Anda di halaman 1dari 2

KESIMPULAN

1. Bells palsy merupakan kelumpuhan nervus fasialis perifer (N.VII), yang


terjadi secara akut dan penyebabnya tidak diketahui (idiopatik) atau tidak
menyertai penyakit lain yang dapat mengakibatkan lesi nervus fasialis.
2. Ada 4 teori yang dihubungkan dengan etiologi Bells palsy yaitu teori
iskemik vaskuler, teori infeksi virus, teori herediter, teori imunologi.
3. Gambaran klinis bells palsy dapat berupa hilangnya semua gerakan
volunter pada kelumpuhan total. Pada sisi wajah yang terkena, ekspresi
akan menghilang sehingga lipatan nasolabialis akan menghilang, sudut
mulut menurun, dan lagoftalmus.
4. Penatalaksanaannya dengan terapi medikamentosa yaitu kortikosteroid,
vitamin B1, B6 dan B12, analgesic, penggunaan obat antiviral (acyclovir).
Juga dilakukan rehabilitasi medik, perawatan mata seperti memakai obat
salap mata (golongan artifial tears), memakai kaca, jika keadaan terlalu
berat pada lagoftalmus dilakukan tarsorafi ataupun blefaroplasti.
5. Pada umumnya prognosis Bells palsy baik yaitu sekitar 80-90% penderita
sembuh sempurna dalam waktu 6 minggu sampai tiga bulan tiga bulan
tanpa adanya faktor resiko yang memperberat.

Hambatan
1

Mahasiswa kurang termotivasi dalam mencari informasi sehingga

referensi yang didapat pun tidak bervariasi.


Mahasiswa kurang aktif dalam menyampaikan informasi sehingga
walaupun sudah mencari dengan sumber yang valid belum bisa
mengungkapkan.

Mahasiswa pada pada pertemuan kedua saat melakukan presentasi slide


masih terkesan membaca slide dan kurang menjelaskan dengan bahasanya

sendiri.
Mahasiswa masih kurang menguasai materi, hanya membaca dan kurang
dapat menyampaikan kembali maksud pernyataannya.

Solusi
1. Mahasiswa harus meningkatkan motivasinya dalam mencari informasi
yang lebih banyak, sehingga sumber yang didapatkan juga beragam.
2. Mahasiswa harus aktif dalam menyampaikan pemikiran yang akan
didiskusikan.
3. Mahasiswa diharapkan lebih memahami, mempelajari, dan menguasai
materi atau topik tutorial yang dipelajari sehingga dapat menjelaskan
dengan bahasanya sendiri.
4. Mahasiswa dapat lebih menguasai materi dan dapat menyampaikan materi
dengan lancar.