Anda di halaman 1dari 20

METODE PENELITIAN AKUNTANSI

ARTIKEL HOPPER DAN BUIH

Kelompok:
1. Damar Gita
2. Hesti Setianingsih
3. Nadira Hasana P

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia
Depok, September 2016

1306454315
1306379265
1306380115

Artikel 1: Hopper and Buih, 2016, Has Management Accounting


Research Been Critical?, Management Accounting Research, 31,
June 2016, Pages 10-30
1. Apa tujuan penulisan artikel Hopper dan Buih (2016)?
Tujuan penulisan artikel Hopper dan Buih adalah untuk membahas
kontribusi Penelitian Akuntansi Manajemen atau Management Accounting
Research (MAR) terhadap analisis sosial dan kritis.
2. Sebutkan 8 kategori metode penelitian yang dibuat oleh Hopper dan
Buih (2016)!
a. analitis atau permodelan (analytical or modelling)
b. eksperimental (experimental)
c. data historis (history archival)
d. berbasis literatur (literature-based)
e. riset pasar (market research)
f. studi kualitatif dan kasus (qualitative and case studies)
g. survei (surveys)
h. triangulasi (triangulation)
3. Apa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data yang disajikan
di Figure 5?
Figure 5 menyajikan grafik jumlah paper dengan 8 kategori metode
penelitian yang digunakan berdasarkan 5 periode waktu. Berdasarkan
Figure 5, dapat dilihat bahwa penelitian studi kualitatif dan kasus
(qualitative and case studies) mengalami pertumbuhan dan menjadi
dominan dalam MAR, dimana pada awal periode terdapat 20 paper atau
36% dari jumlah paper, sedangkan pada akhir periode terdapat 51 paper
atau 52% dari jumlah paper. Selanjutnya, penelitian berbasis literatur
(literature-based) dan survei (surveys) merupakan metode penelitian yang
paling umum digunakan setelah penelitian studi kualitatif dan kasus
(qualitative and case studies), walaupun penelitian berbasis literatur
(literature-based) mengalami pertumbuhan yang menurun secara absolut
dan proporsional, sebesar 31%-14%, sedangkan sebaliknya penelitian
survei (surveys) mengalami pertumbuhan sebesar 13%-14%. Terakhir,
hanya sedikit paper yang menggunakan metode penelitian analitis atau
permodelan (analytical or modelling), eksperimental (experimental), data
2

historis

(historical

archival),

riset pasar (market research),


dan triangulasi (triangulation).
Oleh karena itu, berdasarkan
Figure

5,

dapat

disimpulkan

bahwa metode penelitian studi


kualitatif dan kasus (qualitative
and case studies) merupakan
metode penelitian dominan dan
paling umum digunakan dalam MAR.
4. Sebutkan 3 kategori data analisis yang dibuat oleh Hopper dan Buih
(2016)!
a. matematis (mathematical)
b. statistik (statistical)
c. deskriptif atau kualitatif (descriptive or qualitative)
5. Apa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data yang disajikan
di Figure 8?

Figure 8 menyajikan grafik


jumlah

paper

kategori
data

dengan

metode
yang

berdasarkan

analisis

digunakan
5

periode

waktu. Berdasarkan Figure


8,

dapat

dilihat

analisis

bahwa
kualitatif

(qualitative)

merupakan

metode analisis data yang paling umum digunakan. Hal ini tidak
mengherankan karena studi kualitatif dan kasus (qualitative and case
studies)

mengalami

pertumbuhan

(Figure

5).

Analisis

kualitatif

(qualitative) meningkat secara jumlah sebesar 16-49 dengan proporsi


yang relatif konstan, yaitu sebesar 58%-67%. Sementara itu, analisis
statistik (statistical) digunakan dalam jumlah yang sedikit pada awal
periode, tetapi meningkat pada akhir periode, sedangkan analisis
matematis (mathematical) tetap konstan secara jumlah dan proporsi.
Oleh karena itu, berdasarkan Figure 8, dapat disimpulkan bahwa metode
analisis data yang paling umum digunakan dalam MAR adalah analisis
kualitatif (qualitative).
6. Sebutkan 6 kategori teori yang dibuat oleh Hopper dan Buih (2016)!
a. sosial dan kritis (social and critical)
b. kontingensi (contingency)
c. pengendalian dan sistem manajemen (management control and
systems)
d. ekonomis (economic)
e. psikologis dan sosial

