Anda di halaman 1dari 5

PT PLN (Persero)

APB BALI

Nama : Lalu Arya Repatmaja


No Test :1601/MTR/1/S1/ELE/22049

RESUME MATERI
Pada tanggal 10 Agustus 2016, yang ingin saya bahas di resume ini adalah mengenai
project assignment kami.
PROJECT ASSIGNMENT TRACKING SISWA OJT S1/D3 ANGKATAN 51
PLANNING
No

Activities

Deadline (Days)

PIC

Co - PIC

Status

IV
Pengenalan bidang Operasi Sistem

Arya

Jun

Juli

Juni
I

II

Agustus
III

IV

II

September
III

IV

Plan
Actual

Pengenalan bidang Perencanaan dan Evaluasi


1

Pengenalan Bidang OpSis, RenEv, Admum,


Pengadaan, dan FasOp

Jun

Uri

Plan
Actual
5
Plan

Pengenalan bidang Administrasi & Umum dan


Pengadaan

Uri

Okta
Actual

Pengenalan bidang Fasilitas Operasi

Okta

Ame

Plan
Actual

Mempelajari prinsip kerja PSS/E

Ame

Arya

Plan
Actual
Plan

Membuat sistem tenaga 3 generator 9 bus di


PSS/E

Arya

Jun
Actual
Plan

Mempelajari PSS/E

Pemodelan subsistem Bali

Jun

Uri
Actual
Plan

Mencari data beban real subsistem (pembangkit,


transmisi, beban dan trafo)

Uri

Okta
Actual
Plan

Menginput dan mensimulasikan data di PSS/E

Okta

Ame
Actual

Mempelajari Aliran Daya di Subsistem Bali

Plan

Menganalisa karakteristik aliran daya subsistem


Bali

Ame

Mengetahui kondisi pembebanan di subsistem


Bali

Arya

Menganalisa power factor di subsistem Bali


kondisi beban puncak siang dan beban puncak
malam

Arya
Actual
Plan
Jun
Actual

Jun

Uri

Plan
Actual

Menganalisa losses jaringan di subsistem Bali

Uri

Okta

Plan
Actual

Mempelajari Perencanaan Operasi Harian

Plan

Menganalisa jumlah energi (MW) yang disalurkan


tiap saat di subsistem Bali

Okta

Mencari data realisasi beban beberapa bulan dan


tahun dari tahun 2012

Ame

Membuat perencaan pembebanan di subsistem


Bali untuk dijadikan acuan dalam pembuatan
ROT, ROB, ROM dan ROH

Mempelajari Karakteristik

Mempelajari Perhitungan Biaya Operasi

Membuat pola operasi pembangkit yang optimal


di subsistem Bali serta menganalisa terkait faktor
ekonomis, mutu dan kehandalan

Ame
Actual
Arya

L
E
B
A
R
A
N

Plan
Actual
5

Plan
Arya

Jun
Actual
Plan

Mencari dan mempelajari data karakteristik


pembangkit dan kabel laut di subsistem Bali
5

L
I
B
U
R

Uri

Okta
Actual

5
Plan
Jun

Uri
Actual
Plan

Menghitung BPP Jawa Bali, BPP Bali, BPP SKLT


Bali dan Average Cost setiap pembangkit di Bali

Menyusun laporan PA dan mempresentasikan hasil

Okta

Ame
Actual
Plan

Penyusunan Laporan PA

Uri

Jun
Actual

Total Hari Efektif

35

Adapun di point ketiga ialah aktifitas kegiatan kami ialah mempelajari aliran daya di
subsistem Bali. Dalam mempelajari aliran daya di subsistem Bali kita menggunakan software
simulasi sistem tenaga berupa PSSE. Adapun sub aktivitas dari mempelajari aliran daya di
subsistem Balli dijelaskan sebagai berikut :

II

Status

PT PLN (Persero)
APB BALI

1. Menganalisa karakteristik aliran daya di subsistem Bali, dalam hal ini kita
memodelkan jaringan listrik di Bali di PSSE.
2 .0 R

