Anda di halaman 1dari 17

KOMBINASI BAND CITRA

LANDSAT 8
Citra Landsat 8 diketahui memiliki 11 band. Diantaranya band Visible, Near
Infrared (NIR), Short Wave Infrared (SWIR), Panchromatic dan Thermal. Band
1,2,3,4,5,6,7 dan 9 mempunyai resolusi spasial 30 meter, band 8 mempunyai
resolusi spasial 15 meter, sementara band 10 dan 11 resolusi spasialnya 100
meter.
Dari masing-masing band memiliki kegunaan tersendiri. Untuk melakukan
analisis dari Citra Landsat tersebut, diperlukan kombinasi band untuk
mendapatkan tampilan Citra sesuai dengan tema atau tujuan dari analisis.
Detail kegunaan masing-masing band adalah sebagai berikut:

Landsat 8 Operational Land Imager (OLI) and Thermal Infrared Sensor (TIRS)

Kombinasi Band Untuk Pengenalan


Obyek di Landsat
OLEH BANATA, PADA 15 APRIL, 2013

Hallo semua, untuk


kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai Landsat, produk citra
yang sangat populer, banyak dipakai, mungkin karena gratis jadi bisa

didapatkan dengan mudah yah

Landsat 7 (ETM+
sensor)

Wavelength
(micrometers)

Resolution
(meters)

Band 1

0.45 - 0.515

30

Band 2

0.525 - 0.605

30

Band 3

0.63 - 0.69

30

Band 4

0.75 - 0.90

30

Band 5

1.55 - 1.75

30

Band 6

10.40 - 12.5

60

Band 7

2.09 - 2.35

30

Pan Band

.52 - .90

15

Citra khususnya landsat , seperti citra lainnya , tersusun atas beberapa


saluran (band), dengan berbasis warna dasar (Merah, Hijau, Biru), kita bisa
mengkombinasikan saluran-saluran tersebut pada saluran warna dasar, yang
nantinya akan menonjolkan informasi tertentu yang kita inginkan, berikut
kombinasi untuk Landsat
Kombinasi 321 :
Kombinasi ini merupakan warna natural sehingga merupakan pendekatan
terbaik untuk melihat realitas lanskap. Saluran 3 mendeteksi penyerapan
klorofil, saluran 2 mendeteksi reflektan hijau dari vegetasi dan saluran 1
cocok untuk penetrasi air, pada perairan jernih bisa masuk sekitar 25 meter,
dengan kata lain kita bisa juga mendeteksi transportasi sedimen di perairan.
Saluran 1 juga membedakan tanah dan vegetasi serta tipe tipe hutan.
Kombinasi 432:
Tipikal kombinasi komposit false color seperti di foto udara. Saluran 4
mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, juga membedakan tipe vegetasi,
selain itu membedakan tanah dan perairan. Kombinasi ini menampilkan
vegetasi berwarna merah, merah yang lebih terang menandakan vegetasi
yang lebih dewasa. Tanah dengan sedikit atau tanpa vegetasi antara putih
(pasir atau garam) sampai hijau atau coklat tergantung kelembapan dan
kandungan organik. Air nampak biru, perairan jernih akan terlihat biru gelap
atau hitam sedangkan perairan dangkal atau air dengan konsentrasi sedimen
tinggi akan nampak biru muda. Area permukiman berwarna biru kecoklatan .
Kombinasi 453:
Saluran 5 sensitif akan variasi kandungan air, vegetasi berdaun banyak dan
kelembapan tanah. Saluran ini mencirikan tingkat penyerapan air yang tinggi,
sehingga memungkinkan deteksi lapisan air yang tipis (kurang dari 1 cm).
Variasi dari kandungan Fe2O3 pada batuan dan tanah dapat dideteksi,
pantulan yang tinggi berarti kandungan yang banyak. Pada kombinasi ini,
vegetasi berwarna kemerahan, ketika tanaman mempunyai kondisi
kelembapan yang sedikit rendah, tingkat pantulan saluran 5 relatif tinggi,
yang berarti semakin banyak warna hijau, sehingga menghasilkan warna
oranye. Hijau akan semakin mendominasi ketika pantulan vegetasi semakin
rendah di VNIR dan meninggi di SWIR. tanah tanpa vegetasi dan area
permukiman akan nampak biru kecoklatan.
Kombinasi 742:
Vegetasi memperlihatkan variasi kehijauan dikarenakan saluran 4
direpresentasikan dengan warna hijau. Saluran 7 sensitif terhadap variasi
kelembapan dan khususnya mendeteksi mineral hidro pada setting geologi,
contohnya lempung. Saluran ini dapat membedakan berbagai macam batuan
dan tipe mineral. Perbedaan asal usul dari berbagai tipe batuan

