Anda di halaman 1dari 10

Contoh Kasus

Sdr. E (19 tahun) datang ke RSJ karena di rumah ia sering menyendiri,


marah-marah dan sering memukul-mukul diri ke tembok. Di awal pengkajian Sdr.
E mengatakan aku ini sangat bodoh dan sangat memalukan. Kepandaianku
sebanding dengan kebodohan seekor keledai. 2 minggu sebelum MRS Sdr E
suka menyendiri dikamar, tak mau berinteraksi dengan orang lain, tak mau makan
minum dan mandi. Hal ini terjadi sejak ia mendapat kabar buruk tentang dirinya.
E yang pandai dalam semua bidang pelajaran menerima hasil UJIAN NASIONAL
yang menyatakan bahwa dirinya TIDAK LULUS ujian yang sangat membuatnya
malu dan merasa sangat bodoh dan membuatnya syok. E mengatakan mengapa
ini terjadi padaku? Tuhan tidak adil. E selalu memukul orang yang menayakan
tentang ketidaklulusannya.

ASUHAN KEPERAWATAN
A. PENGKAJIAN
Ruang Rawat

: Melati

Tanggal Dirawat : 19 September 2012


I. Identitas Klien
Nama

: Sdr. E

Jenis Kelamin

: Perempuan

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

II.

Umur

: 19 tahun

Informan

: Pasien dan keluarganya

Tanggal Pengkajian

: 26 September 2012

No. Registrasi

: 100193

Alasan Masuk
Klien diam saja sejak kurang lebih 1 bulan yang lalu, tidak mau
makan, bicara. Di rumah ia sering menyendiri di kamar, marah-marah dan
sering memukul-mukul diri ke tembok. Klien di bawa ke RSJ oleh
keluarga (ibu). Saat pengkajian klien mengamuk, kontak mata kurang,
dan berbicara kasar.

III.

Faktor Predoposisi

1. Saat ditanya pengalaman yang dialami tentang kekerasan yang terjadi


padanya klien hanya diam saja.
Masalah Keperawatan : Regimen terapeutik inefektif
2. Menurut orang tua klien, klien dan keluarga tidak ada yang mempunyai
gangguan jiwa pada masa lalu.
Masalah keperawatan : 3. Klien pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan pada
masa lalu, yaitu klien mendapat kabar bahwa ia tidak lulus ujian nasional.
Kemudian sejak saat itu ia mulai tidak mau bicara dan menyendiri di
kamar.
.Masalah keperawatan : respon pasca trauma
Pemeriksaan fisik

IV.

1.

2.

Tanda - tanda vital


Tekanan darah

: 140/80 mmHg

Nadi

: 88 kali/menit

Suhu

: 36.40C

RR

: 20 kali/ menit

Ukur
TB

: 162 cm

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

BB
3.

: 76 kg

Keluhan fisik
Badan lemah dan tidak mau beraktifitas.
Masalah keperawatan : tidak ada masalah keperawatan

V. Psikososial
1. Genogram :

Keterangan:

= Perempuan

= Laki-laki

= Meninggal
= Orang yang terdekat

= Klien

Masalah keperawatan : -

2. Konsep Diri
a. Gambaran Diri : Klien mengatakan sangat bodoh seperti keledai
serta tidak ada yang berguna lagi dari dirinya.
b. Identitas : Klien adalah siswa SMA sekolah unggulan. Klein
termasuk siswi yang sangat pandai di sekolah.
c. Peran : Klien adalah anak ke 2 dari 2 bersaudara yang tinggal
dengan kedua orang tua dan klien belum menikah.
d. Ideal Diri : Klien mengatakan bahwa kalau nanti sudah pulang /

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

sembuh klien bingung harus melakukan apa.


