Anda di halaman 1dari 6

SEVER ACUTE RESPIRATORY SYNDROME (SARS)

A. Definisi
Sever acute respiratory syndrome-coronavirus (SARS) merupakan suatu
penyakit yang serius dan disebabkan oleh infeksi virus pada paru yang
bersifat mendadak dan mennunjukkan gejala gangguan pernapasan pada
pasien yang mempunyai riwayat kontak dengan pasien SARS (Widoyono)
B. Etiologi
Dua virus yang pertama kali dicurigasi sebagai penyebab SARS adalah
Paramyxovirus dan Coronavirus. Dan terakhir hanya Coronavirus yang diduga
sebagai penyebab SARS. Proses penularan SARS adalah berdasarkan droplet
dan kontak. Penularan fecal-oral juga mungkin terjadi melalui diare. SARS
juga bias menyebar jika seseorang menyentuh secret atau permukaan/obyek
yang terinfeksius dan kemudian secara langsung menyentuh mata, hidung
atau mulut, juga melalui batuk atau bersin dari pasien SARS. Setelah masuk
ketubuh manusia Coronavirus ini dapat menimbulkan infeksi saluran
pernapasan atas dan juga bawah sehingga mengakibatkan system imunitas
pernapasan menjadi turun dan berakibat batuk yang lama dan akan
mengakibatkan kerusakan epitel dan gerakan silia berkurang jika diteruskan
akan mengakibatkan infeksi bertambah berat. (Sumarmo).
C. Manifestasi Kllinis
1. Gejala umum seperti flu
2. Temperature diatas 380C selama lebih dari 24 jam.
3. Adanya batuk ringan sampai berat (batuk yang diasosiasikan dengan
SARS cenderung batuk kering)
4. Satu / lebih gejala saluran pernapasan bagian bawah yaitu batuk, napas
pendek, kesulitan bernapas.
5. Sakit kepala, kaku otot, anuroksia, lemah bercak merah pada kulit,
bingung, dan diare.
6. Gejala khas seperti gejala diatas menjadi semakin berat dan cepat dan
dapat menjadi peradangan paru (pneumonia), jika terlambat dapat
meninggal, Masa inkubasi 2-10 hari.
7. Satu/lebih dari keadaan berikut (dalam 10 hari terakhir)
- Ada riwayat kontak erat dengan seseorang yang diyakini menderitas
SARS
- Sebelum sakit punya riwayat berpergian kedaerah geografis yang
tercatat sebagai daerah dengan penularan penyakit SARS
- Tinggal didaerah dengan transmisi local SARS
8. Suspek case SARS jika foto dada terbukti ditemukan infiltrate yang sesuai
dengan pneumonia atau sidrome distress pernapasan akut.
9. Pemeriksaan laboratorium ditemukan hasil:
- Limfoma, leucopenia, dan trombositopenia: pada pemeriksaan
sederhana menunjukkan hitung leukosit kurang dari 3,5x10 9/L dan
limfopenia kurang dari 1x109/L.
- Hiponatremia dan hipokalemia ringan

- Peningkatan LDH, ALT dan kadar transaminase hepar


- Peningkatan kadar kteatinin kinase (CK)
10.Infeksi SARS-Cov tidak dapat dipastikan (unconfirmed) jika:
- Dalam serum pada masa konvalesens (serum yang diambil 28 hari
atau lebih setelah awitan gejalanya) tidak ditemukan antibody
terhadap SARS-CoV.
- Tes laboratorium tidak dikerjakan atau tidak lengkap
Menurut pembagian stadium SARS dibagi dalam 2 yaitu: (Sumarmo)
1. Stadium 1, dimulai dengan suatu gejala mirip flu yang mulai terjadi 2-7 hari
setelah ingkubasi dank has ditandai dengan gejala prodromal berupa demam
380C dengan tanpa menggigil, dapat disertai dengan gejala yang tidak
spesifik seperti malaise, sakit kepala, mialgia, anoreksida, dan pada beberapa
pasien juga dapat mengalami diare. Stadium ini berlangsung selama 3-7 hari.
2. Stadium 2, adalah fase gejal saluran pernapasan. Fase ini secara tipikal dapat
mulai terjadi 3 hari setelah inkubasi. Pasien mengalami batuk kering, sesak
napas, dan pada sebagian kasus dapat timbul hipoksemia yang progresif.
Gejala ini dapat berkembang menjadi kegagalan pernapasan yang
memerlukan inkubasi dan ventilasi mekanik.
SARS juga dapat dibagi menjadi 3 derajad: (sumarmo)
1. Derajad 1: (derajad ringan/klasik) ditandai demam > 3 hari, batuk tidak
produktif, foto dada tidak ada gambaran pneumonia dan penderita sembuh
dengan sendirinya.
2. Derajad 2: (derajad sedang) gejala klasik ditambah kelainan diparu dan
penderita akan sembuh dengan baik atau justru jatuh kederajad berat.
3. Derajad 3: (derajad berat) ditandai dengan gejala sukar bernapas dan
hipoksia.
Pemeriksaan penunjang
1. Pada pemeriksaan fisik: dengan menggunakan stetoskop, terdengar bunyi
pernapasan abnormal (seperti ronki atau wheezing). Tekanan darah seringkali
rendah dan kulit, bibir serta kuku penderita tampak kebiruan (sianosis,
Karena kekurangan oksigen).
2. Rontgen dada (menunjukkan adanya penimbunan cairan di tempat yang
seharusnya terisi udara).
3. CT-scan toraks menunjukkan gambaran Bronkiolitis Obleterans Organizing
Pneumonia (BOOP).
4. Pemeriksaan laboratorium
- Pemeriksaan darah perifer lengkap
- Pemeriksaan SGOT/SGPT untuk mengetahui fungsi hati
- Pemeriksaan tes antibody (IgG/IgM)
- Pemeriksaan molecular (PCR) pada specimen dahak, feses dan darah
perifer.
- Pemeriksaan deteksi antigen dan kultur virus.

