Anda di halaman 1dari 3

Nama Maba : Mochammad Dwiki Rahman Sani

Nama garda : Parasitology

MYASIS
Myasis berasal dari bahasa Yunani mya yang berarti lalat; istilah ini
pertama kali digunakan oleh Hope untuk mendeskripsikan penyakit pada manusia
yang disebabkan larva Diptera. Myasis didefinisikan sebagai infestasi parasit pada
jaringan hidup atau kavitas manusia atau vertebrae yang disebabkan oleh larva
lalat ordo Diptera. Larva ini mengkonsumsi jaringan mati atau jaringan hidup,
cairan tubuh, atau makanan yang tercerna.. Myasis banyak ditemukan pada hewan
namun jarang ditemukan pada manusia. Investasi larva lalat pada manusia dapat
terjadi apabila seseorang menelan buah atau makanan yang kebetulan
mengandung telur atau larva lalat atau juga dapat terjadi pada orang-orang yang
hidup didaerah kumuh dan kotor. Penyakit ini tidak menyebabkan kematian
apabila cepat dilakukan
pengobatan. Namun apabila penderita tidak diobati dalam waktu 1 2 minggu
maka akan terjadi keracunan akibat aktivitas bakteri (infeksi sekunder).
Klasifikasi Myiasis dibagi menjadi dua yaitu berdasarkan taksonomi dan
etiologi. Klasifikasi taksonomi meliputi Family Muscidae, Family Calliphorida
(genus

Cochliomya,

Cordylobia,

Chrysomia,

Auchmeromya),

Famili

Sarchophagidae (Genus Sarcophaga, Wohlfahrtia : W.magnifica W.vigil W.


Opaca), Famili Chloropidae (Genus Hippelates), Famili Gasterophilidae (Genus
Gasterophilus), Famili Oestridae (Oestus ovis, Rhinostreus, purpures, Genus
Hypoderma), Famili Cuterebridae (Genus Cuterebridae, Genus Dermatobia).
Klasifikasi berdasarkan etiologi ( Anna M West., Medical
Entomology, Soedarto 20 ), meliputi Miasis spesifik ( Miasis Obligatori ) , miasis
yang berkembang pada berkembang pada jaringan atau manusia yang hidup.
Miasis semi spesifik ( Miasis fakultatif ), parasit ini dapat tumbuh pada jaringan
yang hidup atau yang mati. Miasis Akidental ( Miasis Accidental ), telur dari lalat
akan masuk kedalam tubuh melalui makanan yang sudah terkontaminasi.

Infestasi larva myasis tidak menimbulkan gejala klinis yang spesifik dan
sangat bervariasi tergantung pada lokasi luka. Gejala klinis pada hewan demam,
radang, peningkatan suhu tubuh, kurang nafsu makan, tidak tenang sehingga
mengakibatkan ternak mengalami penurunan berat badan dan produksi susu,
kerusakan jaringan, infertilitas, hipereosinofi lia serta anemia. Apabila tidak
diobati, myasis dapat menyebabkan kematian ternak sebagai akibat keracunan
kronis ammonia. Gajala umum yang terjadi pada myasis manusia antara lain
demam, gatal-gatal, sakit kepala, vertigo, eritrema, radang (infl amasi),
pendarahan serta memicu terjadinya infeksi sekunder oleh bakteri. Gambaran
darah penderita myasis akan menunjukkan gejala hipereosinopilia dan
meningkatnya jumlah neutropil.

Daftar Pustaka

Widyaningsih, Indah, Bambang Supriyono. 2011 "Myasis. University of Wijaya


Kusuma Surabaya.
http://elib.fk.uwks.ac.id/asset/archieve/jurnal/vol2.no1.Januari2011/MIASIS.pdf
Francesconi F, Lupi O. Myasis. Clin Microbiol Rev. 2012;25(1):79,79105.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/22232372
Wardhana, April H. 2014 Chrysomya bezziana Penyebab Myiasis pada Hewan
dan Manusia: Permasalahan dan Penanggulangannya. JITV, 2014, 19.3.
Yolanda, Natharina, dan Satyadharma Michael Winata. 2014 "Wound Myasis
pada Anak.". http://kalbemed.com/Portals/6/11_219Wound%20Myasis%20pada
%20Anak.pdf
Bangunang, Cindy Cicilia, dan Elisa Sendi Korua. 2014 PENGERTIAN
MYASIS DAN PENANGGULANGANNYA.
http://fkmunsrat2010.blogspot.co.id/2014/11/pengertian-myasis-dapenanggulangannya.html

Pudjiatmoko. 2012. Manual Penyakit Hewan Mamalia. Jakarta; Direktorat


Kesehatan Hewan : 418-431