psikologis

(psychological

and

social

psychological)
f. teori jaringan sosial (social network theory)
7. Apa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data yang disajikan
di Figure 10?
Figure 10 menyajikan grafik 6 kategori pendekatan teoritis dalam paper
MAR dari waktu ke waktu. Berdasarkan Figure 10, dapat dilihat bahwa
pendekatan sosial dan kritis (social and critical theories) menjadi
4

pendekatan

paling

umum dalam MAR, yaitu


sebesar 27% dari jumlah
paper.

Selanjutnya,

pendekatan kontingensi
(contingecy

theory)

merupakan pendekatan
yang

umum

setelah

pendekatan sosial dan


kritis (social and critical
theories), yaitu sebesar 23% dari jumlah paper, kemudian diikuti dengan
pendekatan ekonomi (economy theory) sebesar 22% dari jumlah paper.
Kemudian, beberapa paper menggunakan pendekatan pengendalian dan
sistem

manajemen

(management

control

and

systems)

karena

meningkatnya pengendalian antar organisasi dan akuntansi manajemen


strategis,

dan

beberapa

paper

lainnya

menggunakan

pendekatan

psikologis dan sosial psikologis (psychological and social psychological


theories) karena meningkatnya manajemen kinerja. Sementara itu, hanya
sedikit paper yang menggunakan pendekatan jaringan sosial (social
network theory).
Oleh karena itu, berdasarkan Figure 10, dapat disimpulkan bahwa
pendekatan sosial dan kritis (social and critical theories) merupakan
pendekatan teoritis yang paling umum digunakan dalam MAR.

8. Apa kesimpulan yang diperoleh dari hasil analisis data yang disajikan
di Figure 11 dan 12?
Figure 11 menyajikan distribusi topik dalam MAR selama 25 tahun.
Berdasarkan Figure 11, dapat dilihat bahwa pengukuran kinerja dan
manfaat (performance measurement and rewards) dan manajemen biaya
5

(cost

management)

menjadi topik yang paling


sering diteliti dalam MAR,
dengan

jumlah

masing-masing

paper

90

paper

dan 86 paper. Selanjutnya,


diikuti

dengan

topik

implementasi

dan

perubahan (implementation
and

change)

dan

sistem

pengendalian manajemen (management control systems), dengan jumlah


paper masing-masing 60 paper dan 57 paper.
Oleh karena itu, berdasarkan Figure 11, dapat disimpulkan bahwa
sebanyak 90 paper mengangkat topik pengukuran kinerja dan manfaat
(performance measurement and rewards) dan 86 paper mengangkat topik
manajemen biaya (cost management).
Sementara itu, Figure 12
menyajikan
perubahan

grafik
topik

dalam

MAR dari waktu ke waktu.


Berdasarkan
dapat

Figure

dilihat

manajemen

12,

bahwa

biaya

management)

(cost
telah

mengalami

penurunan,

sedangkan

pengukuran

kinerja dan manfaat (performance measurement and rewards) dan


pengendalian manajemen (management control systems) mengalami
peningkatan

selama

lima

periode,

sedangkan,

implementasi

dan

perubahan (implementation and change) mengalami peningkatan yang


signifikan pada periode 2000-2004.

Oleh karena itu, berdasarkan Figure 12, dapat disimpulkan bahwa


pengukuran

kinerja

dan

manfaat

(performance

measurement

and

rewards) mengalami peningkatan, sedangkan walaupun, manajemen


biaya (cost management) merupakan topik yang sering diteliti, tetapi
manajemen biaya (cost management) telah mengalami penurunan.
9. Sebutkan