Penatalaksanaan
Penatalaksanaan Kasus Suspect SARS
1. Kasus dengan gejala SARS melewati triase (petugas sudah memakai masker
N95). Untuk segera dikirim ke ruangan pemeriksaan atau bangsal yang sudah
disiapkan.
2. Berikan masker bedah pada penderita.
3. Petugas yang masuk keruang pemeriksaan sudah memakai penggunaan alat
proteksi perorangan (PAPP).
4. Catat dan dapatkan keterangan rinci mengenai tanda klinis, riwayat
perjalanan, riwayat kontak termasuk riwayat munculnya gangguan
pernapasan pada kontak sepuluh hari sebelumnya.
5. Pemeriksaan fisik.
6. Lakukan pemeriksaan foto toraks dan darah tepi lengkap.
7. Bila foto toraks normal lihat indikasi rawat atau tetap dirumah, anjurkan
untuk melakukan kebersihan diri, kurangi aktifitas, dan anjurkan menghindari
menggunakan angkutan umum selama belu
8. Pengobatan dirumah diberikan antibiotik bila ada indikasi, vitamin dan
makanan bergizi.
9. Anjurkan pada pasien apabila keadaan memburuk segera hubungi dokter,
atau rumah sakit.
10.Bila foto toraks menunjukkan gambaran infiltrat satu sisi atau dua sisi paru
dengan atau tanpa infiltrat interstial lihat penatalaksanaan kasus probable
suspek SARS yang dirawat, seperti:
11.Isolasi
12.Perhatikan:
a. Keadaan umum
b. Kesadaran
c. Tanda vital (tensi, nadi, frekuensi napas, suhu)
13.Terapi suportif
14.Antibiotic: beta laktam atau beta laktam ditambah dengan anti beta
laktamase oral ditambah makrolid generasi baru oral (roksitromisin,
klaritromisin, azitromisin).
Penatalaksanaan kasus probable SARS
1. Rawat di rumah sakit dalam ruang isolasi dengan kasus sejenis.
2. Pengambilan darah untuk: darah tepi lengkap, fungsi hati, keratin
fosfokinase, urea, elektrolit C reaktif protein.
3. Pengambilan
sampel
untuk
membedakan
dari
kasus
pneumonia
tipikal/atipikal lainnya;
a. Pemeriksaan usap hidung dan tenggorokan,
b. Biakan darah, serologi
c. Urine
4. Pemantauan darah 2 hari sekali
5. Foto toraks diulang sesaui indikasi klinis.
6. Pemberian pengobatan

