Anda di halaman 1dari 3

Contoh Soal Lelang Pajak:

Panitia pengadaan pada tanggal 4 April 2011 mengumumkan pelelangan pengadaan komputer
dengan jadwal batas pemasukan penawaran terakhir tanggal 14 April 2011. Panitia pengadaan
mensyaratkan agar penyedia menyampaian SPT Tahun 2010 (SPT Tahunan), serta SPT Masa
PPh psl 21, 23, 25 dan PPN bulan Januari, Februari, dan Maret 2011.
Sekilas tidak ada yang janggal dari contoh kasus di atas. Panitia sudah mencantumkan
persyaratan sebagaimana Perpres 54 tahun 2010 pasal 19. Sekarang kita analisa kejadian di atas.
Berdasarkan UU No 28 tahun 2007 tentang Perubahan Ketiga atas UU No 6 tahun 1983 tentang
Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan dalam pasal 3 angka (3) disebutkan bahwa batas
waktu penyampaian Surat Pemberitahuan adalah :
1.
2.

Untuk SPT Masa, paling lama 20 hari setelah akhir masa pajak;
Untuk SPT Tahunan PPh WP orang pribadi, paling lama 3 bulan setelah akhir tahun pajak;

atau
3.

Untuk SPT Tahunan PPh WP badan, paling lama 4 bulan setelah akhir tahun pajak.

Berdasarkan ketentuan di atas, penyedia jasa memiliki kesempatan untuk menyampaikan SPT
tahun 2010 ke KPP hingga akhir April 2011, dan menyampaikan SPT Masa bulan Maret hingga
tanggal 20 April 2011. Sehingga sampai dengan batas waktu akhir pemasukan penawaran,
dimungkinkan penyedia belum dapat memenuhi ketentuan yang dipersyaratkan. Hal tersebut
tidak dapat digugurkan.
Berdasarkan UU 10 No Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, UU
No 28 tahun 2007 memiliki hirarki dan kekuatan hukum yang lebih tinggi dibandingkan Perpres
54 tahun 2010. Dengan demikian ketentuan yang dipersyaratkan panitia mengandung kekeliruan
dan masuk ke dalam materi sanggah sebagaimana diatur dalam pasal 81 (1) dan pasal 24 (3) d
perpres 54 tahun 2010.

Panitia pengadaan seharusnya mensyaratkan penyampaian SPT Tahun 2009 dan SPT Masa bulan
Desember 2010, Januari, Februari 2011. Namun bila ada penyedia yang menyampaikan SPT
Tahunan dan Masa lebih awal ke KPP sehingga dapat menyampaikan SPT Tahun 2010 dan SPT
Masa bulan Desember, Januari, dan Februari 2012 maka hal tersebut adalah lebih baik, dan tidak
dapat menggugurkan penawaran.
Dalam jangka waktu paling singkat empat belas hari setelah penyitaan, utang pajak belum
dilunasi maka akan dilanjutkan dengan pengumuman lelang melalui media massa.
(Pasal 26 Peraturan Menteri Keuangan nomor 24/PMK.03/2008)
Apabila setelah lewat waktu 14 (empat belas) hari sejak Pengumuman Lelang, Penanggung
Pajak tidak melunasi utang pajak dan biaya Penagihan Pajak, Pejabat melakukan penjualan
barang sitaan Penanggung Pajak melalui kantor lelang negara.
(Pasal 28 Peraturan Menteri Keuangan nomor 24/PMK.03/2008)
Dalam hal biaya penagihan paksa dan biaya pelaksanaan sita belum dibayar maka akan
dibebankan bersama-sama dengan biaya iklan untuk pengumuman lelang dalam surat kabar dan
biaya lelang pada saat pelelangan
Catatan:
Melihat uraian tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa waktu penagihan pajak dari saat tanggal
jatuh tempo pelunasan pajak sampai dengan pelaksanaan lelang dilakukan selama 58 hari (7 hari
surat teguran + 21 hari Surat Paksa +2 hari Surat Sita +14 hari pengumuman lelang). Tetapi
karena kondisi daerah Indonesia yang sangat berbeda (tempat,dan jarak), maka Kepala Kantor
Wilayah Direktur Jenderal Pajak diberi wewenang untuk menetapkan jadwal waktu penagihan
pajak.
Pelaksanaan Lelang
Juru sita pajak datang ketempat dimana barang-barang sitaan ituakan dilelang untuk
mendampingi juru lelang. Sesaat sebelumpelelangan dimulai sebaiknya juru sita pajak
menanyakan kepada wajibpajak apakah utang pajaknya telah dilunasi, maka pelelangan
dibatalkandan apabila tidak maka pelelangan segera dilakukan. Juru lelangmengumumkan

kepada para calon pembeli tentang syarat-syarat apayang harus dipenuhi serta cara-cara
penawarannya. Wajib pajak berhakmenentukan urutan nama barang-barang yang disita akan
dilelang. Jikahasil penjualan barang telah mencapai jumlah utang pajak ditambahdengan biaya
penagihannya maka penjualan tersebut dihentikan dan sisa
barang dikembalikan dengan segera dengan wajib pajak.Setelah selesai pelelangan, maka kantor
lelang, juru sita atau orang yang diserahi untuk menjual barang-barang sitaan melaporkan kepada
atasannya dengan membuat laporan hasil pelaksanaan lelang maka pengumuman lelang
dibatalkan dengan memuat iklan pembatalan lelang dalam media masa, media cetak, atau media
elektronik yang bersangkutan.
Pembatalan Lelang
Apabila wajib pajak melunasi utang pajak serta biaya penagihannya sesudah pengumuman lelang
dimuat dimedia masa, media cetak atau media elektronik tetapi sebelum pembatalan wajib pajak
yang bersangkutan harus menunjukan bukti pembayaran utang pajak dan penagihannya.

Anda mungkin juga menyukai