tema

yang

diidentifikasi

sebagai

area

penelitian

akuntansi manajemen dengan menggunakan social and critical


theory!
a. the search for Relevance Lost and new costing
b. management control, the environment and the search for fits
c. reconstituting the public sector
d. change and institutional theory
e. post-structural, constructivist and critical contributions
f. social and environmental accounting
g. the changing geography of time and space between European
and American research
10. Secara keseluruhan, apakah kesimpulan yang diperoleh Hopper dan
Buih (2016)?
Kesimpulan dari penulisan artikel Hopper dan Buih adalah Penelitian
Akuntansi Manajemen atau Management Accounting Research (MAR)
telah berkontribusi terhadap akuntansi sosial dan kritis apabila dilihat dari
definisi sosial dan kriteria kritis. Namun, dari perspektif sosial dan kritis,
beberapa topik utama dalam sosial dan krtitis diabaikan dalam Penelitian
Akuntansi Manajemen atau Management Accounting Research (MAR).

METODE PENELITIAN AKUNTANSI


ARTIKEL OLER ET AL.

Kelompok:
1. Damar Gita
2. Hesti Setianingsih
3. Nadira Hasana P

1306454315
1306379265
1306380115

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia
Depok, September 2016
8

Artikel 2: Oler, D.K., et al., 2010, Characterizing Accounting


Research, Accounting Horizons, 24 (4), 635-670
1. Apa tujuan penulisan artikel Oler et al. (2010)?
Tujuan penulisan artikel Oler et al. adalah untuk meneliti tren dalam
penelitian akuntansi dengan memeriksa paper yang diterbitkan di enam
jurnal akuntansi teratas dari tahun 1960 sampai dengan tahun 2007.
2. Sebutkan beberapa masalah dalam penelitian di bidang akuntansi
yang diulas di bagian awal Pendahuluan dalam artikel Oler et al.
(2010)!
a. beberapa peniliti mengidentifikasi ancaman terhadap akuntansi
sebagai

disiplin

akademis

dan

beberapa

mempertanyakan

viabilitas atau kelangsungan masa depan


b. penelitian akuntansi menjadi lebih insular dan self-referential
c. meningkatnya dominasi topik penelitian akuntansi keuangan
dalam jurnal akademik
3. Sebutkan 6 jurnal yang menjadi bahan penelitian Oler et al. (2010)!
Mengapa jurnal-jurnal tersebut dipilih?
a. Accounting, Organizations, and Society (AOS)
b. Contemporary Accounting Research (CAR)
c. Journal of Accounting and Economics (JAE)
d. Journal of Accounting Research (JAR)
e. Review of Accounting Studies (RAST)
f. The Accounting Review (TAR)
Keenam jurnal tersebut dipilih karena dipandang sebagai publikasi
penelitian teratas di sekolah-sekolah Amerika Serikat (AS). Kemudian, dua
dari jurnal diatas, yaitu AOS dan CAR tidak berbasis AS dan sebagian
besar mempublikasikan paper-paper dari akademisi non-AS.
4. Sebutkan 8 disiplin ilmu yang menurut Oler et al. (2010) menjadi
referensi penelitian akuntansi!
a. akuntansi (accounting)
b. keuangan (finance)
c. ekonomi (economics)
d. psikologi (psychology)
e. manajemen (management)
9

f. statistik (statistics)
g. jurnal akademik lain (other academic journals)
h. kutipan lain (other citations) seperti buku-buku (books), jurnal
profesional (professional journals), kertas kerja (working papers),
media populer (popular media), kasus legal (legal cases), dan
lain-lain
5. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 1?
Hasil pada Tabel 1 menunjukan bahwa:
a. Penelitian akuntansi saat ini memiliki landasan yang cukup besar
dan menarik, dan jika akuntansi telah berkembang menjadi lebih
insular dari waktu ke waktu, tingkat insularitas tampaknya telah
mencapai puncaknya pada tahun 2003.
b. Penelitian akuntansi tampaknya semakin dekat dengan keuangan
dan ekonomi, bahkan pada tahun 2007, kutipan gabungan dari
keuangan dan ekonomi mewakili hanya dibawah 25% dari total
kutipan. Tren ini konsisten dengan adanya penelitian positif
(positive