e. Harga Diri : Klien tidak pernah mengikuti kegiatan di luar rumah
Masalah keperawatan : Gangguan konsep diri ; gambaran diri
3. Hubungan Sosial
a. Orang yang berarti
Menurut klien orang yang paling berarti dalam hidupnya adalah
kedua orang tuanya
b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat
Klien adalah orang yang kurang perduli dengan lingkungannya,
klien jarang berkomunikasi, dan tidak mengikuti organisasi
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien lebih suka menyendiri, diam dan tidak bercerita
Masalah keperawatan: Gangguan hubungan sosial
4. Spiritual
a. Nilai dari keyakinaan :
Klien adalah penganut agama Islam yang sangat taat.
b. Kegiatan ibadah:

Klien rutin shalat selama belum sakit. Selama sakit, klien tidak
pernah melakukan kewajiban agamanya yaitu shalat 5 waktu.
Masalah keperawatan : distres spiritual
VI. Status Mental
1. Penampilan
Tidak rapi : Klien tampak kotor, klien belum mandi, kuku kotor, ganti
pakaian harus disuruh, rambut tidak disisir, dan baju lusuh.
Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri
2. Pembicaraan
Lambat : Klien hanya mau bicara bila ditanya oleh perawat, jawaban
yang diberikan pendek, dengan suara yang keras, tanpa kontak mata
dengan lawan bicara.
Masalah keperawatan : gangguan komunikasi verbal

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

3. Aktifitas Motorik
Hiperaktif: Klien sering mengamuk tanpa alasan yang jelas dan sering
memukul-mukul diri ke tembok.
Masalah keperawatan : perilaku kekerasan
4. Alam Perasaan
Tampak seperti sedih dan putus asa, selalu mengeryitkan dahi.
Masalah keperawatan : : perubahan proses pikir
5. Interaksi selama wawancara
Kontak mata kurang, klien tidak mau memandang lawan bicara saat
berkomunikasi. Saat wawancara klien hanya diam saja.
Masalah keperawatan : Isolasi sosial
6. Persepsi
Tidak ada halusinasi
Masalah keperawatan :tidak ada masalah keperawatan
7. Proses Pikir
Bloking : pembicaraan terhenti tiba tiba dan penyampaiannya
sangat lambat dan pendek.
Masalah keperawatan : Gangguan proses pikir
8. Isi pikir
Tidak ada obsesi, phobia, hipokondria, depersonalisasi, ide yang
terkait dan pikiran magis. Tidak ada waham.
Masalah keperawatan : 9. Memori
Klien tidak mampu mengingat kejadian satu hari yang lalu. Klien
sering mengeluh lupa tentang kejadian yang dialaminya. Mengalami
gangguan daya ingat jangka panjang.
Masalah keperawatan : Perubahan proses pikir
10. Daya tilik diri
8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

Klien menyadari kalau sedang sakit.


Masalah keperawatan : -

VII.

Kebutuhan Pulang
1. Makan : bantuan total
2. BAB/BAK : bantuan total
3. Mandi : bantuan minimal
4. Berpakaian/berhias : bantuan minimal
5. Istirahat dan tidur : kurang lebih 10 jam sehari
6. Penggunan obat : bantuan total
7. Perawatan kesehatan : Klien sering lupa minum obat, harus sering
diawasi
8. Kegiatan di dalam rumah : 9. Kegiatan di luar rumah : -

VIII.

Mekanisme Koping
Mal adaptif : reaksi lambat, klien tidak mau melakukan aktifitas.

IX.

Pengetahuan kurang tentang


a. Penyakit jiwa : klien dan keluarga tidak mengerti tentang penyakit
jiwa dan pengobatannya.
b. Faktor presipitasi : keluarga tidak mengerti apa saja yang mencetuskan
terjadinya kelainan jiwa.
c. Koping : keluarga tidak tahu bahwa perlu dan penting dukungan
keluarga untuk proses penyembuhan
d. Kebersihan / perawatan diri
Masalah keperawatan : kurang pengetahuan tentang penyakit jiwa,
faktor presipitasi, koping, dan kebersihan / perawatan diri

X.