direpresentasikan dengan warna merah menuju oranye dan juga warna yang
lebih terang pada warna biru dapat memberikan informasi kepada kita
mengenai tanah. Dibandingkan saluran infra merah lainnya, saluran 7 sangat
sensitif terhadap radiasi pancaran sehingga dapat mendeteksi sumber panas.
Titik hijau terang mengindikasikan vegetasi dan perairan nampak berwarna
biru gelap atau hitam. Daerah permukiman berwarna biru gelap atau pink.
Kombinasi 4.5.1 :
Vegetasi sehat terlihat kemerahan, coklat, oranye dan kuning. Tanah mungkin
hijau dan coklat, pemukiman putih, cyan, dan abu-abu, biru terang
merepresentasikan area yang dibersihkan dari vegetasi dan area kemerahan
merupakan vegetasi yang baru tumbuh, atau padang rumput yang jarang.
Perairan yang jernih dan dalam akan berwarna hitam, jika perairan dangkal
atau mengandung sedimen maka akan terlihat kebiruan atau biru terang.
Untuk studi vegetasi, adanya saluran IR menengah menambah sensitifitas
untuk mendeteksi variasi tahap pertumbuhan vegetasi, tetapi interpretasi
harus hati-hati jika akuisisi data bertepatan dengan hujan. Saluran 4 dan 5
menunjukkan pantulan tinggi untuk area vegetasi sehat. Kombinasi ini sangat
berguna untuk membandingkan area terendam dan are bervegetasi merah
dengan warna yang berkaitan di saluran 3.2.1 untuk menjamin interpretasi
yang benar. Kombinasi ini tidak bagus untuk studi fitur budaya seperti jalan
dan landasan pacu.
Kombinasi 7.5.3 :
Kombinasi ini memberikan pembawaan warna seperti natural dan juga
kemampuan penetrasi partikel atmosfer, asap dan kabut. Vegetasi tampak
kehitaman dan hijau muda ketika musim tumbuh, permukiman berwarna
putih, abu-abu, cyan, atau ungu. pasir, tanah dan mineral terlihat dalam
berbagai variasi warna. Penyerapan hampir semua di IR menengah adalah di
air, es, dan salju memberikan kita batas yang jelas akan garis pantai dan
perairan. Salju dan es terlihat biru gelap, dan air berwarna hitam atau biru
gelap. Permukaan panas seperti kebakaran hutan dan kaldera gunung api
menyerap IR menengah dan terlihat bernuansa merah atau kuning. Aplikasi
untuk kombinasi ini adalah monitoring kebakaran hutan. Selama musim
pertumbuhan vegetasi muda, kombinasi 7.4.2 harus diganti dengan
kombinasi ini. Area tergenang banjir akan terlihat biru tua atau hitam,
dibandingkan kombinasi 3.2.1 yang memperlihatkan area terendam dangkal
sebagai abu-abu dan sulit dibedakan.
Kombinasi 5.4.3 :
Kombinasi ini memberikan pengguna banyak informasi dan kontras warna.
Vegetasi sehat berwarna hijau terang, dan tanah berwarna ungu muda.
Kombinasi ini menggunakan saluran 5 yang memberikan kita informasi
agrikultur. Kombinasi ini memberikan kita informasi berguna mengenai