a. Ringan atau sedang


Antibiotik Golongan beta laktam + anti beta laktamase (intravena)
ditambah makrolid generasi baru oral atau Fluorokuinolon respirasi
(intravena): Moxifloxacin, Levofloxacin, Gatifloxacin
b. Berat
- Pasien yang tidak ada faktor resiko infeksi pseudomonas, diberikan
sefalosporin G3 non pseudomonas (intravena) ditambah makrolid
generasi baru oral atau fluorokuinolon respirasi (intravena). Antibiotik
untuk pasien dengan faktor resiko infeksi pseudomonas, diberikan,
sefalosporin
anti
pseudomonas
(seftazidim,
sefoperazon,
sefipim)/karbapenem
(intravena)
ditambah
luorokuinolon
anti
pseudomonas (siprofloksasin, levofloksasin) intravena/ aminoglikosida
intravena ditambah, makrolid generasi baru oral.
- Kortikosteroid; hidrokortison (intravena) 4 mg/kg BB tiap 8 jam,
tapering atau metilprednisolon (intravena) 240 320 mg tiap hari
- Ribavirin 1,2 gr oral tiap 8 jam atau 8 mg/kg BB intravena tiap 8 jam.
Indikasi Riwayat
Penderita SARS yang di rawat inap adalah
1. Suspect SARS dengan riwayat kontak erat (+)
2. Suspect SARS dengan gejala klinis berat, yaitu:
- Sesak nafas dengan frekuensi nafas 30 kali/menit, Nadi lebih dari 100
kali/menit.
- Ada gangguan kesadaran
- Kondisi umum lemah
3. Indikasi rawat inap lain ditentukan oleh dokter yang memeriksa penderita
Yang harus diperhatikan terhadap penderitas SARS
1. Di rumah sakit, ruang perawatan penderita suspect SARS harus dibedakan
dengan ruang penderita probable SARS. Saat memeriksa dan merawat
penderita SARS, petugas medis harus memakai penggunaan alat proteksi
perorangan (PAPP).
2. Penderita suspect SARS dengan gejala klinis ringan tidak dirawat inap di
rumah sakit, akan tetapi dirawat dirumah (home isolation). Tindakan yang
harus dilakukan selama home isolation atau isolasi dirumah adalah:
- Penderita harus dirumah sampai demam hilang dan selalu
menggunakan masker sampai 14 hari sesudah dua hari bebas panas.
- Alat makan dan minumnya dipisahkan dari alat makan dan minum
anggota keluarga yang lain.
- Penderita harus diukur suhu tubuhnya setiap 8 jam sekali. Bila dalam
dua kali penggukuran terjadi kenaikan suhu tubuh mencapai 38 0C,
maka penderita harus segera dikirim kerumah sakit.
- Minum obat yang diberikan sesuai petunjuk

Anggota keluarga yang merawat penderita dan tianggal serumah,


harus memakai masker
Anggota keluarga yang merawat penderita harus mencuci tangan
setelah merawat penderita
Apabila ada anggota keluarga lain yang menderita demam selama
penderita masih sakit sampai dengan 10 hari setelah penderita
dinyatakan sembuh maka harus segera memeriksakan diri kerumah
sakit dan selalu menggunakan masker

Indikasi keluar dari rumah sakit


1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Tidak panas selama 48 jam


Tidak batuk
Leukosit kembali normal
Trombosit kembali normal
CPK kembali normal
Uji fungsi hati kembali normal
Sodium plasma kembali normal
Perbaikan X-foto torak

D. Masalah yang lazim muncul


1. Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan b.d inflamasi
dan obstruksi jalan nafas
2. Kekurangan volume cairan berhubungan dengan b.d intake oral tidak
adekuat, takipneu, demam
3. Ketidakseimbangan nutrisi dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan
ketidakmampuan pemasukan berhubungan dengan faktor biologis
4. Nyeri akut berhubungan dengan agen injury bilogi (kerusakan organ)
5. Ketidakefetifan pola nafas berhubungan dengan hiperventilasi (RR >
24x/menit) atau hipoventilasi (RR < 16x/menit)
E. Discharge Planning
1. Biasakan hidup bersih dan cuci sebelum dan sesudah aktivitas
2. Penderita harus memakai masker sampai 14 hari setelah 2 hari bebas
panas dan teru sberada dirumah. Dan keluarga memakai masker setiap
berdekatan dengan penderita (sekitar 2 meter)
3. Jika ada keluarga yang menderita demam saat penderita masih sakit
maka segera rujuk kerumah sakit
4. Jika memiliki peliharaan jagalah kebersihan dan kesehatan peliharaan
5. Hindari kontak langsung dengan penderita yang menderita SARS. Serta
hindari berpergian kedaerah endemic penyakit tersebut sebelum
disterilkan serta selalu memakai masker
6. Hindari menggunakan barang atau tempat makan yang sama dengan
penderita
7. Desinfeksi kamar tidur dan kamar mandi penderita secara berkala sampai
sembuh. Serta membakar sampah penderita untuk menghindari
penularan

8. Selalu menutup mulut apabila batuk dan bersin serta tidak meludah di
sembarang tempat
9. Ketahui gejala dan penyebabnya serta cara menghindarinya atua tidnakan
pertama saat menemukan gejala dari SARS.

F. Patofisiologi
Tinja droplet, udara
(Terkontaminasi
korona V)

Kontak/invasi saluran
pernapasan

Resiko kekurangan
cairan

Reaksi pertahan
batuk, bersin

Metabolism tubuh
meningkat

Masuk

Aktifan antibodi

Suhu tubuh
meningkat

Reaksi inflamasi

Antigen antibodi

Proses reflikasi cepat

Sekresi mukus

Pelepasan mediator
kimia

Tidak seimbang
suplai O2

Ketidakefektifan
bersihan jalan napas

Proses radang

Masuk kesaluran
pernapasan bawah

Kerusakan
pertukaran gas

Intoleransi aktifitas

Penurunan O2
kejaringan

Metabolism anaerob

Asam laktat

Kelebihan CO2

Predisposisi edema
cerebral

Asidosis repioratory

Penekanan SSP

Perubahan RR

Penurunan
kesadaran

Ketidakefektifan pola
nafas