Anda di halaman 1dari 5

LEVOPRONT

Komposisi
Indikasi
Dosis

: Levodropropizine
: Terapi simptomatik batuk non produktif
: Dewasa & anak > 12 tahun = 2 sendok teh 3x/ hari dengan interval sekurangkurangnya 6 jam. Lama terapi maksimal 14 hari
PO
: berikan diantara waktu makan
Kontraindikasi : mengeluarkan balendir, terbatasnya fungsi hati atau mukosiliar; hamil & laktasi.
Lendir bronkus berlebihan.
Perhatian
: Insufisiensi ginjal berat & DM. Anak < 2 tahu. Dapat mengganggu kemampuan
mengemudi atau menjalankan mesin.
Efek samping : Mual, muntah, rasa panas pada ulu hati, diare, kelelahan, somnolen, pusing, sakit
kepala, palpitasi, reaksi hipersensitifitas.
Interaksi
: sedatif
PANTOPRAZOLE
Indikasi

: Tukak duodenum & tukak lambung; refluks esofagitis sedang-berat; menghilangkan


gejala & untuk terapi jangka pendek gangguan gaster& intestinal yang memerlukan
pengerungan sekresi asam lambung.
Dosis
: tablet 40mg/hari selama 2-8 minggu. IV injeksi 40mg/hari. Lama terapi 8 minggu
PO
: berikan sebelum atau saat makan pagi. Telan utuh, jangan dikunyah/dihancurkan.
Kontraindikasi : kerusakan fungsi hati; kehamilan
Perhatian
: pemberian secara IV hanya direkomendasikan jika pemberian secara oral tidak
memungkinkan. Singkirkan kemungkinan adanya keganasan dari tukak lambung atau
penyakit keganasan dari esofagus sebelum terapi.
Efek samping : sakit kepala, diare, mual, nyeri perut bagian atas, kembung, ruam kulit, pruritus,
pusing.
Interaksi
: dapat mempengaruhi penyerapan obat-obat yang absorpsinya tergantung pH
(ketokonazole)
Gambaran Radiologi yang didapatkan pada TB paru tipe milier

Gambaran badai salju (snow storm). Infiltrat-infiltrat yang halus berukuran beberapa mm,
tersebar di kedua lapangan pandang paru. Namun perlu diketahui bahwa gambaran badai salju juga
bisa ditemukan pada kasus lain seperti : fungosis paru, sarkoidosis, hemosiderosis, dan histositosis X.
Gambaran radiologik juga bisa berupa lesi paru yang lebih besar, yaitu berupa infiltrat lober atau
linfadenopati hilus. Disamping itu dapat ditemukan pula efusi pleura, penebalan pleura dan kavitasi.
Pada anak biasanya didapat gambaran campuran.

Lesi milier dapat terlihat pada rontgen paru dalam waktu 2-3 minggu setelah penyebaran
kuman secara hematogen. Gambarannya sangat khas, berupa tuberkel halus (millet seed) yang
tersebar merata di seluruh lapangan paru, dengan bentuk yang khas dan ukuran yang hampir seragam
(1-3 mm). Lesi kecil dapat bergabung membentuk lesi yang lebih besar, kadang-kadang membentuk
infiltrat yang luas (gambar 9 dan 10). Sekitar 1-2 minggu setelah timbulnya penyakit, lesi yang tidak
teratur seperti kepingan salju dapat dilihat pada roentgen paru. Gambaran radiologis TB milier juga
dapat dilihat pada High Resolution Computed Tomography (HRCT)dengan ditemukannya nodul milier
pada kedua paru secara merata. Pada penelitian yang dilakukan oleh Kwong dan kawan-kawan
sensitifitas dari radiologi paru sebesar 59-69 % dan spesifitasnya 97-100 %
Etiologi Gastroenteritis Akut
Lebih dari 90% diare akut disebabkan karena infeksi, sedangkan sekitar 10% karena sebab-sebab lain
antara lain obat-obatan, bahan-bahan toksik, iskemik dan sebagainya.
a. Faktor Infeksi
1) Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama Gastroenteritis.
Infeksi enteral meliputi:
a) Infeksi Bakteri :
- Salmonella (Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A/B/C, Salmonella spp)
Infeksinya kebanyakan disebabkan oleh kontaminasi makanan dan minuman terutama terjadi pada
anak-anak, identifikasi salmonella dari feses penderita.
- Escherichia coli
Merupakan suatu kuman penghuni kolon yang tidak patogen tetapi dapat menjadi patogen pada
bagian tubuh yang lain, dapat menimbulkan radang pada vesika urinaria.
- Vibrio (Vibrio cholerae 01 dan 0139, Vibrio cholera non 01, Vibrio parachemolyticus)
Kebanyakan merupakan organisme non patogen, hanya beberapa jenis yang menimbulkan penyakit
pada manusia, seperti vibrio cholera dan vibrio eltor.
- Shigella (Shigella dysentriae, Shigella Flexneri)
Ditularkan secara oral melalui air dan makanan, lalat yang tercemar oleh sekresi / feses penderita.
Lokalisasi yang paling sering terkena adalah usus besar dengan bagian terbesar adalah bagian
sigmoid.
- Clostridium perfringens, Campylobacter jejuni, Staphlyllococcus spp, Streptococcus spp, Yersinia
intestinalis, Coccidosis.
b) Infeksi Virus :
- Enterovirus (virus ECHO, Coxsackie, Poliomyelitis)
- Adenovirus
- Rotavirus