vegetasi, dan banyak digunakan pada aplikasi manajemen kayu dan serangan
hama.
Kombinasi 5.4.1 :
Mirp dengan kombinasi 7.4.2, vegetasi sehat akan berwarna hijau terang,
kecuali kombinasi 5.4.1 yang lebih baik untuk studi agrikultur
Kombinasi 7.5.4 :
Kombinasi ini tidak melibatkan saluran visibel, memberikan kita penetrasi
atmosfer yang terbaik. Pesisir dan garis pantai terdefinisikan dengan baik.
Dapat digunakan untuk mencari karakteristik tekstural dan kelembapan
tanah. Vegetasi terlihat biru. Jika berkeinginan untuk melihat vegetasi sebagai
hijau maka kombinasi 7.4.5 dapat sebagai pengganti. Kombinasi ini dapat
berguna untuk studi geologi.
Kombinasi 3.5.1 :
Kombinasi ini memperlihatkan tekstur topografi sedangkan kombinasi 7.3.1
dapat membedakan jenis batuan.

Tipe Penutup Lahan

Kombinasi Saluran Spektral

Perairan

Band 1, 4 & 7 / Band 1, 2 & 3

Permukiman

Band 1,4 & 7

Pertanian

Band 1, 2 & 3

Hutan

Band 1, 4 & 7

Garam

Band 1, 2 & 3

Sisa Vegetasi

Band 1, 4 & 7

Vegetasi teririgasi

Band 1, 4 & 7

Sumber :
http://gdsc.nlr.nl/gdsc/en/information/earth_observation/band_combinations

Kombinasi Band Landsat pada


Citra Satelit
Sistem Satelit Landsat
Satelit Landsat merupakan salah satu satelit sumber daya bumi
yang dikembangkan oleh NASA dan Departemen Dalam Negeri
Amerika Serikat. Satelit ini terbagi dalam dua generasi yakni
generasi pertama dan generasi kedua. Generasi pertama adalah
satelit Landsat 1 sampai Landsat 3, generasi ini merupakan
satelit percobaan (eksperimental) sedangkan satelit generasi
kedua (Landsat 4 dan Landsat 5) merupakan satelit operasional
(Lindgren, 1985), sedangkan Short (1982) menamakan sebagai
satelit penelitian dan pengembangan (Sutanto, 1994). Satelit
generasi pertama memiliki dua jenis sensor, yaitu penyiam multi
spektral (MSS) dengan empat saluran dan tiga kamera RBV
(Return Beam Vidicon).
Satelit generasi kedua adalah satelit membawa dua jenis sensor
yaitu sensor MSS dan sensor Thematic Mapper (TM). Perubahan
tinggi orbit menjadi 705 km dari permukaan bumi berakibat pada
peningkatan resolusi spasial menjadi 30 x30 meter untuk TM1 TM5 dan TM7 , TM 6 menjadi 120 x 120 meter. Resolusi temporal
menjadi 16 hari dan perubahan data dari 6 bits (64 tingkatan
warna) menjadi 8 bits (256 tingkatan warna). Kelebihan sensor
TM adalah menggunakan tujuh saluran, enam saluran terutama
dititikberatkan untuk studi vegetasi dan satu saluran untuk studi
geologi tabel (2.1) Terakhir kalinya akhir era 2000- an NASA
menambahkan penajaman sensor band pankromatik yang
ditingkatkan resolusi spasialnya menjadi 15m x 15m sehingga
dengan kombinasi didapatkan citra komposit dengan resolusi
15m x 15 m.
Tabel 1 Saluran Citra Landsat TM
Salur
an
1

Kisaran
Gelombang
(m)
0,45 0,52

0,52 0,60

0,63 0,69

Kegunaan Utama

Penetrasi tubuh air, analisis penggunaan lahan,


tanah, dan vegetasi. Pembedaan vegetasi dan
lahan.
Pengamatan puncak pantulan vegetasi pada
saluran hijau yang terletak diantara dua saluran
penyerapan. Pengamatan ini dimaksudkan
untuk membedakan jenis vegetasi dan untuk
membedakan
tanaman
sehat
terhadap
tanaman yang tidak sehat
Saluran terpenting untuk membedakan jenis
vegetasi. Saluran ini terletak pada salah satu