research),

yang

berakar

di

bidang

ekonomi

dan

keuangan.
6. Sebutkan 6 kategori penelitian akuntansi yang dibuat oleh Oler et al.
(2010)!
a. akuntansi keuangan (financial accounting)
b. akuntansi menajerial (managerial accounting)
c. pengauditan (auditing)
d. perpajakan (tax)
e. tata kelola (governance)
f. topik lain (other topics) yang mencakup berbagai topik termasuk
pendidikan (education), masalah metodologi penelitian (research
methodology issues), dan sejarah (history)
7. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 2?
Tabel 2, Panel A, menyajikan data jumlah paper yang diurutkan
berdasarkan topik penelitian, dimana sebagian besar paper mengangkat
topik akuntansi keuangan (financial accounting) dengan jumlah paper
sebanyak 2.577 paper (3 kali lebih banyak dari jumlah paper dengan topik
akuntansi manajerial (managerial accounting) yaitu sebesar 741 paper).
10

8. Sebutkan 7 kategori metode penelitian yang dibuat oleh Oler et al.


(2010)!
a. arsip/data (archival)
b. eksperimental (experimental)
c. studi lapangan (field study)
d. reviu (review)
e. survei (survey)
f. teroritis atau analitis (theoretical or analytical)
g. normatif (normative)
9. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 3?
Tabel 3, Panel A, menyajikan data jumlah paper yang diurutkan
berdasarkan

metodologi

penelitian,

dimana

kebanyakan

penelitian

akuntansi keuangan (financial accounting) menggunakan metodologi data


(archival methodology) dengan jumlah paper sebanyak 2.134 paper.
Penelitian

data

keuangan,

penelitian

hampir

15%

(archival

research)

teoritis

ekonomi,

dan

menggambarkan

(theoritical
penelitian

research)

hampir

15%

menggambarkan

eksperimental

(experimental

research) menggambarkan hampir 10% psikologi.


10. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 4?
Tabel 4, Panel A, menyajikan data jumlah paper yang diurutkan
berdasarkan 6 jurnal akuntansi teratas, dimana TAR merupakan jurnal
akuntansi dengan jumlah paper terbanyak, yaitu sejumlah 1.636 paper
dan didominasi oleh paper akuntansi sebesar 39%. Sementara itu, RAST
merupakan jurnal akuntansi dengan jumlah paper terendah, yaitu
sejumlah 208 paper.
11. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 5?
Tabel 5, Panel A, menyajikan data jumlah paper dengan topik penelitian
dari 6 jurnal akuntansi teratas berdasarkan 5 periode waktu. Berdasarkan
Tabel 5, Panel A, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan jumlah paper
akuntansi

keuangan

(financial

accounting),
11

yang

sejalan

dengan

penurunan jumlah paper akuntansi manjerial (managerial accounting),


pengauditan (auditing), dan perpajakan (tax).
Sementara itu, Tabel 5, Panel B, data jumlah paper dengan topik
penelitian dari 6 jurnal akuntansi teratas berdasarkan jurnal, dengan TAR
sebagai jurnal akuntansi dengan jumlah paper terbanyak, yaitu sejumlah
1.762 paper. Sementara itu, RAST menerbitkan jurnal yang didominasi
dengan akuntansi keuangan (financial accounting) sebesar 84%. Namun,
sebaliknya, AOS lebih banyak menerbitkan jurnal yang didominasi dengan
akuntansi

manjerial

(managerial

accounting)

daripada

akuntansi

keuangan (financial accounting).

12. Apa kesimpulan yang diperoleh dari analisis data yang disajikan di
Tabel 6?
Tabel 6, Panel A, menyajikan data jumlah paper dengan metode penelitian
dari 6 jurnal akuntansi teratas berdasarkan 5 periode waktu. Berdasarkan
Tabel 6, Panel A, dapat dilihat bahwa terdapat peningkatan jumlah paper
dengan menggunakan metode penelitian data (archival methodology). Hal
ini sejalan dengan penelitian sebelumnya pada Tabel 5, Panel A, yang
menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada jumlah paper akuntansi
keuangan (financial accounting).
Sementara itu, Tabel 6, Panel B, data jumlah paper dengan metode
penelitian dari 6 jurnal akuntansi teratas berdasarkan jurnal, dimana JAE
dan RAST lebih banyak menerbitkan paper dengan menggunakan metode
penelitian data (archival methodology).
13. Secara keseluruhan, apakah kesimpulan yang diperoleh Oler et al.
(2010) ? Kaitkan kesimpulan tersebut dengan masalah dalam
pertanyaan butir 2 di atas!
Kesimpulan dari penulisan artikel Oler et al. adalah tren penelitian
akuntansi

yang

didominasi

oleh

keuangan

(finance)

dan

ekonomi

(economics). Selain itu, topik akuntansi keuangan (financial accounting)


12

dan metode penelitian data (archival methodology) merupakan dua hal


yang paling dominan dari waktu ke waktu.

