Anda di halaman 1dari 2

Pendanaan LSM bisa berasal dari beberapa sumber, yaitu :

1. sumbangan masyarakat (filantropi),


2. APBD/APBN
3. lembaga donor lokal (seperti Yayasan Tifa)
4. lembaga donor internasional (seperti Ford Foundation, dll)
5. lembaga pembangunan internasional (seperti agen-agen PBB, ADB, World
Bank, DFID, dll)
6. pemerintah luar negeri (seperti USAID, NORAD, GTZ, AUSAID, dll)
LSM/NGO internasional melalui kerjasama program/proyek (seperti Green Peace,
Care, Save the Children, OXFAM, dll), atau melalui sayap usaha/ekonomi LSM
itu sendiri (namun bagi LSM yang baru berdiri jarang yang memiliki unit
fundrising ini).
Catatan untuk sumber dana LSM diatas adalah; LSM-LSM memiliki prinsip
tersendiri dalam memilih sumber dana ini. Ada yang sangat menolak namun ada
juga yang bisa menerima. Ada yang anti dengan World Bank atau lembaga sejenis
dengan alasan penyebab ketimpangan pembangunan global karena hutang yang
dipinjamkannya, tapi ada juga yang menerima jika dana yang akan digunakan
adalah dana hibah. Ada yang menolak dana dari APBN/APBD karena khawatir
independensi dalam mengkritik pemerintah menjadi terpengaruh, namun ada juga
yang menerima karena menganggap APBD/APBN adalah uang rakyat sehingga
sah-sah saja digunakan untuk pembangunan masyarakat oleh LSM.
Ada yang menolak LSM memiliki unit usaha sendiri karena LSM bukanlah
organisasi profit, namun ada juga yang menerima sepanjang keuntungan dari unit
usaha itu bukan untuk dibagi-bagikan sebagai penghasilan pendiri atau
pengurusnya namun untuk membiayai program dan operasional LSM itu sendiri.
Ada yang menolak dana dari pihak asing (NGO atau pemerintah asing) karena
khawatir intervensi dan menjual kepentingan nasional, namun jug ada yang
menerima karena isu menjual kepentingan nasional itu sengaja dihembuskan oleh
pemerintah atau pihak-pihak yang diawasi atau disorot oleh LSM yang menerima

dana asing itu. Dan masih banyak alasan-alasan lainnya yang lebih spesifik,
tergantung persepsi dan pendapat yang dipegang LSM itu sendiri.