1 0 0 .0

3 .3 R

2 .0

3 .3

1 0 0 .0

8 .9
1

1 .0
2 0 .3

0 .0

0 .0

0 .0

0 .0

0 .0

1 .0 1 5 1 .0 1 5

1 .0
1 4 9 .6

1 9 .3

0 .0

1 .6

6 .0
2 0 .1

3 0 .8

1101
5 CL BWNG PM RN
1 4 3 .9 1 4 3 .9
1 6 .8 1 6 .8
1 .0
1 5 0 .4

1201
5 GL M NK PM RN
6 9 .6 6 9 .6

1 .0
1 4 8 .4
7 8 .9

1 0 .7
1 .0
1 5 0 .1

2 0 .5
7 8 .9
2 0 .5
7 5 .2

0 .0

1 0 .7

1 4 2 .2
6
29
1 .1
.6

51002
5 PM RON

1 6 .8

1 4 3 .9

1 0 0 .0

7 .8

9 .1

1 .0
1 5 0 .4

9 .1

9 .1

1 2 7 .2

8 .9
1 .0
1 5 0 .4

1 .0
2 0 .2

3 4 .5
8 .3

1 2 .3
2 5 .0

2
2

5 .5

1 7 .2

7 0 .3
3 .6
9 .1

2 2 .4

3 8 .2
6 4 .3

1 1 .6 2 5 .9

9 .7

1 1 .6 2 8 .2

3 9 .7

7 2 .9

0 .0
8 .0

3 1 .6

9 .8

3 4 .0
0 .0

0 .0

1 4 .7

2 1 .0

2 8 .0
0 .0

0 .0
1

1 .8

2 .0

1 .0
1 4 8 .0

9 .4

3 1 .5

1 .0
1 4 7 .4

3
1 .0
2 0 .0

0 .0

0 .0

0 .0

4 5 .6

1 2 .4 R 1 2 .4

4 5 .6

4 5 .6

1 2 .4 R 1 2 .4

4 5 .6

1 2 .4 R 1 2 .4

4 5 .6

4 5 .6

1 2 .4 R 1 2 .4

4 5 .6

4 5 .6
1

2
110
11
.021 5 111.0
0
11
.031 5 111.0
1
0 .0
1 41 5 1 111
0.0
.0
1 51 5 1 .0
111
0 .0
1 61 5
1 PSGRN_ G11 PSGRN_
2 0 .0
G2
1 PSGRN_
2 0 .0
G3
1 PSGRN_
2 0G4
.0
1 PSGRN_
2 0 BOTB
.0

0 .0

1
1 .0
1 9 .7

0 .0 2 7 .1

2 .2

6 .4
1

5 .5

1 0 .8
1 9 .5

5 .0
3 3 .6

2 .7
2 0 .4

9 .3

1 3 .9

1 3 .9

1 8 .2

1 8 .2

1 5 .0

2 8 .0

2 7 .0
1

1 1 0 0 7 1 1 1 010.0
8 1 111
0 .0
0 9 1 111.0
0101
1 .0
110111
1 PSGRN_1DG
PSGRN_
1
DG2
210PSGRN_
.0
DG3
20
1 .0
PSGRN_
2 0DG4
.01 PSGRN_
2 0 .0
BOTE