METODE PENELITIAN AKUNTANSI


ARTIKEL BEAVER

13

Kelompok:
1. Damar Gita
2. Hesti Setianingsih
3. Nadira Hasana P

1306454315
1306379265
1306380115

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


Universitas Indonesia
Depok, September 2016

Artikel 3: Beaver, W.H., 2002, Perspectives on Recent Capital


Market Research, Accounting Review 77 (2), 453-474
1. Apa tujuan penulisan artikel Beaver (2002)?
Tujuan penulisan artikel Beaver adalah untuk memberikan satu perspektif
pada bidang utama dalam riset pasar modal (capital markets research)
yang telah berkontribusi pada pemahaman kita mengenai angka-angka
akuntansi, dengan penekanan pada yang telah diterbitkan selama sepuluh
tahun terakhir.
2. Sebutkan 5 area yang dibahas dalam artikel tersebut! Mengapa 5
area tersebut dipilih?
a. efisiensi pasar (market efficiency)
b. model Feltham-Ohlson (Feltham-Ohlson modeling)
c. relevansi nilai (value relevance)
d. perilaku analis (analysts' behavior)
e. perilaku diskresioner (discretionary behavior)
14

Kelima area tersebut dipilih karena telah membuat kontribusi terbesar


pada pengetahuan kita selama sepuluh tahun terakhir. Area-area tersebut
dapat menggambarkan sejauh mana riset pasar modal telah menjadi
saling berhubungan. Dua area pertama merupakan platform dasar yang
memungkinkan kita untuk mengatur pemikiran kita mengenai peran
akuntansi di pasar modal, sedangkan tiga area terakhir merupakan
aplikasi-aplikasi

yang

menggabungkan

beberapa

bentuk

struktur

akuntansi atau perilaku individu.


3. Mengapa Market Efficiency menjadi area penelitian dalam akuntansi?
a. mempengaruhi keefektivan pelaporan dan pengungkapan
keuangan, terutama sehubungan dengan harga yang sepenuhnya
menggambarkan informasi
b. memiliki implikasi terhadap alokasi sumber daya dan efisiensi
produksi
c. dapat menggambarkan perbedaan (dan berpotensi lebih kuat)
serangkaian dugaan atau kesimpulan, jika dapat mengasumsikan
efisiensi pasar dalam desain penelitian
d. mempengaruhi interpretasi tempat peneliti pada hubungan yang
diamati antara harga sekuritas (security prices) dan angka
akuntansi (accounting numbers)
4. Apa kesimpulan penelitian-penelitian terdahulu tentang

Market

Efficiency?
Penelitian-penelitian terdahulu tentang pasar modal mendukung adanya
market efficiency. Ball dan Brown (1968) serta Beaver (1968) melakukan
penelitian The Post Announcement Behavior of Security Returns dan
menarik kesimpulan bahwa market efficiency merupakan pendekatan
yang wajar (reasonable approximation) dari hasil empiris. Sementara itu,
Archibald dan Bola (1972) melakukan penelitian Changes in Accounting
Methods dan menarik kesimpulan yang sama dengan Ball dan Brown
(1968) serta Beaver (1968). Selain itu, Beaver dan Dukes (1973)
melakukan penelitian Differences in Accounting Methods dan menarik
kesimpulan bahwa harga pasar sejalan dan konsisten dengan market
efficiency.