0,76 0,90

1,55 1,75

2,08 2,35

10,40 12,50

Pankromatik

daerah penyerapan klorofil


Saluran yang peka terhadap biomasa vegetasi.
Juga
untuk
identifikasi
jenis
tanaman.
Memudahkan pembedaan tanah dan tanaman
serta lahan dan air.
Saluran penting untuk pembedaan jenis
tanaman, kandungan air pada tanaman, kondisi
kelembapan tanah.
Untuk membedakan formasi batuan dan untuk
pemetaan hidrotermal.
Klasifikasi vegetasi, analisis gangguan vegetasi.
Pembedaan kelembapan tanah, dan keperluan
lain yang berhubungan dengan gejala termal.
Studi kota, penajaman batas linier, analisis tata
ruang

Sumber : Lillesand dan Kiefer, 1979 dengan modifikasi)

Karakteristik Data Landsat TM


Data Landsat TM (Thematic Mapper) diperoleh pada tujuh saluran
spektral yaitu tiga saluran tampak, satu saluran inframerah
dekat, dua saluran inframerah tengah, dan satu saluran
inframerah thermal. Lokasi dan lebar dari ketujuh saluran ini
ditentukan dengan mempertimbangkan kepekaannya terhadap
fenomena alami tertentu dan untuk menekan sekecil mungkin
pelemahan energi permukaan bumi oleh kondisi atmosfer bumi.
Jensen (1986) mengemumakan bahwa kebanyakan saluran TM
dipilih setelah analisis nilai lebihnya dalam pemisahan vegetasi,
pengukuran kelembaban tumbuhan dan tanah, pembedaan awan
dan salju, dan identifikasi perubahan hidrothermal pada tipe-tipe
batuan tertentu.
Data TM mempunyai proyeksi tanah IFOV (instantaneous field of
view) atau ukuran daerah yang diliput dari setiap piksel atau
sering disebut resolusi spasial. Resolusi spasial untuk keenam
saluran spektral sebesar 30 meter, sedangkan resolusi spasial
untuk saluran inframerah thermal adalah 120 m (Jensen,1986).
Penggabungan citra.
Secara sederhana penggabungan citra secara definisi ada 3,
yaitu :
a. Fusion adalah penggabungan antara dua citra atau lebih yang
dijadikan menjadi suatu citra yang baru dengan menggunakan
beberapa algoritma tertentu.
b. Merging adalah penggabungan dengan pemahaman bahwa dua
citra atau lebih yang dijadikan satu dengan teknik penajaman
dan penormalan citra tertentu.

c. Combination adalah penggabungan beberapa band dalam suatu


citra multi untuk suatu tujuan tertentu.
Data
Data yang digunakan adalah citra multispektral Landsat 7 ETM
tanggal 19 Agustus 2000 path/row 116/066 dengan citra
pankromatik SPOT 2 tanggal 10 Agustus 2007 Knum/Jnum
303/366 serta citra SPOT 4 tanggal 29 Juli 2007. Area studi ini
terletak pada batas geografi 80911,79 8 1240,3 LS dan
115 2616,89 -115 3010,3 BT.
Landsat 7
Citra multi spektral Landsat dengan resolusi spasial 30m memiliki
beberapa band yang karakteristiknya berbeda-beda:
1. Band 1 0.45 0.52 mm: Band biru ini memiliki informasi yang
tinggi terhadap tubuh air jadi sangat sesuai untuk penggunaan
lahan, tanah dan vegetasi.
2. Band 2 0.52 - 0.60 mm: Band hijau ini memiliki informasi
mengenai vegetasi selain cocok untuk penggunaan lahan, jalan
dan air namun sesuai pula untuk diskriminasi dan assesmen
vegetasi. Dimana tanaman-tanaman yang kurang sehat dapat
diketahui karena absorbsi cahaya merah oleh klorofil menurun
atau refleksi pada daerah merah naik sehingga menyebabkan
daun berwarna kuning
3. Band 3 0.63 0.69 mm: Band merah ini memiliki informasi
mengenai perbedaan antara vegetasi dan non vegetasi, misalnya
dapat dilihat adanya perbedaan antara vegetasi dengan tanah
khususnya pada daerah urban.
4. Band 4 0.76 0.90 mm: Band inframerah dekat ini memiliki
informasi mengenai varietas tanam-tanaman serta adanya
perbedaan antara unsur air dengan unsur tanah, oleh karena itu
dapat dilihat garis pantai dengan jelas.
5. Band 5 1.55 1.75 mm: Band inframerah gelombang pendek
ini memiliki informasi mengenai perbedaan warna antara tanah
terbuka dengan objek-objek lain. Band ini sesuai untuk studi
kandungan air tanah, air pada tanam-tanaman, formasi batubatuan dan geologi pada umumnya
6. Band 6 10.40 -12.50 mm: Band inframerah thermal ini
memiliki informasi tentang studi kandungan air tanah, serta
dapat membedakan kelembaban tanah dan fenomena-fenomena
thermal.
7. Band 7 2.08 2.35 mm: Band inframerah gelombang pendek
ini memiliki informasi mengenai tanah terbuka sama halnya
dengan band 5 akan tetapi lebih mengacu pada studi geologi
maupun formasi batu-batuan.