0 .0

0 .0

6 .1
1

0 .0

0 .0

4 5 .6

1
1 .0
1 4 7 .0

1
51015
5 PSGRAN

2 8 .3

4 .7

1 5 .3

4 .1
5 .5

7 5 .3

2 0 .5

1 .0 1 .0
1 .0
1 4 7 .6

9 .7

0 .7 0 .7
1 .0
1 4 7 .5

1 .0
1 4 8 .1

4 5 .6

1 .2

9 .7

4 2 .4

2 4 .0

1 9 .0 0 .0

51013
5 SANUR

4 5 .6

5 .2
0 .0

51010
5 GNYAR

1 1 .9 1 1 .9
1 .0
1 4 7 .1

1 .5

1401
T5 9
7 5 .3 7 5 .3

4 2 .7

2 7 .2
3

1701
T5 7
4 2 .6 4 2 .6

1 .8

51011
5 PKL OD

9 .7

5 .9

6 .4

1 1 .5

9 .7

2 8 .2

1 0 .7 1 0 .7
1 .0
1 4 7 .1
1601
T5 8
4 2 .6 4 2 .6

3 9 .4

3 9 .4
1 0 .4

3 6 .1

1 2 .0

6 .4

7 5 .7

1 .0
1 4 7 .1

4 5 .6

3 .7

1 4 .3

2 6 .4
1

1501
T6 0
3 9 .4 3 9 .4

1 .0
1 4 6 .2

1 9 .0 0 .0
1 4 .0 1 4 .1

6 .1

9 .5

2 8 .5
51012
5 BDRA
51014
5 NSDUA

6 4 .3

7 .4

0 .0

4 8 .1
3 3 .6
8 1 .8

3 2 .3

1 2 3 .0

1 2 3 .0
6 8 .9

1 4 .4 1 2 .0

1 0 7 .7

4 1 .7 1 2 .0

7 .6

4 3 .8
6 8 .6
1 5 .5

7 .2
3 4 .0

1
1

5 .6
2 8 .4

2 1 .7
1

1 4 .5
1 .0
1 4 9 .8

1 0 6 .7

6 3 .8

1 4 .0 1 4 .1

0 .0

1 4 .5

51006
5 PDBIAN
2 7 .0
2
1 3 .0
4 8 .2
8 1 .5
1
0 .0
3 4 .0 0 .0
1
4 8 .7

0 .0

1 4 .2
1 .0
1 4 9 .9

1 .0
1 4 7 .4
0 .0

1 .0
1 4 7 .2

2 1 .3

0 .0

1 4 .9 1 4 .9
7
01
801
1 .0
5
BNYWNGIB3
5 BNYWNGIB4
1 .1
4 9 .7
8 9 .1 8 9
8 8 .9 8 8 .9
1 4 .2

2 5 .7

1 .2
9 .7

7 .6

2 .1
1 6 .4

2 4 .3

1 .0
1 4 7 .9

3 5 .3

1 2 .0

2 .0
1 4 .1

2 3 .6
6 .2

1 .5

6 3 .8

1 1 .8

1 9 .8

1 .2
1 0 .8

51009
5 AM PRA

2 4 .1

1 8 .4
9 .8

2 5 .7
7 6 .7

7 6 .7

1 0 .5

1 .4

1 1 .2
7 0 .2

1 3 .1
1 0 0 .5

0 .1
1 3 .1 4 8 .7

1 .7

0 .0

0 .0

8 .9
8 8 .8

1 4 .3

1 4 .3
7 1 .2

8 5 .7

2 4 .3
7 7 .6

0 .0

1 4 .2

2 3 .6
8 5 .5

0 .0

1 4 .6
8 9 .2

1 4 .2
1 .0
1 4 9 .8

502
5 BNYWNGIB1
7 1 .3 7 1 .3

1 9 .8
8 7 .6

0 .0

7 .0
4 5 .0
1
2 1 .8
102
5 BNYWI_ B

1 4 .2

1 6 .1
51005
5 BTRTI

1
1

0 .0

6 .9

1 8 .0 1 8 .0
1 .0
1 4 9 .8

8 5 .5

1 8 .4
9 7 .9

1 .0
1 4 7 .2

1 .0
1 4 6 .8

1 .0
1 4 6 .7

0 .0

2 0 5 .9

1 .0
1 5 0 .0
2 0 5 .9 7 1 .6

9 7 .9

51004
5 ANSARI
7 7 .6

5 1 0 0388 .7
5 PYNGAN
2 6 .3

0 .0

3 6 .5

501
5 J AWA

8 5 .7

117.0
.4
1 5 0 .0

3 8 9 .1

11000
1 J AWA

8 6 .1

51003
5 NGRA
8 7 .6

0 .0

3 6 .3

3 8 9 .1

2 9 .5

1 8 .0 1 8 .0
1 4 .2 1 4 .2
1
1
2 .0
01
4 .0
01
1 4 9 .8
1 4 9 .8
5 BNYWNGIA2
5 BNYWNGIA4
8 5 .8 8 5 .8
8 5 .7 8 5 .7

0 .0

3 6 .3 R

1 .0
2 0 .0
3 8 9 .1
1

2 9 .5

1 7 .4

51007
5 KAPAL

0 .0

1 8 3 .3

5 .3
1 8 3 .3

1 .0
1 4 9 .7

0 .0

4 8 .7

1 1 .0

1 .0
1 5 0 .0

1 0 .2

0 .9 9

51000
5 GL M NK

8 .7
1 0 0 .5

1
301
5 BNYWNGIA1
5 BNYWNGIA3
8 5 .8 8 5 .8
8 5 .7 8 5 .7

1 .1

2 6 .0
7 1 .7

101
5 BNYWI_ A
8 6 .1

2 .6
0 .1
8 .2

1 4 .1

0 .0

1 2 7 .2

1 2 5 .0

8 .9

4 8 .4

1001
5 GL M NK CL BWG
4 8 .4 4 8 .4

11001
1 GL M NK_G

9 .1

1 2 5 .0

0 .0

1
51001
5 CL BWG

1 1 0 0 5 1 1 010.0
6
1 PM RON_
1 PM
G1 RON_2G2
0 .3

0 .0

1 9 .3
8 0 .2

1 .0
2 0 .0

9 .3
8 0 .2

2 .0 R

1 2 5 .0
1 2 5 .0

1 2 5 .0

2 .0

1 2 5 .0

11002
111
0 .0
03
1 110.0
04
1 CL BWG_ U11 CL BWG_
2 U2
01.0
CL BWG_
2 0U3
.0

Untuk dapat menganalisanya terlebih dahulu kita menginput data data jaringan
transmisi, trafo, data beban, data pembangkitan.
2. Mengetahui pembebanan di subsistem Bali
Untuk total beban trafo ialah sebesar 830.5 MW dengan total pembangkitan di Bali