- Norwalk virus
- Astrovirus, dan lain-lain.
c) Infeksi Parasit :
- Cacing, (Ascaris, Trichiuris, Oxyuris, Strongyloides)
- Protozoa (Entamoeba Histtolytica, Giardia Lamblia, Trichomonas Haminisis)
- Jamur (Candida Albicans).
2) Infeksi Parenteral yaitu infeksi dibagian tubuh lain diluar alat pencernaan, seperti Ortitis Media
Akut (OMA), Tonsilofaringitis, Bronkopneumonia (Radang Paru), Encephalitas (Radang Otak) dan
sebagainya. Keadaan ini terutama terdapat pada bayi dan anak berumur dibawah 2 tahun.
b. Faktor Malabsorbsi
1) Malabsorbsi Karbohidrat :
- Disakarida (Intoleransi Laktosa, Maltosa, Dan Sukrosa)
- Monosakarida (Intoleransi Glukosa, Fruktosa Dan Galaktosa)
2) Malabsorbsi lemak
- Long Chain Triglyceride
3) Malabsorbsi protein
- Asam Amino dan B-Laktoglobulin
c. Faktor makanan :
- Makanan basi dan Makanan yang belum waktunya diberikan.
d. Keracunan
e. Alergi :
- Alergi Susu
- Alergi Makanan
- Cow's Milk Potein Sensitive Enteropathy (CMPSE)
f. Imunodefisiensi
g. Faktor lain :
- psikis
- lingkungan

- cuaca

DEHIDRASI
Menurut PIERCE
1. Ringan : kehilangan cairan 2-5% BB terakhir dapat direhidrasi dengan 50 ml/kgBB
2. Sedang : kehilangan cairan 5-8% BB terakhir dapat direhidrasi dengan 100 ml/kgBB
3. Berat : kehilangan cairan >8% BB terakhir dapat direhidrasi dengan 110ml/kgBB
Menurut WHO
1
KU
Mata
Mulut
Nafas
Turgor
Nadi

Baik
Biasa
Biasa
<30
Baik
<120

2
Lesu, ngantuk
Cekung
Kering
30-40
Lambat
120-140

3
Gelisah/lemas/syok
Sangat cekung
Sangat kering
>40
Sangat lambat
>140

Keterangan :
6 : tanpa dehidrasi
7-12 : ringan-sedang
13 : berat
Menurut Daldiyono
GEJALA
Muntah
Suara serak
Kesadaran apatis
Kesadaran somnolen, sopor, koma
Sistol kurang atau sama dengan 90mmHg
Nadi lebih atau sama dengan 120/menit
Kussmaul >30/menit
Turgor kulit kurang
Facies cholerica
Ekstremitas dingin
Jari tangan keriput
Sianosis
Umur >50 tahun
Umur >60 tahun
Jmlah skor dapat dihitung dan dihitung pemberian cairan selama 2 jam :
(skor/15) x 10%BB(kg) x 1 Liter

REHIDRASI
Initial
Maintenance
Existing deficit (ml) = BB(kg) x %dehidrasi x 1000
Maintenance requirement = BB(kg) x 40-60 ml/kg/day
Continuing loses = estimation of fluid volume loses (ml/day)

SKOR
1
2
1
2
2
1
1
1
2
1
1
2
-1
-2

Jenis cairan
Kristaloid : berbahan dasar air denganberat moleul kecil <8000 dalton. Mengganti dan
mempertahankan volume cairan extrasel
Contoh RL dan NaCl 0,9%
Koloid : pengganti plasma. Berat molekul tinggi > 8000
Contoh: alami (darah total, plasma, albumin)
Sintetis ( dextran, gelatin)

Sumber
1. Buku Ilmu Penyakit Dalam Universitas Indonesia
2. Harrison Internal Medicine
3. MIMS