Sedangkan untuk band 8 atau sering disebut band pankromatik


memilki resolusi spasial 15m. Citra Landsat yang digunakan
dalam penelitian ini adalah citra Landsat ortho 14,25m dimana
sudah digabungkan antara multispektral dengan pankromatiknya
serta kombinasi band yang digunakan hanya band 7, 4 dan 2.
SPOT
Untuk citra SPOT-4 yang menggunakan empat kanal spektral
resolusi spasial 20m dan panjang gelombang yang berbeda-beda
yaitu Band 1 pada jangkauan 0.50 - 0.59 mm, Band 2 pada 0.61 0.68 mm, Band 3 pada 0.78 - 0.89 mm, dan Band 4 pada
inframerah gelombang pendek (Short Wave Infrared) 1.58 1.75 mm. Citra pankromatik SPOT-4 direkam menggunakan
panjang gelombang tampak (0,51-0,71 mm) dengan resolusi
spasial 10m, sedangkan untuk citra SPOT-2 menggunakan tiga
kanal spektral sama yaitu band 1, 2 dan 3, dimana citra
pankromatik SPOT-2 direkam menggunakan panjang gelombang
tampak (0,49-0,73 mm) dengan resolusi spasial 10m. 6)
2.5 Metoda penggabungan
+
Citra Landsat 7 Citra Spot 4
Landsat 7 dengan Spot 4
Menggabungkan resolusi citra multi spektral Landsat dengan
citra pankromatik SPOT dilakukan dengan metode tranformasi
Brovey (menormalkan warna). Sebelum proses penggabungan
dilakukan terlebih dahulu koreksi geometri terhadap SPOT
dengan
mengacu
pada
citra
Landsat
yang
sudah
terorthorektifikasi. Pengambilan titik kontrol tanah (Ground
Control Point) berdasarkan pada analisa citra, maksudnya
pengambilan secara acak berdasarkan obyek yang terlihat
dimana posisi obyek tidak berubah (misal bangunan, bahu jalan,
persimpangan, garis pantai, delta sungai, dan obyek lainnya
yang tidak memiliki perubahan signifikan) pada kedua citra yang
akan di sesuaikan (superimposed), akan tetapi pengambilan titik
ini akan sulit ditentukan karena skala area yang dipilih tidak
terlalu besar. Posisi titik tersebut diambil berdasarkan obyek
yang terlihat pada skala 1:33.204.
Pada tahap penyesuaian dapat dilakukan pengambilan citra
dengan mayoritas area permukaan tanahnya cukup rata
sehingga sebagian kecil saja daerah yang memiliki tingkat
ketinggian yang berbeda seperti lembah, bukit atau gunung.
Setelah dilakukan koreksi geometrik kemudian akan diambil
kombinasi band 742 dari citra Landsat, kombinasi band 742 ini
memang sesuai dengan identifikasi penutup lahan. Sedangkan
untuk citra SPOT yang diambil hanya band pankromatiknya saja