sebesar 532.4 MW. Sisanya akan ditanggung oleh kabel laut sebagai load follower sebesar 332
MW. Sedangkan untuk total beban dan total pembangkitan di Bali dapat dilihat seperti pada
Gambar berikut

PT PLN (Persero)
APB BALI

3. Menganalisa power factor di subsistem Bali saat beban puncak siang dan beban
puncak malam
Di dalam study analisa aliran daya kita dapat menganalisa power factor di subsistem
Bali menggunakan software PSSE yang dapat dilihat sebagai berikut

Misalkan kita ingin mengetahui power factor pembebanan di GI Pemaron (5PMRON),


dari hasil running load flow di PSSE didapatkan pada GI Pemaron yang menyuplai beban
didapat nilai P = 50,9 MW dan Q = 7.6 MVAR sehingga dari data tersebut kita dapat
menentukan nilai S = 51.5 MVA dan pf = 0.99. Power factor di Bali masih relatif bagus dilihat
lagi karena beban beban di Bali hampir sebagaian besar terdiri dari beban rumah tanggan dan
perhotelan sehingga sangat jarang ditemukan beban beban yang bersifat induktif yang berasal
dari industri industri. Mengingat di Bali daerah pariwisata, oleh karena itu industri di Bali
lebih ke arah pariwisata.
4. Menganalisa losses jaringan di subsistem Bali
Didalam analisa aliran daya, kita juga dapat mengetahui dan menganalisis losses.
Dengan total beban di subsistem Bali sebesar 830.5 MW dengan total pembangkitan di Bali
sebesar 532.4 MW + kabel laut 332 MW maka didapatkan losses sebagai berikut :

Dari segi operasi sistem terdapat dua macam jenis beban yaitu beban sistem
dan beban trafo.
- Beban sistem : dalam operasi sistem , yang dimaksud beban sistem adalah total
output dari seluruh pembangkit dalam sistem yang sudah dimodelkan.
- Beban trafo : yang dimaksud dengan beban trafo disini adalah total MW dan
MVAR output trafo daya.
Jadi dalam hal ini beban sistem merupakan total pembangkitan di Bali + kabel
laut = 864.4 MW sedangkan untuk beban trafo ialah 830.5 MW sehingga Beban Sistem =
losses jaringan + beban trafo didapat losses sebesar 3,8%.
5. Menganalisa jumlah energi (MW) yang ditransfer melalui kabel laut
Dalam hal ini kabel laut kita posisikan sebagai load follower artinya kabel laut dapat
menyuplai kekurangan daya di Bali secara fluktuatif. Dimana Dengan total beban di subsistem

PT PLN (Persero)
APB BALI

Bali sebesar 830.5 MW dan total pembangkitan di Bali sebesar 532.4 MW maka didapatkan
total energi yang disuplai oleh kabel laut sebesar 332 MW

Dengan besarnya daya yang ditransfer dari kabel laut sebesar 332 MW kita juga melihat
dari penghantarnya apakah mengalami overload apa tidak menggunakan PSSE yang dapat
dilihat seperti berikut :

Dapat dilihat dari masing masing arus yang melalui keempat penghantar di kabel laut
untuk kabel 1-2 sebesar 334.9 A sedangkan kabel 3 sebesar 276.7 A dan kabel 4 sebesar 344.1
A. Arus yang melalui tiap tiap penghantar di kabel laut berdasarkan data CCC (current
carrying capacity) dari deklarasi penghantar bulan agustus 2016 sebesar 500 A. sehingga
dengan pembebanan sebear 332 MW kabel laut masih dikatakan aman dan belum mengalami
overload, dapat dilihat dari hasil running untuk pembebanan penghantar yang mengalami
overload .

PT PLN (Persero)
APB BALI

Dari gambar diatas terlihat kabel laut tidak ada yang mengalami overload.