Anda di halaman 1dari 5

REPRODUKSI TUMBUHAN

OLEH

A.A.AYU LAKSMI DAMARNEGARI


1508305027

JURUSAN BIOLOGI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

Reproduksi Lumut Hati


Ricciocarpus natans

Lumut merupakan organisme tingkat rendah yang masuk dalam kingdom plantae dan
divisi bryophyta. Struktur tubuhnya masih sederhana, belum memiliki jaringan pengangkut.
Maka dari itu termasuk dalam tumbuhan non vaskuler. Lumut terbagi menjadi 3 kelas, yaitu
kelas hepaticopsida (lumut hati), bryopsida (lumut daun), dan anthocerotopsida (lumut
tanduk). Dalam tulisan kali ini, saya akan membahas tentang hepaticopsida. Disebut sebagai
lumut hati karena bentuk tubuhnya menyerupai lembaran berbentuk hati dan banyak lekukan,
serta tubuhnya terbagi menjadi dua lobus sehingga tampak seperti dua lobus pada hati.
Terdapat rhizoid yang berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan.
Kebanyakan lumut hati hidup di tempat-tempat yang basah. Seperti lumut yang lainnya,
lumut hati juga hanya bisa dibedakan struktur gametofit dan sporofitnya. Gametofitnya
membentuk anteredium dan arkegonium yang berbentuk seperti payung. Sedangkan
sporofitnya tumbuh terbatas karena tidak mempunyai jaringan meristematik.
Lumut hati dibagi menjadi dua kelompok, yaitu lumut hati berdaun dan lumut hati
bertalus. Lumut hati berdaun umumnya tumbuh pada batang atau cabang pohon sebagai
epifit. Tersusun dari suatu sumbu dengan bentuk-bentuk seperti daun. Struktur yang seperti
daun ini tumbuh lateral pada kedua sisi sumbu. Daun tingkat ketiga muncul dari permukaan
ventral. Organ seksual lumut hati berdaun tumbuh pada generasi gametofit. Anterida tumbuh
pada ketiak daun dan arkegonia tumbuh di ujung, pada apeks pucuk utama atau cabangnya.
Sedangkan untuk lumut hati bertalus ada pembentukan cabang menjadi dua atau lebih.
Pertumbuhan terjadi melalui aktifitas dari satu atau lebih sel ujung yang ada pada lekukanlekukan talus. Contohnya pada jenis ini adalah Ricciciocarpus natans yang biasanya tumbuh
terapung di air atau pada tanah yang lembab. Setelah spora Ricciciocarpus berkecambah,
terjadi perkembangan talus berbentuk hati, masa besar talusnya mengapung pada permukaan
air. Pada bagian ventral terdapat beberapa rhizoid dan banyak sekali sisik yang berwarna
kecoklatan. Keduanya berfungsi untuk absorbsi air bila tumbuh di atas tanah, rhizoid
bertambah banyak dan jumlah sisik di permukaan dorsal talus itu terdapat pori yang terbuka
dan merupakan ruang udara yang internal.

Pada reproduksi lumut hati terjadi secara vegetatif dan generatif. Reproduksi vegetatif
dapat dilakukan dengan pembentukan gemma cup (pial tunas) dan fragmentasi.

Gambar 1. Gemma cup pada Marchantia sp.


Sementara reproduksi generatifnya terjadi melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid yang
menghasilkan zigot.
Reproduksi spesies Ricciocarpus natans dilakukan melalui fragmentasi talus
(vegetatif) dan melalui pembentukan zigot melalui proses seksual (generatif). Reproduksi
vegetatif terjadi saat pertumbuhan talus dan tanaman menjadi lebih luas dan lebih tebal dan
pada saat yang sama posterior dorsal mengalami pembusukan. Menurut penelitian, bagian
atas dari tumbuhan terbagi menjadi bagian yang kecil dan di tengah-tengahnya terdapat pori
udara yang dikelilingi oleh sekitar enam sel penjaga. Terdapat ruang udara yang membentuk
jaringan hijau, dinding dan atap dari ruang tersebut terbentuk dari sel chlorophyllose. Jumlah
dari sel apikal di bagian anteriornya lebih besar yang disebabkan oleh jumlah dari dasar
ventral scale di dekat sisi horizotal yang ada tepat di bawah puncak. Diamati lebih lanjut
daerah ini seharusnya diproduksi oleh pembesaran dari sporofit. Tetapi itu terjadi secara
bebas dan tidak menjadi tumbuhan murni vegetatif. Dari hasil pertumbuhan, tubuh tumbuhan
menjadi lebih luas dan tebal, pada saat yang sama terjadi pembusukan pada posterior dorsal.
Peluruhan ini membebaskan spora matang dan terjadilah perkembangbiakan secara aseksual
dengan memisahkan cabang pada talus. Reproduksi secara aseksual terjadi saat pembebasan
spora matang, jadi tidak ada reproduksi vegetatif yang terjadi saat musim memproduksi
spora. (John Garber, 1904)

Gambar 2. Ricciocarpus natans


Reproduksi seksual (generatif) Ricciocarpus natans terjadi pada saat tumbuhan
mengapung bebas di air dari perkecambahan spora sampai spora pada generasi berikutnya
matang dan dibebaskan. Organ seksual pada Ricciocarpus terdapat pada dasar alur-alur di
bagian dorsal talusnya. Arkegonium yang merupakan organ betina, berbentuk botol atau labu
dengan sel telur di dasarnya. Di atas sel telur terdapat semacam sumbat yang dinamakan sel
kanan ventral. Leher labu arkegonium berisi sederetan sel yang dinamakan sel kanan leher.
Anteridium bentuknya oval dengan dinding satu lapis sel. Dinding yang berbentuk pagar ini
melingkupi masa sel yang amat kecil yang berkembang menjadi sperma atau anterozoid.
Sebelum terjadinya pembuahan, bagian atas dari dua sel pertama membentuk empat sel kanal.
Di bagian bawah dari dua sel itu melebar dengan cepat dan mengangkat kanal pusat dan sel
telur. Pada saat pembuahan sel sperma berenang ke arkegonium melalui pipa/kanal kecil yang
tertuju pada sel telur lalu terjadilah fertilisasi. Fertilisasi ini menghasilkan zigot dengan dua
set kromosom (diploid). Zigot merupakan awal generasi sporofit, selanjutnya pembelahan
zigot membentuk sporofit dewasa. Reproduksi aseksual dan seksual terjadi secara bergiliran
yang disebut dengan metagenesis (pergiliran keturunan).