karena band tersebut akan digunakan untuk menajamkan batasbatas penutup lahan secara spasial pada citra Landsat.
Setelah mendapatkan kedua citra tersebut kemudian dapat kita
gabungkan dengan menggunakan Software ER Mapper 7.0,
software ini memiliki resolution merge algorithm yang dapat
menggabungkan antara citra multispektral landsat ortho resolusi
spasial 14,25m dengan pankromatik SPOT resolusi 10m
Kesimpuan
Dari hasil penggabungan citra dapat disimpulkan bahwa :
. Alasan menggunakan citra Landsat 5 karena citra terbaru akan
lebih mudah didapatkan serta menghindari adanya perbedan
waktu perekaman. Selain itu perbedaan resolusi spasial dapat di
restorasi
lebih
baik
dengan
menggunakan
metode
penggabungan ini.
2. Adanya teknik-teknik gabungan lainnya (misal algoritma yang
ada pada ER Mapper atau software pengolahan lainnya) dapat
digunakan untuk mengoptimalkan kualitas dari citra yang
digabungkan.
3. Penggabungan antara citra resolusi tinggi (misal foto udara,
ikonos atau quickbird) dengan citra multispektral (seperti SPOT
atau Landsat) dapat digunakan sebagai pendukung dalam
delineasi tutupan lahan.
4. Penggunaan alternatif citra lainnya seperti citra ALOS
Komposit band 3,2,1 merupakan true color compositeatau
warna sebenarnya yang ada di permukaan bumi (natural color)
sedangkan komposit band 4,5,3 merupakan false color
compositeatau warna yang bukan sebenarnya yang ada di
permukaan bumi.
Vegetasi (Objek Area)
Pada komposit band 3,2,1 tutupan vegetasi ditunjukan dengan
warna hijau atau bisa dikatakan sesuai dengan warna yang
tampak
jika
dilihat
dengan
mata
sedangkan
pada
komposit band 4,5,3 tutupan vegetasi dtandai dengan warna
jingga.
Lahan Terbangun (Objek Area)
Pada komposit band 3,2,1 lahan terbangun ditandai dengan
warna asli sesuai keadaan di lapangan. Dari citra diatas dapat
dilihat bahwa warna dari lahan terbangun adalah warna coklat
sesuai
dengan
warna
genting
rumah/bangunan.
Pada
komposit band 4,5,3 lahan terbangun ditandai dengan warna biru
mudah dengan rona cerah. Kelebihan dari kompositband 4,5,3
untuk interpetasi lahan terbangun adalah dari ronanya. Semakin

cerah rona dari warna biru maka lahan terbangun yang ada
semakin padat, sedangkan semakin gelap rona dari warna biru
maka lahan terbangun yang ada semakin jarang.
Jalan (objek garis)
1: Pada komposit band 3,2,1 kenampakan objek garis berupa
jalan tidak dapat dilihat dan diindentifikasi. Objek jalan yang
tampak pada komposit band 3,2,1 telihat tersamarkan oleh objek
area berupa lahan terbangun jadi tidak dapat dibedakan satu
sama lainnya.
2: Pada komposit band 4,5,3 kenampakan objek garis berupa
jalan terlihat cukup jelas dan dapat dibedakan dengan
kenampakan objek area berupa lahan terbangun. Jalan
ditunjukan dengan sebuah garis melintang dengan warna biru
berona gelap.
Perbedaan secara Sistematis
Komposit Band 3,2,1
Objek Vegetasi
Sesuai warna yang ada
(area)
di lapangan (hijau)
Objek Lahan
Sesuai warna yang ada
Terbangun (area) di lapangan (coklat
untuk genting)

Objek Jalan
(area)

Tidak dapat
dibedakan/tersamarkan
dengan objek lahan
terbangun

Komposit Band 4,5,3


Jingga
Warna biru; semakin
padat lahan terbangun
di suatu daerah rona
yang terbentuk
semakin cerah dan
sebaliknya
Dapat dibedakan
dengan objek lahan
terbangun

Kesimpulan
Komposit band 3,2,1 merupakan komposit untuk melihat
kenampakan citra sesuai dengan warna aslinya/ true color
composite sedangkan komposit band 4,5,3 merupakan komposit
warna yang bukan sebenarnya/false color composite dimana
cocok untuk mengidentifikasi objek lahan terbangun dan objek
jalan.

