Anda di halaman 1dari 3

DESKRIPSI ALAT PENGUKUR CUACA

RAIN GOUGE

============================================
Mata Kuliah : Dasar Dasar Klimatologi

Oleh :

Nama

: Haslinda Gaffar

Nim

: G411114303

Prodi

: Keteknikan Pertanian

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2015

AUTOMATIC RAIN GAUGE


HASLINDA GAFFAR
Automatic Rain Gauge (ARG) adalah peralatan yang digunakan untuk
menghitung jumlah curah hujan dalam satuan waktu tertentu secara otomatis dengan
bantuan baterai sebagai sumber tenaganya. Hasil pencatatan alat pengukur curah
hujan dapat digunakan sebagai pembanding dengan hasil pencatatan pergerakan
tanah pada extensometer yang dapat dinyatakan bahwa semakin besar intensitas
curah hujan, maka tanah cenderung mudah bergerak.
Pada alat pengukur curah hujan ini dilengkapi dengan alarm yang akan
berbunyi apabila curah hujan telah mencapai tingkat tertentu dalam satu jam. Untuk
penentuan posisi switch alarm dapat disesuaikan menurut kondisi yang dirasa cukup
membahayakan. Pencatatan pada alat pengukur curah hujan ini berupa grafik yang
menunjukkan besarnya curah hujan yang turun. Sistem drain yang digunakan adalah
dengan sistem otomatis yang digerakkan dengan menggunakan solenoid valve
dengan power supply berupa dry cell 12 volt. Keran otomatis akan terbuka setiap
jam selama beberapa saat sampai air di dalam tabung pelampung habis dan posisi
pencatat skala kembali ke posisi awal dengan menggunakan timer otomatis yang
menggunakan listrik 220 volt.
Penakar hujan biasa terdiri dari Sebuah corong yang dapat dilepas dari
bagian badan alat, mulut corong (bagian atasnya) terbuat dari kuningan yang
berbentuk cincin (lingkaran) dengan luas 100 Cm2 , Bak tempat menampung air
hujan, Kran untuk mengeluarkan air dari dalam bak ke gelas ukur, Kaki yang
berbentuk silinder, tempat memasang penakar hujan pada pondasi kayu dengan cara
disekrup, Gelas ukur penakar hujan untuk luas corong 100 Cm2, dengan skala ukur 0
s/d 25 mm.

Prinsip kerja alat ini yaitu bekerja pada saat hujan terjadi, air hujan yang
turun masuk ke dalam corong penakar. Air yang masuk dalam penakar dialirkan dan
terkumpul di dalam tabung pelampung. Penambahan air hujan yang masuk dalam
tabung pelampung akan mengangkat pelampung yang berhubungan dengan pena ke
atas. Pergerakan pena akan membentuk grafik pada pias yang diputar oleh jam
pemutar, di mana sumbu X adalah waktu antara jama 07.00 hari ini sampai jam 07.00
hari esok, dan sumbu Y adalah jumlah curah hujan dengan nilai 0-10 mm. Setelah
mencapai nilai 10 mm pada pias, air yang tertampung dalam tabung pelampung
dikeluarkan melalui pipa siphon dan pena turun hingga nila 0 pada pias. Pergerakan
naik turunnya pena akan terus berlangsung sampai hujan berhenti. Air yang
dikeluarkan dari tabung pelampung kemudian tertampung dalam panci penampung
dan pada saat penggantian pias, air yang tertampung ditakar dengan gelas ukur dan
dicatat pada pias. Berikut gambar Graphic User Interface (GUI) Pengolahan Data
Curah Hujan yang datanya diambil dari alat Optical Rain Gauge

Memperlihatkan bahwa akumulasi curah hujan bulanan tertinggi tahun 2010 terjadi
pada bulan April yaitu 366,3460 mm. Akumulasi curah hujan terendah terjadi pada
bulan Desember yaitu sebesar 61,8350 mm. Akumulasi curah hujan rata-rata selama
tahun 2010 adalah 192.14 mm, dengan standar deviasi 87,02%. Nilai standar deviasi
yang didapat memperlihatkan curah hujan tahun 2010 sangat fluktuatif.