15

5. Penelitian-penelitian yang lebih baru mendapatkan kesimpulan yang


berbeda tentang Market Efficiency. Sebutkan 3 contoh penelitian
Market Efficiency yang menyimpulkan bahwa pasar tidak efisien!
a. post-earnings announcement drift, merupakan salah satu area
pertama yang menyimpulkan bahwa pasar mungkin saja tidak
efisien terhadap data akuntansi
b. market-to-book ratios and its refinements, merupakan area kedua
berupa return abnormal (abnormal returns) yang terkait dengan
strategi portofolio berdasarkan rasio market-to-book
c. contextual accounting issues, merupakan area kedua yang
meneliti market efficiency berdasarkan beberapa ciri utama dari
pelaporan keuangan
6. Carilah persamaan dari Feltham-Olson Model (bila diperlukan bisa
mencari referensi lain)!
Terdapat tiga asumsi yang digunakan dalam Feltham-Olson Model, antara
lain:
a. Nilai ekuitas sama dengan nilai sekarang dari dividen masa depan
yang diharapkan

b. Hubungan surplus bersih antara neraca dan laporan laba rugi


Hubungan surplus bersih adalah perubahan ekuitas selain yang
berasal dari transaksi modal, berupa pembagian dividen atau
penambahan modal yang berasal dari laba perusahaan.

Pada model Ohlson, terdapat laba abnormal atau laba residual,


dengan persamaan sebagai berikut:

16

Penggabungan persamaan (2) dan (3) adalah sebagai berikut:

Selanjutnya, dengan menggantikan dividen (Dt) pada persamaan


(1) dengan sisi kanan persamaan (4) dan dengan asumsi bahwa
tidak ada selisih valuasi antara nilai buku dan harga pasar pada
saat aset dibeli dan dijual (atau saat perusahaan didirikan dan
dilikuidasi), maka nilai perusahaan adalah sebesar nilai buku
ekuitas ditambah nilai sekarang laba abnormal yang diharapkan
(persamaan (5)).

c. Beberapa

bentuk

dinamika

informasi

linear

atau

linear

information dynamic (LID)

Berdasarkan persamaan (5) ditambah dengan asumsi LID, maka


Ohlson (1995) merumuskan sebuah formula tertutup untuk
menghitung nilai perusahaan, yang dikenal dengan sebutan
Model Ohlson:

(Sumber: http://ojs.unud.ac.id/index.php/jiab/article/viewFile/2581/1793)
17

7. Sebutkan 5 kesimpulan utama penelitian-penelitian terdahulu yang


menggunakan Feltham-Olson model!
a. Nilai buku (book value) dan laba merupakan faktor harga yang
signifikan.
b. Kepentingan relatif dari nilai buku bebanding terbalik dengan
kesehatan keuangan perusahaan.
c. Koefisien pada laba lebih rendah untuk perusahaan dengan
pengembalian ekuitas yang rendah.
d. Koefisien pada laba positif adalah
sedangkan

koefisien

pada

kerugian

positif

dan

signifikan,

adalah

tidak

signifikan

berbeda dari nol (insignificantly different from zero).


e. Komponen akrual dibandingkan dengan komponen arus kas dari
laba adalah harga yang secara signifikan berbeda satu sama lain.
Secara umum, komponen akrual berhubungan dengan koefisien
yang lebih rendah.
8. Jelaskan secara singkat kritik atas Feltham-Olson Model!
a. tidak memiliki permintaan endogen untuk data akuntansi, namun
penulis meyakini bahwa kritik ini salah karena permodelan dapat
informatif tanpa permintaan endogen akuntansi
b. tidak adanya asimetri informasi dan, oleh karena itu, tidak ada
penggunaan strategis dari data akuntansi yang muncul dalam
kerangka F-O
c. beberapa aspek tidak didukung oleh data empiris, seperti sifat
linearitas dan konsistensi antara koefisien dalam sistem dinamika
informasi linier dan persamaan penilaian
9. Jelaskan secara singkat 2 karakteristik penelitian dalam area Value
Relevance!
a. Menuntut pengetahuan yang mendalam dari lembaga akuntansi,
standar akuntansi, dan fitur khusus dari jumlah yang dilaporkan
Penggabungan konteks akuntansi memberikan kekayaan atas
value relevance research dan memberikan dasar untuk prediksi
empiris, serta menggambarkan keunggulan komparatif peneliti
akuntansi dalam memeriksa hubungan antara nilai ekuitas
dengan angka akuntansi.
b. Ketepatan waktu informasi bukanlah isu utama
Ketepatan waktu informasi bukan isu utama karena sistem
akuntansi mengakui peristiwa lebih awal daripada yang dilakukan
oleh harga sekuritas (security prices). Meskipun value relevance
18