Landsat 7 (ETM+
sensor)
Band 1
Band 2

Wavelength
(micrometers)
0.45 - 0.515
0.525 - 0.605

Resolution
(meters)
30
30

Band 3
Band 4
Band 5
Band 6
Band 7
Pan Band

0.63 - 0.69
0.75 - 0.90
1.55 - 1.75
10.40 - 12.5
2.09 - 2.35
.52 - .90

30
30
30
60
30
15

Citra khususnya landsat , seperti citra lainnya , tersusun atas


beberapa saluran (band), dengan berbasis warna dasar (Merah,
Hijau, Biru), kita bisa mengkombinasikan saluran-saluran
tersebut pada saluran warna dasar, yang nantinya akan
menonjolkan informasi tertentu yang kita inginkan, berikut
kombinasi untuk Landsat
Kombinasi 321 :
Kombinasi ini merupakan warna natural sehingga merupakan
pendekatan terbaik untuk melihat realitas lanskap. Saluran 3
mendeteksi penyerapan klorofil, saluran 2 mendeteksi reflektan
hijau dari vegetasi dan saluran 1 cocok untuk penetrasi air, pada
perairan jernih bisa masuk sekitar 25 meter, dengan kata lain
kita bisa juga mendeteksi transportasi sedimen di perairan.
Saluran 1 juga membedakan tanah dan vegetasi serta tipe tipe
hutan.
Kombinasi 432:
Tipikal kombinasi komposit false color seperti di foto udara.
Saluran 4 mendeteksi puncak pantulan dari vegetasi, juga
membedakan tipe vegetasi, selain itu membedakan tanah dan
perairan. Kombinasi ini menampilkan vegetasi berwarna merah,
merah yang lebih terang menandakan vegetasi yang lebih
dewasa. Tanah dengan sedikit atau tanpa vegetasi antara putih
(pasir atau garam) sampai hijau atau coklat tergantung
kelembapan dan kandungan organik. Air nampak biru, perairan
jernih akan terlihat biru gelap atau hitam sedangkan perairan
dangkal atau air dengan konsentrasi sedimen tinggi akan
nampak biru muda. Area permukiman berwarna biru kecoklatan .
Kombinasi 453:
Saluran 5 sensitif akan variasi kandungan air, vegetasi berdaun
banyak dan kelembapan tanah. Saluran ini mencirikan tingkat
penyerapan air yang tinggi, sehingga memungkinkan deteksi
lapisan air yang tipis (kurang dari 1 cm). Variasi dari kandungan
Fe2O3 pada batuan dan tanah dapat dideteksi, pantulan yang
tinggi berarti kandungan yang banyak. Pada kombinasi ini,
vegetasi berwarna kemerahan, ketika tanaman mempunyai
kondisi kelembapan yang sedikit rendah, tingkat pantulan
saluran 5 relatif tinggi, yang berarti semakin banyak warna hijau,

