan sisa


Ada dua metode untuk mengurangi tegangan sisa
1.

Pengurangan tegangan sisa sebelum dan selama pengelasan

a.

Ketelitian ukuran

Ukuran bagian yang akan dilas teliti sehingga tidak memerlukan pengerjaan lagi pada
proses fabriksi yang berarti mengurangi tegangan sisa
b.

Alur (groove)

Jika sambungan tumpul (butt joint),lebar alur dibuat sesempit mungkin untuk
mencegah terjadinya masukan panas yang tinggi. Dengan demikian lebar daerah yang
terkena panas tidak meluas sehingga mengurangi tegangan sisa
c.

Las lapis banyak

Jika plat yang dilas cukup tebal, maka pengelasan dilakukan berulang-ulang.
d.

Urutan pengelasan

Tegangan sisa bias dikurangi dengan memperhatikan urutan pengelasan yang tepat
2.

Pengurangan tegangan sisa setelah pengelasan

Pembebasan tegangan sisa setelah pengelasan biasanya mengunakan cara annealing .


Disamping mengurangi tegangan sisa, prose annealing juga memperbaiki struktur
micro dan menghindari terjadinya distorsi dan retak. Proses annealing dilakukan
dengan cara memanaskan bahan pada suhu recristalisasi yaitu 0,5 TM (suhu cair
logam). Untuk baja karbon rendah suhu re-kristalisasi = 450<700>
Penyusutan tegak lurus plat dengan sambungan tumpul (butt joint)

Andreas Setiawan 2112152044