research meliputi studi peristiwa (event studies), termasuk juga


studi yang meneliti hubungan antara tingkat harga saham dan
data akuntansi. Studi peristiwa (event studies) mengidentifikasi
tanggal pengungkapan publik atas item yang sedang dipelajari
dan memeriksa perubahan harga pada sekitar tanggal peristiwa
(event date).
10. Sebutkan 3 contoh penelitian Value Relevance yang diulas dalam
Beaver (2002)!
a. An earnings-only approach
Miller and Modigliani (1966) menggambarkan nilai sebagai nilai
sekarang dari laba masa depan yang permanen
b. A balance-sheet approach
Feltham-Ohlson model menggambarkan nilai perusahaan sebagai
fungsi linear dari nilai buku ekuitas dan nilai sekarang laba
abnormal masa depan yang diharapkan
c. A combined book value and earnings approach
11. Mengapa penelitian dalam area Analysts Behaviour penting dalam
penelitian akuntansi?
Penelitian dalam area Analysts Behaviour penting dalam penelitian
akuntansi karena para analis merupakan salah satu perantara informasi
utama yang menggunakan dan menginterpretasikan data akuntansi
(Schipper 1991). Sebagai hasilnya, harga sekuritas (security prices)
mencerminkan hasil dari analisis mereka. Karena rata-rata investor tidak
memiliki waktu, keterampilan, dan sumber daya untuk menganalisa dan
menginterpretasikan laporan keuangan. Para analis dapat menjadi cara
utama dimana data akuntansi menjadi tercermin dalam harga sekuritas
(security prices).
12. Sebutkan 3 contoh penelitian Analysts Behaviour yang diulas dalam
Beaver (2002)!
a. Analis yang dipekerjakan oleh perusahaan investasi yang terkait
dengan penjaminan dari perusahaan sekuritas dengan perkiraan
yang lebih optimis. Perkiraan analis cenderung direvisi sepanjang
tahun. Analis dengan kemampuan peramalan yang baik memliki
kemungkinan lebih besar untuk tetap bertahan.

19

b. Perkiraan analis mengungguli model statistik terbaik karena analis


dapat menggunakan informasi yang lebih kaya daripada laba masa
lalu, tetapi tidak mencerminkan semua informasi dalam laba masa
lalu.
c. Kesalahan perkiraan berdasarkan perkiraan analis saling berkorelasi,
yang juga konsisten dengan ide bahwa perkiraan analis tidak
sepenuhnya mencerminkan semua informasi yang tersedia.

13. Mengapa penelitian dalam area Discretionary Behaviour penting


dilakukan?
Penelitian dalam area Discretionary Behaviour penting dilakukan karena
manajemen dapat meningkatkan atau menghambat kualitas dari laporan
keuangan melalui implementasi diskresi atas angka-angka akuntansi.
Salah satu perilaku diskresioner yang akan dibahas dalam penilitian
adalah manajemen akrual atau manajemen laba, yang merupakan
jantung dari sistem pelaporan keuangan.
14. Sebutkan 3 contoh penelitian Discretionary Behaviour yang diulas
dalam Beaver (2002)!
a. generic models of discretionary accruals
b. tests based on discontinuities in the reported earnings distribution
c. account-specific models of discretionary behavior
15. Apa kesimpulan artikel Beaver (2002)?
Kesimpulan dari penulisan artikel Beaver adalah market efficiency,
Feltham-Ohlson modeling, value relevance, analysts' behavior, dan
discretionary behavior tidak hanya berdampak besar pada penelitian
pasar modal (capital market research) selama sepuluh tahun terakhir,
tetapi juga memliki potensi besar untuk memberikan kontribusi yang
signifikan untuk pengetahuan kita selama lima sampai dengan sepuluh
tahun kedepan.

20