sehingga menghasilkan warna oranye. Hijau akan semakin


mendominasi ketika pantulan vegetasi semakin rendah di VNIR
dan meninggi di SWIR. tanah tanpa vegetasi dan area
permukiman akan nampak biru kecoklatan.
Kombinasi 742:
Vegetasi memperlihatkan variasi kehijauan dikarenakan saluran 4
direpresentasikan dengan warna hijau. Saluran 7 sensitif
terhadap variasi kelembapan dan khususnya mendeteksi mineral
hidro pada setting geologi, contohnya lempung. Saluran ini dapat
membedakan berbagai macam batuan dan tipe mineral.
Perbedaan asal usul dari berbagai tipe batuan direpresentasikan
dengan warna merah menuju oranye dan juga warna yang lebih
terang pada warna biru dapat memberikan informasi kepada kita
mengenai tanah. Dibandingkan saluran infra merah lainnya,
saluran 7 sangat sensitif terhadap radiasi pancaran sehingga
dapat
mendeteksi
sumber
panas.
Titik
hijau
terang
mengindikasikan vegetasi dan perairan nampak berwarna biru
gelap atau hitam. Daerah permukiman berwarna biru gelap atau
pink.
Kombinasi 4.5.1 :
Vegetasi sehat terlihat kemerahan, coklat, oranye dan kuning.
Tanah mungkin hijau dan coklat, pemukiman putih, cyan, dan
abu-abu, biru terang merepresentasikan area yang dibersihkan
dari vegetasi dan area kemerahan merupakan vegetasi yang
baru tumbuh, atau padang rumput yang jarang. Perairan yang
jernih dan dalam akan berwarna hitam, jika perairan dangkal
atau mengandung sedimen maka akan terlihat kebiruan atau
biru terang. Untuk studi vegetasi, adanya saluran IR menengah
menambah sensitifitas untuk mendeteksi variasi tahap
pertumbuhan vegetasi, tetapi interpretasi harus hati-hati jika
akuisisi data bertepatan dengan hujan. Saluran 4 dan 5
menunjukkan pantulan tinggi untuk area vegetasi sehat.
Kombinasi ini sangat berguna untuk membandingkan area
terendam dan are bervegetasi merah dengan warna yang
berkaitan di saluran 3.2.1 untuk menjamin interpretasi yang
benar. Kombinasi ini tidak bagus untuk studi fitur budaya seperti
jalan dan landasan pacu.
Kombinasi 7.5.3 :
Kombinasi ini memberikan pembawaan warna seperti natural dan
juga kemampuan penetrasi partikel atmosfer, asap dan kabut.
Vegetasi tampak kehitaman dan hijau muda ketika musim
tumbuh, permukiman berwarna putih, abu-abu, cyan, atau ungu.
pasir, tanah dan mineral terlihat dalam berbagai variasi warna.
Penyerapan hampir semua di IR menengah adalah di air, es, dan
salju memberikan kita batas yang jelas akan garis pantai dan

perairan. Salju dan es terlihat biru gelap, dan air berwarna hitam
atau biru gelap. Permukaan panas seperti kebakaran hutan dan
kaldera gunung api menyerap IR menengah dan terlihat
bernuansa merah atau kuning. Aplikasi untuk kombinasi ini
adalah
monitoring
kebakaran
hutan.
Selama
musim
pertumbuhan vegetasi muda, kombinasi 7.4.2 harus diganti
dengan kombinasi ini. Area tergenang banjir akan terlihat biru
tua
atau
hitam,
dibandingkan
kombinasi
3.2.1
yang
memperlihatkan area terendam dangkal sebagai abu-abu dan
sulit dibedakan.
Kombinasi 5.4.3 :
Kombinasi ini memberikan pengguna banyak informasi dan
kontras warna. Vegetasi sehat berwarna hijau terang, dan tanah
berwarna ungu muda. Kombinasi ini menggunakan saluran 5
yang memberikan kita informasi agrikultur. Kombinasi ini
memberikan kita informasi berguna mengenai vegetasi, dan
banyak digunakan pada aplikasi manajemen kayu dan serangan
hama.
Kombinasi 5.4.1 :
Mirp dengan kombinasi 7.4.2, vegetasi sehat akan berwarna hijau
terang, kecuali kombinasi 5.4.1 yang lebih baik untuk studi
agrikultur
Kombinasi 7.5.4 :
Kombinasi ini tidak melibatkan saluran visibel, memberikan kita
penetrasi atmosfer yang terbaik. Pesisir dan garis pantai
terdefinisikan dengan baik. Dapat digunakan untuk mencari
karakteristik tekstural dan kelembapan tanah. Vegetasi terlihat
biru. Jika berkeinginan untuk melihat vegetasi sebagai hijau
maka kombinasi 7.4.5 dapat sebagai pengganti. Kombinasi ini
dapat berguna untuk studi geologi.
Kombinasi 3.5.1 :
Kombinasi ini memperlihatkan tekstur topografi sedangkan
kombinasi 7.3.1 dapat membedakan jenis batuan.

Tipe Penutup
Lahan
Perairan
Permukiman
Pertanian
Hutan
Garam
Sisa Vegetasi

Kombinasi Saluran
Spektral
Band 1, 4 & 7 / Band 1, 2 &
3
Band 1,4 & 7
Band 1, 2 & 3
Band 1, 4 & 7
Band 1, 2 & 3
Band 1, 4 & 7

Vegetasi teririgasi

Band 1, 4 & 7

Penerapan Lubang Resapan Biopori Sebagai Alternatif Untuk Meminimalisir


Banjir