Data lain-lain
Laboratorium

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

Tanggal 27 September 2011


Faal hati :
- Bil. Direk 0,2 mg/dl
- Bil. Total
0,2-1,0 mg/dl
- GT
52
- SGOT
33
- SGPT
51
Urine: - Warna kuning jernih
- pH
6
- BJ
1,020
- Leukosit
1-2
- Eritrosit
0-1
- Epitel
1-2
Faat ginjal:- BUN
16,4
- Kreatinin
1,2
- Asam urat 7
Faal darah
: - GDP
79 mg/dl
- LED
17/45
XI.

Pengobatan Medik
Beberapa obat yang sering digunakan untuk mengatasi perilaku agresif
diantaranya :
1. Anti ansietas dan hipnotik sedatif contohnya : Diazepam (valium).
2. Anti depresan, contohnya Amitriptilin.
3. Mood stabilizer, contoh : Lithium, Carbamazepin.
4. Antipsikotik, contoh : Chlorpromazine, Haloperidol dan Stelazine.
Obat lain :Naltrexon, Propanolol

B. ANALISA DATA
NAMA : Sdr. E

NRM :100193

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

RUANGAN : Melati

Data

Masalah Keperawatan

DS: Klien mengatakan benci atau kesal

Risiko menciderai diri

pada seseorang. Klien suka membentak dan

sendiri, orang lain, dan

menyerang orang yang mengusiknya jika

lingkungan

sedang kesal atau marah.


DO:

Menyentuh

orang

lain

secara

menyakitkan, mata merah, wajah agak


merah, nada suara tinggi dan keras,
pandangan tajam.
DS: Klien sering berbicara kasar dengan

Perilaku Kekerasan

nada tinggi, klien terlihat mondar-mandir,


gelisah.
DO: Klien sering memukul-mukul diri ke
tembok, agresif, dan mengamuk
DS: Klien merasa tidak berguna, merasa

Gangguan

kosong

harga diri rendah

DO: Kehilangan minat melakukan aktivitas,


sering melamun dan menyendiri.

C. POHON MASALAH
Effect

Resiko mencederai diri sendiri,


orang lain, dan lingkungan

Core Problem

Causa

Perilaku Kekerasan

Gangguan Konsep Diri:


Harga Diri Rendah

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

konsep

diri:

D. DIAGNOSA KEPERAWATAN
1. Resiko mencederai diri sendiri, orang lain, lingkungan berhubungan
dengan perilaku kekerasan
2. Perilaku kekerasan berhubungan dengan gangguan konsep diri : harga diri
rendah

G. Evaluasi
1. Klien dapat membina hubungan saling percaya
2. Klien terlindung dari perilaku mencederai diri
3. Klien dapat mengarahkan moodnya lebih baik
4. Klien mampu dan berupaya untuk memenuhi personal hygiene
5. Klien dapat meningkatkan harga diri
6. Klien dapat menggunakan dukungan sosial
7. Klien dapat menggunakan koping adaptif dan meilhat sisi positif dari
masalahnya
8. Klien dapat menggunakan obat dengan benar dan tepat

Perilaku Kekerasan

Gangguan Konsep Diri:


Harga Diri Rendah

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan

DAFTAR PUSTAKA
Yosep, Iyus. 2010. Keperawatan Jiwa. Bandung : PT. Refika Aditama
Keliat, Budi Anna, dkk.2006. Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa Edisi
2.EGC:Jakarta
Barang, Aji. 2008. Askep Perilaku Kekerasan. (online), http://keperawatangun.blogspot.com, 31 Mei 2011
Asep, Dedy. 2008. Asuhan Keperawatan Perilaku Kekerasan. (online),
http://deasbatamisland.blogspot.com, 31 Mei 2011
Setiyono, Danang. 2008. Gambaran Umum Pasien Dengan Perilaku Kekerasan.
(online). http://masdanag.co.cc, 31 Mei 2011
FIK UNPAD. 2008. Peran Perawat Dalam Perilaku Kekerasan. (online),
http://nersjiwa.blogspot.com, 31 Mei 2011

8 Keperawatan Jiwa 1 |perilaku kekerasan